
Dalam waktu yang bersamaan namun arah yang berlawanan Seperti Tuhan telah mengatur semuanya ,mobil Alena dan Alea pun langsung masuk kedalam parkiran gedung perpustakaan, mereka langsung turun dari mobil dan berpelukan
"Arika ..."
"Alea "
Tangisan mereka pecah "Ayo cepat naik kedalam mobilku "
"Ya tunggu sebentar aku mau mengambilkan sesuatu "
"Kita akan kemana ?"
tanya Alea
"Nanti kau akan tau kemana kita "
Arika melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang ia juga sambil memegang google Maos
tak lama mereka sampai disebuah tempat yang sudah ramai rumah penduduk dibawahnya ,namun ada satu bukit yang masih nampak dari bawah
"Kita akan kesana "
Menunjuk kearah bukit
"Ayo "
Dua orang gadis cantik tersebut naik keatas tebing,lalu Arika menemukan pohon besar dan ia mencari sesuatu
"Arika apa yang sedang kau lakukan "
"Nanti dulu aku sedang mencari sesuatu "
Arika memasukkan tangannya kedalam pohon kayu dan ia berhasil menemukan sesuatu
"Ini dia, akhirnya ketemu "
Arika langsung mengeluarkan Segera isi kertas tersebut dan sambil menangis ia membaca semua isi hati mamanya ,dan segala keinginannya , karena menurut kepercayaan Siska dan Ana jika keinginan mereka belum terkabul maka mereka harus menyimpan permintaan mereka didalam pohon tersebut , keinginan Ana sudah terkabul maka ia tak memiliki tulisan apapun didalam pohon tersebut
Arika menjelaskan pada Alea jika ini adalah tempat rahasia mamanya dan sahabatnya
"Tapi mamaku dan papamu tau tempat ini
Alea "
Alea langsung memberikan buku catatan pada Arika "Apa ini Lea "
"Itu buku catatan milik ibuku dan didalamnya juga ada Poto Papaku dan mamamu "
Mereka saling bertukaran buku catatan ,dalam beberapa menit mereka berdua saling berpandangan dan menangis tersedu-sedu
"Kita lahir bukan dari cinta ,tapi ketidak sengajaan tapi mama dan papa kita menyayangi kita melebihi nyawa mereka "
"Kau benar Arika ,aku tak menyangka mereka berdua memiliki rasa cinta yang luar biasa "
"Sudah jangan bersedih ,mama dan papa kita berhak bahagia , kita akan membuat rencana agar mereka bisa bertemu kembali "
"Aku tau caranya "
Alea dan Arika langsung tersenyum tanda bahwa permainan ini akan segera dimulai
"Aku Arika .."
"Dan aku Alea ..."
"Kami berjanji akan menyatukan cinta Arya dan Siska agar kembali bahagia "
Mereka berteriak dari atas bukit tersebut seperti yang sering di lakukan Ana dan Siska dahulu , namun pada saat mereka berteriak mereka malah mendapatkan makian dari seseorang yang membuat rumah tepat di bawah bukit tersebut
"Berisik woyyy ! ngapain teriak-teriak diatas atap rumah orang ,anak gue nangis be gara-gara bacot Lo gede "
Karena perubahan zaman suasana disekitar bukit pesona sudah ramai penduduk dan rumah-rumah perumahan , Alea dan Arika lupa soal itu karena terpengaruh tulisan lama milik kedua orang tua mereka
"Astaga Arika aku lupa aku pikir ini masih zaman dulu "
"Iya sama aku juga , ayo kita segera pulang "
Mereka berdua pun langsung buru-buru turun mereka berencana merencanakan rencana mereka masing-masing
Dirumah Arya
"Halo semuanya papa pulang ..."
