Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Ada yang ketinggalan


__ADS_3

Mereka tiba di sebuah kamar yang tepat langsung menghadap kepantai


Arjuna pun membuka tirai yang menutupi jendela


pemandangan yang benar-benar sangat indah sekali


Siska yang sedang menaruh koper pun di buat takjub dengan pemandangan yang ada di hadapannya itu


"Ah suka sekali tempat ini bagus nya "


Siska tak sengaja keceplosan berbicara seperti itu,Arjuna Tersenyum bahagia karena untuk pertama kalinya ia membuat Siska tersenyum saat bersamanya ,ya Siska sangat suka pantai dan gunung apa lagi ia suka sekali traveling kemanapun


"Aku mandi duluan ,apa kau tak ingin mandi ?"


"Ya nanti saja " ucap Siska dengan ramah ,ia melupakan segala kekesalan di hati nya untuk saat ini , perlahan ia membuka jendela, angin sepoi-sepoi berhembus masuk kedalam kamar tersebut lalu rambutnya yang panjang ikut tertiup


"Sungguh ciptaan Tuhan yang benar-benar cantik sekali"


Lama berdiri di depan jendela membuat Siska tak menyadari jika Arjuna sudah selesai mandi


"Siska pakaian ku mana ?"


"Itu ada di dalam koper ,ambil saja"


Siska Benar-benar terhipnotis dengan pemandangan di hadapannya , sampai-sampai ia tak menyadari jika Arjuna akan mengganti pakaian di dalam kamar tersebut


Ponsel milik Arjuna berdering


"Iya halo , oh ya saya sudah sampai ,oke baiklah jadi kita akan meeting jam delapan malam baiklah ,Pak "


Arjuna mematikan ponsel nya dan membuka koper baju yang di bawa oleh Siska


"Mana pakaian dalam milik ku "


Arjuna membongkar semua isi koper tapi tak menemukan nya , sedang kan sebentar lagi waktu berbuka


"Siska di mana kau letakkan pakaian dalam ku "


Arjuna terlihat sibuk membongkar koper nya


sampai-sampai ia mengangkat nya


Siska pun tersentak jika sebenarnya ia memang lupa memasukkan itu kedalam koper nya ,apa lagi Siska jijik memegang nya


Siska cemas ia takut jika sampai Arjuna marah padanya apa lagi Arjuna yang sekarang berbeda dengan Arjuna yang dulu


"Pakaian dalam milikmu ?"


Siska berbicara dengan terbata-bata sambil menundukkan kepalanya


Arjuna langsung berkacak pinggang dengan masih menggunakan handuk


"Iya mana ? mana mungkin aku bisa keluar jika tidak memakai pakaian dalam !"


Nada suara agak tinggi itu pertanda ia mulai sedikit kesal


Siska langsung berpura-pura menangis itu adalah jurus terakhir seorang perempuan agar ia tak kena marah


Aduh bagaimana ini ,jika Arjuna tau aku lupa membawa pakaian dalam miliknya , oh Tuhan aku takut sekali bagaimana jika ia marah


"Siska !"

__ADS_1


"Huhuhu maafkan aku ,aku lupa membawa kan pakaian dalam milikmu ,aku minta maaf "


Siska mengeluarkan air mata buaya nya yang sering ia lakukan di hadapan maminya ,saat ketahuan bolos sekolah dahulu


Arjuna menarik nafas dalam-dalam tak mungkin ada yang menjual pakaian dalam di tempat ini


"Lalu bagaimana ha ? Astagaaaaa kau ini "


Arjuna mengusap wajahnya


Siska pun langsung mengambil kan pakaian dalam milik nya


"Pakai saja punya ku "


Pakaian dalam milik Siska yang pertama kali ia lihat


"Astagaaaaa ini seperti tali rafia , sungguh menjijikkan,mana mungkin aku bisa memakai nya !"


