Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 200


__ADS_3

Arya dan Siska pun langsung mengiyakan permintaan Arika dan Alea


secara tidak langsung


"Pokoknya mama dan om Arya harus menyiapkan semuanya , dan juga jangan lupa Alea kau bantu papa dan mama kita ya , karena aku harus kembali ke Jogja untuk menemui papaku "


Alea mengangguk


"Baiklah kau tenang saja ,serahkan semuanya padaku akan aku buatkan semuanya beres dalam beberapa hari ini "


Ibu Aryapun langsung terlihat sangat bahagia sekali ia mengucapkan sesuatu pada Arya


rupanya telepon belum dimatikan oleh Arya


"Arya..halo..halo..."


Arya langsung mengangkat handphonenya


"Astaga aku tak menyangka handphone ini masih menyala "


mengangkat handphonenya


"Ya Bu "


"Dengarkan ibu baik-baik Setelah ini kau pulang ,dan temui orang tua Siska, mintalah ia secara baik-baik sebagai seorang istri dan calon pendampingmu dihadapan Ibunya dan juga walinya" Dimas maksudnya


Arya langsung menjawab dengan tegas "Tentu saja ibu secepatnya aku akan melakukan itu ,jangan khawatir aku kalau mengerjakan sesuatu tidak akan tanggung-tanggung Bu , jangan khawatir untuk soal itu Bu"


Arya langsung mengangguk-ngangguk mengerti


Arika dan Alea pun langsung bersorak-sorai bahagia


"Akhirnya akan ada pernikahan juga dikeluarga kita , Arika "


"Horeeee "


Alea dan Arika bersorak gembira


Tak lama setelah itu


Arya pun langsung mematikan ponselnya


"Sudah matikan ya "


mengecek lagi takut jika belum dimatikan bisa berabe nantinya


"Baiklah Bu , Mumpung belum terlalu sore ,aku pulang dulu mau mengantarkan Arika kebandara dulu "


Arika langsung berpamitan pada Alea dan juga calon nenek nya itu "Nek Arika pamit dulu ya ,doakan selamat dalam perjalanan pulang dan pergi "


"Iya cucu nenek yang cantik "


ucap ibu Arya menenangkan hatinya


Tapi sebelum pergi Siska menghampiri ibu Arya dan memegang tangannya


"Bu , aku ingin mengatakan sesuatu hal "


Dengan wajah serius


"Apa itu Nak ?"


agak deg-degan


"Bu aku memiliki kekurangan Sebagai seorang wanita jika nanti aku menikah dengan kak Arya ibu harus mengerti jika aku tak bisa memberikan ibu cucu lagi , karena rahim ku sudah diangkat ,dan itu artinya aku sama sekali tak bisa memiliki anak lagi ,apa ibu bisa menerima kekuranganku ini ?"


Mata Siska nampak berkaca-kaca


Arika dan alea saling berpandangan mereka menggenggam tangan satu sama lainnya


yang jelas nampak cemas sekali adalah Arika ia takut jika sampai ibunda Arya tak bisa menerima keadaan mamanya


"Tidak apa-apa jangan khawatir nenekku sangat baik "


Alea menenangkan Arika ,ia trauma mengingat apa yang telah terjadi pada ibunya sejauh ini telah membuat Siska menjadi sangat trauma sekali


Siska masih menundukkan kepalanya


namun dengan mengangkat wajah Siska dengan kedua tangannya ibu Arya langsung mengucapkan sesuatu yang menenangkan hatinya


"Kenapa kau berbicara seperti itu Nak,. bukankah kau datang sudah memberikan aku satu orang cucu cantik sebagai tambahannya ,ia yang sedang berdiri disampingnya Alea, bukankah dia anakmu , itu berarti ia akan menjadi cucuku juga nanti ,lagi pula yang menjalankan pernikahan nanti adalah kau dan Arya aku tidak berhak ikut campur dan mengatur kehidupan kalian , hanya saja sebagai orang tua aku memberikan wejangan yang bisa membuat kehidupan rumah tangga kalian berjalan sesuai tuntunan Tuhan"


Arika langsung meneteskan air mata karena terharu dengan ucapan yang diucapkan oleh ibu Arya tersebut ,didalam hatinya ia sangat yakin dan bersyukur jika mamanya akan bahagia berada ditengah-tengah Keluarga ini


Tuhan memang datang tepat waktu , aku yakin mama akan bahagia berada ditengah-tengah Keluarga ini , meski ia tak sekaya papa Arjuna namun aku yakin aku dan mama hidup didunia ini butuh ketenangan batin dan juga merasakan kebahagiaan sama seperti Alea dan neneknya


Siska langsung memeluk ibu Arya "Ibu ..."


