Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 180


__ADS_3

Siska terus -menerus memuji Bian hingga membuat Arika benar-benar muak sekali mendengarnya


Mendengar mama memujinya saja aku semakin merasa muak ,ntah bagaimana rasanya bila aku hidup dengannya pasti aku merasa hidup di neraka sekali


tapi tiba-tiba Siska langsung bertanya pada Arika " Arika tapi tadi kok mama tidak melihat keberadaan Alea kemana dia?"


Arika pun langsung kaget "Astaga mama benar aku sampai melupakan Alea, ya ampun mama Alea pasti ketiduran ini , apalagi kalau hari libur ia selalu bercerita jika jam segini ia masih tidur karena kegiatannya biasanya kalau tidak menganggu Neneknya ya mengerjai papanya "


"Kalau begitu cepat telpon dia , soalnya papanya Alea itu juga pelupa ,mama takutnya ia langsung pulang dan meninggalkan Alea disana "


Arika langsung menoleh kearah namanya


"Kok mama bisa tau ? jangan-jangan ?"


Siska langsung menundukkan kepalanya


"Ya mama hanya menebak saja , biasanya kalau anak perempuan yang tinggal dengan papanya pasti Seperti kelakuan laki-laki juga "


Hmm mama untung saja jawaban mama itu tepat ,jika tidak aku akan membuat mama terpojok dan mengakui segalanya

__ADS_1


Di kediaman keluarga Aditya


Dimas dan Rima pun berpamitan untuk pulang


tapi sebelum pulang Dimas berbisik pada Arya


"Aku mendukungmu kali ini ,kejar jodohmu jangan kasih ampun ya "


Arya Seperti mimpi mendengar secara langsung ucapan yang keluar dari mulut Dimas , bayangkan saja akhirnya setelah belasan tahun lamanya ,Dimas mengucapkan kata-kata manis itu


"Kau "


"Mulai sekarang kau belajarlah memanggil Dimas dengan panggilan 'Kak Dimas' atau 'kakak ipar ' agar nanti sudah terbiasa jika kalian sudah berumah tangga "


"Ah kau ini bisa saja "


Wajah Arya langsung merah padam apa lagi kulitnya yang putih semakin membuat kontras sekali


"Sudahlah Arya kau tak usah malu-malu kucing padahal an"ing "

__ADS_1


Aditya tertawa


"Teman brengse* ya seperti ini tidak bisa melihat temannya senang pasti langsung di ledek "


"Ya..ya..aku rasa sudah saatnya aku dan Dimas yang mengerjai mu karena kami tak akan membiarkan kau hidup seorang diri tanpa pasangan didunia ini "


merangkul Arya


"Sekarang kau tinggal gas sedikit saja ,lalu jalanmu akan terbuka ,dan Tuhan saat ini sedang menguji mu lagi ,kau perjuangkan atau kau lepaskan begitu saja ,apa lagi Dimas sendiri yang sudah merestuimu , aku kalau jadi kau tak usah banyak proses lagi , langsung saja datangi dan katakan secara langsung


'Siska aku mencintaimu ,aku tak perlu kau menjawabnya masih cinta atau tidak padaku yang terpenting adalah aku ingin menikah dengan mu,maukah kau menjadi pendamping ku dan menemaniku di sisa hidupku sampai aku dan kamu sama-sama menutup mata "


Arya mengangguk-ngangguk


"Tapi tunggu dulu kalimat terakhir mu itu agak aneh , maksudnya apa sama-sama menutup mata ? maksudnya kau menyuruhku dan Siska mati berdua begitu ?"


Arya yang sangat terkenal dengan gombalannya mendadak tolol saat berurusan dengan hatinya sendiri


sampai-sampai ia tak menyadari sedang dikerjai oleh Aditya

__ADS_1


"Kau itu tak mengerti kata-kata ku , maksud ku itu kau dan Siska bisa sehidup semati bersama-sama sampai akhir hayat,saat kau membuka mata kau melihat wajah Siska begitu juga Siska ,dan sebaliknya saat kau menutup mata ,saat hendak tertidur kau bisa melihat dengan jelas wajah Siska berada disampingmu , manis sekali bukan ?"


__ADS_2