
Masih episode Bian dan Arika ya, nanti setelah ini baru Alea dan Raja.
MMM .. mudah-mudahan novel ini bisa segera tamat nantinya ya ....
terimakasih untuk terus betah di sini ☺️
....
"Aku benar-benar tak habis pikir dengan papamu Bian" Ana langsung mengeluarkan taringnya dan kali ini Adita tak bisa berkutik sama sekali
"Ayo masuk kamar,aku ingin bicara padamu!"
Aditya yang tadi seperti seekor singa yang sangat bringas langsung berubah menjadi kucing kecil yang tak banyak tingkahnya
"Baiklah Nyonya Ana"
Bian langsung senyum-senyum sendiri, melihat tingkah kedua orang tuanya
__ADS_1
"Ini baru mereka saja, belum nanti yang lainnya ikut-ikutan menggoda, maka ini akan lebih mengerikan dari yang aku bayangkan"
Bian langsung pergi ketaman belakang untuk bermain basket karena memang sudah lama sekali ia tak bermain basket
Sekitar satu jam lebih Bian asik bermain basket sampai melupakan Arika yang berada didalam kamarnya.
"Jam berapa ini?" ucap Arika menggosok matanya
"Sudah berapa lama aku tertidur" ia melihat jam dan sudah jam empat sore
soalnya rumah untuk mereka sudah disiapkan yaitu rumah maminya Siska yang diwariskan untuk Arika.
"Mana Bian..." tapi tiba-tiba ia mendengar suara bola dari bawah ,dan ia langsung membuka jendela kamarnya.
terlihat lah Bian yang sedang main basket, ototnya terlihat begitu menonjol belum lagi keringat yang mengucur deras dari dahinya membuat Bian malah semakin seksi sekali
"Dia..." Arika sampai tak bisa berkata apapun lagi saat melihat dengan mata kepalanya, padahal dari kemarin ia sama sekali tak melihat ada kelebihan sedikitpun pada Bian saat di kampus tapi hari ini justru ia menatap Bian dengan penuh rasa kagum
__ADS_1
"Sungguh aku tak menyangka dia memperhatikan aku dari jendela" Bian langsung tersenyum geli, karena Arika tak menyadari cermin yang ada di depan ring basket nya mengarah kearah jendela,jadi terlihat dengan sangat jelas Arika sedang memandangnya dari atas sana
"Sungguh aku sangat yakin jika ia baru menyadari ketampanan ku ini" Bian terlihat Sangat percaya diri sekali.
tapi ia sengaja membuat Arika benar-benar terpana melihatnya, ia bermain dengan skill nya yang sangat keren sekali
"Astaga Kenapa aku jadi begini ya" wajah Arika memerah ia langsung membalikkan tubuhnya dan menutupnya dengan kedua tangannya
"Kenapa dia jadi sangat keren begini sih" Arika mulai khawatir dengan perasaannya sendiri, takut jika ia kecewa ternyata Bian memiliki perempuan lain, ia baru teringat dengan perempuan yang ia lihat bersama Bian saat itu di bandara
"Arika, apa yang terjadi? kau melupakan sesuatu? kau ingat perempuan itu kan?" mendadak tanduk nya keluar dari atas kepala.
ia langsung mencari-cari Bian yang ternyata sudah tidak ada lagi dibawah
"Kemana dia? jangan-jangan dia sedang menelepon perempuan itu? tapi kenapa selama dua Minggu ia bersama ku, tak ada sama sekali tanda-tanda ia menelepon orang lain ya?" Arika mendadak terbakar api cemburu
"Tak bisa, ini sama sekali tak bisa di biarkan, kenapa aku bisa seceroboh ini sih" Arika benar-benar merasa sangat kecewa karena bisa terhanyut dengan suasana bulan madu, sampai melupakan perempuan yang ia lihat di bandara kala itu.
__ADS_1