Mengelus punggung Siska "Sudah jangan memikirkan sesuatu hal yang Hanya akan merusak pikiranmu saja , biarkan saja semuanya berjalan semestinya , kalian tak perlu memikirkan keturunan lagi ,cukup kalian berikan kasih sayang untuk kedua putri kalian ini ,, membahagiakan diri untuk masa tua itu sudah lebih dari cukup"


Siska merasa sangat bahagia sekali mendengar ucapan dari ibu Arya


"Ibu terimakasih banyak kau mengerti akan kekuranganku , Bu "


"Iya Nak "


menghapus air mata diwajahnya Siska


Saat mereka terhanyut dalam kesedihan ,


Arika baru teringat jika ia harus buru-buru untuk segera pergi ke Jogja untuk melihat Arjuna


"Mama udah jam segini ayo Ma ,Arika harus segera buru-buru berangkat "


"Oh iya Nak , baiklah "


Siska pun langsung berpamitan untuk segera pulang kerumah


"Ibu aku pamit dulu mau pulang "


"Iya Nak hati-hati ya , Arika salam sama papamu Nak "


"Baik Nek "


Siska malu untuk berpamitan dengan Alea yang akan menjadi anak tirinya nanti itu ,namun Alea lah yang langsung menggodanya duluan


"Mama hati-hati dijalan ya "


Wajah Siska langsung memerah "Alea kau bisa saja Nak ?"


"Tidak apa-apa kan agar bisa fasih mengucapkannya nanti


Semuanya langsung tertawa , namun sebelum Arika pergi ,ia langsung berbisik disamping Alea


"Lea jangan lupa nanti kau harus segera menyiapkan semuanya ,aku ingin sepulang dari Jogja tinggal melihat pernikahan mama dan papa kita sudah siap "


Alea langsung mengangguk "Jangan khawatir serahkan semuanya kepada ku ,kau tak perlu repot-repot memikirkan apapun lagi"


Mereka pun segera pergi dari hadapan Alea dan neneknya


"Nenek Akhirnya tugas kita berhasil ,papa dan Tante Siska akan segera menikah , aku sangat ingin melihat papa bahagia Nek "


"Anak baik,cucu nenek ,kau memang memiliki hati yang sangat cantik , secantik paras ibumu dan nenek yakin akhirnya ibu mu bisa tersenyum melihat kau berhasil menyatukan cinta papamu "


mengelus rambut Alea


"Hmm takdir itu indah ya Nek, aku jadi penasaran bagaimana nanti jika aku menikah dan papa pasti akan sangat sulit untuk melepaskan aku , lihatkan tadi ia sama sekali tak membolehkannya aku pergi bersama Arika "


Alea tertunduk lesu


"Alea kau tak bisa mengambil hati atas apa yang terjadi padamu, papamu tau mana yang terbaik untuk mu ,Alea Sekarang memang tak mengerti apa yang terjadi , namun nanti jika Alea sudah menjadi orang tua ,Alea akan mengerti jika apa yang dilakukan papa Arya itu adalah yang terbaik untuk Alea , Karena membesarkan anak tanpa seorang istri itu tidak mudah Nak , nenek hanya membantu menjagamu saja , namun papa mu setiap hari merawatmu , terkadang ia mengajak mu pergi kerja juga ,saat kau masih bayi begitu sayang nya ia dengan mu bahkan ia tak mau menyerahkan pengasuhan mu pada baby sitter ,ia juga tak mau merepotkan nenek karena nenek sudah tua , papamu memang manusia biasa tapi tanggung jawabnya sebagai seorang pria , sebagai seorang ayah , sebagai seorang suami sangat besar ,ia tak Hanya memikul tanggung jawab didunia tapi juga diakhirat "


