Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 167


__ADS_3

Yang menjadi wasitnya adalah Bejo dengan meniupkan peluit tanda pertandingan akan segera dimulai


Prittttttttttt......


Meniup peluit dengan sangat panjang sekali


Bola mulai dilemparkan ,Raja langsung memasukkan bola kedalam ring , Alea dan Arika langsung bersorak gembira


Tapi Sepertinya Bian hanya ingin memancing saja , ia dengan cepat langsung berlari merebut bola tersebut dari tangan Raja ,dan dengan cepat ia memasukkan bola kedalam Ring , berkali-kali


Arika dan Alea hanya bisa terdiam dan tak bisa mengeluarkan ucapan sepatah katapun


"Kan sudah aku katakan anak baru itu hanya akan mempermalukan dirinya sendiri saja ,dia tidak tau sepak terjang Bian "


"Iya benar ,aku rasa dia hanya akan mempermalukan dirinya saja "


"Iya kau benar ,dia sedang mempermalukan dirinya saja , tapi yang aku tau mahasiswa baru itu baru kembali pulang ke Indonesia , selama ini ia tinggal bersama keluarganya di luar negeri ,jadi wajar saja jika ia tak mengenal Bian "


"Ia aku rasa "


Mereka langsung melirik Arika dan Alea yang sedang menatap mereka


dan langsung buru-buru untuk segera pergi


"Hei ayo kita segera pergi bukankah dia gadis yang mencari gara-gara dengan Bian itu "


"Iya benar, ayo sebaiknya kita pergi saja ,aku tak sanggup berurusan dengan orang kaya dan punya kekuasaan seperti Bian "


"Ayukk..."


Mereka bergegas meninggalkan tempat itu , sudah tiga puluh menit berlalu ,raja sama sekali tak ada celah untuk memasukkan bola kedalam Ring , tapi ia tak juga menyerah


Hingga akhirnya Pluit panjang berbunyi ditiupkan oleh Bejo itu tandanya pertandingan telah usai


Bian langsung tersenyum dan tertawa kecil


"Bagaimana menurut mu "Raja langsung menundukkan kepalanya ia seakan menjadi manusia paling tak berguna dihadapan Arika


Bian langsung menghampirinya "Bukankah sebagai seorang laki-laki kau harus menerima setiap kekalahan dengan lapang dada bukan ,ayo ucapkan selamat untukku "


Raja mengangkat kepalanya "Aku hanya kalah saja ,aku akui kau menang tapi aku tak akan mengucapkan selamat padamu !"


Raja langsung pergi menghampiri Arika


Arika tau bagaimana Raja sudah berusaha untuk melindunginya


"Mas Raja , tidak apa-apa , ini hanya sebentar saja aku pasti bisa melewatinya jika ia macam-macam aku bisa melaporkannya kekantor polisi "


"Maafkan Mas Arika "


Raja langsung pergi meninggalkan mereka


Melihat kepergian Raja , Arika langsung berlari ketengah lapangan menemui Bian , sedangkan


Alea berlari menyusul Raja


"Hei tunggu dulu "


Raja langsung berhenti,nampak wajahnya sangatlah sedih sekali


Alea memberikan air mineral ditangannya


"Ini ambillah untukmu "


"Terimakasih "


Raja langsung duduk di kursi yang ada disampingnya


"Pertandinganmu tadi sungguh sangat bagus sekali , dan kau terlihat begitu keren "


ucap Alea


Tapi Raja tau jika apa yang diucapkan Alea padanya itu hanya untuk menenangkan hatinya saja


ia langsung berhenti minum


"Tidak usah berlebihan memujiku , aku tau jika pertandingan tadi adalah pertandingan sangat buruk dalam hidupku "


ucap Raja sambil berdiri meninggalkan Alea


"Ya aku salah bicara padahal kan aku hanya ingin memberikan semangat saja padanya "


Alea langsung berlari mengejar Raja dan menghalanginya


"Hei Tuan Raja ,jangan berlari saat orang sedang berbicara itu namanya tidak sopan sekali ,hmm kata papaku ,kita itu akan dihargai sesuai porsinya , mungkin memang kak Bian pemenangnya namun kau sudah melakukan hal yang terbaik sebagai seorang kakak dan juga seorang laki-laki ,dan aku mengakui walaupun kau menyebalkan tapi serius ya aku iri pada Arika yang memiliki kakak laki-laki yang memiliki sikap super hero ini "


