Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 308


__ADS_3

Tak selamanya yang ditunjukkan oleh Arika itu adalah hal yang salah justru banyak sekali hal-hal yang harusnya memang lebih diperhatikan oleh keduanya.


"Katakan padaku apa yang sebenarnya terjadi jika kau akan kuliah lagi?, apa kau akan meninggalkan aku lagi nanti di sana Nona?"


Bian kembali menggodanya


"Aduh cerewet sekali, banyak sekali yang ditanyakan, yang terpenting itu adalah aku sangat ingin sekali untuk segera sampai Kerumah Oma"


mobil pun memasuki perkarangan rumah tersebut, rumah masa kecil yang ditempati oleh Arika setelah mamanya berpisah dari Arjuna,rumah mewah nan megah itu masih sangat cantik sekali, karena memang didesain khusus oleh arsitek yang sangat luar biasa sekali


"Rumah ini akan menjadi tempat tinggal kita nantinya,dan aku berharap kita bisa secepatnya menghabiskan waktu berdua" ucap Bian lagi-lagi sambil mengedipkan sebelah matanya


"Menyebalkan" Arika langsung turun dari mobil dan masuk kedalam rumah untuk mengambil perlengkapan kuliahnya,besok pagi


"Kamu tunggu disini saja, aku cuma sebentar saja"


"Baiklah kalau begitu Nona, aku akan menunggumu di sini"


Arika turun dengan wajah yang sangat segala sekali


"Uh, bisa-bisanya dia bersikap seperti itu, aku merasakan ia sangat handal sekali dalam melakukan banyak hal, bahkan tak menyadari apa yang sedang ia lakukan terhadap batinku, sungguh aku sangat heran sekali dengan sikapnya itu"


Arika buru-buru mengambil buku didalam kamarnya, tapi sepertinya matanya sangat mengantuk sekali,


"Hoam..." ngantuk sekali


ucap nya lalu berbaring sebentar, dan ia dengan cepat tertidur dengan lelap.


hmm ... namanya juga ibu hamil tentunya sering merasa kelelahan yang sangat amat dalam


Bian yang berada di luar rumah nampak santai saja, tapi kemudian terdengar suara Motor menghampiri mobilnya


"Bian?" ternyata Raja yang baru pulang dari berkeliling kompleks langsung menghampiri mereka


"Raja" Bian pun langsung keluar dari dalam mobilnya


"Mana Arika?" Raja langsung turun dari motornya


"Ada dua dia didalam lagi mengambil buku-bukunya untuk kuliah,ada apa Raja?"


"Tidak ada apa-apa, aku hanya heran saja kenapa kau sendirian didalam mobil"


raja menundukkan kepalanya, tampaknya ia benar-benar sedang galau sekali,dan Bian tau akan hal itu.


"Jadi apa yang sebenarnya kau pikirkan saat ini?"Bian pun mengajak Raja untuk duduk di teras rumah


"Sebaiknya kita duduk disana saja" Bian mengerti bagaimana posisi raja, apa lagi ia tau jika saat ini yang dibutuhkan raja adalah teman yang bisa mendengarkan apa yang ada didalam hatinya


Raja pun mengikutinya sambil mengusap wajahnya, ia nampak sangat terluka sekali, padahal sudah banyak sekali perempuan yang ia temui,namun ntah kenapa hatinya harus tersangkut pada Alea

__ADS_1


"Bagaimana bulan madu kalian apa tempatnya nyaman"


Bian langsung tersenyum bahagia


"Kau harus mencobanya brow, karena tempatnya sangat luar biasa sekali, apa lagi kalau sudah melihat apa yang ada disana, aku dan Arika merasa sangat bahagia sekali"


nampak sekali perbedaan wajah antara keduanya, Bian begitu berseri-seri saat bercerita, belum lagi wajahnya yang selalu memunculkan raut bahagia


"Hah, pantas saja Arika aku telpon malah tak diangkatnya sama sekali,tapi bagiku ini bukanlah hal yang buruk, karena aku sangat menyukai apapun itu, karena tak semudah itu menyatakan aku siap untuk menikah tapi .."


