
Siska memegang kembali jaket tersebut dan memeluk nya erat "Kenapa sesakit ini Tuhan "
Ibu Arya melihat semua nya , perasaan seorang ibu tak bisa di bohongi tapi ia tak mungkin menahan Siska karena ia sungguh menyayangi Alena
"Aku harus kembali "
Siska menyeka air matanya
Ibu Arya memegang dadanya satu hal yang ia ketahui hari ini jika ia sangat mengerti perasaan putra nya , namun ia langsung sadar mungkin karena status sosial yang berbeda putra nya juga bukan lelaki yang berharta Seperti dahulu
"Hai ,kau kemana saja ?"
Ana memegang tangan Siska
"Dari belakang ,aku habis ..."
Ana melihat kearah samping nya,
lalu Arya juga berjalan dari arah yang sama , Ana yang sangat paham dan mengenali sikap Siska langsung menarik tangan sahabatnya itu dan mengecilkan pandangan nya
"Jangan katakan kau dan Arya bertemu di belakang " berbicara dengan perlahan
Siska yang tak pernah bisa berbohong dengan Ana pun langsung mengangguk
"Kau benar...."
"Astaga Siska apa yang kau lakukan ,kau tau itu dosa sebagai teman baik mu aku benar-benar melarang mu untuk melakukan hal yang merusak kehormatan mu sebagai seorang istri ,itu dosa besar "
"Ana jangan salah sangka dulu , aku tak bermaksud apapun justru aku ingin mengembalikan jaket miliknya ini ,tapi ia tak mau menerima nya ia menyuruh ku menyimpan nya "
Ana langsung mengusap wajahnya ia sangat tau apa yang di rasakan Siska dan Arya saat ini
sesekali Arya melirik kearah Siska yang mengobrol dengan Ana
"Siska jangan bermain api lupakan lah semua nya , kalian sudah memiliki kehidupan masing-masing "
"Aku tau itu , dan aku sudah menjalani kewajiban ku sebagai seorang istri , tak perlu kau khawatir kan aku "
Ana menggenggam tangan Siska
"Aku tau kau adalah sahabat terbaik ku , dan kau tak segampang itu "
Lama mereka mengobrol mereka baru menyadari jika Rima tak ada di sana, sedangkan Dimas ada di tempat itu
"Itu kak Dimas ,mana Rima ?"
"Astagaaaaa kau benar ,kemana dia"
Siska nampak begitu heran
"Kau tunggu di sini dulu aku akan bertanya pada kak Dimas "
"Baiklah aku akan menelpon nya "
Siska langsung menghampiri Dimas yang Sedang ikut nimbrung dengan Arjuna
__ADS_1
"Kak Dimas aku ingin bicara sebentar "
Menarik tangan Dimas
"Ada apa sih kau ini"
"Cepat katakan dimana Rima , kenapa kau tak mengajak nya kemari ?"
Siska tampak begitu emosi sekali
Saat itu mama Rima hendak melangkah keluar pergi karena tugas MUA nya sudah selesai
dan tak sengaja mendengar obrolan Dimas dan Siska
"Rima tak ada menghubungi kakak sejak pagi , kakak pikir mungkin ia mau langsung kemari "
"Oh jadi seperti itu kakak memperlakukan perempuan , kenapa kakak tak langsung kerumah nya saja "
"Ah biarkanlah saja mungkin ia lagi sibuk ,lagi pula ia tak sama seperti mu banyak yang harus ia kerjakan mengurus ibunya , adik nya dan banyak hal ,apa lagi besok ia akan wisuda "
Siska terdiam namun ia setuju apa yang di katakan oleh Dimas memang benar
karena Rima itu memang tak bisa pergi kapanpun ia mau ia punya kewajiban yang harus di lakukan
"Ya sudah kakak mau gabung di sana dulu "
Mendengar ucapan yang keluar dari mulut Dimas batin ibu kandung Rim tersebut semakin berdetak
"Benar-benar keterlaluan kau pikir putri ku ini sampah, kau pikir putri ku yang harus menghubungi mu ha ? kau ini sungguh tak tau malu sekali ,benar kau memang tak menyukai putriku , tapi kenapa kau mau menikahi nya
Ibunya Rima pun segera pergi dari tempat itu
lalu menelpon Rima
"Nak kau dimana ? "
"Masih di rumah Mama "
"Cepat lah bersiap mama akan mengajak mu kesalon dan kau harus pergi kerumah Aditya dan Ana saat ini juga "
"Acara apa Ma ?"
"Apa kau tak di undang ?"
Rima langsung ingat jika ia tak mengaktifkan ponsel nya dari semalam
"Cepat aktif kan ponsel mu ,pantas saja mama susah sekali menelpon mu , tutup telpon ini "
"Baik Ma "Rima langsung menunduk dan Segera menghidupkan ponselnya ia sangat berharap jika Dimas mengirimkan pesan padanya
namun saat di nyalakan yang ada hanya pesan masuk dari Ana dan Siska saja
"Ternyata benar ia tak mencintai ku"
Rima kembali menangis tersedu-sedu
__ADS_1
Tak berapa lama mamanya berdiri di depan kamarnya"Hentikan tangisan mu itu , hapus air mata mu dan ayo ikut mama sekarang "
Mamanya langsung mengambil salah satu baju rancangan nya
"Ayo kita pergi "
Dengan cepat Rima pun langsung mengikuti maminya
"Mi kita mau kemana ?"
"Kesalon langganan mami ,ia akan merias wajah mu dan kau akan pergi ke pesta itu dengan tampilan yang sempurna "
Tiga puluh menit kemudian Rima tiba di Acara tersebut ,ia memakai gaun cantik berwarna hijau ,Rima yang cerdas tak butuh waktu yang lama mengikuti semua perintah maminya dalam waktu sekejap saja ia bisa menghapal cara berjalan dan bersikap elegan ala perempuan-perempuan kaya pada umumnya
Dimas masih mengobrol dengan Aditya begitu pula Arjuna , sedang kan Arya nampak menjaga jarak di pelaminan ia tak mau terlalu berdekatan dengan Alena
Seperti bukan sepasang suami istri saja
"Ana itu bukan nya Rima ?"
"Mana ?"
Melihat arah tangan Ana
"Yang pakai gaun hijau itu "
Mereka berdua memasati Rima dari kejauhan
"Astaga itu memang benar Rima lihat lah ia bersama mamanya "
"Rima...Rima..."
Siska memanggil Rima dari kejauhan
Rima langsung menoleh dan tersenyum hendak berjalan menuju keduanya
namun mamanya berbisik "Jaga sikap mu , kau jangan kelihatan bodoh di depan mereka ,paham !"
menekan kan nada suaranya
"Baik Ma "Rima mengangguk
Dimas yang sedang mengobrol sama sekali tak memperdulikan Rima yang menggunakan gaun hijau cantik tersebut
ia asik saja mengobrol dengan kedua temannya
"Kau lihat lah calon suami mu itu sama sekali tak memperdulikan mu , mama sangat muak melihat nya "
Rima yang lembut sekali hatinya itu pun nampak matanya berkaca-kaca menahan air mata nya agar tak tumpah
"Angkat kepala mu ! jangan lupa ada darah Amanda di dirimu ,kakakmu bukan manusia yang bisa di injak-injak oleh orang lain , lebih baik kalah tapi puas pernah membalas dari pada tidak ada perlawanan sama sekali".
Hai..hai .. Satu Bab lagi mau tidak ?
vote yang kencang dong ....
__ADS_1