
Malam ini semuanya tidur dengan tenang , hanya saja Arika yang tak bisa tidur ,dia sedang merencanakan sesuatu untuk pertemuan mengejutkan mamanya dan Papa Alea
"Semoga semua rencana dapat berjalan dengan lancar "
Arika menarik selimut dan langsung tidur dengan nyenyak
"Selamat malam "
Ia mematikan lampunya
Keesokan paginya
Arika sudah bersiap-siap untuk pergi kali ini Siska yang langsung mengantarkannya
"Nenek Arika pergil dulu ya "
"Itu Mas Raja nggak pergi Arika "
Tanya Siska
"Nggak tau Ma, tapi kata Mas Raja dia nggak mau pergi "
Baru saja Arika berkata demikian ,tak lama terlihat mobil yang dikendarai oleh Raja melaju dengan kencang
"Hmm Sepertinya dia membawa mobil sendiri Ma "
"Memang boleh ya , membawa mobil saat situasi seperti ini ,apa lagi ini kan kemah kampus "
"Hmm ntahlah ma , tapi mama tau yang menjadi ketua panitia acara kemah ini ternyata adalah laki-laki sombong yang pernah Arika ceritakan itu Ma"
"Oh ya ? kok bisa sayang , mm dunia ini sempit sekali ya "
"Arika sangat muak Sekali melihatnya mama"
"Hmm tapi jika Arika bertemu dengan anaknya Tante Ana kemarin , pasti Arika sangat suka , dia tampan,baik, hormat pada wanita , lembut ia benar-benar bisa membuat siapapun jatuh hati , mama sangat senang sekali melihat anak muda yang sopan seperti itu ".
Arika mengerti arah ucapan Mamanya itu
"Hmm kalau Arika selalu mengikuti apapun yang mama katakan, terbaik bagi mama pasti terbaik untuk Arika , syurga itu dibawah telapak kaki mama, Arika akan melakukan apapun demi kebahagiaan mama "
Wajah Siska menjadi terlihat begitu bahagia sekali mendengar ucapan dari Arika ditambah lagi , matanya terlihat berbinar-binar sekali
Sedangkan Alea sudah datang duluan bersama neneknya yang berambut biru itu , ia tampak sangat keren sekali dengan model rambut yang terlihat aneh itu
namun memang setiap orang memiliki pandangan sendiri soal penampilan contohnya saja ada beberapa mahasiswa yang langsung mendekati neneknya
"Hei ini nenek mu "
"He iya , kenapa ?"
"Rambutnya ?"
"Biru "
Sambil tersenyum dengan manis sekali
Mahasiswa tersebut pun langsung memanggil teman-temannya , yang membuat Alea kaget adalah teman-temannya memiliki warna rambut yang sama dengan neneknya.
"Hei lihatlah ada yang istimewa disini "
Menunjukkan neneknya Alea lalu mengatakan
"Dia ketua kita sekarang "
Alea syok jika neneknya memiliki fans saat ini salah satu dari mereka pun mendekati Alea
"Perkenalkan aku Kevin Blue , aku ingin meminta izin padamu , bolehkah aku meminta waktu untuk mengobrol dengan nenekmu "
Kebetulan Alea melihat mobil Arika ia pun langsung mengizinkan mereka untuk mengobrol dengan neneknya Alea
"Baiklah ,silahkan saja , aku akan kesana dulu ,titip nenekku sebentar ya Vin"
"Jangan khawatir "
Alea tampak sangat berbeda saat melihat Arika yang turun dari mobil ,ia langsung membantu Siska menurunkan barang-barang milik Arika
Alea langsung mengambil tangannya untuk bersalaman
"Halo ... Tante "
panggil Alea seakan sudah tak sabar lagi ingin memanggil Siska dengan panggilan, ' Mama'
"Halo Alea "
Siska trsenyum sangat ramah padanya
"Tante sini Alea bawakan "
"Tidak usah Nak ,Tante bisa sendiri kok , Alea jangan repot-repot ya "
"Papamu mana ?"
