
Arika langsung terdiam dan tertunduk saja
"Hei Nona bagaimana ? apa kau bisa menerima kenyataan kalau kau sudah melakukan pelecehan padaku , ini aurat kami kaum lelaki dan kau berani sekali menyentuh dadaku , bagaimana jika aku membalasnya pasti kau akan menuntutku bukan ?"
Bian tertawa mengejek ,Arika langsung menutup dadanya
"Jadi aku harus bagaimana lagi kak ?"
Kata-kata itu sejak tadi sudah ditunggu oleh Bian
"Kau harus meminta maaf pada kedua orang tua ku dong , karena sudah berani sekali menyentuh tubuh ku yang masih perjaka ini "
"Menemui kedua orang tua mu ?"
Tanya Arika , dengan wajah menoleh kearah Alea
Dengan berbisik Alea langsung mengatakan
"Arika jangan mencari masalah , posisimu saat ini memang bersalah ,kita bisa terkena masalah yang sangat besar jika berurusan dengannya "
Arika langsung menundukkan kepalanya
"Jadi apa yang harus aku lakukan untuk mendapatkan kata damai dari anda kak ?"
Bian langsung tertawa dan menunjukkan rasa bangganya pada Semua orang yang berada disekitarnya
"Kalian dengar ia meminta damai padaku"
mengangkat kedua tangannya dan tertawa
Arika mengutuk Bian didalam hatinya
Aku sungguh benar-benar merasakan sakit hati sekali akibat ulah lelaki ini ia bahkan terlihat benar-benar tak memiliki perasaan sekali , tidak sepantasnya ia memperlakukan wanita seperti ini
"Arika sabar aku sangat tau bagaimana perasaan mu "
Dari lapangan bola basket teman-teman Raja melihat Arika dan Alea yang sedang menundukkan wajahnya pada Bian
"Raja ,coba kau lihat disana itu kan sepupumu Arika , Sepertinya ia sedang bermasalah dengan Kak Bian "
__ADS_1
Raja berhenti bermain bola
"Mana ?"
"Itu disana"
Menunjuk kearah Bian
Raja langsung hendak menemui mereka ia melihat dari wajah Arika terlihat begitu tertekan sekali
Namun teman-temannya langsung menahannya "Raja sebaiknya kau harus berhati-hati dengan kak Bian , tidak ada satupun yang berani mencari masalah dengan nya "
Raja langsung melepaskan tangannya
"Tidak ada satu orangpun yang bisa menganggu saudara perempuanku ,ini bukan ospek lagi , lagi pula aku ini lelaki papaku juga berpesan sudah seharusnya sebagai seorang saudara laki-laki akan melindungi saudara perempuannya apapun resikonya "
Raja sesuai namanya ia memang bersikap seperti Raja , meski terlahir bukan sebagai anak kandung Dimas ,namun ia mewarisi semua sikap Dimas , Dimas adalah anak laki-laki , saudara laki-laki yang sangat perduli sekali dengan keluarganya .ia tau tanggung jawab seorang laki-laki itu sangat lah berat sekali baik itu sebagai manusia dan juga sebagai seorang hamba dihadapan sang penciptanya ,
Benar yang di katakan orang jika lingkungan sangat mempengaruhi pola pikir dan sikap kita ,jadi jika ingin mendapatkan hal-hal yang baik dimulai dari lingkaran pergaulan ,karena tidak semua orang memiliki hati yang teguh , faktor lingkunganlah terkadang yang mampu menjerumuskan seorang manusia kepada hal-hal yang tidak baik ,meski perlu di garis bawahi ada beberapa manusia yang bisa menahan diri untuk tidak terlibat dalam perilaku buruk tersebut ,dan Semoga saja kita termasuk dalam golongan orang-orang yang sedikit itu
'Golongan orang-orang yang tidak mudah terpengaruh dalam keadaan lingkungan pergaulan yang buruk '
"Tenang saja "
Dari atas lapangan ia langsung melemparkan bola dan langsung disambut oleh Bian
"Hei kau !"
.Raja turun dan berdiri tepat dihadapan Arika dan Alea
"Kalian minggir dulu "
"Waww lihatlah ternyata mereka berdua memiliki bodyguard "
"Berhentilah menagnggu wanita ,tidak lucu sama sekali "
ucap Raja dengan tegas
Sikap Raja yang bagaikan seorang ksatria itu membuat Alea syok ia tak menyangka jika Raja terlihat benar-benar sangat keren sekali melakukan itu ,apa lagi dari tadi tak ada seorangpun yang membela mereka berdua
__ADS_1
Ya Tuhan aku tak menyangka jika sepupu Arika ini memiliki jiwa ksatria yang benar-benar amazing sekali , aku bahkan sampai syok
Tanpa disadari Alea diam-diam mengganggumu Raja
Arika menarik tangan Raja
"Sebaiknya kita pulang saja Mas Raja "
ucap Arika sopan karena sesuai urutan keturunan Raja adalah anak Dimas jadi Arika memanggilnya Dengan panggilan Mas, walaupun perbedaan usianya Arika lebih tua beberapa bulan dari Raja
"Jangan Arika ,ia harus tau jika tak semua orang bisa ia permainkan apa lagi wanita , dia harus tau jika kau tidak sendirian berada disini aku adalah saudara laki-lakinya "
Ucap Raja dengan tegas
namun lagi-lagi Bian bertepuk tangan
"Wawwwww kalian lihat semuanya ,ini rupanya adalah saudaranya , hmm pantas saja sama saja kelakuannya, baiklah tolong kau katakan pada saudara mu itu ,dia telah menyentuh dadaku , jangan karena aku seorang laki-laki ,ia bisa dengan bebas memegang bagian tubuhku ,ini merupakan pelecehan terhadap Kaum laki-laki, jika kau mungkin memang sudah sangat terbiasa dengan berbagai sentuhan dari manapun tapi tidak denganku , apa yang mau kau bela?"
Bian menantang Raja
Arika menarik tangan Raja "Mas.. sudah "
Raja mengambil bola ditangannya
"Kita bertanding , jika aku menang maka masalah ini selesai ,tapi jika aku kalah terserah apa yang ingin kau lakukan pada Arika !"
Ada dua orang laki-laki tampan yang berada dihadapan Arika dan Alea
para mahasiswa lainnya tak ada yang berani berkomentar sama sekali mereka hanya berani melihat dan menatap satu sama lainnya
"Kau menantang ku ?"
"Sebagai seorang laki-laki "
Raja menaikkan alisnya
Bian langsung maju kedepan "Baik aku terima tantangan mu ".
Aroma sengit sudah mulai tercium dan suhu udara disekitar mendadak menjadi sangat panas sekali
__ADS_1