Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 143


__ADS_3

Neneknya duduk disamping Alea sambil mencari ketombe dikepalanya


"Nenek nggak kelihatan mana ketombe yang mana , mata nenek udah nggak jelas "


Alea langsung duduk "Ya sudah kalau begitu biar Alea saja yang mencabut uban dikepalanya nenek ,ayo sini nenek duduk "


Alea berdiri dan neneknya langsung duduk


"Bagaimana Lea apa uban dikepalanya nenek banyak "


Alea nampak kebingungan setelah ia membuka penutup kepala neneknya


"Busyett putih semua ,apa yang mau dicabut kalau begini bisa-bisa nenek jadi manusia tanpa rambut "


ia membayangkan neneknya tak memiliki rambut dan tertawa cekikikan sesekali


Papanya yang lelah bekerja seharian ini terbaring didalam kamarnya


"Mumpung papa tidur aku warnai saja rambut nenek kasihan nenek jika rambutnya berwarna putih pasti nenek sangat khawatir merasakan jika setiap detik malaikat maut sedang mengincar dirinya "


Kulit yang keriput diiringi dengan wajah yang sudah tak sekencang dulu , neneknya memang sangat uzur sekali, Alea masuk kedalam kamar dan mendapatkan sebuah pewarna rambut berwarna biru , pewarna itu sering ia gunakan untuk mewarnai kucing kampung yang sering ia temukan dijalan hanya dengan menyemprotkannya saja bulu-buluan dan sejenisnya akan berubah menjadi permanen


"Nenek aku tau cara menghilangkan uban dikepala nenek, apa nenek mau aku membuat nenek kembali muda kembali ?"


Alea berusaha meyakinkan neneknya


Neneknya yang sangat menyayanginya itu pun menuruti saja apa kemauan neneknya


"Terserah kau saja Lea nenek tidak mengerti "


"Baiklah wait..wait..wait..."


Alea berlari kedalam kamarnya dan mengambil cat dan juga sisir rambut


Ia pun mulai berlagak sebagai makeup artist profesional


dalam beberapa menit rambut neneknya sudah berubah menjadi warna biru


"Wah nenek cantik sekali dan seperti anak funk"


Alea nampak senang sekali ,"Benarkah ? baiklah mana kaca ,nenek ingin melihatnya "


"Okay tunggu sebentar aku akan mengambilkannya untuk nenek ,ini dia ?"


"Awwww kenapa nenek merasa seperti badut ,Lea "


matanya melotot


"Badut ? sembarangan, nenek tidak tau model apa,ini lagi trend lihatlah nenek sungguh sangat cantik sekali "


Alea terlihat sangat bahagia sekali ,karena suaranya dan neneknya begitu ribut sekali membuat papanya terbangun dan keluar dari dalam kamar


"Suara apa ribut-ribut diluar "


Mengucek matanya


Papa Alea pun langsung keluar dan ia kaget saat melihat rambut ibunya sudah berubah berwarna biru seperti badut dipinggir jalan


"Astaga ibu apa yang terjadi ?!"


"Bagaimana Papa nenek cantik kan "


Tersenyum manis


Dalam hitungan ketiga


Alea sudah berada diluar rumah dengan wajah yang tak karuan , lengkap dengan tangan ditelinganya


"Papa akan menghukummu ,kau tidak boleh membawa mobil dulu kemanapun , sampai rambut nenekmu berubah menjadi putih kembali "


"Papa maafkan Lea tapi kan Lea hanya ingin Nenek menjadi cantik saja "


Alea selalu saja menjadi tontonan para tetangga karena kejahilannya pada neneknya


itu adalah hal yang biasa terjadi untuk Alea


"Cantik apanya kau tak lihat sekarang nenek lebih mirip dengan badut lihat nenek mu itu "


"Hai Nenek "


Alea melambaikan tangannya pada neneknya


begitu juga neneknya ,


berbeda dengan Papanya neneknya sama sekali tak pernah memarahinya


"Alea siapa yang menyuruhmu melepaskan tangan mu ditelinga ,ayo cepat taruh lagi !"