Raja yang awalnya kesal dan bersedih langsung tersenyum dan akhirnya tertawa


"Kau ini lucu sekali ,bahkan aku baru pertama kalinya menemukan perempuan seunik dirimu ini Cinderella bersepatu both"


Alea langsung membalas senyumannya


seketika rasa kesalnya pada Raja menghilang


"Walaupun aku sangat kesal padanya untuk urusan ini aku memberikan seluruh jempolku untuknya "


Sementara itu Arika yang sedang berlari mendekati Bian langsung berbicara dengan tegas


"Aku rasa sudah cukup urusanmu dan Mas Raja , aku akan mengikuti permintaanmu aku akan menemui mamamu dan meminta maaf karena aku adalah orang yang bertanggung jawab "

__ADS_1


Mendengar ucapan Arika lagi-lagi Bian langsung tertawa mengejek Arika


"Bejo apa kau dengar apa yang dikatakannya barusan ?"


Bian memberikan telinganya pada Arika


Bejo hanya tertawa saja "Aku rasa aku hanya mendengarkan suara kentut saja Bian "


Arika menarik nafasnya dalam-dalam


Bahkan ia adalah makhluk yang paling aku tak suka dimuka bumi ini ,aku sungguh membencinya ,Bian bian...bian....!


Melihat wajah Arika yang sudah bertekuk ,Bian langsung mengambil tasnya dan melemparnya pada Arika


"hap...bagus tangkapan yang bagus , baiklah menjelang kau bertemu dengan mamaku yang super sibuk itu , sebaiknya kau bawakan tas ku itu dulu , tapi ingat jangan berjalan terlalu dekat denganku karena kita bukan muhrim ,haram hukumnya seorang perempuan menyentuh kulit laki-laki mengerti "


Bian dan Bejo langsung tertawa bahagia


Bian pun berjalan ,dengan sengaja melewati Raja dan Alea yang sedang mengobrol dengan Sangat asyik sekali ,


Namun tawa mereka terhenti saat mereka melihat Arika yang lewat dengan tersenyum dipaksa sambil membawa tas Bian


"Halo Mas Raja ,adikmu akan bekerja dulu denganku ya .."


Ucap Bian mengejek Raja


Alea langsung berlari hendak mengejar Arika ,namun Raja menarik tangannya


"Jangan kau ikuti Arika , berbahaya sebaiknya kau disini saja"


Alea yang sama sekali tak pernah bersentuhan dengan laki-laki kecuali papanya , langsung kaget dan melirik pegangan tangan Raja yang menyentuh kulitnya


"Tanganmu "


"Oh maaf aku tak bermaksud seperti itu "


ucap Raja dengan menundukkan kepalanya


"Maaf aku tak sengaja"


Raja langsung pergi meninggalkan Alea , padahal ia sudah sangat terbiasa menyentuh berbagai jenis wanita diseluruh dunia tapi berbeda dengan Alea ia merasakan getaran yang sangat berbeda sekali


bahkan ia terkesan tak berani untuk menyentuhnya


Alea masih syok dan tak bisa berkata apapun lagi


Sepulang dari kampus ,


Arika langsung melemparkan tasnya ,wajahnya terlihat kesal sekali ,


"Nenek "ucapnya memanggil mami Siska


"Kau sudah pulang cucuku "


Neneknya hanya tersenyum saja tak menoleh lagi , semenjak kepergian pak kumis mendahuluinya, mami Siska memang lebih banyak mengurung diri ,ia lebih banyak menghabiskan waktunya untuk beribadah dan tak mau tau lagi dengan urusan dunia


Kamarnya yang bernuansa hijau tosca itu sangat cantik sekali dilengkapi dengan berbagai Poto dirinya yang berpose dengan berbagai jenis gaya


"Bete...betee. aku sangat membencinya aku benci sekali padanya!"