"Halo juga papa ,Aku sayang papa "
"Tumben "
ucap Arya heran karena biasanya putrinya itu paling sewot jika ia pulang telat walaupun baru beberapa menit saja
Sambil memeluk papanya Alea bercerita jika dikampusnya akan mengadakan acara perkemahan yang wajib di ikuti jika tidak maka tidak akan mendapatkan sertifikat
"Bagaimana Pa ,kalau Alea tidak pergi Alea tidak bisa ikut wisuda nanti "
Arya langsung naik pitam mendengar Alea yang akan pergi berkemah , karena ia takut jika terjadi sesuatu pada putrinya apa lagi mengingat kelakuannya masa muda dulu
"Tidak bisa ! acar kampus model apa itu aneh-aneh saja ,biar nanti papa temui rektornya , papa tidak mau anak papa ikut acara aneh itu "
Alea sudah menduga jawaban papanya ,namun ia tak menyerah , dengan cepat ia langsung memencet nomor Arika ,
Arika yang kebetulan berada disampingnya langsung mengerti kode dari Alea tersebut
"Mama..mama ayo Ma tolong mama berbicara dengan papanya Alea Ma .. please "
"Kenapa Mama ? "
"Coba mama bantu berbicara katakan jika ada Arika yang akan menjaga Alea ,Arika jago beladiri juga ,Ayo ma , papanya galak banget "
"Oh papanya teman kamu yang belum menikah sampai sekarang itu ya ? "
"Iya Ma benar "
"Hmm pantas saja dengan anaknya sendiri aja galak apa lagi dengan wanita lain "
ungkap Siska
Arika langsung menekan nomor telponnya Alea
"ini ma ayo "
handphone milik Alea berbunyi dan Alea langsung mengangkatnya
"Pa ini ada yang ingin berbicara ,ayo ambil "
"Telpon dari siapa ? papa tidak mau mengangkatnya "
"Ayo Ma bicara "Desak Arika
"Iya sabar sayang "
Alea langsung menekan tombol speaker
Arya terus menolak telpon yang diberikan oleh Alea hingga , Terdengar suara yang tak asing di telinganya
__ADS_1
Sedangkan Alea dan Arika sudah kompak untuk merekam saat mereka berdua saling mendengarkan suara satu sama lainnya
"Halo...Halo..."
Arya yang tadinya tak mau mengangkat telpon tersebut langsung mengangkat kepalanya dan terdiam
sedangkan Siska tak mendengar ada suara balasan "Mana suaranya nggak ada Nak "
Arya langsung mengambil ponsel tersebut dan menjawabnya,Seakan mendengar sesuatu yang sudah sangat lama sekali ia ingin sapa kembali
Alea melihat dari kedua mata papanya , memang benar apa yang dituliskan mamanya jika cinta Arya pada Siska tak akan lekanng oleh waktu
Baru saja Siska ingin mengembalikan ponsel milik Arika ia kaget saat suara yang berada di telpon tersebut membalasnya
"Iya Halo ...."
Seketika wajah mamanya berubah ,seakan memori masa lalunya kembali lagi ,
Arika bertepuk tangan didalam hatinya
Mm mama rupanya ini yang ada didalam hati mama ya , hmm mama adalah anak yang berbakti,adik perempuan yang penurut ,istri yang baik dan juga mama yang sempurna ,
Arika akan memberikan hadiah terindah untuk hari tua mama,
"Ayo ma bicara "
Bisik Arika
"I..iya..."
Mamanya kelihatan gugup
"Maaf pak saya orangtuanya Arika , saya ingin meminta izin agar anak bapak bisa ikut kegiatan kampus , jangan khawatir anak saya Arika akan menjaganya Karena ia jago beladiri ,lagi pula acara kampus itu bukan disebuah hutan yang menakutkan tapi disebuah garden yang sangat cantik dan berada dipinggiran kota "
"Garden Himalaya kah ?"
tanya Arya
"Iya benar "
Siska tertawa
Arya kembali terdiam dan langsung mematikan ponselnya
"kau boleh pergi tapi nenek ikut "
"Ya ampun papa!!!"
"Ajak saja nenek, papa tau tempat itu bagaimana "
"Tapi nggak ada ,yang bawa neneknya Pa !"
"Jika mau pergi ikuti saja kata papa jika tidak ya sudah "
Alea nampak pasrah tapi dari pada tidak diperbolehkan maka ia mau tidak mau membawa neneknya yang berambut biru tersebut
"Nenek papa payah sekali !"