Bian mulai merasa aneh karena Arika yang lama sekali belum juga keluar


"Tapi Arika lama sekali ya didalam" perasaan Bian mulai tak karuan


"Ya sudahlah kalau begitu, ayo cepat kita buru-buru melihatnya,paling juga lagu beres-beres" raja sangat tau sekali kebiasaan sepupunya itu


"Kalau begitu biarkanlah dia bersih-bersih, lanjutkan saja cerita kita lagi"


Bian kembali duduk dan memperhatikan wajah Raja yang sedang serius


"Aku sangat bingung sekali, apa lagi yang harus aku lakukan" menarik nafasnya dalam-dalam. dan mulai bercerita lagi


Tapi berbeda dengan Bian, dia Justru malah terlihat sangat tidak nyaman sekali, karena lagi-lagi pikirannya memikirkan Arika yang berada di dalam rumah, ia khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak baik, apa lagi mendengar Arika tadi yang sedang beres-beres tersebut.


Mengingat bagaimana kondisi Arika sedang lemah dan dia terlihat kelelahan sekali.


tetapi pikiran Bian sama sekali tak tertuju pada raja, Ia hanya memikirkan Arika yang berada di dalam,apa yang sedang ia lakukan, dan apa saja yang sedang ia lakukan disana.


karena memang semenjak menikah dengan Arika, Bian merasa tidak bisa jauh dari adik sepupu Raja itu walaupun hanya sebentar saja ia selalu memikirkan Arika.


Masih terus grasak grusuk Oma hingga akhirnya Raja menyadari Jika ia hanya berbicara sendiri sedangkan Dian tidak ada di tempat tersebut pikirannya. Iya dari tadi berbicara panjang lebar, tetapi sama sekali tidak diperhatikan oleh Bian,hingga akhirnya ia memutuskan untuk menyuruh Bian segera masuk ke dalam untuk melihat Arika


"Bian jadi begitulah?"


"Oh ya, kalau begitu lanjutkan saja apa yang kau ingin ceritakan" sambil melihat kearah dalam


raja langsung paham dan mengerti


"Bian aku rasa kau harus masuk dulu ke dalam dan menemui istrimu tercinta itu, lalu duduklah kembali ke mari, setelah itu Kau boleh mendengar semua ceritaku ini titik dari tadi aku berbicara tapi kau sibuk memikirkan Arika saja, sebaiknya kamu segera masuk saja aku tunggu di luar"


Bian nampak tersenyum dengan wajah memerah tapi ia tak perduli dengan perasaan raja, karena Memang iya sedang memikirkan Arika. "kalau begitu Aku masuk dulu ya nanti kita lanjutkan lagi titik Karena istriku itu sangat kelelahan sekali kau jadi aku harus memastikan Jika ia baik-baik saja di jalan sana"


"hah, ya..ya..ya.. sungguh sangat indah sekali nasib percintaan orang lain,dan aku harus berjuang seperti apa lagi untuk meruntuhkan tembok Cina itu"


Raja mengusap wajahnya


Bian masuk kedalam rumah tapi tak menemukan di mana Arika berada, ia mencari ke sudut ruangan dan akhirnya mendapati Arika sedang berada di dalam kamar sedang tertidur dengan pulas sekali


" Astaga Tuan Putri, pantas saja dia tidak keluar-keluar rumah. ternyata ia sedang tertidur di sini, "dia langsung duduk dan memandangi wajah perempuan yang sudah dinikahinya tersebut terlihat jelas Arika begitu kelelahan sekali, tapi dia juga tak tega untuk membangunkannya. ia melihat jam dan sebentar lagi Hari sudah mulai gelap, lalu Ia memutuskan untuk menginap saja di rumah itu malam ini. dan menelepon keluarganya untuk memberitahukan Jika ia menginap di rumahnya Arika mau juga bakal jadi rumahnya nanti. Juga bakal jadi rumahnya nanti.