Mata neneknya berkaca-kaca


"Walaupun ia manusia tak sempurna yang tak luput dari kesalahan,tapi nenek sangat bersyukur memiliki anak laki-laki satu-satunya Seperti Arya ,ia sama sekali tak pernah menunjukkan kesedihan yang ada pada dirinya dihadapan nenek , ia selalu tersenyum , padahal nenek tau jika sesekali ia pasti sedih atas apa yang menimpa hidupnya , namun itulah manusia jika masih hidup didunia ,maka semuanya akan selalu diuji dengan berbagai cobaan hidup ,ada yang diuji dengan kesenangan ,ada juga yang diuji dengan banyak musibah , tergantung bagaimana kita sebagai manusia menyikapinya"


Alea terdiam , semua yang dikatakan neneknya tersebut membuat ia semakin sadar jika tak mudah menjadi papanya


"Kasihan papa ya Nek, semoga saja dengan semua yang terjadi pada papa selama ini ,papa bisa menemukan kebahagiaan sejati dengan Tante Siska , karena Alea tau papa hanya mencintai Tante Siska sejak dahulu kala , dan Tante Siska pun sama ia masih mencintai papa , ternyata menjadi orang dewasa itu tak seindah yang Alea bayangkan ya Nek , hmm ntahlah "

__ADS_1


Neneknya mengelus kepala Alea"Dan kau lihatlah nak bagaimana ia sangat menyayangimu, sedangkan ia tersiksa dengan perasaannya sendiri ,tapi nenek bangga padamu , jika bukan karena kau dan Arika mungkin tak akan semudah ini jalannya, nenek salut dengan kalian berdua , karena bentuk kasih sayang tertinggi dengan orang tua adalah membuat mereka bahagia ,Alea tau tidak jika orang tua bahagia dan ridho dengan apa yang kita lakukan maka segala yang terjadi didalam kehidupan kita akan menjadi mudah "


neneknya menarik nafas panjang


"Alea sayang nenek , tapi nenek juga sudah seperti ibu bagi Alea ,tak akan mungkin Alea bisa sampai seperti ini jika bukan karena nenek"


Neneknya langsung tertawa "Nenek sudah tua , tinggal menunggu waktu saja untuk pergi meninggalkan dunia ini "


"Ah nenek jangan berbicara begitu Nek, Nenek akan hidup selamanya "


"Ah nenek tidak mau ,itu berarti kau menyamakan nenek dengan setan yang hidupnya abadi tidak.. tidak... hah kau ini selalu saja begitu "


menepuk pundak Alea


"Ayo sebaiknya kita segera masuk saja , untuk apa berdiri diluar seperti ini ,ayoo kita masak yang enak untuk papamu "


"Siap Nenek"


Saat Alea dan neneknya sudah menyiapkan makanan yang enak untuk kepulangan Arya


Kelakuan kanak-kanak kembali spontan terjadi dikantor Aditya ,Arya langsung tersenyum lebar kembali ,ia bahkan melompat-lompat seperti seorang anak kecil yang mendapatkan permen


Tapi karena ia lupa mengunci pintu ruangannya salah satu karyawan yang kebetulan ingin masuk langsung membuka pintu , karena biasanya itu adalah hak yang biasanya terjadi karena ia sudah berulangkali mengetuk pintu tapi tak juga terdengar oleh Arya ia pun langsung berinisiatif untuk langsung masuk saja kedalam ruangan tersebut j


"Permisi"


salah satu karyawan membuka pintu ruangannya ,ia langsung kaget karena menemukan Arya yang sedang bertingkah sangat aneh itu


"Maaf Pak "


Arya langsung berdiri kembali dengan sangat berwibawa sekali


"Ehem..ya ada apa ?"


tanya Arya dengan tegas


"Begini Pak Arya , Tuan Aditya sebelum pulang tadi mengatakan jika anda memesan sesuatu dan sekarang kurirnya sedang berada dibawah"


"Memesan sesuatu apa?"