Arika bahkan memukul-mukul bantalnya


Hinga suaranya terdengar sampai kedepan pintu , kebetulan sekali Siska baru pulang dari tempat furniturenya


ia pulang dengan wajah yang cerah dan tersenyum bahagia apa lagi hari Minggu besok ia akan bertemu lagi dengan kedua sahabat baiknya Rima dan Ana


"Aku sudah lama sekali menunggu momen ini , sudah sejak lama sekali aku ingin bertemu dan berbincang-bincang seperti dulu pada mereka , sekalian aku dan Ana akan memperkenalkan anak kami masing-masing Bian dan Arika "


Namun ia kaget saat hendak melangkah masuk terdengar suara Arika yang sedang mengumpat seseorang didalam kamarnya


"Beteeee sekali ,ia sangat menjijikkan sekali !"


"Arika ? itu bukannya suaranya? ada apa dengan putri kesayanganku itu "


Mempercepat langkahnya


"Arika kau kenapa sayang "


Melihat Arika yang sedang memukuli bantal ,Siska pun langsung terkejut , karena tak pernah sama sekali Arika sampai lepas kontrol begitu itu artinya ia sudah sangat kesal sekali


Siska duduk disamping putrinya itu sambil mengelus kepalanya


"Katakan sayang ada apa ?


Arika langsung memeluk mamanya


"Arika benci sekali ma ,dengan laki-laki itu"


"Maksudnya yang pernah Arika ceritakan itu laki-laki yang mobilnya tak sengaja Arika tabrak ya ?"


ia mengangguk "Kenapa lagi dia sayang "


membelai rambut Arika yang panjang dan hitam tersebut


"Tadi di kampus Arika bertengkar dengannya lalu mas Raja membela Arika dan ia jadi dipermalukan juga oleh dia "


Siska langsung tersenyum ia paham betul apa yang dirasakan oleh Arika, karena ia pernah melewati masa-masa seusia Arika ,bedanya ia dulu sempat beberapa kali menjalin hubungan dengan beberapa orang pria tapi tidak dengan Arika ia bahkan sama sekali tak pernah menjalin cinta dengan laki-laki manapun


"Siapa namanya biar mama marahin dia nanti?"

__ADS_1


"Bahkan Arika sama sekali tak Sudi menyebutkan namanya mama , ia terlalu menjijikkan untuk diingat "


Arika langsung berdiri


"Ya sudahlah anggap saja ia ujian untuk Arika nanti dia capek sendiri juga biarkan saja , sebaiknya Arika istirahat ,mandi ganti baju ,,makan karena besok Arika dan mama akan pergi kerumahnya Tante Ana, mama dan Tante ana ,sama Tante Rima kamu itu "


"Ah mama juga bisa mengobrol dengan Tante Rima kan rumahnya mas Raja didepan sana "


"Siska setelah menikah mama sana sekali tak pernah berkumpul lagi dengan mereka ,jadi ini momen yang sangat istimewa , kamu nggak tau aja ya kalau om kamu itu papanya mas Raja


cemburuan sekali sama tantemu ,kamu pernah lihat Tante Rima selama pulang ke Indonesia berjalan-jalan ngeMall seorang diri? nggak pernah kan ? itu om kamu makanya mama kurang bebas jika mengobrol adanya om kamu itu"


Arika langsung menarik nafasnya dalam-dalam


"Baiklah mama sayang kalau begitu Arika akan mandi ,makan dan bobo cantik "


seketika rasa kesalnya hilang ia juga sudah tak sabar ingin bertemu dengan Ana dan Rima


"Baiklah ini momen yang sangat berharga sekali nanti disana aku bisa mencari tau momen apa saja yang pernah dilewati oleh mama dan om Arya"


Arika langsung kembali bersemangat


....


Di rumah Arya


Tak biasanya sepulang dari kampus Alea senyum-senyum sendiri dan wajahnya memerah ia juga terlihat tak banyak bicara .


sampai pada saat Arya pulang kerja ia tak menemukan Alea menyambutnya , biasanya ia yang akan langsung datang membuka pintu saat papanya pulang


"Bu , kenapa ibu yang membuka pintu ,mana Alea ?"


ibunya langsung menggelengkan kepalanya


"Ada dikamar "


"Tumben jam segini dikamarnya , apa ia sedang mengerjakan tugas kampus ?"


