Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Menjemput ibu


__ADS_3

"Hoamm...."


Hawa naga yang menguap di pagi hari , Benar-benar sama sekali bau nya tak ada perbedaan , berharap beraroma kasturi tapi pagi-pagi pasti baunya sama saja seperti bau kaus kaki


Berkali-kali Arya menguap , karena rasa lelah yang hakiki terus menghampiri hidupnya yang terasa Benar-benar sulii sekali


Tak Seperti biasanya , Pagi ini Arya bangun lebih awal , karena semalaman ia memang lelah ,letih dan lesu


menghadapi kenyataan hidupnya ,


mengusap wajahnya ,ia sudah terbangun di rumah baru miliknya yang ia dapatkan dengan mencicilnya dari Aditya


"Wah hari yang panjang akan terjadi hari ini ,hoammmm... , selamat datang dunia tipu-tipu "


Tersenyum-senyum dan bersiul


hari ini ia akan menjemput ibu nya yang akan segera pulang dari rumah sakit jiwa ,sambil masuk kekamar mandi dan menggosok gigi


lalu membuat tulisan ibu dari embun nafasnya yang sengaja ia buat di kaca kamar mandi itu


"Akhirnya hari ini aku akan segera membawa ibu pulang , semoga saja ibu benar-benar sudah sehat ,dan aku akan berjanji dalam hidup ku untuk selalu membahagiakan ibu, aku akan bekerja keras , Karena Sekarang aku lah yang bertugas untuk merawat bidadari tak bersayap ku ini untuk segera tinggal bersama ku "


Sebuah anugerah jika kita masih memiliki orang tua apa lagi seorang ibu , karena itu berarti keberkahan akan selalu menghampiri hidupmu


doa seorang ibu mampu menembus Arsyi langit ketujuh


Flash back


Semenjak kelahiran Bian , Aditya sudah berjanji akan memberikan Arya rumah ,meski Arya ngotot ingin mencicilnya


"Ya sudah ,terserah kau saja apa yang membuat kau bahagia aku juga akan bahagia "


"Terimakasih saudara ku ,kau memang terbaik"


Mereka berdua saling berpelukan


"Uncle Arya , selamat bersenang-senang ya "


Ana keluar dari kamar dengan menggendong Anaknya


"Dagh Bian , uncle pulang dulu ya "


Melambaikan tangan ,Arya keluar dengan mobil yang juga di hadihkan oleh Aditya


tapi untuk mobil Aditya sengaja memberikannya sebagai hadiah untuk ibunya


jika di katakan untuk nya ,pasti Arya akan menolak lagi, seperti nya Arya sudah mulai memiliki rasa malu karena tak mau lagi menerima barang secara gratis lagi,


awal yang bagus untuk Arya memulai hidup yang mandiri ,karena sekian lama ia hanya bisa menjadi parasit bagi keluarga nya saja


Mmm menghambur-hamburkan uang ,lalu bersenang-senang ,tak memikirkan akibat buruk kedepannya bagaimana ,

__ADS_1


Untunglah dengan semua kejadian yang menimpanya membuat ia sadar jika belum terlambat untuk memperbaiki semuanya


.....


Di rumah minimalis yang tak terlalu mewah dan tak terlalu besar itu pun sudah di lengkapi oleh peralatan yang lengkap


jadi Arya tak perlu khawatir untuk membawa ibu nya untuk tinggal bersama nya


memakai kemeja berwarna putih dan celana dasar berwarna hitam meski terlihat seperti orang yang akan interview kerja tapi tetap saja , ia terlihat begitu tampan dan rapi sekali pagi itu "Hmmn orang tampan ,jika memakai pakaian apapun pasti akan terlihat begitu mempesona , lihat lah aku dan diriku "


Walaupun tak memiliki banyak harta setidaknya ia memiliki banyak rasa percaya diri yang tak terkira ,plusnya memiliki wajah yang rupawan pula


Ia berdiri di depan kaca lalu Melihat betapa tampannya ia


Namun bayangan Siska tiba-tiba kembali melintas di benak nya , ya bayangan itu tak pernah lari dari otaknya ,


menarik nafas dalam-dalam lalu berusaha menenangkan dirinya


"Sudahlah Arya , sebaiknya kau segera bangun ,tak baik memikirkan istri orang ,dia itu istri orang ,bukan orang-orangan sawah tapi saingan mu itu orang kaya,tak sepadan dengan dirimu , kasihan Siska jika memaksa hidup bersama mu ia justru akan hidup susah dengan mu ,huh"


menghela nafas panjang


Menatap sedih kearah cermin


"Fokus saja dulu menjemput ibu , positif thinking aja Arya , mungkin Tuhan sengaja menyuruhmu untuk membahagiakan ibu mu dulu "


Sebuah ungkapan hati untuk menyemangati diri sendiri jika buka kita siapa lagi .


ngeng..


