Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Bab 291


__ADS_3

"Kepalaku pusing sekali" Arika nampak mual saat digendong oleh Bian


"Arika, kau berisitirahat saja malam ini ya, itu lebih baik dari pada kau begini"


"Tapi besok kita sudah pulang,momen seperti ini tak bisa lagi di ulang, apa lagi pulau ini akan selalu di minati oleh orang-orang"ucap Arika memaksakan diri


"Jangan khawatir kalau begitu,aku akan segera memastikan kau dalam keadaan baik-baik saja, tak perlu khawatir ya, karena aku bisa menunda keberangkatan kita besok pagi jangan khawatir "


Bian langsung membuka pintu kamarnya dan meletakkan Arika di atas kasur,jangan khawatir ya semuanya akan baik-baik saja"


ia langsung keluar dari dalam kamar untuk bertemu dengan resepsionis penginapan indah itu karena memang sesuai permintaan Arika


"Mohon maaf sekali Tuan, tapi besok pagi akan ada tamu yang datang dan mereka bukan hanya beberapa orang saja, tapi sekitar seratus pasangan yang datang dari berbagai negara dan mereka sudah memesan tempat ini satu tahun yang lalu, jadi dengan sangat menyesal kami tidak bisa mengabulkan permintaan anda Tuan" Bian pun tak mungkin seegois itu apa lagi mendengar ucapan resepsionis tersebut orang- orang yang rela sampai ngantri selama itu

__ADS_1


"Sekarang katakan padaku,apa tak ada cara lain untuk aku dan istriku masih berada ditempat ini"


"Tuan mohon maaf dengan segala kerendahan hati yang sangat dalam waktu dua Minggu yang anda lewati ditempat ini sudah sangat khusus kami sediakan" Bian pun langsung pergi tanpa berkata apapun, karena ia benar-benar merasa gagal membuat Arika bahagia


"Hah, apa yang harus aku katakan pada Arika, ia pasti akan sangat kecewa sekali karena aku tak bisa membuat ia bahagia " ia melihat kearah luar dan bulan terlihat sangat besar dan cantik sekali


"Arika benar suasananya sungguh sangat indah dan cantik sekali"Bian melihat sambil berjalan kearah luar,desiran ombak terdengar begitu cantik sekali, bagaikan alunan musik yang sangat indah sekali


Bian langsung masuk kedalam kamar dan melihat Arika yang sudah terbaring


"Baiklah saat nya aku akan membuat kamar ini menjadi sangat indah " ia langsung membuka jendela kamarnya dan juga gorden tersebut selebar mungkin dan langsung mematikan lampu kamarnya


langsung saja cahaya rembulan masuk kedalam kamarnya belum lagi angin pantai yang berhembus membuat mereka tak perlu khawatir karena begitu sejuk sekali

__ADS_1


"Bagaimana apa kau suka tempat ini?" tanya Bian pada Arika yang tersenyum karena melihat pemandangan cantik dari dalam kamarnya


"Tentu saja, ini sangat cantik sekali, apa lagi jika kau tau sebenarnya banyak sekali hal yang membuat kita menjadi manusia yang sangat bersyukur, lihatlah meskipun kita tak bisa menikmati di luar sana, tapi didalam sini jauh lebih menenangkan"


"Kenapa, apa kau tak mendapatkan izin untuk berlama-lama ditempat ini?" Arika sepertinya sudah tau, karena ia beberapa kali bertanya tentang tempat ini pada pelayan disana


Bian langsung menciumi tangan Arika dengan sangat lembut sekali "Aku akan melakukan apapun untuk mu, tapi ternyata..."


"Ternyata sudah banyak sekali orang-orang yang menunggu momen liburan ketempat ini bukan" arika tersenyum


"Bagaimana kau tahu?"


"Aku hanya ingin mengetes bagaimana kau akan melakukan apapun untuk ku itu, sesuai yang kau ucapkan itu" tersenyum manis

__ADS_1


__ADS_2