Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Atas bawah


__ADS_3

"Apa ? kau mengizinkan aku tuk poligami ?"


Alena mengangguk "Iya "


sama seperti tadi ia sama sekali tak menatap kearah Arya , sedangkan Arya dari tadi terus memperhatikan nya melalui kaca spion mobil


Perasaan nya semakin kacau ,kentutnya bergantian meletus Seperti lagu balonku ada lima tapi sayang nya hati Arjuna yang rupa-rupa warnanya


.


Alena menutup hidung nya dan langsung membuka kaca jendela nya


ia tak marah dan tak juga mengeluarkan pendapat nya


Kenapa dia ?


Pertanyaan bermunculan dibenak Arya


tapi ia gengsi untuk bertanya ,


"Baiklah kita akan pulang "


Sesampainya di rumah Alena langsung mandi dan berganti pakaian , namun kali ini ia membawa baju ganti kedalam kamar mandi , sama sekali tak mau menyentuh kulit Arya


seperti biasa ia menyiapkan makan malam dan membersihkan rumah , nampak pakaian Arya yang belum di cuci sangat banyak ,


Seperti biasa itu adalah tugas Alena , selesai mencuci Arya sengaja mengambil semua pakaian di dalam lemari kearah Alena


"Eh lupa ini masih ada yang kotor "


Alena Hanya menjawab "Ya sudah taruh saja di situ"


Padahal seharian ia bekerja dan nampak wajahnya benar-benar kelelahan sekali ,ia tetap tangguh dengan satu ginjal di tubuhnya ,ntah terbuat dari apa hati gadis ini, namun yang pasti jodoh adalah cerminan diri , mungkin benar Arya playboy dan sikapnya tak baik ,namun siapa yang tau jika hati Arya tulus dan murni, ia bisa saja mengajak Siska untuk kawin lari tapi tak ia lakukan


Setelah semua tugas nya selesai ia lakukan ia masuk kekamar ibu mertua nya ,


Arya yang selama ini tak pernah memperdulikan nya saat ini ,detik ini juga justru menjadi penasaran dengan sikap bungkam nya


yang tak banyak bicara seperti biasa


"Apa yang akan ia bicarakan dengan ibu ya "


Arya diam-diam membuntuti nya dari belakang


kebetulan pintu kamar ibunya terbuka sedikit ia melihat perlakuan Alena pada ibunya ,ia memijat tangan dan kaki ibunya sampai ibunya tertidur dan itu sama sekali tidak pernah ia lakukan


ia langsung tersandar

__ADS_1


"Aku tau kenapa ibu sangat menyayangi nya ,ia memperlakukan ibu seperti malaikat, bahkan aku yang anaknya sendiri pun tak pernah memperlakukan ia seperti itu , ibu ku Benar-benar merasa nyaman saat bersama nya ,ia tak perduli jika ibuku pernah sakit jiwa


Apa yang salah dengan nya , aku bahkan tak pernah melihat kebaikan yang tulus dari nya, memberikan satu ginjal untuk ibuku secara cuma-cuma , menghabiskan waktu bersama lelaki yang sama sekali tak memperdulikan nya , apa sebenarnya yang aku cari,jika aku menikah dengan Siska apa dia bisa memperlakukan ibuku sebaik Alena , yah aku tau cara Dimas salah ,namun aku yakin Dimas tak mungkin memilih perempuan sembarangan untuk ku, aku tau Dimas juga menyayangi ku sebagai sahabat nya , Aditya benar aku harus mencoba semua nya dulu "


Ibunya nampak sudah tertidur dengan pulas


Alena menyelimuti nya dan mengecup ibunya


"Selamat malam ibu , tidur yang nyenyak ya "


Buru-buru Arya berlari kekamar nya ,ia bahkan sampai terpeleset karena terlalu terburu-buru sambil berjalan dengan terpincang-pincang ia pun langsung masuk kedalam kamar ,


"Ya Tuhan sumpah ini sakit sekali, pinggang ku rasanya mau copot "


