
Perlakuan berbeda di rasakan oleh Siska , Arjuna selalu memperhatikan setiap kebutuhan nya , apapun itu
Sampai-sampai semua karyawan yang berada di kantor Arjuna iri melihat Siska yang di perlakukan bak ratu, mungkin terkesan berlebihan namun Arjuna istilah sama sekali tak membiarkan ada satu noda pun menempel di tubuh Siska
"Ayo sayang pelan-pelan ,jangan terlalu banyak bergerak , nanti kasihan anak kita "
Arjuna memegangi tangan Siska dari bawah sampai naik kelantai atas
"Kau tak perlu memperlakukan aku seperti ini aku bisa sendiri "
"Tak apa aku ikhlas melakukan ini semua untukmu , kau jangan mengatakan apapun "
"Selamat pagi Ibu"
Sapa para karyawan pada Siska , belum lagi tatapan mata sinis karyawan yang masih lajang melihat kearah Siska ,ya mungkin itu adalah salah satu karyawan yang diam-diam menyukai Arjuna
*Menurut ku istri nya biasa saja, masih cantik aku
Iya aku juga merasa begitu , lihat lah body ku juga lebih baik dari pada nya*
Mendengar ucapan sayup-sayup yang keluar dari mulut karyawan nya tersebut , Siska pun langsung memeluk erat-erat pinggang Arjuna dan meletakkan kepalanya di bahu Arjuna ."Apa kau mengantuk ,sini taruh di sini kepala mu ,jangan khawatir "
Arjuna malah memegang kepalanya
"Jika tidak kuat bagaimana kalau aku menggendong mu saja"
"Tidak usah itu terlalu berlebih-lebihan sekali aku hanya ingin bersandar saja di bahumu"
"Bersandar lah di bahuku , sampai kapan kau mau , Karena aku tidak pernah tau sampai kapan bisa memberikan bahuku sebagai tempat mu bersandar "
"Kenapa berbicara begitu "
Siska masih memeluk lengan Arjuna
"Tidak ada hanya ingin bicara saja"
Arjuna mengelus kepala Siska dengan sangat lembut sekali
"Berjanji lah kau tak akan meninggalkan aku "
"Berjanji ? kau yakin ingin aku selalu mendampingi mu "
"Yap tentu saja . tidak ada kebahagiaan yang lebih di prioritaskan seorang ibu kecuali kebahagian untuk anaknya "
__ADS_1
Arjuna mengecup kening Siska
Mereka berdua menjadi pasangan paling bahagia saat ini
"Tapi aku boleh kerumah Ana sebentar saja"
Sambil bergelantungan di tubuhnya Arjuna
"Boleh saja , tapi untuk apa kau kesana ?"
"Hanya ingin mengobrol dengan Ana perihal masalah Rima yang membatalkan pernikahan dengan Kak Dimas ?"
"Kenapa batal ? bukankah kak Dimas dan Rima tinggal menghitung beberapa hari lagi untuk menikah ,coba tanya langsung dengan Rima "
"Aku tak berani karena ia sama sekali tak menghubungi ku "
"Ya sudahlah kalau begitu aku sendiri yang akan mengantarkan mu pergi kerumah Ana "
"Terimakasih banyak Suami ku "
Ucap Siska dengan sangat senang, ntah itu benar atau bagaimana namun yang terlihat Siska sangat berusaha nyaman senyaman-nyamannya berada di samping Arjuna
Sepanjang perjalanan mereka tak henti tertawa dan menceritakan kisah-kisah lucu yang mereka alami , dan kemudian tak sengaja mereka berpapasan dengan Mami nya dan pak Kumis penjaga kampusnya
"Pak Kumis ,mami ...."
"Kau kenapa ?"