"Ah ibu juga tidak tau Arya tadi sepulang dari kampus ia tak banyak bicara dan senyum-senyum sendiri ibu juga heran apa anak itu kesambet kuntilanak pohon mangga ya "


Arya langsung penasaran kebetulan Alea tak pernah mengunci pintu kamarnya


dan ia juga tak pernah sama sekali masuk kedalam kamar anak gadisnya itu ,Arya sungguh sangat menjaga sekali kehormatan anak Perempuan satu-satunya itu


"Baiklah coba aku lihat dulu "


sambil melonggarkan dasinya ia perlahan membuka pintu kamar Alea diam-diam ,lalu ia melihat apa yang diucapkan ibunya itu memang benar ,Alea tersenyum-senyum sambil menatap dinding kamarnya


"Astaga ! ternyata ibu benar "


Arya langsung kembali menutup pintu kamarnya Alea


"Arya ada apa ? Kenapa wajahmu seperti itu ?"


"Bu , ternyata ibu benar,aku baru saja melihat Alea senyum-senyum sendiri menghadap kearah dinding , cepat sekarang ibu panggilkan orang pintar Bu , agar bisa mengusir setan yang menempel di tubuh Alea "


Ibunya langsung buru-buru menelpon orang pintar , sementara itu Arya langsung mandi untuk segera sholat


"Orang pinter..orang pintar , baiklah aku akan menelpon Bu RT dulu untuk bertanya "


Memutar nomor telepon tapi tak kunjung diangkat juga , akhirnya ibu Arya memutuskan untuk segera berangkat saja kerumah Bu RT yang jaraknya hanya beberapa rumah saja


"Nah kebetulan itu Bu RT lagi siap-siap mau kemesjid "


"Permisi Bu RT maaf menganggu "


ia kebetulan seorang guru sekolah dasar


"Oh neneknya Alea ,ada apa Nek "


"Begini Bu saya sedang mencari orang pintar untuk Alea Karena sepulang dari kampus ia mengurung diri didalam kamarnya "


Tentu saja karena ia bercerita dengan seorang guru maka dari cerita yang ia dengar ia menangkap ibunya Arya sedang mencari orang pintar untuk Alea


"Oh orang pintar untuk Alea ya Nek ,nah kebetulan sekali coba nenek kerumah yang didepan rumah pak Marwan itu baru saja dibeli oleh orang pintar sekali , coba Nenek kesana dan ajak ia bertemu dengan Alea , mudah-mudahan dapat membantu Alea "


"Baiklah Bu RT terimakasih banyak , kalau begitu saya permisi dulu "


"Sama-sama neneknya Alea"


Setelah Neneknya Alea berjalan beberapa langkah Bu RT kembali tersenyum


"Sudah tua sangat energik sekali dan sayang dengan cucunya , lihatlah ia sampai mencarikan orang pintar untuk cucunya ,hmm ia Begitu berperan sebagai nenek dan juga seorang ibu benar-benar mementingkan pendidikan cucunya , memang beruntung sekali di komplek ini ada orang pintar seperti pak Cokro , ia adalah profesor dibidang pengolahan pakan ternak dan pupuk ,bahkan dengan kotoran cicak saja ia bisa membuat pupuk yang sangat hebat , terkenal hingga ke mancanegara"


Ibunya Arya yang berambut biru itu pun berjalan menuju rumah yang ditunjuk oleh Bu RT


"Nah ini dia rumah orang pintarnya"


Baru beberapa langkah ia hendak membuka pintu pagar ia sudah mencium bau tidak enak


"Humm bau sekali , Seperti bau kotoran kucing"Menutup hidungnya


"Astaga aku lupa inikan rumah orang pintar bisa saja ini adalah bau kemenyan yang sudah divariasikan dengan campuran kotoran makhluk halus lainnya "


Ia pun langsung membuka pintu pagar ,dan mulai mengetuk pintu rumah orang pintar tersebut


"Permisi...sampurasun.."


Tok..

__ADS_1


Tok. .


beberapa menit kemudian tenggorokan ibu Arya sudah kering akhirnya pintu terbuka , seorang laki-laki dengan rambut panjang gondrong keluar dari dalam rumahnya ,meski ada sedikit keanehan dari model rambutnya panjang dibawah namun gundul di atasnya


__ADS_2