Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 307


__ADS_3

"Ada apa, Arika Kenapa tidak mau pulang Nak?, Bian ini suamimu,ayo pulang lah dan jangan berpikiran yang tidak-tidak, karena semuanya sekarang adalah hak suamimu" Siska menasehati Arika, tapi sepertinya ia melihat ada yang aneh pada putrinya tak seperti biasanya


"Katakan pada Mama, apa sebenarnya yang terjadi Arika"


Arika langsung berdiri dan memegang tangan Bian"Tidak ada apa-apa mama, aku hanya bercanda, aku akan segera pergi pulang, dan tak akan mungkin mengecewakan mama dong pastinya" ucap Arika tersenyum


Bian pun langsung tersenyum lega, hampir saja ia merasakan hal yang sangat syok jika Arika sampai membuatnya kaget karena tidak mau pulang, karena jujur saja ia tidak tahu jika Arika sampai marah sekali karena ia menggodanya tadi.


"Baiklah Mama, kalau begitu kami pamit pulang dulu ya"


"Iya Nak, tidak masalah, sambil tersenyum manis"


Arika dan Bian pun langsung keluar dari dalam kamar.

__ADS_1


tapi ternyata keadaan di luar kamar tak kalah mengerikan karena saat ini tatapan Arya dan Alea sedang tidak baik-baik saja, ia bahkan terlihat sangat kesal pada Arya, tapi Bian dan Arika memilih untuk pura-pura tidak tahu saja , karena tahu bagaimana Arya jika marah dia tidak pandang tempat


"Katakan padaku, sebenarnya kau ini anak yang patuh apa tidak!" bahkan Arya sama sekali tak mempedulikan Arika dan Bian yang sedang lewat untuk berpamitan mencium tangannya


"Kalian pulang saja dulu, karena papa sedang tidak baik-baik saja" bisik Siska pada mereka berdua,dan mereka pun langsung paham dengan apa yang di katakan oleh Siska


"Baik Ma, ayo Kak Bian" Arika langsung menarik tangan suaminya itu


Bian langsung berdehem


"Kita tau bagaimana papa Arya dulu kan, tapi mungkin itu yang membuatnya berpikir berkali-kali untuk menikahkan Alea,"


"Tapi kan Raja itu anak Tante Rima dan Om Dimas,jadi tak mungkin lah raja akan menyakiti Alea, gila apa!"

__ADS_1


"Mungkin bukan tidak setuju sayang, tapi waktunya saja belum tepat, seperti kita berdua ini kan karena memang kedua orang tua kita menyetujui apa yang sudah terjadi, karena memang kita berdua saling menyukai"


Arika langsung menoleh kearah Bian yang sedang menyetir


"Jangan membuat aku menjadi semakin kesal padamu" lalu kembali mual-mual lagi


"Astaga, sayang kan sudah aku bilang jangan marah-marah terus itu tidak baik untuk kesehatanmu, kau itu masih kelelahan, atau besok izin saja dulu tak usah masuk kuliah dulu bagaimana?"


"Tidak mau, aku tidak mau lama-lama di kampus, besok aku harus segera kuliah, karena semakin cepat selesai semakin baik, aku tidak mau nanti jadi mahasiswa abadi"


"Baiklah kalau begitu, tapi ingat besok kau jangan membuat aku marah dengan segala macam ocehan yang keluar dari mulut manismu itu" Arika berbicara dengan berbisik-bisik karena memang ia tak mau sampai Bian mendengarkan nya


"Iya aku akan setuju sekali dengan usulan mu itu, agar kau selalu bisa menjadi perempuan dan istri yang baik untuk kedepannya, tapi ingat jangan lupa kewajibanmu padaku, ya" Bian mengedipkan sebelah matanya pada Arika yang ternyata itu kode bagi keduanya

__ADS_1


__ADS_2