Kemarahan papanya tak menjadi arti baginya karena memang papanya selalu memarahinya setiap hari


"Hmm papa ini kerjaannya marah-marah melulu ,papa coba papa menikah saja biar tidak marah -marah , selalu saja Alea salah Dimata papa ,apa papa tidak tau dengan seni "


Alea langsung berlari masuk kedalam kamarnya , membuat Papanya menjadi merasa bersalah


"Lea ,Alea tunggu dulu Nak , dengarkan papa dulu "


"Bu cepatlah bujuk Alea "


"Sudahlah kau jangan khawatir nanti juga dia baik sendiri , Seperti tidak tau bagaimana Alea saja "

__ADS_1


"Tapi Bu ,dia selalu menuntutku untuk menikah lagi ,aku sama sekali belum terpikir untuk mencari pengganti ibunya Alea "


Wajah papanya Alea kembali bermuram durja ,


"Ibu mau masuk dulu ,sudahlah jangan dibahas lagi luka itu ibu juga tak sanggup mendapatkan menantu jika tak sebaik ibunya Alea "


Dengan rambut yang sudah di cat berwarna biru neneknya Alea berjalan tergopoh-gopoh masuk kedalam rumah


Papa Alea memejamkan matanya ia kembali teringat saat pertama kali melihat wajah Alea terekam gambar USG


"Ya ampun itu benar wajah anakku "


"Benar Tuan Arya ,itu adalah wajah anak anda , selamat ya kalian akan mendapatkan seorang putri yang pastinya cantik sekali seperti ibunya "


Alena langsung menyanggah ucapan Dokter


"Jangan mirip mamanya dong Dokter ,ia akan mirip seperti ayahnya , mewarisi wajah ayahnya apa lagi ia adalah anak perempuan "


Alena berbicara dengan terbata-bata seakan tenaganya sudah habis untuk berkata-kata


ia tak mau jika wajah putrinya mirip dengan dirinya ia takut Justru nanti Arya sama sekali tak menyayangi anak itu karena pada dasarnya Arya tidak pernah menyukainya


Pada saat itu usia kandungan Alena memasuki tujuh bulan lamanya ,


Mereka pun pulang kerumah sesaat setelah dokter memberikan sebotol obat pada Alena


"Semoga sehat sampai lahiran ya Nyonya dan Tuan "


Mereka tersenyum bahagia , perhatian padanya pun begitu besar sekali ,bahkan Arya sangat memperhatikan segala hal kecil yang ada pada Alena ,mulai dari kukunya yang panjang . Arya akan selalu berdiri tegak menjadi apapun yang dibutuhkan oleh Alena ia akan memotong kuku, mencuci pakaian , membersihkan rumah ,karena tak percaya jika orang lain yang mengerjakannya ,Arya benar-benar tak melewatkan kesempatan untuk menjadi calon ayah yang siaga , Benar-benar Alena menghabiskan masa hidupnya dengan menjadi seorang ratu , seorang ratu yang sangat dimanjakan ia selalu tertawa walaupun rasa sakit penyakitnya berkali-kali menyerang namun dapat ia tahan karena rasa bahagia yang diberikan oleh Arya untuk hidupnya benar-benar menenangkan hati dan jiwanya bahkan sebuah keajaiban terjadi ,


Dokter pun tak menyangka jika beberapa bulan ini pun berat badan Alena bisa naik , walaupun sangat mustahil sekali bagi seorang penderita kanker bisa mendapatkan tubuh yang sehat terlihat dari luar , Sepertinya tuhan Memang sengaja untuk tak membuat orang-orang dirumahnya menjadi khawatir


"Sudah sampai beristirahatlah dulu ya, jika mau apapun tinggak.telpon saja dan duduk manis dengan santai ya "


Alena mencium tangan suaminya itu


"Baiklah Kak hati-hati di jalan "


Arya pun langsung pergi buru-buru untuk berangkat kekantor


Karena terburu-buru , rupanya obat milik Alena tertinggal didalam mobil


padahal hari ini Arya akan menjemput klien yang juga seorang dokter spesialis dibandara mereka akan membahas kerjasama untuk pembukaan rumah sakit gratis didesa tapi dengan pelayanan dokter yang tidak diragukan lagi ,ini adalah program khusus amal yang sengaja dikembangkan oleh perusahaan Aditya ,dan tentu saja Arya adalah ketua khusus dalam bidang ini yang ditugaskan oleh Aditya


"Dit Dokternya bagaimana bentuknya ?"