Tapi sebelum masuk kedalam kamar Arya bertanya pada Alea
"Itu mama temanmu siapa namanya ?"
Alea berpura-pura tidak tau "Memangnya kenapa Pa ?"
"Oh tidak ada suaranya aneh saja "
Arya berbohong,tapi malah membuat Alea tersenyum-senyum sendiri didalam hatinya
Neneknya heran melihat Alea yang tersenyum-senyum sendiri itu "Lea..Lea.. kenapa kau ha ?"
Alea langsung mencium neneknya
"Aku sayang nenek mmmmmmmuuuuuaaahhhh"
dan berlari masuk kedalam kamarnya
Begitu juga dengan Arika dan Siska ,
"Telponnya sudah dimatikan nak ini "
"Apa katanya Ma ?"
Arika mulai memancing ucapan mamanya Karena wajah mamanya seketika berubah menjadi sangat aneh sekali
"Tidak ada ia hanya menanyakan tempat nya saja "
Siska berdiri ingin buru-buru pergi dari hadapan Arika
"Hanya itu saja ma ? tak ada mengatakan iya atau tidak ?"
"Iya tidak ada , mama mau istirahat dulu ya "
terlihat buru-buru sekali ,tapi Arika tau jika mamanya itu sedang gugup karena mendengar suaranya Arya
"Baik mamaku terimakasih ya "
Arika bertepuk tangan didalam hatinya
"Wah sehebat itu ternyata kekuatan cinta ya ,hanya mendengarkan suaranya saja wajah mama langsung berubah begitu apa lagi jika mama bertemu langsung dengan orangnya ya "
Siska masuk kedalam kamarnya lalu duduk dan merenung
"Kenapa suara itu mirip sekali dengan suara kak Arya ,ah tidak-tidak aku hanya kurang istirahat saja , tidak baik memikirkan suami Orang lain ,lagi pula sudah belasan tahun berlalu ,dan aku yakin ia sudah bahagia hidup dengan Alena "
Flash back
Setelah lima tahun melahirkan Arika ,Siska tak sengaja bertemu dengan Arya waktu itu disebuah mall, ia melihat Arya yang berbelanja banyak sekali barang kebutuhan untuk anak
Siska pun langsung menegurnya
"Banyak sekali belanjaannya kak "
"Iya ini banyak sekali "
menjawab tapi tak berani menatap Siska
"Kau sendiri ?"
Balas Arya
"Aku hanya membeli susu saja kak"
"Belanja sendirian aja kak ? mana Alena?"
"Oh Alena ada dirumah "
"Baiklah kalau begitu titip salam saja buat Alena kak,aku duluan "
Setelah itu ia tak pernah lagi bertemu dengan Arya ,tapi dapat disimpulkan dari apa yang ia lihat jika Arya berhasil menjadi sosok ayah yang sangat diidam-idamkan oleh orang lain
Bayangan kejadian itu juga terulang kembali dibenak Arya malam ini ,itu karena suara Siska barusan
__ADS_1
"Ah sialan gara-gara suara mama temannya Alea aku jadi galau begini ,ah bikin malu saja Arya sudah tua begini masih saja memikirkan istri orang lain "
Arya mengusap wajahnya
"Ntahlah aku sudah bingung sekali kenapa jadi kacau begini "
Kemudian ingatannya tiba-tiba kembali flashback saat ia bertemu Siska di mall .
pada saat itu Ia sedang membawa barang-barangnya yang banyak ,
itulah pertemuan terakhirnya dengan Siska
meski ia sempat berbohong soal Alena pada Siska
"Hah baiklah aku harus segera beristirahat bahaya jika otak ku ini terus berkembang kepada masa silam "
Malam itu setelah memastikan kedua orangtuanya tidur ,Arika dan Alea langsung saling menelpon satu sama lainnya
"Halo Arika apa kau sudah tidur ?"
