Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Berdansa


__ADS_3

Arya asik mengobrol dengan Aditya dan rekan bisnisnya yang lain , Siska nampak bergandengan tangan dengan Arjuna


Sedangkan Alena dia berbicara dengan para elite kaya raya dan nampak begitu cerdas sekali


Tatapan mata Arya bukan tertuju pada Siska tapi lebih kepada Alena ia melihat Alena yang begitu akrab sekali dengan lelaki tersebut belum lagi senyuman manis terukir di samping bibirnya


Nampak juga Rima dan Dimas namun Rima lebih tertarik mengobrol dengan beberapa kolega teman mamanya


Saat Dimas lengah Arya langsung menarik tangannya


"Dim,aku ingin berbicara padamu "


"Ada apa "


Satu hantaman keras mendarat di wajah Dimas


Bug...


"Ini untuk cintaku yang kau pisahkan "


Bug...


"Dan ini untuk Alena dan keluarga nya"


"Apa yang kau lakukan padaku Arya ,kau kenapa "


Nafas Arya masih tersengal-sengal menjawab pertanyaan dari Dimas


"Kau bertanya apa yang aku lakukan ,sudah lama aku ingin menghantam wajahmu itu ,dan hari ini akhirnya aku melakukan nya , sudah puas kau menjadi Tuhan atas segala takdir hidup ku ha , aku sudah tau semuanya ,aku sudah tau semua rencana mu termasuk siapa Alena , kenapa kau selalu saja membuat ku pusing Dimas "


Arya duduk dan mengacak-acak rambut nya .apa tidak cukup kau tak menyetujui aku dan Siska , biarkanlah aku mencari jalan ku sendiri ,aku tak mau lagi kau mengaturnya .


Sekarang Alena telah resmi menjadi istriku ,aku bisa saja menceraikan ia kapanpun aku mau tapi sekarang aku terjebak dengan takdir yang kau buat"


Arya terduduk di samping Dimas,


Sambil mengusap wajahnya yang kesakitan Dimas menepuk pundak Arya ",Hmm aku rasa tak ada yang perlu meminta maaf ataupun memberikan maaf ya kan, karena jika tak Tuhan tak mengizinkan semua nya tak akan terjadi ,tapi kau nanti akan berterimakasih padaku , justru terkadang kita hidup di dunia ini harus banyak yang di korbankan , untuk menebus dosa-dosa kita yang telah lalu , apa kau tak mau mencoba dulu, aku tau kau sekarang mulai menikmati takdir ini , cintai apa yang ada sekarang ,namun jika nanti Tuhan berkata cinta mu adalah takdir mu maka biarkan saja jalan Tuhan yang akan menemukan caranya "


Dimas berdiri sambil memegang wajah nya yang terasa memar


Rima melihat Dimas dan Arya keluar dari belakang pintu lalu ia menyusul nya


"Permisi saya tinggal sebentar "


Siska dan Ana duduk berdua sambil berbincang-bincang perihal kehamilan nya


"Ah kau tak tau bagaimana aku mual-mual akhir-akhir ini , aku sungguh lelah sekali , untunglah Arjuna siaga menemani ku "


Ana Tersenyum "Kau sudah bisa berdamai dengan Takdir Siska ?"

__ADS_1


"Hah aku sedang mencoba menerima apapun yang ada di depan mata ku, demi anak ini juga "


Ana tersenyum


"Ketahuilah Siska tak semua yang ada di dunia ini bisa kau dapatkan, apapun yang menjadi takdir mu itu adalah yang terbaik menurut Tuhan berarti , percaya lah "


Arya melewati mereka ,Siska langsung menunduk seakan mengerti perasaan sahabat nya itu


"Aku tau dan aku sangat mengerti perasaan mu " Siska langsung memeluk Ana


Di tempat terpisah Alena benar-benar tak memperdulikan Arya sekali ,bahkan Arya sengaja berjalan di samping nya ,ia sibuk mengobrol dengan Tuan Romeo beserta kolega nya


"Ehem... aku haus "


Arya sengaja berbicara seperti itu di samping Alena , biasanya jangan kan bersuara nampak Arya memegang tenggorokan nya , Alena langsung datang memberikan minuman .