Arya heran


"Tidak tau Pak ini hanya perintah Tuan Aditya "


"Oh iya..iya.. kau suruh saja dia naik keatas katakan padanya aku sedang menunggu disini"


"Baik Pak "


"Oh ya suruh ia langsung naik keatas masuk kedalam ruangan saya , Karena saya tak mungkin turun kebawah "


"Baik Pak Arya kalau begitu saya akan menyuruhnya naik keatas "


Karyawan tersebut langsung keluar dan hendak menutup pintu kembali


"Tapi tunggu dulu ,apa semua karyawan ada ditempatnya masing-masing ?"


"Tentu saja Pak mereka semua masih bekerja , memangnya ada apa pak?"


"Oh tidak ada hanya ingin tau saja"


"Ya pak mereka memang jam segini masih bekerja ,kalau satu jam lagi barulah mereka pulang, Seperti biasa masuk jam delapan dan pulang jam empat sore"


"Oke baiklah lanjutkan pekerjaan mu "


"Lanjutkan atau menyuruh kurir itu naik keatas Pak ?"


"Ya lanjutkan tugasmu untuk menyuruh kurir itu naik keatas , setelah itu kau boleh lanjutkan pekerjaanmu yang lain"


agak sedikit emosi untung saja sedang bahagia


jika tidak bisa kena SP satu karyawan tersebut soalnya Arya sedikit galak dengan karyawannya


"Baik Pak , terima kasih"


Arya langsung menarik nafasnya dalam-dalam


"Hah untunglah hari ini aku sedang bahagia jika aku sedang tak bahagia , pasti sudah aku bantai dia dari tadi"


Tok


tok.


"Iya masuk "


Dua orang laki-laki masuk dengan membawa sekeranjang besar manisan buah


"Maaf pak ini mau ditaruh dimana ya ?"


Mereka nampak kesusahan sekali membawakannya ,Arya pun langsung kaget


"Hah apa ini "


"Pesanan bapak manisan buah-buahan"


ungkap mereka sambil berdiri memegang keranjang besar tersebut


"Saya tidak memesan manisan ini , lalu Bagaimana ?"


Arya nampak kebingungan sekali melihat banyak sekali manisan buah-buahan dalam keranjang tersebut


"Tuan ini sangat berat sekali cepat katakan mau di taruh dimana ini ?"


sambil menahan keranjang besar itu


"Ya sudahlah taruh saja disitu "


ia terlihat begitu pasrah sekali


"Baik Tuan kami Permisi dulu ,kalau begitu ,ini semua juga sudah dibayarkan oleh Tuan Aditya, santai saja "


Arya langsung menepuk dahinya "Astagaaaaa kenapa manisan seperti ini yang datang bukan Manisan seperti film India ,aku jadi sangat pusing sekali kenapa semuanya tidak sesuai dengan ekspektasi "


Arya langsung mengusap wajahnya


"Kenapa segala sesuatu yang berurusan dengan Aditya akan selalu berantakan apa dia tidak pernah menonton film India , hadeh..."


Arya pun melihat satu-persatu manisan buah tersebut ,dan memastikan semuanya cukup untuk dibagi-bagikan


"Ya ampun akhirnya ini juga yang harus aku bagi-bagikan ,tapi lebih baik daripada tidak ada Sama sekali"


Arya langsung menelpon salah satu sekretaris nya untuk membagi-bagikan seluruh manisan ini kepada seluruh karyawan kantornya


"Bisa keruangan saya ?"


"Iya Pak "


tok..


tok


"Masuk..."


ia pun langsung heran melihat banyak sekali "Pak Arya ini banyak sekali dalam rangka apa pak ? apa ada yang sedang hamil ? atau bapak ingin berjualan ini ?"


Arya langsung menghembuskan nafasnya dalam-dalam "Sudah kuduga ini akan terjadi "


"Tidak ini bukan tentang siapa yang hamil , aku hanya sedang ingin berbagi manisan saja , bagi-bagikan lah dengan seluruh karyawan semuanya , jangan lupa dengan para OB dan juga security juga "


"Baik pak "


Arya yang sudah tak bersemangat gara-gara Manisan itu pun langsung keluar dari rumah


" Baiklah kalau begitu kau langsung saja bagikan aku akan segera pulang "


nadanya sudah sangat lemas sekali


"Baik Pak"ucapnya


Arya langsung tersenyum meski kebahagiaannya tak sempurna karena manisan tersebut telah merusak mood nya

__ADS_1


ia langsung turun kelantai bawah ,


rupanya para karyawan pun langsung kaget saat melihat sekeranjang manisan tersebut


"Hah apa itu ?"