Tanya Arya


"Memangnya kenapa?"


Aditya mulai berpikir jika Arya sedang berpikir tentang fisik dokter tersebut


"Yang jelas ia berbentuk seperti manusia "


Aditya tertawa


"Tidak lucu aku serius ?!'


"Nanti dia akan menelponmu ,ah begitu saja panik ,sesempit itukah pemikiran kau Arya ,oh aku tau ini efek karena sebentar lagi akan menjadi seorang ayah "


Aditya tertawa geli


Arya langsung mematikan ponselnya


"Untung saja ini masih jam kantor kalau tidak aku pasti akan menghajarmu Dit !"


Tak lama benar saja Arya menerima telpon dari kliennya


"Oh baik Pak saya memakai mobil berwarna hitam dengan plat nomor xxxxx , oke baik Pak saya menunggu bapak disini ya Pak , jangan khawatir"


Arya pun menunggu tak lama seorang laki-laki dengan rambut kribo datang mengetuk kaca mobil


Arya langsung memberikan uang recehan Karena ia mengira laki-laki itu adalah peminta-minta "Ini pak ambil saja "..


Tapi laki-laki itu bukannya pergi malah kembali lagi mengetuk kaca mobilnya


Tok


tok


"Sialan kenapa lagi sih bapak tua ini "


Arya langsung sadar jika ia tak boleh berkata seperti itu selain menyinggung perasaan orang ia juga tidak menyadari jika istrinya sedang mengandung anaknya yang kata orang tua dulu apapun yang dilakukan oleh ayah sang bayi akan berpengaruh pada anak yang ia kandung ,


"Upps ". segera menutup mulutnya langsung menyadari apa yang ia lakukan


Arya membuka kaca mobilnya "Saya tidak memegang uang cash pak hanya itu saja uang saya "


"Apa anda Tuan Arya?"


Arya langsung kaget ia melihat penampilan bapak tua itu sangat aneh dan berantakan sekali "Bapak tau dari mana nama saya ?"


"Saya Dokter Pon "


"Dokter Pon ? astaga anda dokter terkenal itu "


Mendengar nama pon Arya langsung keluar dari mobil dan membukakan pintu mobil miliknya


"Maaf Dokter silahkan masuk "

__ADS_1


"Hehehe benar ternyata ya penampilan akan selalu menjadi hal utama yang diperhatikan oleh orang lain untuk menjadi penilaian "


"Maaf Tuan saya tidak bermaksud begitu "


Awassss saja kau Aditya ,bisa -bisanya kau menjebakku pantas saja tadi waktu aku bertanya bagaimana bentuknya ia malah tertawa geli , hebat sekali kau Tuan Aditya berhasil menjebak seorang Arya , congrath brother


"Tidak apa-apa Tuan Arya ,saya sudah terbiasa menghadapi cemoohan dalam hidup , saya sengaja berpenampilan seperti ini untuk melihat bagaimana penilaian seseorang pada saya ,bahkan ada seorang klien yang sampai mengusir saya ,ia mengatakan bahwa saya seorang penipu, saya mencari klien yang benar-benar memiliki hati apa lagi kerjasama ini bukanlah kerjasama dunia saja tapi menyangkut akhirat juga , amal yang didapat adalah dunia akhirat kelak "


Arya semakin malu saat mendengar nasehat dari bapak tua tersebut , mereka pun menghabiskan waktu bersama untuk berbincang-bincang ,Arya semakin kagum saja dengannya sungguh tak disangka ia benar-benar cerdas sekali benar pepatah yang mengatakan semakin tinggi ilmu seseorang maka semakin sederhana pula penampilannya


begitu pula dengan dokter ini


Pada saat sedang berbicara matanya tertuju pada sebotol obat yang berada disampingnya


lalu ia mengambilnya


"Ini milik siapa ?"


"Oh itu milik istri saya dokter taruh saja disitu , mungkin ketinggalan tadi "


Wajah Dokter tersebut langsung berubah


"Istrimu meminum obat ini ? apa dia terkena sakit parah?"


