Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 162


__ADS_3

Arika memegang tangan mamanya dan tak lama mereka pun segera turun dari dalam mobil "Nah sudah sampai Nak , belajar yang rajin ya "


Ucap Siska


Dari kejauhan Arika melihat mobil Alea ,


"Nah itu mobilnya om Arya , baiklah aku harus membuat mama keluar dari dalam mobil "


Dengan cepat ia pun mulai berpura -pura berteriak sedang kesakitan hingga membuatnya turun dari dalam mobil


"Mama kakiku sakit "


sambil memegang kakinya , dari kejauhan Alea pun melakukan hal yang sama ia melihat Arika memegang kakinya namun dengan melambaikan tangan padanya


"Itu bukannya Arika ?"


Alea tapi langsung paham saat melihat Siska turun dari mobilnya


Mm aku tau ini merupakan salah satu strategi untuk membuat papa dan Tante Siska bersatu kembali , mm Arika kau benar-benar sangat jenius sekali,baiklah sekarang giliran ku


"Papa...lihat itu Arika , terjatuh ayo segera tepikan mobilnya "


Arya langsung menepikan mobilnya


Ia berlari menghampiri Arika "Maaf Tante permisi , bagaimana keadaan Arika Tante "


Ia malah menyingkirkan Siska


Arya pun buru-buru turun dan mereka berempat sekarang bertemu kembali ,namun Siska langsung berdiri dan menutup hidungnya


"Aastaga mama mencium bau aroma makhluk halus"


Arya langsung berdiri "Dimana baunya hah ?"


Ia melotot kearah Siska , membiarkan Alea dan Arika yang sedang berjongkok dibawah


"Dimana , aku rasa dari tubuh kak Arya "


"Ehemmmm "


Arika dan Alea berdehem serentak lalu berdiri


"Kak Arika , sepertinya kakimu sudah mulai membaik ,apa tak sebaiknya kita segera masuk


kedalam kampus saja , kau tau lah kak Arika kita harus segera mengambil sertifikat ospek kita itu "


"Benar sekali Dik Alea ,apa lagi lihatlah jam sudah menunjukkan pukul setengah delapan , ayo kita masuk "


Mereka tersenyum lalu mencium tangan Siska dan Arya


"Kita kuliah dulu ya papa dan mama "


Kembali berbicara serentak lagi


Arya dan Siska hanya tinggal berdua saja di parkiran , sedangkan Alea dan Arika langsung TOS


"Kerja bagus Tim "


"Yap aku sangat suka sekali "


"Dan apa kau lihat mereka selalu saja bertengkar ,saat bertemu ,aku melihat catatan di buku mamaku , jika mamaku dan papamu selalu saja bertengkar setiap harinya , tapi tadi mereka terlihat begitu kaku sekali "


"Iya kaku -kaku tapi mau ,bukan malu-malu lagi "


"Yang ada malu-maluin tau , hah lagian papaku juga kenapa harus pake bau parfum yang aromanya horor gitu juga sih "

__ADS_1


"Biarkan saja mungkin papamu ingin menghantui perasaan mamaku Alea , eaaa...eaaa"


Arika dan Alea tertawa geli


Rupanya dari tadi Bian memperhatikan tingkah mereka berdua


"Kau lihat anak maru itu "


menunjuk kearah Arika dan Alea


"Maksudnya tuan putri Arika "


"Kenapa kau memanggilnya dengan sebutan menjijikkan Bro!


"Lah memang ia keturunan bangsawan , dia kan asli dari Jogja ,kau lihat saja ia begitu lembut saat berbicara dan senyumannya benar-benar menawan sekali , apa kau juga naksir dia ?"


Bian langsung meludah "Cuihhh... mana mungkin aku tertarik pada perempuan seperti itu "


"Yakin... haha jangan sombong Bian nanti termakan ucapan sendiri "


"Heh kalian dengar baik-baik aku Bian tak akan mungkin menyukai gadis seperti dia ,dia itu bukan tipeku , jangan terlalu berlebihan kalian semua "


Bian tertawa


Alea dan Arika langsung masuk kedalam kelas ,


namun sudah ditebak setiap ada perempuan cantik pasti ada saja netizen yang tak menyukainya


Seperti didalam kelas mereka ,apa lagi Arika dan Alea sudah terkenal dibeberapa fakultas karena kecantikannya ,


yah begitulah didalam kehidupan ini kita akan dikenal biasanya dalam beberapa hal


yang pertama , prestasi, kekayaan, kecantikan atau ketampanan , kejelekan dan hal yang aneh