"Belum aku ingin menunjukkan ini.padamu "
Arika membuka ponselnya yang satu lagi dan memperlihatkan bagaimana wajah mamanya
"Astaga Arika lihatlah wajah mamamu salah tingkah begitu dan ia kelihatan gugup sekali "
"Haha iya , kau benar memang benar ternyata mereka memiliki perasaan cinta yang besar "
"Dan sekarang kau lihatlah Arika , bagaimana reaksi wajah papaku "
Alea memperlihatkan bagaimana wajah papanya lalu mereka berdua tertawa bahagia
"Hahaha aku tak menyangka jika cinta itu bisa awet sampai tua "
"Itulah yang aku katakan ,tapi jika bukan karena papa dan mama kita aku juga tak percaya soal ini "
"lalu bagaimana dengan izinmu apa di setujui"
Alea terlihat murung "Alea...Alea ..kau kenapa ? ayo cepat katakan ? apa papamu tak mengizinkan kau pergi ?"
Alea yang tertunduk lemas menggelengkan kepalanya
"Lalu kenapa katakan ayo biar kita bisa sama-sama mencari solusinya ?"
"Hmm masalahnya itu aku harus membawa nenekku "
Arika langsung tertawa "Buahahahah cie yang bawa ajudan "
Sambil memangku wajahnya Alea tampak lesu
"Arika tolong hentikan tawamu, karena semakin kamu tertawa seperti itu malah membuat aku semakin kesal "
"bahahaha sudah sebaiknya kita istirahat saja dulu , besok kita pikirkan cara kedua ,apa lagi ada nenekmu bagaimana kalau nenekmu kita jadikan sebagai alat pendekat untuk mereka "
"Hah kau tidak tau bagaimana nenekku ini Arika ,dia hanya bisa menambah beban kita saja disana nanti "
Arika semakin penasaran saja dengan neneknya Alea
"Hoammm sudah ah kita tidur besok kita harus kekampus lagi untuk menyerahkan tanda pengenal ini "
"Ya .ya.. baik lah "..
Malam ini satu misi berhasil dan mereka berdua bisa tidur dengan nyenyak
masih ada misi lanjutan sebelum mempertemukan mereka berdua
"Mama Arika akan membuat mama bahagia "
Malam itupun berlaku dengan sangat bahagia sekali untuk mereka berdua Alea dan Arika
.....
Teng..
Teng...
itu bukanlah bunyi lonceng sekolah , namun bunyi wajan dan spatula yang di letakkan neneknya di jendela kamarnya ,alarm alami yang selalu diputar Neneknya setiap pagi untuk membangunkannya
"Iya Nek Alea sudah bangun "
Suara itupun terhenti,ia melihat jam dan kaget saat melihat sudah jam delapan pagi
"Astaga aku telattt"
Alea buru-buru mandi , karena terlalu terburu-buru Alea salah menyarung sepatu ,ia tak sadar jika ia malah memakai sepatu papanya sebelah
"Ya ampun aku bisa di hukum kalau telat..."
Saat Arya sudah rapi hendak kekantor ia kaget saat melihat sepatunya yang tinggal sebelah saja
"Mana sepatuku sebelahnya?"
"Ibu...ibu ..."
"Ya ada apa ?"
"Ibu kemanakan selatuku ?"
"Sepatu apa ?"
"Sepatu kerja ku Bu."
"Ya disana memang tak ada ibu pindahkan kemana-mana "
"Tapi tak ada Bu "
"Mungkin dibawa lari tikus "
"Dibawa lari tikus atau ibu lemparkan keanji*g tetangga"
Ibunya langsung keluar dari dalam kamarnya
"Ini kau pakai sepatu ibu saja "
"tapi Bu,"
"Sudah pakai saja , itu kaki kita kan sama satu ukuran , sama-sama kaki gajah"
"hah ibu saja "
Arya langsung memakainya dan ....
"Baiklah lumayan. Bu ....Arya pergi ya ".
"Ya pulang kerja jangan lupa bawakan ibu menantu ya,ibu sudah lelah selalu saja kau panggil setiap hari seperti istrimu"
berteriak dari dapur
"Jika aku menikah lagi itu berarti aku tidak butuh ibu lagi ,lalu ibu mau aku taruh dimana ?"
Arya sengaja menggoda ibunya
__ADS_1