Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Kedinginan vs kepanasan


__ADS_3

"Kok kamu tau, benar sekali jawabannya,Silvi itu perempuan sempurna maka kau harus banyak belajar darinya "


"Oh ya ,kalau begitu kenapa kau menikahi ku , kenapa tidak menikah dengan Silvi saja?"


"Nah itu namanya jodoh ,kau adalah takdir dan jodoh ku "


Arjuna tersenyum


"Ya jodoh yang kau paksakan ,sayang sekali "


"sayang sekali ? kau masih tak terima tapi aku akan membuat mu menerima semuanya !"


Ucap Arjuna perlahan


"Masih saja di bahas "


Siska tampak cemberut tapi ia tak perduli


Suasana hangat yang membuat hati keduanya semakin terdekat , alunan musik yang terdengar begitu khidmat membuat Arjuna dan Siska semakin dekat ,meski Siska sama sekali belum merasakan getar-getar gelora di dada.


"Silahkan menikmati"


beberapa pelayan menaruh berbagai hidangan di atas meja , semua makanan kesukaan Siska terlihat begitu lezat sekali


"Terima kasih"


memberikan senyuman


Ternyata ada Dimas diam-diam berada di sana


ia telah memasukkan sesuatu kedalam miniman mereka berdua


"Selamat bersenang-senang malam ini kedua adikku "


Seorang presenter sengaja membuat sebuah undian


"Selamat malam hadirin yang berbahagia ,malam ini seperti biasa kita mengadakan undian untuk mengajak salah satu dari tamu untuk memilih undian yang berhadiah liburan ke Hawai ,nah kebetulan kita mengundi semuanya menurut Nomor meja yang para tamu tempati "


Para hadirin pun bertepuk tangan , sedangkan Siska dan Arjuna mulai menikmati makan malam tersebut


"Liburan ke Hawai ?"


Siska ingin sekali ketempat itu , ia terdiam dan berharap jika ia yang memenangkan tempat itu , tapi sayang sekali kk tak mencermati apa yang di tuliskan di spanduk restoran tersebut t jika ini adalah undian untuk pasangan


Arjuna tak mendengar nya sama sekali karena perutnya memang lapar , ia sudah bersusah payah untuk tak perduli pada Siska namun tetap saja semakin Siska marah semakin besar saja rasa cintanya pada perempuan itu


"Baiklah undian malam ini jatuh pada tamu kita di meja nomor sepuluh ,atas nama Tuan Arjuna"


Para hadirin kembali bertepuk tangan ,sorot lampu menuju meja mereka


Siska langsung syok saat mendapati undian itu

__ADS_1


"Yes aku akan kehawai !"


Menaikkan kedua tangannya dan tersenyum lebar


"Kepala pemenang undian untuk bisa kedepan mengambil simbol tiker liburan ini "


"Biar aku saja yang mengambil nya "


Siska langsung berdiri tanpa bertanya lagi


Arjuna hanya diam saja karena ia tak mau mengatakan jika liburan itu berlaku untuk dua orang jika hanya satu orang saja maka itu tandanya gugur dengan sendirinya


karena program itu ia yang merancang nya sendiri untuk para tamu undangan yang baru menikah , sebagai pemilik saham terbesar di restoran mewah tersebut ia memberikan hadiah tersebut dengan nama tiket honeymoon ,namun di luar dugaan ia lah yang menjadi pemenang nya


"Panas sekali "


Arjuna melihat AC di ruangan itu sudah sangat dingin , Seperti nya obat yang di berikan oleh Dimas sudah mulai beraksi


Sementara itu Siska di depan langsung mendekati MC tersebut "Halo dengan mbak Siapa ini ?"


"Saya Siska ?"


