Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Alena vs Arya


__ADS_3

"Maksud mu Alena ?"


"Menyebutkan namanya saja aku sudah jijik apa lagi melihat nya,bisa -bisa aku alergi"


Dimas dan Aditya langsung tertawa


"Cie Arya ,hei kau tak boleh sok -sok alergi ,kau lupa bagaimana aku dahulu sangat membenci Ana tapi sekarang "


"Ya bedalah kalau Ana itu memang wanita normal nah ini kau tak lihat aku bahkan Seperti Melihat seekor cacing yang sedang kepanasan ,apa kau sama dengan ku ha ?"


Dimas dan Aditya kembali tertawa


"Tapi Arya aku melihat sebenarnya kalian serasi sekali , lihatlah aku baru pertama kali melihat perempuan yang benar-benar sangat tergilla-gila padamu "


"Halah.. Sudahlah ini tidak lucu ,aku mau pulang saja ,capek kalau berkumpul dengan orang-orang yang hanya menceritakan kebahagiaan kisah hidup nya saja "


berdiri dan meninggalkan Dimas dan Aditya


lalu Aditya Berteriak


"Jangan lama-lama ngambek nya nanti makin tua "


Arya langsung berjalan sambil bergerutu dengan membuang Wajah nya


"Makin tua ..makin tua .. kalian enak ya Menteng-mentang kisah cinta kalian mulus semua , hah sama sekali tak lucu !"


Di belakang ternyata Alena terus mengikuti nya


Secara diam-diam


Arya langsung menuju parkiran mobil dan mendapatkan sebuah bunga di atas mobil nya


"Hah ada bunga dari siapa "


Alena Tersenyum saat Arya membuka kertas nya


"Dari aku yang selalu mencintaimu "


"Uwekkkssss , Benar-benar menjijikkan apa dia ini tak ada kerjaan lain selain menganggu hidup ku ha !"


Arya langsung membuang bunga tersebut dan menginjak-injak nya


"Andai saja aku bisa meremas-remas wajah nya sama seperti bunga ini "


Alena melihatnya dari kejauhan


"Walaupun kau seorang Don Juan kota dan aku sering menaklukkan pemuda kampung , ternyata susah sekali menaklukkan nya, aku memang tertantang untuk mendapatkan nya ,meski aku sekarang Benar-benar menikmati peranku untuk mendapatkan hatinya, tak masalah kau membenciku Tapi nanti nya kau juga akan memperhatikan aku "


Alena berjalan dengan cepat tapi ada pengendara motor yang melaju kan motor nya


Arya yang hendak masuk kedalam mobil melihat Alena yang ingin menyeberang


"Awas ....!"

__ADS_1


Arya langsung menarik tangan Alena


"Kak Arya ,kau ..."


Mata Alena nampak takjub dan berkaca-kaca karena terharu dan bahagia karena Arya sudah menyelamatkan nya


Spontan Alena langsung mengecup pipi Arya


"Terimakasih kak Arya kau sudah menyelamatkan aku , itu tandanya kau telah memberikan aku harapan bahwa kau memang lah jodoh ku "


Arya langsung menghapus bekas kecupan Alena


"Makhluk gila ,kau pikir dengan aku menolongmu itu artinya aku menyukaimu ! sama sekali tidak , aku hanya menolong mu karena aku ini seorang manusia ,jika untuk kau jangan terlalu berharap lebih , sebaiknya kau itu pergi dari hidupku aku mohon "


Arya melipat kedua tangannya


Alena langsung menggelengkan kepalanya


"Lalu kalau aku tidak mau bagaimana , aku sudah terlanjur jatuh hati padamu kak Arya "


"Itu urusan mu bukan urusan ku "


Beberapa orang yang melintas melihat kearah Arya yang memarahi Alena sambil menggelengkan kepalanya


"Mas kalau mau marah-marah di rumah saja , kasian istri nya "


"Berani nya cuma sama wanita ya kasihan !"