__ADS_1


"Sepertinya aku harus beristirahat di rumah Oma ini,malam ini, Aku Yakin Radja juga sangat membutuhkan teman cerita, dan aku rasa dia juga enak diajak mengobrol untuk menemaniku, karena aku yakin Arika itu bangunnya pasti besok pagi, apa lagi kelihatannya iya sama-sama capek, nanti aku akan menelepon cleaning service untuk membersihkan rumah"


Bian begitu siaga sekali dalam menjadi seorang suami, karena memang ia sudah sangat siap sekali Jika menikah. Iya sudah tahu sejak awal jika memang akan dijodohkan , karena beberapa kali Karin mengatakan kalau dirinya tidak boleh berpacaran karena sudah dijodohkan dengan anaknya teman mama. dan ia tak menyangka jika jodohnya tersebut adalah wanita yang sesuai dengan kriteria nya yaitu arika, walaupun di awal pertemuan Mereka terlihat sangat tidak cocok, alias sering bertengkar satu sama


Tapi baru saja biar hendak berdiri Arika malah mengigau, dengan memeluk kepalanya dan berbicara yang tidak jelas "jangan pergi, Kamu di sini saja, nanti kalau kamu Pergi, kamu akan bertemu dengan perempuan itu lagi, aku tahu dia juga cantik dan badannya sangat bagus sekali berbeda dengan aku yang kurus seperti ini, Aku melihat sangat jelas dari Tatapan matamu dan matanya kalian sangat mencintai, tapi aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi karena kau hanyalah milikku saja, karena sekali milikku selamanya akan menjadi milikku tak boleh ada yang mengganggu siapapun itu, karena aku tidak suka"


Dian terdiam, kembali memerah mendengar ucapan Arika tersebut, karena apa yang diucapkan oleh seseorang yang sedang tidur biasanya itu tulus berasal dari hatinya, meskipun dia tidak tahu siapa yang dimaksud oleh khalifah itu titik tetapi ia bisa tersenyum lebar karena menyadari Jika ternyata Arika benar-benar menyukainya "ternyata ketampanan ini berfungsi juga ya, sudah bisa aku Taklukan dari jiwa dan raganya sampai ke dalam mimpinya hanya aku saja yang ada di dalam otaknya "Bian berdiri dengan melepaskan tangan Arika perlahan-lahan lalu mengecup keningnya dan memberikan selimut untuknya.


"Istirahat yang cukup ya istriku, karena kau akan mendapatkan kelelahan terus-menerus nantinya, apalagi jika kita berdua memang sudah menetap di sini berdua titik Aku harap kau akan mulai terbiasa dengan segalanya nanti "biar langsung berdiri dan merapikan bajunya bersiap-siap untuk menemui raja yang berada di luar


"Lama sekali dia didalam apa saja yang sedang mereka lakukan berdua-duaan haduh .., pengantin baru dengan segala keindahan hidup nya"


Raja hanya bisa memandang langit yang mulai gelap.


Dan ia masih duduk termenung menatapi apa yang sedang terjadi padanya, tapi sepertinya hatinya benar-benar sangat sakit sekali, padahal jelas-jelas resiko dari mencintai yaitu ada 2 jika terbalas kita akan bahagia Tetapi jika tidak terbalas ya itu, kita akan mendapatkan derita yang tiada Tara,


"cinta...oh cinta..."


dengan wajah yang sangat sedih sekali, sekali ia membayangkan tatapan mata cantik Alea yang begitu manis sekali yang tak pernah ia dapatkan dari perempuan manapun di dunia ini, karena alea adalah satu-satunya perempuan yang berhasil menaklukkan hati nya.