"Ini manisan buah titipan pak Arya ia menyuruh untuk membagikan ini semuanya kepada seluruh karyawan "


Semuanya langsung mendekat "Manisan buah-buahan ? apa pak Arya sedang hamil ?"


Pok...


"Aduh sakit , sekali tau "


"Kau ini sembarangan saja berbicara, kau lupa jika Tuan Arya itu seekor Duda"


"Seekor , seorang kale"


mereka pun tertawa


"Bisa saja selingkuhannya lagi hamil"


"Sudah lah sebaiknya jangan ghibah , menghamili selingkuhan , memangnya ia seorang pria beristri , sungguh sesuatu yang sangat mustahil sekali baginya "


"Sudah lah sekarang kalian ambil saja ini satu persatu , dulu, karena sesuai perintah pak Arya semuanya harus dibagi-bagikan "


Mereka semua pun menerimanya dengan bahagia sekali


"Semoga saja apapun yang diniatkan oleh pak Arya semuanya berjalan dengan lancar aaamiiiiinnnnnnn"


"Amiiinnnnn" diikuti oleh para karyawan yang lain


"Mendoakan lebih baik dari pada ghibah"


"Ya kau benar ghibah adalah memakan bangkai saudaranya sendiri apa kau mau ?"


"Mulai.. mulai .. mendadak ustadz mulai "


menggaruk kepalanya


Arya yang langsung pulang sudah tak sabar ingin bercerita pada ibunya dan Alea


"Setelah ini aku akan mengajak Alea dan ibu untuk melamar Siska secepatnya , karena sesuatu yang baik itu tak baik untuk ditunda-tunda harus segera disegerakan "


ucap Arya dengan tersenyum


....


Siska tersenyum-senyum sambil menyetir mobil. sudah lama sekali ia tak merasakan perasaan yang seperti ini setelah sekian lama sekali


Seperti kembali kemasa itu lagi , aku merasa flash back saat kak Arya dan aku masih muda dahulu ,dan akhirnya hari ini akan terjadi meski dengan status kami yang masih sama-sama single ya Tuhan takdir ini seperti sedang mempermainkan aku saja , lucu


Arika tau jika mamanya sedang bahagia sekali nampak dari raut wajah dan aura mukanya


Namun berbeda dengan Arika meski ia juga ikut merasakan kebahagiaan yang dirasakan oleh Mamanya namun kesedihan itu kembali muncul ,saat dalam perjalanan , pikirannya terbayang-bayang mengenai papanya


Aku harap semuanya baik-baik saja, aku merindukan papa sebenarnya tapi selama ini papa tak pernah memperdulikan aku ,papa mengabaikan aku , Padahal aku sangat ingin bermanja-manja bersama papa, papa jugavtaj pernah menelponku dan mengabarkan bagaimana keadaanmya , kenapa juga harus melalui Panji apa papa tidak bisa menelponku sendiri , memangnya papa kenapa ? sakit apa !"


Arika tak henti-hentinya berpikir keras ,ia melihat jam ditangannya ,


"Ma ,Arika langsung saja ya berangkat kebandara , ini ada jadwal keberangkatan satu jam lagi"


"Pakaian mu bagaimana Nak ?"


"Dirumah papa kan masih banyak Ma"


"Ya sudah terserah saja "


"Tapi apa kamu tak apa-apa berangkat seorang diri Nak ,mama khawatir ?"


"Sudahlah tenang saja Mama, jangan berpikiran macam-macam lagi Arika sudah dewasa Ma , tidak ada yang perlu dikhawatirkan ,lagi pula Arika juga tak mungkin melakukan hal yang akan membuat malu Keluarga kita juga Ma"


"Iya sayang mama percaya hanya saja mama takut .."