Tanya Arika
"Ada rapat pagi ini jadi tak bisa mengantarkan aku "
"Nak mama harus ketoko dulu ya ,kalau ada apa-apa telpon saja , Alea Tante pamit dulu ya nak , itu Arika bawa makanan banyak nanti kalian berdua makan yang banyak ya "
Mamanya tersenyum dengan manis sekali
Alea yang nampak bersemangat sekali
"Hati-hati Tante "
Melambaikan tangannya
"Dagh mama..."ucap Arika
Alea pun mengikuti "Dagh juga mama"
Arika melihat sambil tertawa "Mama Siska dan papa Arya "
Mereka pun langsung Tos menandakan persetujuan atas semuanya
"Lea mana nenekmu ?"
"Itu disana ?"
Arika kaget melihat neneknya Alea dikelilingi merek yang berambut biru ,
"Oh mereka itu adalah sekumpulan anak-anak jurusan seni , lihatlah tulisan di baju mereka "
"Wah nenek akan menjadi bagian dari mereka sepertinya "
"Sepertinya iya "
Mereka tertawa sambil bercanda ,
tak lama ada pengumuman untuk segera naik kedalam bus masing-masing , Alea dan Arika naik dalam satu bus yang sama sedangkan neneknya naik bersama rombongan panitia, khusus untuk neneknya mendapatkan perlakuan istimewa sesuai memo dari rektor yang di titipkan dari papanya ,sebatas ini Alea aman
Bian yang naik Bus ,duduk disamping neneknya
Alea ,
__ADS_1
ia kaget melihat ada nenek-nenek di sampingnya
"Nenek kuliah juga ?"
Ibu Arya kaget " menurutmu ?"
Bian langsung tertawa melihat ada nenek-nenek aneh di sampingnya
tapi salah satu panitia ada yang merupakan komonitas seni juga ia langsung berbisik pada Bian
"Kau pindah tempat duduk kebelakang saja , karena nenek ini adalah nenek yang istimewa ".
Sambil mengangkat tangan Bian pindah kebelakang "Baiklah aku setuju "
Perjalanan yang dilakukan menggunakan Bus tidak terasa apa lagi didalam bus apa lagi beramai-ramai Seperti itu ,sangat seru sekali
"Ya ampun aku merasa senang sekali Arika ini ternyata seru sekali , kenapa papa tak memperbolehkan aku pergi selmaa ini ya awas saja papa ini benar-benar kelewatan sekali "
"Alea kau tak boleh menyalahkan papamu , setiap orang tua menunjukkan rasa sayang berbeda-beda dengan anaknya masing , apa lagi papa Arya seorang laki-laki bukan seorang ibu , bagi seorang ayah anak perempuan adalah tanggung jawabnya sampai ia menikah , kau bayangkan saja , bagaimana sulitnya ia membesarkan mu Alea"
"Kan aku dibesarkan nenek juga bukan ayah saja weee"
Arika tertawa "Hmm aku tim papa Arya "
Arika mengedipkan matanya menggoda Alea
"Kalau begitu aku Tim mama Siska "
Mereka berdua pun langsung tertawa terbahak -bahak
Selama perjalanan beberapa mahasiswa laki-laki melirik kearah Mereka berdua tapi sayang sekali karena mereka berdua tidak ada yang boleh pacaran
"Ya ampun ternyata didalam hutan tak seseram yang di bayangkan ya Alea"
"Ini karena ramai saja Arika ,kamu bayangkan saja jika kita hanya berdua saja lalu malam tiba hiiii".Alea bergidik ngeri
"Husss jangan berbicara aneh-aneh kita didalam hutan , ingat jaga tata Krama dimanapun berada itu yang selalu diingatkan keluaga besar ku , karena kita hidup di dunia ini selalu berdampingan dengan makhluk tak kasat mata lainnya "
"Arika plisss jangan horor gini ah, aku jadi tak berani ngapa-ngapain nanti "
Alea menaikkan kakinya , ternyata perjalanan yang mereka tempuh cukup lama juga . sekitar tujuh jam dari tempat mereka ,
Jam enam berangkat dan jam 1 mereka baru sampai
Mata Arika dan Alea terbelalak saat melihat pemandangan yang begitu indah sekali itu
"Ya ampun sungguh takjub sekali aku bisa melihatnya "
"Wah indah sekali Arika ,kau lihatlah ada syurga di dalam hutan "
"Ya ampun pegunungan dan air terjun ,lihatlah cantik sekali "
"Bukan main subhanallah ciptaan mu ya Tuhan"..
