Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 222


__ADS_3

"Dek dimana ?"


Tanya Arika pada Panji


"Masih dijalan kak ada apa kak Arika ?"


"Bagaimana keadaan papa sekarang ?"


"Tidak tau kak Panji masih dijalan nanti Panji berikan kabar untuk kakak"


"Ya baiklah kakak besok pagi akan berangkat kejogja untuk menemani papa, kakak mengajukan izin dikampus "


"Iya Kak"


Arika langsung lemas , ia pun langsung buru-buru masuk kedalam kamar untuk melihat apa yang ada didalam benda yang dititipkan oleh ibunda Silvi tersebut


"Aku merasakan ada hal yang harus segera aku selesaikan "


Acaranya sudah mulai selesai , karena Arya dan Siska baru menikah maka mereka memutuskan untuk menginap dulu dikamar Siska , walaupun sebenarnya Arya menolak untuk tidak tidur dikamar itu karena bayang-bayang Arjuna masih benar-benar terasa , terlihat dari caranya yang sebenarnya ingin menolaknya


"Setelah acara ini selesai kita akan segera pulang"


ucap Aditya dan langsung memberikan beberapa lembar tiket untuk bulan madu kedubai


untuk pasangan pengantin ini


"Ambillah tiket ini untuk kalian bersenang-senang nanti"

__ADS_1


"Kak Aditya jangan repot-repot "


ucap Siska tidak enak namun Aditya langsung menjawab dengan kalimat yang sangat gokil sekali


"Tenang saja suamimu itu memang selalu merepotkan aku santai saja jika ia tak merepotkan aku justru itu yang membuat aku menjadi aneh nanti ,tak perlu kau hiraukan"


Semuanya langsung tertawa terbahak-bahak


"Hadeh kalian semua bahagia sekali ya membully aku ,apa tidak ada kerjaan lain hadeh..."


"Sabar Arya itu sudah takdirmu "


ucap Dimas ikut tertawa


"Siska yang kuat iman ya "


"Hah tak ada habisnya kalian berdua ya sibuk dengan kehidupan kalian masing -masing saja sana , sudah sanaaa acara sudah selesai ayo cepat pulang tidak baik lama-lama disini ayo sudah pulang sana "


"Ehemmm ciye.. Arya.. ciye..main usir- usir aja , tau deh yang ehemmm...."


"Hadeh maafkan aku Siska mereka memang begitu ,ada saja terus salah aku dari tadi"


menggaruk kepalanya


"Sudah kak sabar ya kan mereka hanya bercanda" menggosok punggungnya Arya


Lagi-lagi Aditya tak habis-habisnya menggoda mereka berdua "Cie Arya jangan digaruk dong kepalanya nanti Atit , padahal yang gatal bukan di kepala atas itu "

__ADS_1


Dimas kembali tertawa "Santai lah Arya sekarang kau aman ada yang tukang garuk ,Siska adalah mesin penggaruk serba bisa "


Wajah Siska memerah karena kesal Ana langsung menjewer telinga Aditya


"Ayo kita pulang , Bian ... cepat bawa mobilnya kemari mama akan mengajak papamu segera pulang bisa bahaya otaknya kalau lama-lama disini "


"Ayo kak Dimas kau juga pulang , kalau soal membully orang tak akan ada habisnya , cepat "


menjewer Dimas juga


Giliran Arya yang bertepuk tangan sekarang


"Rasakan kalian emang enak, dasar suami-suami takut istri huuuu"


mencibir Dimas dan Aditya


"Hei Dim , dengar dia mengatakan kita suami-suami takut istri ,heh paling dia sebentar lagi akan mengalami hal lebih mengerikan dari kita berdua "


"Sudah...ayo cepat pulang , cepat !"


"jangan cerewet biarkan Siska dan kak Arya itu ,masih juga "


"Iya benar Ana ,aku juga kasihan dengan kak Arya jadinya , menikah di bully nggak menikah apa lagi!"


Bian tertawa geli melihat kelakuan kedua pasangan suami istri tersebut


"Hmm aku kalau menikah nanti tak mau menjadi suami takut istri, istri yang harus takut padaku "

__ADS_1


__ADS_2