Suara mobil terdengar begitu halus sekali berbeda dengan suara mobil nya saat ia masih jaya dahulu , yang sering membuat ibu-ibu jantungan jika Mendengar nya


Ia pun membawa mobil juga perlahan sekali tak seperti dahulu seperti raja jalanan penguasa jalan raya. tapi lambat di sini juga tak selambat kura -kura ya ,perlahan tapi pasti


Arya menyusuri jalanan dengan penuh bersemangat


Sekitar 30 menit akhirnya sampailah ia di sebuah gedung tua , ya rumah sakit jiwa tempat ibunya di rawat ,


"Hmm akhir nya hari ini telah tiba juga setelah sekian lama aku menunggu nya dengan sabar "


Menarik nafas dalam-dalam dengan yang perasaan tenang , dan satu tangkai bunga yang akan ia berikan pada ibunya, ya satu tangkai bunga yang ia curi dari rumah tetangga pagi-pagi buta saat ia akan kemari


Menyusuri lorong sepi bertemu dengan beberapa suster dan juga beberapa orang tak waras adalah hal yang sudah biasa ia alami


nampak lah dari kejauhan seorang perempuan tua duduk dengan tersenyum manis


"Itu anakku sudah datang "


Seorang wanita tua yang dulu nya bergaya bak sosilita ,sedang duduk dengan pakaiannya yang sederhana ,dan senyumnya pun tampak ikhlas dengan takdir hidupnya


Dokter dan suster yang khusus merawat ibunya pun telah menunggu Arya ternyata dari tadi

__ADS_1


"Selamat datang Tuan Arya ,mm apa anda sudah siap membawa bidadari anda pulang hari ini "


guyonan dokter yang membuat ia bersemangat setiap harinya


Arya langsung memeluk ibunya dan memberikan setangkai bunga ,lalu menyapa dokter tersebut


"Tentu saja Dokter, aku kembali bersemangat melihat ibuku sehat dan bisa tersenyum bahagia sekali hari ini "


Tepat hari ini ibunya keluar dari rumah sakit ,dan hari ini juga ayah nya akan di eksekusi mati atas dasar tuduhan kasus korupsi yang menimpanya , tapi Arya sengaja tak mau memberi tahu ibunya ,ia takut itu akan mempengaruhi kondisi kejiwaan ibunya yang baru sembuh


Setelah berpamitan dengan Dokter dan suster yang merawat ibunya


ia pun langsung membawa ibunya pulang hari ini


"Baiklah ,Tuan Arya , sering-sering lah kalian mampir kemari ya ..."


Apa yang di katakan dokter itu ha ,hah basa-basi yang paling tidak di sukai oleh keluarga pasien yang baru sembuh seperti ku Hmm ,


amit-amit aku tak berharap lagi bisa mengunjungi tempat ini lagi , jangan sampai untuk kedua kalinya


Saling berpandangan dan langsung bersalaman untuk pulang


"Terimakasih kalian telah merawat ibu saya dengan baik "


Arya pun segera melajukan mobilnya dan berharap tak pernah kembali lagi ketempat itu


laju mobil telah membawa mereka menjauh dari rumah sakit tersebut


Selama di dalam mobil ,ibu nya sempat bertanya


"Anakku ini bukannya tanggal 14 February ya nak "


"Ehemmm iya Bu ,emangnya kenapa Bu "


Arya menjawab dengan enteng sekali


Ibunya tersenyum sambil memandang keluar jendela


"Hari ini adalah hari ulang tahun pernikahan ibu dan ayah mu Nak ...."


Jreng...


Arya kaget ia tak menyangka jika ibunya berpikiran sejauh itu , ia nampak gugup tak tau apa yang ingin ia jawab, Arya berusaha menahan air matanya agar tak menetes ,


Ibu maafkan aku...


Hari ini adalah hari kebahagiaan untuk kedua orangtuanya ,tapi hari ini juga sekaligus hari paling berduka untuk mereka semua karena tepat di hari ini ayah nya harus segera pergi dari dunia ini


Ia tak bisa menjawab pertanyaan dari ibunya karena ia sudah berjanji pada ayahnya , untuk tidak memberi tau ibunya , apa yang terjadi hari ini pada ayahnya , Karena ayahnya takut jika dapat kembali menganggu kejiwaan istrinya


Arya mengingat perkataan ayahnya

__ADS_1


"Nak tak perlu kau beri tau tentang ayah pada ibumu ,karena ayah takut itu akan menganggu kesehatan mental ibu mu yang baru pulih"


__ADS_2