
"Ya tapi tak semudah itu untuk menjodohkan kakakmu nak, lagi pula Dimas itu laki-laki berbeda dengan kamu Nak "
Siska langsung melipat kedua tangannya "Apa bedanya mami bukankah aku dan kak Dimas sama-sama anak mami lalu kenapa hanya aku saja yang diatur semuanya "
Maminya duduk dan merapikan jilbabnya
"Duduk dulu Nak ,sini "
Memegang pundak Siska ia sangat paham betul jika putrinya tersebut adalah manusia paling keras kepala sekali
"Siska sungguh kau dan kak Dimas tak pernah mami bedakan namun tanggung jawab seorang anak laki-laki berbeda dengan anak perempuan
kau tau nak jika menjadi anak laki-laki ia memiliki tanggung jawab yang besar pada kau dan mami ,kau harus menikah dengan orang yang tepat agar tanggung jawab Dimas sebagai seorang kakak dapat dipertanggung jawabkan di akherat nanti , tapi tugasnya telah selesai ia sudah mengantarkanmu untuk berumah tangga dengan orang yang tepat "
Siska terdiam otaknya tak bisa mencerna semua ucapan maminya ia tetap ingin menuntut keadilan pada maminya
"Terserah mami saja ,yang jelas aku mau mami juga mencarikan jodoh untuk untuk kak Dimas titik !"
"Siska ,haduh .... kenapa tak mau saja yang mencarikan jodoh untuk kakakmu itu nak ?"
"Tak segampang itu Mami aku sama sekali tak bisa dengan mudah mencarikan perempuan tipe kak Dimas itu sulit di cari , aku menyerah "
Siska berdiri "Ya sudahlah jangan menyerah-menyerah kakak mu itu berbeda biarkanlah ia mencari jodohnya sendiri , nanti juga akan bertemu juga"
Siska masuk kedalam kamarnya .
Hujan sudah tak deras lagi Dimas kembali melajukan motornya ia bingung mau kemana biasanya ia akan menemui Rima namun sekarang tak ada tujuan , ia pun kembali melihat showroom motor antiknya yang di kelola oleh anak buahnya ,
namun ia tak berselera untuk turun ,ingin sekali ia berkumpul dengan Aditya dan Arya namun sepertinya itu hanya sia-sia saja
mereka semua sudah berkeluarga
Dimas pun memutuskan untuk berhenti disamping sekolah menengah atas ternama untuk membeli pulsa ponselnya ,
"Mbak ada pulsa ?"
"Ada berapa nomornya Mas ?"
Seorang anak sekolah dengan cepat langsung memotong pembicaraannya
"Nomor saya 08xxxxxxxx"
Dimas terdiam "Berapa ?"
Perempuan itu langsung membayarnya
__ADS_1
"Maaf ya Mas gue buru-buru "
Gadis ABG tu langsung pergi naik taksi meninggalkannya
"Hmm dasar kelakuan anak sekarang "
Pemilik konter pun langsung meminta maaf
"Maaf ya Mas saya terpaksa mendahuluinya anak perempuan itu anak pemilik yayasan ia sangat manja sekali , semua permintaannya harus dituruti jika tidak toko saya bisa tutup nanti"
"Oh ya.. mengerikan sekali perempuan itu "
"Hah ya namanya juga anak ABG anak orang kaya pula ,kita nggak berani membantahnya mas "
Dimas hanya manggut-manggut saja sambil tersenyum
Setelah itu ia kembali pergi berkeliling sambil memantau beberapa bisnisnya yang tersebar di ibu kota, maminya menyerahkan semuanya padanya , setelah menikah dengan pak kumis maminya terlihat semakin religi saja ia sama sekali tak memperdulikan lagi tentang harta duniawi , bersama pak kumis mami mereka lebih mendekatkan diri pada akhirat
Namun sepertinya nasibnya memang harus bertemu lagi dengan ABG tadi
ia yang lagi-lagi berhenti untuk makan bertemu lagi dengan perempuan itu ,tapi sepertinya diam-diam remaja tersebut melakukan hubungan back street dibelakang orang tuanya ia kelihatan memberikan uang pada laki-laki yang lebih tua darinya
"ABG perempuan tadi ? dunia ini semakin sempit saja atau karena aku yang akan pergi maka semuanya terasa sempit ya !"