Mereka sangat takjub tapi belum sempat mereka menikmati pemandangan itu Terdengar suara toa berbunyi
"Kepada mahasiswa baru untuk segera turun dari dalam mobil jangan terlalu banyak menghayal atau lama-lama didalam, karena kita akan segera membuat tenda kelompok masing-masing "
"Arika kau dengar itu ,ayooo "
Mereka langsung turun dari mobil , sedangkan nenek langsung diturunkan di pendopo ,yang berada tak jauh dari mereka membuat tenda
"Nah nenek beristirahatlah di sini , itu juga ada penjaga pendopo yang sudah disiapkan untuk menjaga nenek "
Alea melihat neneknya yang diperlukan seperti ratu oleh orang-orang disana
"Nenek !"
"Sudahlah kau lanjutkan tugasmu ,nenek ada disana ya "
Menunjukkan pendopo yang berbentuk sangat cantik dan unik dari kayu
Alea merasa kesal melihat neneknya yang duduk dengan santai ,
tak lama muncul Raja dengan mobilnya ia terlihat begitu santai sekali , tiba ia melemparkan tasnya dan langsung membuat Tenda sendiri
Bian langsung emosi " Siapa dia ?"
"Dia maru juga pindahan dari Belanda , tapi ya gitu karena ia juga keturunan Sultan kaya makanya gayanya begitu "
"Harus aku beritahu dulu "
Bian langsung mendekati Raja ,"Disini semuanya adalah tanggung jawab saya sebagai ketua panitia , jika ada yang melanggarnya atau membangkang maka ia akan dihukum , mengerti !"
"Ya ..ya.. mengerti kak "
Jawab Raja dengan santai
Lalu ia berbisik di telinga Bian "Santai saja Bisa aku bisa menelpon model-model cantik , agar kita bisa bersenang-senang di tempat yang indah ini "
Bian yang mendengarnya langsung emosi
"Kamu tidur di atas pohon !!!"
menunjuk pohon yang berukuran sedang
"Apa ?!"
"Terdiam "
Bian mengeluarkan sesuatu dari dalam ponselnya
"Jangan macam-macam atau aku akan menyebarkan ini "
Bian Tersenyum bahagia
Raja langsung kaget "Hei bagaimana kau mendapatkannya "
"Bian tertawa mau tau ajaaaaaa...."
"Astaga hei Brow. jangan begitu ...."
"Cepat lakukan saja perintahku ,diaatas pohon itu sudah disiapkan untuk tempat tidur mu , khusus untuk orang-orang seperti mu "
Raja langsung menoleh kearah beberapa batang pohon dan benar saja ternyata , rupanya
ada beberapa orang yang sedang berada diatas pohon"
"Astagaaaa apa -apaan gila ,hah... kacau darimana dia mendapatkan Poto menjijikkan ku itu "
Raja menggelengkan kepalanya dan langsung naik keatas pohon
Arika dan Alea yang sibuk membuat tenda langsung kaget saat melihat Raja ada diatas tenda mereka
"Ya bikin yang rapi ya ,bagus -bagus itu diiikat pakai tali "
"Arika aku mendengar suara "
"Suara apa sih Alea "
"Dari atas "
menunjuk ke atas pohon
__ADS_1
Mereka langsung menoleh Keatas dan kaget saat melihat raja diatas
"Mas Raja !!! apa yang sedang mas lakukan ha ?"
"Biasalah Namanya juga orang ganteng , tuh lihat yang di atas pohon ganteng semuanya kan "
Menunjuk beberapa orang yang berada diatas pohon
mereka berpenampilan urakan dan jelas Arika memahami pasti membuat ulah yang sama dengannya
Alea langsung tertawa keras melihat Raja
"Buahahahaa sudah seperti monyet saja "
Raja langsung memasang headset ditelinganya
"Kalian saja yang Tolo* lebih enak diatas pohon tidak harus mengerjakan sesuatu yang sulit seperti kalian santai saja "
"Ayo-ayo cepatlah jangan lelet siapa yang terlambat kelompoknya akan mendapatkan hukuman !"
