
"Papa, lemah penakut sekali , masa iya dengan mama takut , hadeh..."
"Dimas besok pagi jangan lupa kita ajak Arya kumpul dulu aku ingin melihat bagaimana bentuknya besok pagi apa masih sehat-sehat saja atau bagaimana "
"Aku rasa ia langsung osteoporosis "
ketawa ngakak
"Ya ampun kalian ini tak ada habisnya ya !"
Ana langsung marah sekali
"Tidak ada nongkrong-nongkrong besok , Rima kau awasi kak Dimas besok mereka berdua tak ada yang boleh keluar rumah titik "
"Ya Ana kau tenang saja mereka tak akan kemana-mana besok "
"Cepat Bian buka pintu mobilnya ,papamu ini berbahaya sekali untuk saat ini "
"Kalau papa nggak mau dimarahin mama suruh tidur diluar aja Ma "
Aditya mengacungkan jempolnya pada Bian
"Bagus ..bagus "
Aditya malah semakin bahagia jika disuruh tidur diluar itu artinya ia bisa dengan bebas menelpon Dimas dan menganggu Arya
__ADS_1
malam nanti
"Bagaimana Ma apa mamas setuju dengan ide Bian ?"
Ana terdiam sambil berpikir "Iya Ma maksudnya kan paapaaa tidurnya diluar rumah kita bukan diluar kamar biar lebih terasa hukumannya !"
Bian menaikkan kedua alisnya
"Astaga Bian keterlaluan sekali kalau diluar rumah sama saja dengan bohong itu tandanya papa sama saja tidur dengan nyamuk"
Bian langsung tertawa dengan terkekeh-kekeh
"Haduh ada-ada saja tingkah orang tua ya ,hadeh aku sangat geli sekali"
"Ma coba cepat telpon Siska tanyakan Arya sedang dimana sekarang ?"
Mendengar Aditya yang masih juga bertanya padanya dengan cepat Ana langsung menggunakan jurus terakhirnya yaitu tatapan mata jengkol "Apa?! mau telpon siapa Ha ?"
kedua bola mata Ana seakan mau keluar
"Tidak , tidak ada yang mau menelpon"
"Duduk dan diam ,jangan banyak cerita kalau tidak.nanti malam papa tidur diluar rumah !"
"Ampun Ma,ampun "
__ADS_1
Bian yang sedang menyetir malah semakin tertawa cekikikan melihat tingkah keduanya
"Sungguh nanti jika aku menikah dengan Arika aku tak mau ia sama seperti mama dan aku juga tak mau sampai bersikap seperti papa, yang takut sama mama ,aku harus wibawa dong , lagi pula untuk sebagai lelaki kenapa harus takut sama Istri bukannya seorang laki-laki adalah pemimpin "
Ana dan Aditya pun sudah mulai tenang .
Namun berbeda dengan Dimas dan Rima , mereka masih bertegangan urat
"Kak Dimas ini keterlaluan sekali ya bercandanya dengan Siska dan Arya kak Dimas itu tau kak Dimas itu siapa ha ?"
"iya tau "mengangguk perlahan
"Siapa ?"
"Aku Dimas suamimu yang tampan"
sambil tersenyum dan melihatkan senyumannya yang manis dengan kedua lesung pipi yang sangat dalam sekali , biasanya Rima akan selalu luluh dengan pesona senyuman manis itu ,namun sepertinya seiring bertambahnya usia senyuman itu sudah tak berlaku lagi untuk mereka
"Tidak lucu !"
Rima benar-benar marah
"Iya Maaf "sambil menundukkan kepalanya
"Posisi kak Dimas itu Siapa ha? kak Dimas itu kakaknya Siska dan juga walinya , kenapa harus bercanda seperti itu dihadapan adik sendiri ha ? apa itu pantas dilakukan! bercanda boleh tapi jangan kelewatan seperti itu sama sekali tidak lucu tau ! tidak pantas sama sekali dilakukan ! bercandalah pada tempatnya tadi Bian anakanya Adit dan ana juga ada ,Alea anaknya arya juga ada , bagaimana nanti penilaiannya kalau ia melihat kelakuan calon mertuanya suka bercanda begitu ha ?.
__ADS_1