"Hei hentikan kalian kenapa"
"Elo ?"
perempuan tersebut langsung mengenali Dimas
"Maksudnya ?"Dimas pun merasa heran
"Elo, iya Elo "
Menunjuk wajah Dimas yang tinggi
"Saya kenapa ?"
Dimas yang lebih dewasa tentu saja bersikap dengan tenang apa lagi berhadapan dengan perempuan yang manja dan emosinya masih sangat labil
"Elo ngikutin gue ya ? atau Loe suruhan bokap gue "
Bahasa yang sangat khas digunakan anak-anak remaja
"Haduh maaf ya dek ,saya tidak punya banyak waktu untuk mengurusi hidup orang lain sebaiknya adek berhenti bertengkar di tempat umum lihatlah orang-orang melihat kearah sini , sebaiknya jangan ya "
__ADS_1
Dimas pun langsung pergi dengan motornya
sambil mengusap wajahnya , ia tak habis pikir di sisa umurnya harus mendapatkan masalah baru dengan bertemu gadis belia itu
"Kenapa harus ada masalah lagi !"
Ia kembali berkeliling dan melewati rumah sakit tempat ia mengambil hasil ronsennya tempat yang sama saat Arya dan Alena bertemu untuk menikah malam itu
"Aku sudah tak perduli dengan semuanya jika memang sudah waktunya maka aku akan pergi dengan tenang "
Siang berganti malam Dimas pun memutuskan untuk banyak menghabiskan waktunya di luar
sambil membantu menyembuhkan hatinya yang masih terluka pasca pernikahan Rima dengan laki-laki yang di jodohkan dengan mamanya
"Semuanya pasti akan baik-baik saja Dimas tenang lah"
kembali pulang kerumah lalu melihat mami dan Pak kumis yang sibuk mengurus tanaman diperkarangan rumahnya , ntah apa yang sedang mereka lakukan namun terlihat keduanya Begitu bahagia
"Mami bahagia sekali , definisi cinta karena kebahagiaan begitu sederhana sekali ya "
Dimas menepuk dadanya
"Nak Dimas kau sudah pulang ?"
Tanya pak kumis padanya ia memang sejak dulu mengenal Dimas. dikampus sama sekali tak memiliki masalah apa lagi image Dimas di kampus sangat lah baik pintar dan berprestasi berbeda sekali dengan Arya
"Iya Pak ,mau istirahat sebentar "
"Ya sholat jangan lupa , sebesar apapun masalah yang sedang kita hadapi jika sudah berurusan dengan Tuhan ,maka semuanya pasti akan mudah jangan khawatir tentang takdir apapun itu sudah ada garis nasibnya Nak"
Nasehat yang bijak sekali dari ayah sambungnya itu , satu ungkapan kata saja sudah menyentuh hatinya , Dimas langsung tersenyum
"Terimakasih pak nasehat nya "
Ia masuk kedalam dan Tersenyum ternyata Lelaki yang menjadi suami ibunya itu sungguh sangat istimewa pantas saja Maminya bisa bertekuk lutut dihadapannya , kata-kata pak kumis juga bisa menenangkan jiwa nya
"Benar yang dikatakannya hanya Tuhan lah tempat kita kembali , tempat akhir manusia hanya kepada Tuhannya "Dimas memegang beberapa buah kantung obat yang diberikan oleh dokter
"Namun semuanya kembali kepada manusia masing-masing bukan ,hmm aku memilih untuk menyerahkan semuanya pada sang pencipta "
Membuang seluruh bungkus obat kedalam tong sampah
"Aku butuh ketenangan dan aku punya cara agar lebih tenang dari segala Masalah yang ada , aku akan menunggu semuanya dengan Ikhlas"
Dimas nampak tampan sekali dengan memakai baju Koko ia berencana untuk sholat berjamaah di mesjid didekat rumahnya bersama pak kumis dan juga mami nya
__ADS_1