Alena masuk kedalam kamar , Seperti biasa ia mengambil bantal dan tidur meringkuk di lantai tanpa selimut ,


biasanya ia selalu tidur memandang kearah Arya ,namun kali ini berbeda ia mengarahkan wajah nya menghadap ke dinding


Karena kesal dengan Alena setiap malam Arya sengaja membuat suhu AC di kamar nya dengan suhu yang paling dingin, tanpa selimut, meringkuk di lantai ,Alena masih bisa tersenyum manis dengan nya setiap ,pagi


Arya baru menyadari terbuat dari apa hati perempuan ini ,ia benar-benar baik sekali


dan tak pernah marah , konon katanya jika ada orang yang terlalu baik maka umurnya biasanya pendek ,


Mengingat hal itu tiba-tiba ada rasa ketakutan di hati Arya jika tak melihat Alena lagi di dunia ini , air matanya menetes


Malam itu terjadi pergulatan batin di hati Arya


ia berdiri dan memberikan selimut pada Alena tapi tetap dengan cara melemparkan kewajahnya


"Hei kau pakai selimut ,lihat pakaian mu terbuka ,kau sengaja ingin menggoda ku ya "


"Maaf Kak Arya , aku tak bermaksud menggoda mu ,kalau begitu aku tidur di luar saja"


Alena hendak berdiri


"Jangan "


ucap Arya , sambil menggaruk ketiak nya dan sesekali mencabut bulunya membuangnya sembarangan , untung saja tak ada maknan di tempat itu hanya ada gelas yang berisi air minum di samping tempat tidur nya


Sambil mencabut bulu ketiak nya ia bersikap santai


"Jangan membuat ibu ku curiga dengan sikap mu,"


"Baiklah Kak "


kembali tidur di lantai

__ADS_1


"Hei siapa yang menyuruhmu tidur di sana "


Alena langsung berdiri dan membawa selimut dan bantal masuk kedalam lemari


"Astaga apa yang kau lakukan di sana"


"Bukannya tadi kau tak memperbolehkan aku tidur di sana ,aku rasa lemari adalah tempat yang paling aman untuk ku tidur "


Baru saja ia duduk Alena sudah terbatuk-batuk


Dengan cepat Arya memberikan minum yang berada di samping tempat tidur


"Ini cepat minum"


Air minum langsung di habis kan oleh Alena namun "Tapi kok banyak sekali bulu nya di dalam minuman ini , bulu apa ini ?"


Alena mengambil beberapa bulu yang tertinggal dari dalam mulutnya


Buru-buru Arya menurunkan tangannya , tampak separuh ketiaknya sudah botak karena bulunya sudah ia cabut berulang kali


"Bulu ? "


Mengambil paksa gelas yang di pegang oleh Alena


"Mana ada bulu itu rambut mu, atau bisa saja bulu di gigi mu rontok tapi kau tak menyadari nya ,sudah cepat kau tidur di atas kasur saja,aku kepanasan masalah nya ,biar aku tidur di bawah saja !"


"Kak aku tidur di atas dan kau tidur di bawah ,atau bagaimana ?"


"Ya kau di atas dan aku di bawah "


"Maksudnya ? "


"Aku di bawah dan kau di atas , aku sudah bosan di atas terus sesekali ingin mencoba di bawah !"


kebiasaan ibunya yang suka buang air tengah malam , membuat ia tak sengaja mendengar kan pembicaraan tersebut,ia sengaja menempelkan telinganya di pintu,


"Aduh akhir nya aku akan punya cucu , ya ampun mereka ternyata diam-diam Astaga..."


Pada saat bersamaan Arya hendak menaruh gelas di luar,ia membuka pintu dan mendapatkan ibunya yang sedang berdiri


"Hah ibu ? belum tidur ?"


"A..anu ibu habis buang air kecil ,Hoamm...ini mau tidur lagi "


Arya menggelengkan kepalanya


saat melihat banyak sekali bulu di dalam gelas tersebut

__ADS_1


"Astaga bagaimana mungkin semua nya bisa terkumpul di dalam gelas ini !"


__ADS_2