semua Poto bersama orang tua akan di cek
jangan sampai ada yang tidak lengkap , siap-siap dengan konsekwensinya
Semua tenda sudah jadi tinggal tenda Alea dan Arika yang masih belum siap , bagaimana mungkin bisa siap jika yang satu kelompok dengan mereka anak mami semuanya terdiri dari 6 orang satu tenda empat orang selain mereka memakai kacamata semua , dan selalu memegang buku
"Bagaimana ini kelompok kita akan mendapatkan hukuman nanti "
"cepat tarik tali di ujungnya Alea "
"Baiklah Arika "
Alea menarik dan tenda kempes disudut berlawanan begitu juga yang lainnya
Raja tertawa terkekeh-kekeh dari atas pohon
"Sekarang bagaimana tinggal kita saja ,ayo kalian semua berpikir "
Salah satu dari mereka langsung mengeluarkan buku
"Menurut buku yang saya baca ini .."
"Aduh saat ini kita tidak butuh teori tapi prakteknya !"
Alea tampak emosi sekali
Namun itulah beruntungnya mereka salah satu dari laki-laki yang membuatkan tenda dikelompok sebelah langsung menghampiri
"Sini biar aku bantu saja "
Alea dan Arika langsung terpesona
"Ya ampun super Hero "
dalam beberapa menit Tenda mereka sudah jadi .
"Terimakasih banyak ya.."
"Ya jangan khawatir "
Alea dan Arika pun merasa senang ,namun yang membuat semuanya menjadi aneh , kenapa hanya tenda mereka saja yang tidak ada anggota kelompok laki-laki nya sedangkan semuanya ada
"Kenapa hanya kelompok kita saja yang tidak ada laki-lakinya ya, coba lihat yang lain ada semua "
Arika juga baru menyadari "Iya benar aku baru menyadari juga Alea "
Raja kembali menyeletuk "Bukan itu karena anggota kelompok kalian yang laki-laki semuanya ada diatas pohon , termasuk aku "
Arika dan Alea langsung berpandangan
"Sungguh menyedihkan sekali anggota kelompok kita ya "
menghela nafas panjang
"Tapi lebih baik tidak usah ada laki-lakinya jika yang satu kelompok dengan kita seperti itu semua"
Alea langsung bersyukur apa lagi jika ia membayangkan harus sekelompok dengan Raja
"Oke ..jika semua tenda sudah selesai,saatnya kembali berkumpul lagi ,kita akan langsung masuk kedalam pemeriksaan ..ayoo semuanya berbaris menurut regu masing-masing "
"Lalu kami yang diatas pohon ini bagaimana kak?"
sahut Raja
"Ya turun dulu ,kalian hanya tidur saja diatas pohon ,ayo cepat !"
semuanya langsung turun kebawah
Satu-satu diperiksa Poto ibu mereka ,tapi Arika tak menyadari jika Poto nya sudah tak terpasang lagi di tanda pengenalnya ,
....
Di kantor Arya
"Masih bisa sebentar melihat Ibu dan Alea , kliennya ternyata masih satu jam.lagi datang ,aku mau melihat Alea dulu"
Untuk menghindari macet Arya memilih untuk naik motor saja ,ia meminjam motor milik Security di kantor tersebut
"Mau kemana pak Arya ?"
"Ini mau keluar sebentar "
"Banyak debu pak kalau pakai motor bapak nggak apa-apa ?"
"Hehe santai pak hanya debu juga bukan badai pasir "
Arya bercanda
"Pinjam dulu ya Pak "
"Oke pak baiklah "
baru saja Arya menghidupkan motornya ,pak Security memanggil kembali
"Pak Arya ..."
"Ya ada apa lagi Pak ?"
"Ini nanti kalau berbelok jangan lupa lampu nya di hidupkan ya pak "
Arya menarik nafas dalam-dalam
Lama-lama bikin emosi juga ini orang
dia pikir aku tidak bisa bawa motor apa ?!
"Ini STNK nya pak kalau-kalau ada razia nanti "
"Baik pak , ada lagi pak ? saya buru-buru ini "
"Tidak ada pak silahkan ...."
Tapi baru Arya berjalan sedikit , ia kembali memanggil pula ...
__ADS_1