Arya tertawa dan ia mulai meragukan kecerdasan Dokter tersebut . karena menurutnya dokter ini benar-benar mencurigakan , jelas-jelas obat itu diberikan dokter kandungan untuk vitamin ,malah ia mengatakan itu adalah obat untuk sakit keras


"Tidak Dokter istri saya sedang hamil dan dokter kandungan memberikan ini padanya "


"Astaga ,apa anda tau ini obat apa ha ? ini adalah obat penahan sakit dosis tinggi yang biasa digunakan untuk penderita kanker stadium akhir "


"Masa iya Dokter ?"


Arya masih juga tak percaya


"Saat ini juga kita akan kerumah sakit saya ingin bertemu langsung dengan dokter yang memberikan obat ini, ini sangatlah berbahaya salah-salah malah mengancam jiwa istrinmu dan juga bayi yang dikandungnya "


apa bener ? tapi dokter Maria adalah dokter kandungan terbaik dikota ini , aku malah curiga jika dokter ini tidak waras,sebaiknya aku telpon Aditya terlebih dahulu , Jangan-jangan aku salah orang ..


"Dokter sebelum kita kerumah sakit bagaimana jika saya menelpon Tuan Aditya dulu saya takut ia akan lama menunggu jika kita harus kerumah sakit terlebih dahulu "


"Baiklah silahkan telpon saja biar saya bisa berbicara dengan Tuan Aditya "


Arya langsung menelpon Aditya


"Kenapa lagi Arya ,apa kau sudah bertemu dengan dokter tersebut "


Sambil tertawa terkekeh-kekeh


Arya berusaha untuk menekan suaranya ,Aditya kembali tertawa terkekeh-kekeh tak berhenti kali ini terdengar begitu besar sekali suaranya


."Hentikan Dit "


"Cepat berikan telpon tersebut pada saya Tuan biar saya berbicara langsung dengan Tuan Aditya "


"Baik Dokter. Dit ini dokter mau berbicara dengan mu "


"Halo Tuan Aditya , saya hanya ingin memberi tau jika saya dan Tuan Arya datang agak terlambat karena mau mampir kerumah sakit sebentar untuk mengerjakan sesuatu "


"Baiklah Dokter hati-hati dijalan Karena orang yang sedang bersama anda itu suka rabies diperjalanan "


Aditya kembali bencana , wajah Arya sudah masam saja menghadapi temannya itu


Mobil melaju dengan kecepatan tinggi Arya memang sengaja apa lagi kondisi jalan sedang sepi , membuat rambut Dokter tersebut kekiri dan kekanan mengikuti arah angin membawa sesekali juga terbang menghampiri wajah Arya , ternyata rambut kribo bisa masuk kedalam mata seseorang juga ,ia maksudnya


"Ini rumah sakit nya ?


"Benar Dokter ini rumah sakitnya "


Arya Tersenyum didalam hatinya


Kedokmu pasti akan terbongkar karena telah menipu banyak orang kan , hmm kaubkagrty juga kan melihat rumah sakit ini yang begitu besar dan megah ini


"Ayo kita turun "


Langkah kaki Dokter tersebut benar-benar cepat sekali


saat berada didepan pintu nampak antrian ramai sekali ,


namun saat Dokter tersebut berdiri ia langsung dipersilahkan untuk masuk kedalam ruangan . terlihat sekali orang-orang dirumah sakit benar-benar menghormatinya


"Saya bisa masuk?"


"Silahkan Dokter "


Mereka berdua pun langsung masuk kedalam dan Dokter Tua itu langsung memberikan botol obat tersebut


"Apa ini ha?!"


ia benar-benar marah sekali sampai-sampai dokter kandungan tersebut ketakutan


"Aku akan menjelaskannya duduk dulu "


"bagaimana ayah bisa duduk dengan tenang jika ilmu yang kau punya kau lakukan untuk mendzalimi orang lain !"


Plakk...


Satu tamparan keras mendarat di wajahnya


"Bukan hanya mencoreng nama keluarga tapi menciderai kesehatan di negara ini !"

__ADS_1


__ADS_2