
Arika langsung melotot
"Kau ini keterlaluan sekali, jaga bicaramu seenak saja menyuruh Raja melakukan hal itu, sembarangan saja"
Bian langsung tertawa geli "Jadi kau marah? aku kan hanya memberikan solusi, mau didengarkan syukur tidak juga tak apa-apa,namanya juga usaha memberikan pendapat, kalau mau terima ia kalau tidak ya tak masalah juga"
Arika langsung berbicara kembali
"Tolong jangan kau dengarkan ucapan Bian, dia ini setengah gila"
"Ya benar Alea, aku tergila-gila karena Arika tak memberikan hakku, padahal itu adalah kewajiban seorang Istri pada suaminya"
"Kau pikir semudah itu untuk aku melakukanmya ha! apa kau pikir semuanya sering kau paksakan ha?"
Arika langsung melotot
Alea yang sedang mendengarkan semuanya langsung syok
"Baiklah aku yakin sekali kau tak akan pernah bisa mendapatkan apa yang kau inginkan itu"
"Halo ... Arika" Alea jadi tak enak bodi karena mendengarkan ucapan Arika dan Bian
__ADS_1
"Aduh kacau, sepertinya aku salah tempat berkomentar pada jam segini,ya ampun Alea ada-ada saja ulahmu. apa kau lupa jika Arika sekarang adalah istri orang, sebaiknya aku jangan menganggu jam rawan ini"
Alea langsung mematikan ponselnya dan kembali menangis seorang diri didalam kamarnya "Sepertinya Arika sangat menikmati bulan madunya, apa lagi saat ini. aku mendengar mereka berada didalam satu kamar dan pastilah satu tempat tidur juga, argghhhhhhhh ini adalah salah satu hal yang tak seharusnya dibayangkan oleh anak gadis seperti ku, oh Raja dan Alea yang hanya akan menjadi kenangan saja"
Alea menangis kembali.
Arika yang sudah selesai memukuli Bian langsung merapikan rambutnya
"Kau benar-benar telah membuat aku semakin emosi saja, bayangkan aku bisa melakukan hal yang lebih ekstrim lagi dari ini"
Arika langsung mengangkat telponnya
tak ada jawaban sama sekali
Tit..
tit..
pesan masuk "Maafkan aku menganggumu malam-malam begini Alea tapi aku sangat bahagia sekali mendengar kau dan kak Bian, besok saja aku ceritakan kembali apa yang terjadi semoga semuanya baik-baik saja, aku tunggu kedatanganmu ya oh ya Arika jangan lupa beri aku keponakan yang lucu-lucu ya secepatnya"
Arika yang membacakan pesan dengan lantang tersebut membuat Bian kembali bereaksi
__ADS_1
"Santai saja katakan pada Alea aku pasti akan segera membobol gawang pertahanan, setelah pulang dari sini semuanya akan mendapatkan kabar baik, jangan khawatir. kau balas pesannya seperti itu"
Lagi-lagi Arika marah-marah kembali pada Bian
"Ini karena kau yang telah membuat Alea mematikan teleponnya, Lihatlahkan handphonenya tidak aktif lagi, apa-apaan ini!"
Bian tertawa "Sudahlah jangan membuat dirimu sulit, sebaiknya ayo cepat kau katakan padanya
jika kita akan segera berproses"
Arika tertawa dengan keras "Ha... Ha ...Ha... ya tertawalah dengan keras dan sesukamu. apa kau merasa lucu?"
Arika berdiri diatas kasur dan melompat-lompat agar Bian terpelanting dari atas kasur empuk itu "Rasakan ini"
Mereka sama-sama terpental hingga kaki Bian mengenai kaki Arika yang sedang berdiri, arika langsung terjatuh dan membuat tubuhnya Arika terjatuh tepat diatas perut Bian
Bug...
"Mantap sekali, empuk"
Sepertinya Bian sudah tak tahan lagi dengan keadaan yang ada hingga ia langsung tersenyum bahagia "Maafkan aku Arika sepertinya ini akan sedikit sakit, tapi malam ini kau akan menjadi milikku seutuhnya "
__ADS_1