Arya langsung menarik nafas nya


Masuk kedalam mobil dan meninggalkan alena seorang diri


"Merusak saja , kenapa dia selalu muncul di manapun ,aku merasa dia ini sudah seperti hantu keberadaan nya tak bisa di deteksi "


rasa marah Arya pada Alena sejenak membuat ia melupakan rasa sakit nya karena Siska yang pergi bersama Arjuna


Arya langsung memutar mobil nya untuk pulang kerumahnya tapi langkah nya semakin berat saja , setiap ia melihat kearah sebelah rumahnya bayangan mesra Siska dan Arjuna menari-nari di otaknya


"Selamat Siska kau akhir nya bahagia , aku akan berusaha untuk membuang harapan jahat ini jauh-jauh meski hati kecil ku berharap sangat jahat , aku tak akan mencoba berharap lagi agar menunggu jandamu "


Menyetir sambil mengangkat kedua kepalanya


"Apa tak ada kesempatan untuk ku bisa menikah dengan wanita yang aku cintai ya Tuhan , aku seperti mati rasa sama sekali tak ada yang bisa membuat jiwa ku bergetar , perasaan ku semua perempuan sama saja mau secantik apapun tak ada yang bisa menggetarkan jiwa "


Tiba-tiba bayangan Alena terlintas di pikiran nya


"Aku lupa dari sekian banyak makhluk yang bernama wanita ,aku melupakan ia ya ia adalah makhluk yang paling berbeda hii "


Mampir ke supermarket Sebelum pulang Arya berencana membeli kan banyak barang belanjaan untuk ibunya


Keranjang belanjaan yang ia bawa sudah penuh dengan sayur-sayuran rupanya di tempat yang sama Rima dan ibunda Siska juga berbelanja


Pada saat antrian di kasir Arya tak sengaja mendengar obrolan mereka berdua

__ADS_1


"Mami sangat bahagia akhir nya Siska dan Arjuna bisa berlibur berdua ,nak kau tau lah mama sangat ingin sekali melihat mereka berdua bahagia ,apa lagi Arjuna itu kan penerus keturunan anak laki-laki satu-satunya di keluarga nya mama nya dan seluruh keluarga besar nya tentu saja Sangat mengharapkan kehadiran seorang cucu "


"Semoga ya ma kita semua Segera mendapatkan kabar bahagia itu "


Arya langsung menundukkan kepalanya


"Semoga saja kalian bahagia ya Siska , permisi"


ucap Arya yang hendak membayar antrian di kasir


"Kak Arya "


ucap Rima


"Eh Rima "


Mamii Siska langsung menunjuk nya


Rima langsung paham


"Tante apa kabar "


Sapa Arya dengan ramah


Mami Siska kaget saat melihat belanjaan yang di bawakan oleh Arya


"Belanja nya banyak sekali ?"


"Iya Tante ibu ku kebetulan sudah sembuh dari rumah sakit jiwa , jadi aku tak akan membiarkan ia berbelanja kemana pun , aku ingin membuat ibuku Seperti ratu , untuk menemaninya seumur hidupku, mari Tante "


Arya sengaja berbicara dengan jujur dan tak ada satupun yang ia tutupi


Mami Siska menoleh kearah Rima , Rima tak menyangka jika Arya berbicara seperti itu ada rasa iba melihat Arya Seperti itu ,sekaan kontras sekali antara ia dan Arjuna


Rima mengerti sekali perasaan Arya


lalu maminya mendekati Arya


"Mami mau apa ?"


ucap Rima perlahan


"Nak kau sangat baik , semoga nanti kau akan di pertemukan dengan perempuan yang baik "


Mami Siska tersenyum padanya


"Terimakasih Tante , kalau begitu saya duluan ,ayo Rima "


Rima langsung memegang tangan maminya


"Dia laki-laki yang di cintai Siska nak"


Rima mengangguk "Dan laki-laki yang sama sekali tak di sukai oleh Dimas , karena sikap nya .tapi ia sudah banyak berubah Mi ,aku berharap dia juga bisa bahagia sama seperti Siska ya mi "

__ADS_1


"Amminn semoga saja nak "


Saling berpandangan. melihat Arya yang menghilang dari pandangan


__ADS_2