"Maaf kalau boleh tau apa anda istrinya Tuan Arjuna atau anda teman wanita nya , Maaf sekali Nona jika pertanyaan saya ini agak kurang sopan tapi undian ini di khususkan untuk program pengantin baru ,jadi jika anda hanya temannya saja ,maaf ini tidak berlaku "


Siska menengok kearah Arjuna tapi sepertinya Arjuna sama sekali tak melihat kearah nya ia tampak sedang melepas kan jaket nya


"Bagaimana Nona ? "


"Sa..saya istrinya "


Siska mengangguk saja dia tak mungkin kembali tanpa tiket tersebut


"Oke baiklah, kalau begitu ini memang menjadi milik anda karena anda tak akan mungkin bisa pergi sendirian , selamat bersenang-senang Nona"


Siska juga tak membaca jika tiket itu bisa di gunakan hanya untuk liburan akhir tahun saja ia langsung mengucapkan banyak terimakasih ,tapi saat ia berjalan beberapa langkah ia merasa kan tubuhnya begitu kedinginan sekali


"Kenapa tubuh ku mendadak dingin sekali ya ?"


Melihat sekeliling


"Tak ada angin tak ada hujan tapi cuaca di sekeliling ku Begitu sejuk "


Mendadak Siska ketakutan meski ia tak terlalu fanatik soal agama , tapi ia pernah membaca menurut agama nya jika tanda-tanda ajal akan menjemput adalah tubuh yang seketika menjadi kedinginan tanpa sebab


"Siska kita sebaiknya pulang saja ,aku merasakan cuaca sangat panas sekali malam ini "


"Baiklah"


Siska mengangguk dan mengikuti Arjuna yang berdiri dari belakang nya ia mendapat kan hal yang bertolak belakang dengan Arjuna


Apa yang terjadi dengan ku , kenapa sekujur tubuh ku mendadak dingin sekali, sedangkan orang-orang di sekitar ku ,tak ada yang merasakan hawa dingin ini , termasuk Arjuna malahan ia terlihat begitu gerah sekali

__ADS_1


"Boleh aku pinjam jas mu "


Mengambil langsung dan memakai nya


"Untuk apa ?"


Siska langsung memakai nya


"Tidak ada ,ayo kita pulang ,aku ingin segera beristirahat di rumah "


Siska menahan bibirnya yang hampir bergetar karena kedinginan


Arjuna langsung melepaskan sepatunya di dalam mobil dan kancing baju satu persatu di lepas nya , AC mobil yang dingin membuat Arjuna dan Siska bergantian mematikan nya


"Tolong matikan saja , seperti nya aku kurang enak badan"


Arjuna melihat Siska menaikkan kaki nya keatas tempat duduk


"Kau kenapa ,tapi menurut ku malam ini panas sekali "


Menoleh kearah Siska yang sedang kedinginan sekali


"A..ak...u"


"Panas ..."


Arjuna melepaskan semua pakaiannya hingga ia sekarang terlihat bertelanjang dada


tinggal celana panjang nya saja yang sudah ia gulung keatas


Baru kali ini Arjuna membawa mobil dengan membabi buta "Aku akan berendam di bak mandi sesampainya di rumah "


AC mobil di matikan dan kaca mobil ia buka semua nya


"Masih juga panas , apa karena makanan tadi ya ,ah tidak mungkin . bukankah makanan tadi makanan yang biasa aku makan"


Berbeda dengan Arjuna yang tak fokus ,Siska malahan sibuk berdoa agar ia meminta ampunan kepada Tuhan nya


Ya Tuhan jika ajalku Memang sudah dekat aku mohon , berikan lah aku kesempatan untuk meninggalkan dunia ini dalam keikhlasan jangan biarkan nanti arwah ku gentayangan dan membuat malu keluarga ku,


dan maafkan aku tidak pernah bisa menjadi istri yang berbakti untuk dia yang berstatus suami ku , namun jika aku di berikan kesempatan untuk hidup aku berjanji akan memperbaiki semua tingkah laku ku


Sekarang kakinya ikut bergetar


Dimas sangat cerdas ia melakukan segala nya dengan tersusun rapi ,


Obat yang membuat tubuh merasa kan kedinginan dan obat untuk merasakan gerah yang tak terkira


"Sebentar lagi kita sampai "


....

__ADS_1


Bantu vote ya....


authoy crazy up lagi ini....


__ADS_2