
Dan malam itu Siska tak berani memejamkan matanya ia melihat kesegala penjuru kamar nya
untuk memperhatikan segala nya
"Biasanya di film-film horor setan itu bergelantungan di sudut ruangan dengan tatapan mata yang menyeramkan "
Siska langsung menggeser tubuhnya ke arah Arjuna karena ketakutan
dan alhasil ia sudah menempelkan punggung nya di belakang Arjuna
Berhasil
Ucap Arjuna di dalam hatinya , pikiran Siska mengenai Arya langsung hilang seketika karena Arjuna tidur di kamarnya malam ini
....
Sementara itu setelah Siska mengirimkan pesan pada Dimas , Dimas langsung kaget dan segera memanggil maminya untuk memberi tau kan keadaan keluarga Alena ,meski mereka bukanlah saudara tapi mami Siska sangat peka terhadap hubungan sesama orang satu kampung nya ia langsung berdiri
"Dimas ayo cepat kita bantu urus nak , kasihan mereka ayo nak "
Dimas langsung buru-buru mengambil mobilnya dan menuju rumah sakit
"Benar ini rumah sakit nya nak "
Maminya langsung turun
"Bagaimana apa mami sudah menghubungi keluarga nya di kampung ?"
"Sudah nak mami sudah menghubungi mereka ,siapa yang memberitahukan mu nak ?"
"Siska mengirimkan pesan tadi mi "
Maminya terheran-heran karena ia tau Siska sejak dulu tak pernah akur dengan Alena
di tambah lagi sikap Alena menurut nya terlalu kekanak-kanakan
Dimas dan maminya langsung membantu mengurus semuanya , saat di tanya kan pada dokter di ketahui juga Alena baru saja menjalankan operasi transplantasi ginjal untuk ibu mertua nya
"Alena ? semua di luar dugaan ku ,lalu bagaimana keadaan nya "
Dimas tiba-tiba teringat satu hal ucapan dari Alena
__ADS_1
"Mungkin aku memang di bayar untuk Arya tapi aku tak pernah bisa membohongi perasaan orang tua aku benar-benar menyayangi ibu kak Arya dengan segala kekurangannya "
Dimas memegang dadanya
"Semoga kau bangun nanti kau akan baik-baik saja Alena , aku tau ini sangat berat bagi mu tapi ini semua terpaksa aku lakukan untuk kebahagiaan semua nya , Arya adalah laki-laki baik namun hidup ini butuh pilihan maka aku memilih Arjuna dari yang paling baik , aku tak tau sampai kapan aku bisa berdiri mendampingi mami dan dia tapi memilih kan laki-laki yang tepat untuk Siska adalah kewajiban ku "
Dimas meninggalkan rumah sakit
Keesokan paginya setelah siuman ,ibu Arya langsung sadar dan hal yang pertama ia tanya kan adalah Alena
"Arya di mana Alena ?"
Arya ingin sekali marah besar pada ibunya tapi ia langsung meredam emosi nya ,biar bagaimanapun Alena lah yang telah membuat Ibu nya sehat dan selamat
"Kenapa ibu malah bertanya orang lain sedangkan aku ada di samping ibu "
"Bukan begitu nak , ibu bermimpi Alena memeluk ibu dan tak ingin lepas dari ibu "
Arya langsung berdiri dan hendak mencari Alena ia ingin memarahi perempuan itu karena telah memaksanya untuk menikahi nya
namun saat ia hendak masuk kedalam ruangan tersebut ia melihat Dimas sedang berbicara dengan Alena
"Kau sekarang sudah resmi menjadi istri Arya , tugas mu sudah selesai kau bisa meminta ia menceraikanmu , aku juga turut berdukacita atas kematian ayah mu "
Tangisan air mata berderai dari wajah Alena
"Ibu mu juga dalam keadaan kritis ,tapi kau jangan khawatir aku sudah mengcover semua biaya di rumah sakit ini "
Arya yang mendengar semua ucapan Dimas kaget
"Astagaaaaa Dimas , jadi selama ini Alena hanya lah alat yang kau gunakan untuk mendekati ku , keterlaluan sekali dan perempuan itu ternyata di bayar untuk semua ini "
"Kak Dimas bagaimana dengan pemakaman ayahku ? apa semua nya baik-baik saja ? "
"Jangan khawatir semuanya aman terkendali , aku berterima kasih padamu ,kau telah melakukan semuanya , terima kasih karena telah menyelamatkan pernikahan adikku ,aku yakin Siska saat ini tak akan pernah berpikir lagi tentang Arya "
Deg...