Semuanya kemudian kembali ke meja masing-masing sesuai dengan nomor meja yang telah di tentukan ,Alena duduk anggun di depan Arya , ia bahkan sama sekali tak mengambilkan nasi kedalam piring Arya


"Ehem...ehem..."


Alena asik makan sambil sesekali menengok ponselnya


"Aku lapar...."


Alena masih tak bergeming ,hingga akhirnya Arya memanggil nya


"Alena...Alena..."


Masih memegang ponselnya


"Aku ini lapar "


Wajah nya sudah mulai kesal


"Ya kak Arya tinggal makan saja, itu kan pilihan makanannya banyak aku takut jika nanti pilihan makanan untuk mu salah "


Dia berani sekali mengatakan itu padaku, bukannya dia selalu menomor satukan aku sebelumnya


"Oh baiklah jangan khawatir aku juga punya tangan untuk mengambil sendiri, atau kaki ku juga bisa aku gerakkan untuk mengambil nya ,kau juga boleh mencoba nya "


Alena tertawa cekikikan ia terlihat begitu asyik dengan ponsel di tangan nya


"Kau terlihat jelek sekali dengan pakaian seperti itu "ucap Arya kesal pada Alena yang tak memperdulikan nya


"Terimakasih kak,namun apapun yang kau ungkapkan untuk ku,juga tak akan berpengaruh apapun bukann,jadi ya apapun yang ingin kau katakan terserah padamu saja "


Arya makan dengan lahap sekali berharap Alena yang malu dengan sikapnya ,namun justru ia kembali seperti obat nyamuk saat Tuan Romeo meminta izin di meja mereka


"Permisi Tuan Arya ,apa boleh saya duduk disini bergabung dengan kalian "

__ADS_1


Tidak boleh !


sahur Arya tegas dari dalam hatinya


Namun Alena dengan ramah menjawab nya


"Tentu saja boleh Tuan, suamiku ini tidak pernah mempermasalahkan apapun terhadap ku , dia tidak terlalu perduli apapun itu tentang ku , silahkan duduk saja"


"Oh baiklah terimakasih"


Bau farfum yang sangat menyengat menusuk hidung Arya , ia tak bisa berkata apapun lagi selain rasa kesal yang sudah di ubun-ubun


"Bolehkah saya mengajak istri anda untuk berdansa Tuan "


Belum sempat Arya menjawab , Alena sudah memberikan tangannya


"Mari Tuan saya juga belum pernah berdansa semoga Tuan bisa mengajari saya "


"Oh tentu saja Nona Alena ayo "


Mereka berdua pergi berdansa di depan mata Arya yang sibuk memasuki seluruh makanan kedalam mulutnya


alunan musik klasik mengiringi dansa tersebut


Arya yang kembang kempis menahan amarah melihat Susana berbeda di samping nya


Arjuna nampak menyuapi Siska dengan sabar dan manja sekali


"Ini makanlah ,kau mau apa lagi "


Siska merasa tidak enak di perlakukan bak ratu Seperti itu bahkan Arjuna pun sama sekali tak membiarkan seekor nyamuk pun menghinggapi tubuh Siska


"Sayang ,awas ...."


"Kau tak perlu melakukan itu sayang "


Melihat mereka langsung saja muncul ide di kepala Arya ia berputar sambil memegang minuman , mendekati Alena dan menepuk dengan keras tangan Tuan Romeo


Puk...


"Maaf Tuan ada nyamuk menggigit anda "


Tangan nya terlepas lalu Dengan cepat Arya menyambut tangan Alena,


"kau ingin berdansa ayo marilah kita akan berdansa dengan tenang kau lihat lah , bagaimana aku akan mengajarimu berdansa dengan baik "


Alena merasa heran namun ia tak terlalu perduli


"Maaf Kak aku tak nyaman , sebaik nya aku kembali duduk saja, aku merasa tak sepadan dengan mu, permisi"

__ADS_1


Alena kembali duduk di samping Tuan Romeo


"Maaf Tuan telah menunggu"


__ADS_2