Tanya Arjuna
"Tidak ada apa-apa, nanti di depan jangan lupa belok kiri ya rumah Ana"
"Iya istriku ,jangan khawatir aku akan mengantarkan kemanapun kau mau "
Siska tersenyum ,namun pikiran nya masih berada pada maminya dan Pak kumis
Mami juga berhak bahagia, kak Dimas boleh saja mengatur hidup ku , tapi kebahagiaan Mami adalah tanggung jawab ku, aku akan menyatukan Mami dan cintanya ,aku ingin mami menikmati masa tua nya dengan bahagia
Sesampainya di rumah Ana , Siska langsung turun ,namun Arjuna tak kunjung pergi ia ingin memastikan agar Siska benar-benar masuk kedalam
"Baiklah kau boleh pergi "
Melambaikan tangan nya
__ADS_1
"Masuklah dulu ,aku ingin memastikan jika kau benar-benar sampai pada tujuan mu "
Arjuna selalu saja begitu ,ia selalu membuat Siska merasa nyaman , Siska tak menyadari rasa nyaman itu bisa menjadi rasa cinta yang akan mengena di hati nya mungkin hari ini Siska sedang berusaha untuk bersikap sewajarnya tapi nanti, ntah bagaimana jadinya jika ia tanpa Arjuna
"Baiklah dagh , nanti sampai di kantor telpon aku ya "
Melambaikan tangan nya
Bersikap manis kepada suami itu , bukankah akan mendapatkan pahala
Ternyata baru selangkah Siska masuk kedalam rumah ia di kagetkan dengan suara Isak tangis yang kencang sekali , Siska tau dan sangat mengenal suara itu
"Itu adalah suara tangisan Rima "
Ia mempercepat langkahnya dan menemukan Rima sedang memeluk Ana dengan selembar kertas di tangannya
"Rima "
"Siska "
Mereka langsung berpelukan "Ada apa cepat katakan , kenapa secepat itu kau memutuskan untuk membatalkan pernikahan kau dan Kak DImas "
Siska menangis sejadi-jadinya , untuk lah Bian sedang tidur jadi Ana bisa dengan leluasa menenangkan Siska
"Siska sudahlah beri Rima kebebasan untuk memilih jalan hidup nya, dia sudah menceritakan semuanya aku menyetujui keputusan nya , sebagai seorang perempuan kita berhak diperlakukan bak ratu oleh orang yang benar-benar mencintai kita, tapi jika hanya kita saja yang mati-matian mencintai lelaki Tere untuk apa , laki-laki itu tak sama dengan kita perempuan ini, kau tau jika laki-laki sekali saja ia jatuh cinta dengan perempuan maka akan sangat sulit bagi nya untuk mencari cinta lagi , tapi jika perempuan cukup di berikan rasa nyaman dan perhatian pasti lama kelamaan akan luluh juga "
Siska mengerti apa yang di sampaikan oleh Ana
Rima langsung menghapus air matanya "Aku memutuskan untuk menerima lamaran lelaki pilihan Mama, dan ini undangan Minggu depan aku akan menikah , setelah itu aku akan di boyong nya ke Prancis "
"Rima secepat itu kah ?"
"Benar Siska tak ada pilihan lain lagi , aku ingin berbakti pada Mama , setelah kak Marisa pergi dia tak memiliki siapapun lagi , kami akan menetap disana "
Tangis mereka bertiga pecah "Kau tak mau berpamitan dengan mami dulu "
Rima melepaskan tangan Siska
"Aku tak kuat berbicara dengan Mami ,aku mohon kau sampaikan maaf dan salam ku, aku tak ingin ia terluka aku sungguh menyayangi Mami Siska "
Ana menahan Siska "Jaga emosi mu , pikirkan janin di dalam rahim mu "
Siska hanya bisa menangis saat Rima meninggakan rumah Ana
__ADS_1
"Aku tak menyangka Rima bisa secepat itu mengambil keputusan , semuanya kan masih bisa di bicarakan baik-baik dulu "
"Kau nanti pulang kerumah mami mu dan buka rekamab Cctv beberapa hari yang lalu dan kau lihat malam Rabu atau Selasa apa yang terjadi di rumah mamimu ".