Darah di jantung Arya langsung berdesir ia tak menyangka Dimas melakukan semuanya dan mengatur semua nya dengan rapi sampai ia tak bisa mencium rencana mereka
"Aku pulang dulu , kau baik-baik lah , Jika ia menjatuhkan talak padamu , segeralah temui aku ,aku akan mengirimkan kau dan ibu mu jauh dari tempat ini "
__ADS_1
"Kak Dimas terimakasih "
Dimas tersenyum lalu pergi ,Arya yang sedang mengintip langsung beranjak dari tempat itu
"Sekarang aku tau apa yang harus aku lakukan padanya , kau yang mengajak ku bermain -main Alena , kau tidak mengenal bagaimana aku ,tapi karena kau telah masuk kedalam kehidupan ku ,aku pastikan kau akan memohon untuk keluar dari kehidupan ku bahkan dunia ini !"
Memukul dinding
Alena masih menangis lalu Arya masuk kedalam ruangan tersebut
ia tersenyum dengan manis
", Selamat pagi istriku , wah kau sudah sadar rupanya "
Alena terkejut dengan perlakuan Arya ia seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar saat ini
"Ka..k..kak Arya ..a..aku"
"Jangan khawatir setelah kau dan ibu pulih , kita akan pulang kerumah ku , aku sudah berencana akan mengadakan pesta yang besar dan meriah untuk kita ,jangan lupa kau undang keluaga mu , dan kita akan hidup bahagia selamanya " Bibir Alena menjadi pucat sekali , tangannya dingin ,ia terlihat begitu kaku
tapi Arya terus menghujani nya dengan ucapan yang manis ,ia tak tau jika Arya berencana membalasnya nanti
Kenapa nona ? kenapa kau terlihat cemas sekali , kenapa aku tak melihat sikap mu yang begitu terobsesi dengan ku lagi ha, apa karena semua nya kau lakukan demi uang , oh sungguh menyedihkan ternyata kau seorang perempuan sewaan yang bisa melakukan apapun demi uang...
"Kak Arya apa kau baik-baik saja ?"
Alena memainkan kedua jarinya
"Memang nya aku kelihatan sedang sakit kah ? kau lihat lah aku sangat sehat dan bahagia ,apa lagi sekarang aku telah resmi melepas kan status lajang ku ,aku telah memiliki seorang istri yang sangat hebat sekali ,aku sudah tidak sabar ingin pulang dan berduaan dengan mu tentunya "
Deg..
Alena kembali ketakutan ia tak pernah secemas ini , perubahan sikap Arya membuat ia bertanya-tanya atau karena ginjal yang telah i berikan untuk ibunya
"Kak apa karena aku telah memberikan ginjal ku untuk ibu ?"
Bed*bah kau memang sangat profesional sekali sampai rela menjual ginjal mu untuk ibuku , berapa uang yang sudah kau terima dari Dimas Ha! aku akan membayar lunas nanti nya
sampai kau akan menyesal telah di lahirkan di dunia ini
Karena terlalu gugup Alena berusaha mengambil air minum di dekat nya , tangannya yang masih menggunakan jarum infus nampak gemetaran saat mengambil kan air minum
__ADS_1
dengan cepat Arya mendekat "Biar aku saja yang mengambil kannya untuk mu "