Sudah lama Raja melanglang buana ke belahan dunia manapun, tetapi sosok gadis seperti Alea hanya satu-satunya ia temukan di Indonesia .gadis alami dengan segala kelakuannya yang benar-benar sangat luar biasa apa adanya trauma dia tak munafik dan tidak kelakuannya,ia baik dan juga sangat menarik sekali. Dan tak akan pernah ia menemukan seorang gadis seperti itu .


Alea adalah gadis yang sangat unik Meskipun banyak sekali perempuan-perempuan cantik di luar sana Tetapi entah mengapa hatinya terpaut dengan gadis tersebut mungkin itulah yang dinamakan nya jatuh cinta,yapi balik lagi cinta raja pada alea tak semudah jalannya cinta Bian pada Arika, karena jalan yang ia tempuh akan begitu terjal sekali dihadapinya


Mungkin bisa saja terjadi karena ulah sikap raja selama ini, yang jauh dari agama dan juga tak memikirkan orang-orang sekitarnya, saya juga beranggapan jika perempuan hanya untuk bersenang-senang saja berbeda dengan Bian adalah laki-laki yang menjaga Marwah nya sebagai seorang pria baik-baik dia juga sangat santun dalam bersikap dan bertindak itulah yang membedakan antara raja dan Bian, mungkin karena itu biar mendapatkan apa yang memang seharusnya ia dapatkan sedangkan Raja harus melewati apa yang sudah ia lakukan dahulu sebagai penebus dosanya mungkin.


"Hei brother, aku akan menginap di sini malam ini, apa kau akan menemaniku main catur?" Bian menyenggol lengan Raja


"Kenapa kau tak pulang, nanti dicari mama dan papamu"


"Arika sedang tidur,aku tak akan mungkin tega membangunkannya, karena dia adalah segalanya untukku"


Bian memang tak menyadari kata-kata ucapan bucinnya itu malah membuat hati raja semakin luka, sementara ia masih berjuang untuk mendapatkan hati Arya terlebih dahulu


"Aku tak sabar lagi ingin menjadi seorang Papa muda" Bian menaikkan alisnya berkali-kali, sungguh teman yang sangat baik sekali karena tidak menyadari jika Raja saat ini dalam keadaan yang berdarah-darah sekali


"Katakan padaku sebenarnya apa yang terjadi padamu?" ucapnya sambil tersenyum manis


"Hah,Bian kau ini sungguh-sungguh tak memiliki perasaan empati padaku, atau kau sebenarnya masih menyimpan rasa dendam padaku ya, karena pertandingan basket kala itu"


Langsung tertawa"Astaga Raja, apa yang sedang kau bicarakan itu, mana mungkin aku bisa dendam dan sakit hati dengan sepupu sendiri, kau tau lah kan bagaimana aku, aku tak mungkin bisa memiliki rasa sakit hati padamu itu" lagi-lagi tertawa geli melihat Raja yang sedang galau


"Sudahlah, sekarang begini saja, kau jangan pikirkan hal-hal yang membuat kau pusing sendiri, sekarang ini tugasmu hanya satu saja, kau harus tetap memilih Alea dan perjuangkan semuanya dengan sekuat tenaga,kata orang itu kau harus berjuang sampai titik darah penghabisan, karena Papa Arya pasti ingin yang terbaik untuk Alea, kau berjuang dan berdoa karena perjuangan tanpa doa hanya sia-sia saja"


Bian benar-benar sangat bijak sekali


"Tapi aku tidak tahu bagaimana caranya berdoa, aku ini lama di luar negeri Bian"


Bian langsung terdiam tak bisa berkata apapun lagi karena apa Yang diucapkan oleh Raja itu memang benar adanya, ia tak mungkin menyalahkan raja, karena memang dari lahir ia sudah berada di luar negeri, bergaul dengan bule-bule luar negeri yang memang menganut sistem liberalisme,bebas dan tentu saja Raja sangat harus belajar banyak berada di negara ini yang begitu banyak sekali ragam budaya dan juga adat istiadat serta norma-norma yang berlaku

__ADS_1


__ADS_2