Siska pun terdiam lalu kembali menangis


"Lalu aku harus bagaimana hanya itu pakaian dalam yang aku punya ,apa Mungkin aku harus meminjam pakaian dalam milik pegawai di tempat ini , argghhhhhhhh"


Arjuna mengambil pakaian dalam dari tangan Siska lalu masuk kedalam kamar mandi


"Ya sudah lah dari pada tidak ada sama sekali , terpaksa aku memakai nya "


Arjuna pun masuk kedalam kamar mandi lalu mengangkat pakaian dalam milik Siska tersebut


"Argghhhhhhhh apa setiap wanita memakai dalaman seperti ini ah ,sama saja dengan tidak memakai apapun , mm tapi tak masalah tak apa baru dalaman nya saja , besok-besok semoga isi nya juga bisa aku pakai"


Pikiran laki-laki normal pada umumnya


Siska langsung menutup wajahnya ,seakan rasa malu karena Arjuna mengetahui pakaian dalam yang ia kenakan tersebut pun tak masalah bagi nya


Arjuna keluar dari kamar mandi lalu mengambil kan pakaian nya


"Biar aku ambilkan pakaian mu "


Tangan Siska menyentuh tangan Arjuna


"Tidak usah aku bisa sendiri "


Buru-buru menarik tangannya


Sekitar lima menit Arjuna keluar dari dalam dan sudah berpakaian rapi ,meski ia merasa tak nyaman sekali , seperti ada sesuatu yang mengganjal di pertengahan b*kong nya , jelas saja seukuran tali rafia


"Aku akan keluar dulu untuk berbuka"


"Aku akan mandi dulu ,nanti aku akan menyusul "


"Baiklah "


ucap Arjuna perlahan


Ia langsung membuka pintu dan langsung menuju restoran di hotel tersebut


Arjuna tampak sangat susah sekali berjalan ,ia bahkan sampai berjalan seperti menjepit kakinya


"Astaga celana ini menjepit dalam b*kong ku ,ya tuhan menggelikan sekali , bulu kuduk ku sampai merinding"


Ternyata Silvi sudah menunggu di tempat itu

__ADS_1


Silvi kaget karena melihat kakaknya yang berjalan dengan susah payah sekali "


"Mas kenapa ? kaki mas sakit ?"


Silvi melihat kearah kaki Arjuna


"Sudah tenang saja mas baik-baik saja ,ayo cepat kita berbuka mas Sudah lapar"


"Mbak Siska mana?"


"Biasa masih mandi"


Silvi pun menggoda "Cie yang malam ini butuh tenga ekstra "


Arjuna hanya senyum-senyum saja."Sudah cepat habis kan makanan mu , setelah ini jam delapan kita harus meeting di ruangan biasa "


Siska keluar dari kamar dan langsung berjalan menyusuri lorong hotel menuju restoran


"Itu mereka ,heh kelihatannya mesra sekali ,apa Silvi tak punya kekasih ya.. "


Siska langsung menyapa "Maaf menganggu apa aku boleh makan"


"Ayo cepat duduklah , sebentar lagi kami akan rapat ,tak mungkin aku akan membiarkan mu sendirian di sini , tempat ini jauh dari kota ,dan banyak beberapa pemuda dari desa yang sering datang kemari untuk mengajak perempuan yang hanya seorang diri saja "


Siska hanya cuek saja karena baginya itu bukan masak besar secara ia jago bela diri


"Tapi nggak ada juga yang akan menggoda mbak Siska mas , galak gtu"


Ucap Silvi keceplosan


Siska langsung melotot


Tidak lucu !


"Sudah ayo makan "


Melihat kepiting saos Padang membuat Siska langsung menggigit nya , hingga terkena cipratan cabe di mata nya


"Awwww..."


Dengan cepat Arjuna memberikan tissue lalu memegang wajah Siska


"Kau tidak apa-apa , sini aku lihat "


Siska dan Arjuna tampak begitu mesra


"Perih sekali ,ini "


"Baiklah kau buka mata mu perlahan aku akan meniupnya "


Jarak mereka begitu dekat sekali hingga membuat Silvi berdehem


"Ehemmmm....uhuk..uhuk..."


Arjuna mengerti langsung menyadari jika ini tempat umum , sejenak rasa yang mengganjal di bokong nya pun langsung menghilang ,karena kesempatan untuk memegang wajah Siska ini begitu langka


Siska pun langsung menunduk kan kepala nya , karena merasa tatapan Arjuna itu mulai mengusik pikiran nya


"Oke sudah , kau lanjutkan saja makan mu"


Mereka berdua nampak gelagapan

__ADS_1


__ADS_2