Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 280


__ADS_3

Arika langsung masuk dan mandi dengan gerakan yang cepat sekali


"Sungguh sangat menyebalkan, uh...mana perih sekali, ya Tuhan... ini semua gara-gara Bian"


Arika sengaja mandi agak lama agar ia tak banyak bicara dengan Bian,


tapi rupanya Bian masih saja menunggunya di luar


Tok...


Tok ..


"Arika cepatlah keluar, aku sudah lapar ini"


"Hah, apa lagi sih mau nya cerewet sekali, mau makan saja merepotkan orang, tinggal makan saja apa susahnya sih"


Arika bergerutu, hal yang wajar saja sih kenapa ia bisa mengatakan hal seperti itu karena Bian memang sejak awal bertemu dengannya sudah membuat banyak hal yang memancing adrenalinnya


"Arika ayo cepat aku ingin makan, sudah lapar sekali perutku, jangan. sampai kau lupa jika aku ini adalah suamimu sekarang, harus kau layani semua kebutuhannya, jangan sampai aku tidak kau urus ingat itu"


"Dasar cerewet,"


Arika langsung membuka pintu kamar mandi, tapi rasa perihnya masih saja tetap tersiksa


Pintu terbuka, tampak makanan sudah banyak sekali diatas meja, rupanya Bian sengaja menyusun makanan diatas meja untuk mereka berdua makan bersama

__ADS_1


Setelah mandi aura kecantikan dan kemolekan tubuhnya Arika semakin terpancar, rambutnya yang basah dan aroma tubuhnya yang wangi membuat Bian ingin terus-menerus memberikan serangan padanya, namun tidak bisa semudah itu karena ia melihat Arika sangat susah sekali untuk berjalan


"Ayo sini kau duduk saja"


Bian langsung menarik tangan Arika dan menarik kursinya


"Ini sekarang kau duduklah yang manis dulu disini ya, sekarang makan yang banyak, mau makan apa?"


Bian mengambilkan nasi dan mengambil banyak lauk pauknya masuk kedalam piring Arika


tentu saja Arika langsung heran dan dia langsung bertanya-tanya sendiri


Dia ini kenapa sih, tadi bukannya ia yang memaksaku untuk cepat-cepat keluar supaya bisa menyiapkan ia makanan, tapi sekarang kenapa ia yang malah memperlakukan aku dengan sebaliknya ya? kan aneh sekali,


"Ayo makanlah yang banyak, kau mau makan apapun nanti aku akan menyuruh chef untuk memasaknya, ayo makanlah"


"Astaga, kau ingin membunuhku ya?"


Arika langsung melotot


"Iya aku ingin membunuhmu dengan kenikmatan yang sangat dahsyat"


"Tidak lucu, kau pikir aku ini induk gorila, makan sebanyak ini ha?"


"Bukan begitu, aku ingin kau makan yang banyak agar tubuhmu semakin fit sehat dan semakin bugar tentunya"

__ADS_1


"Maksudnya apa?"


"Ya tidak ada maksud apa-apa,aku hanya tak mau kau menjadi kurus setelah pulang dari sini, kau harus bahagia dan juga bertambah gemuk"


"Aku sungguh tak mengerti apa yang ada di pikiranmu, yang jelas aku tak akan mungkin bisa menghabiskan makanan ini"


melihat Arika tak jadi makan, Bian tak tinggal diam ia pun langsung mengambil piring tersebut dan menyuapi Arika


"Buka mulutmu cepat...."


"Tidak mau!"


"Kau buka mulutmu, atau aku akan memaksamu?"


"Paksa saja kalau bisa"


"Baiklah kalau kau tidak mau maka aku akan memasukkan sesuatu kedalam mulutmu"


memandang ke arah bawah


Arika langsung cemas saat Melihat tatapan matanya Bian, itu tandanya Bian benar-benar tak main-main dengan ucapannya


Arika pun langsung membuka mulutnya


"Ayo cepat...."

__ADS_1


"Nah ini kan enak...."


__ADS_2