Arika dan Alea termasuk yang beruntung karena terkenal karena kecantikannya


"Arika aku melihat mereka sedang membicarakan kita "


"Alea itu tidak penting , jangan membuat kepala ku pusing untuk mendengarkan sesuatu hal yang tidak penting itu , ingat siapapun kita dan bagaimana pun kita didalam kehidupan ini akan selalu ada orang yang tidak suka dengan kita jadi tugas kita hanya santai saja ,kau paham "


Alea langsung terpana "Sungguh kau sangat dewasa sekali Arika , aku semakin kagum dengan mamamu , sungguh aku tak menyangka bisa membesarkan anak sehebat ini "


Arika kembali memuji Alea "Aku memang selalu bijaksana tapi aku tak bisa merasakan kehidupan bahagia yang dirasakan oleh kalian ,aku jadi ingin belajar banyak dari papamu yang bisa selalu ceria dan tertawa dalam kondisi apapun juga "


ucap Arika


"Apakah ini artinya kita akan menjadi saudara "


mereka kembali tertawa cekikikan berdua , untunglah mereka berdua pintar ,Arika mendapatkan pasokan kecerdasan dari papanya sedangkan Alea mendapatkan kecerdasan otak dari kedua orang tua nya , hmm syukurlah Arika tak mewarisi otak Siska yang sangat cerdas itu


Di luar Siska dan Arya terlihat malu-malu sekali namun Siska baru menyadari jika mereka tak a sengaja menggunakan pakaian yang sangat mirip malah terkesan couple


"Pakaian mu bagus "


ucap Arya kaku


"Pakaianmu juga bagus kak Arya "


puji Siska


Wajah mereka langsung terlihat merah merona


sangat kontras apa lagi kulit mereka berwarna putih bersih ,


"Kau kesini naik apa ?"

__ADS_1


tanya Arya ,karena terlalu gugup membuat ia mengeluarkan pertanyaan yang membuatnya gugup


namun ditengah mereka yang sedang malu-malu ,Raja yang kebetulan sedang main bola basket di lapangan tak sengaja melemparkan bola tepat diwajah Arya


Bug....


Bunyi yang sangat keras sekali menghantam tepat diwajahnya ,hingga membuat seketika hidung dan pipinya menjadi memar dan bengkak


"Adawwww "


pekik Arya saat mendapatkan bola yang baru saja menghantam kewajahnya


Siska langsung kaget dan membantu menegang Arya yang kesakitan


"Kak Arya ..kau tidak apa -apa"


Raja langsung berlari dan mengambil bolanya "Hei kau kenapa berdiri di sana ? ah sudah tau orang lagi berolahraga , kebiasaan orang tua "


Raja langsung pergi


Siska langsung berteriak "Hei Raja , kelewatan sekali anak itu "


Siska langsung menyuruh Arya untuk duduk


"Duduk sebentar kak ,aku akan mengambil tissue "


Mata Arya terlihat berkunang-kunang sekali


"Ini kak tissue nya "


Ya Tuhan sakit sekali, pemuda itu sungguh tak sopan dan membuat pertemuan keduaku dengan Siska rusak total Lihatlah ia merusak tatanan rambutku dan juga merusak wajah tampannku , jangan sampai Alea mendapatkan suami seperti lelaki tidak sopan itu


"Kak apa wajahmu sakit"


Arya langsung menggelengkan kepalanya


sambil tersenyum


"Tidak , santai saja tidak terlalu sakit "


Terdiam dan menahan rasa sakitnya ,


tapi tiba-tiba darah mengalir dari hidungnya


"Kak tapi itu ada darahnya "


Siska nampak cemas


"Hah ! darah ,tidak apa-apa , baiklah Siska aku akan segera berangkat kekantor dulu "


berdiri dengan hidung yang berdarah


"Kak ini tambahan tissue nya , masukkan kedalam lubang hidungnya agar darahnya segera terhenti "


"Oke sipp santai saja "


Arya masuk kedalam mobil tapi ia lupa menundukkan kepalanya hingga membuat ia kembali terbentur atap mobil


"Awwwwww "Siska menutup mulutnya


Tapi seperti biasa Arya langsung bersikap tegar "Tak apa-apa ini tak sakit kok "


Tersenyum


Siska melambaikan tangannya dengan senyuman yang tidak enak "He hati-hati kak Arya "

__ADS_1


Tit...


klakson di bunyikan dan mobil Arya berlalu


__ADS_2