"Ma sampai ketakutan mama pada Arika,jika tidak begini bagaimana Arika bisa belajar banyak , mungkin nanti Arika ingin melanjutkan studi keluar negeri kan , hmm berikan Arika kepercayaan jika Arika mampu Ma"


Siska pun langsung mengangguk dan memegang wajah Arika ",Putri Mama ternyata bukan anak kecil lagi "


Mata Siska nampak berkaca-kaca


Ia pun langsung mengantarkan Arika langsung kebandara "Sayang ayo.turun "


namun sesuatu yang tak terduga terjadi saat mereka tiba di bandara


"Itu bukannya Raja ?"


melihat laki-laki yang sedang berdiri dengan wajahnya yang sangat tampan sekali


Arika langsung menoleh kearah kiri bahunya


"Iya Ma benar itu mas Raja ,apa yang sedang ia lakukan dengan tas ranselnya ?"


Menyadari Arika dan Siska mengetahui kehadirannya ia pun langsung menyapa mereka berdua


"Hai Arika ,halo juga Tante ku "


Siska juga kaget melihat Raja dengan tas dipunggungnya


"Raja kau mau kemana Nak"


Raja menggaruk kepalanya


"Tante ,tadi nenek mengatakan Arika akan kejogja seorang diri ,jadi aku berinisiatif langsung ingin menemani adik ku ini ,tak baik jika seorang anak perempuan bepergian seorang diri ,lagi pula dosen mata kuliah ku memberi tahu jika ia tidak masuk beberapa hari ini "


ucap Dewa berbohong padahal ia sedang tidak bersemangat kekampus jika Arika tak ada karena Alea pasti tidak akan mau berbicara berdua saja dengannya


Siska dan Arika langsung tersenyum


"Nak Terimakasih banyak ,jadi Tante tak perlu khawatir lagi memikirkan Arika , kau temani adikmu ini ya , tapi apa papa dan mamamu sudah tau ?"


"Kalau papa mama juga tak perlu diberi tau Tante , mereka tau aku tak akan mungkin hilang"


"Baiklah sayang ,jangan khawatir nanti Arika akan memberikanmu yang terbaik jika sampai dikota kelahirannya itu "


Arika langsung mencium tangan Siska diikuti Raja , Karena ia tak enak , biasanya ia dan sekali tak pernah mencium tangan Dimas dan Rima jika kemanapun ia akan pergi ,apa lagi Rima dan Dimas yang terbiasa dengan budaya luar membuat mereka tak terlalu memperdulikan hal itu , yang sangat penting di Indonesia


"Mama Arika berangkat dulu ya "


"iya nak ,nanti sudah sampai di Jogja jangan lupa berikan kabar untuk mama ya Nak"


"Iya Ma "


Tapi tiba-tiba Raja langsung menggoda Arika


"Arika tapi mas belum membeli tiket ?"


"Loh bagaimana caranya mau berangkat kalau begitu ?"


Arika panik


Kemudian Raja langsung mengeluarkan tiket pesawat dari kantung nya "Jreng... lihatkan ini tiket nya kita akan duduk bersebelahan Mrs.Arika "


Raja tertawa


"Hah mas raja kau hampir saja membuat ku jantungan ,tapi bagaimana bisa Mas?"


"Salah satu pihak maskapai adalah mantan pacar Mas dan dia masih tergila-gila dengan Mas sampai sekarang "


"Astaga Mas Raja , bisa-bisanya kau memanfaatkan Situasi"


"Sudahlah jangan cerewet ayo kita kesana "


Siska langsung berpamitan pulang


"Arika mama langsung pulang ya , kan ada Mas Raja yang menemani kamu Nak" melambaikan tangannya


"Iya Ma baiklah "


Arika dan Raja pun langsung masuk ruang tunggu , sedangkan Siska langsung masuk kedalam mobilnya

__ADS_1


"Aku berharap kepulangan Arika nanti membuat hubungan ia dan Arjuna semakin membaik karena aku tau Arjuna lebih memperhatikan Panji dari pada dia , anakku sangat baik ia tak pernah melontarkan kalimat iri pada Panji ,tapi sebagai seorang ibu aku tau apa yang dirasakan oleh putriku ini"


__ADS_2