
"Nenek mengatakan apa perceraian ?!"
Nenek tersebut tersenyum
"Ia itu lihatlah nak anak nenek dan menantu nenek sama sekali tak memperdulikan nenek, ia malah meletakkan nenek duduk sangat jauh dari mereka "
Menunjuk kearah kiri dan nampaklah sepasang anak manusia dengan kacamata dan jaket kulit seperti seorang mafia
"Oalah jadi nenek mengatakan anak nenek tersebut "
Arya mengelus dadanya
Syukurlah aku pikir nenek ini seorang dukun tadi ,aku menjadi cemas sekali
"Nak bolehkah nenek numpang bersandar padamu "
Belum lagi Arya mengiyakan nenek tersebut
sudah meletakkan kepalanya dibahunya
Astagaaaaa nenek sialan ini ,apa yang ia lakukan padaku
"Dulu waktu nenek muda ,nenek ini seorang primadona dan banyak sekali yang naksir, sempat juga dulu nenek punya mantan Seperti kamu , hatcimmmmmm."
Lagi-lagi ia bersin dan mengelapnya di jaket Arya
Aisss menjijikkan sekali
Berbeda sekali dengan Siska yang nampak tertidur nyenyak di samping Arjuna
"Kalian sungguh bahagia sekali ya ..."
Arya ingin sekali menolak kepala nenek ini dari tubuhnya apa lagi tatapan orang-orang disekitarnya dan juga para pramugari mengira jika ia adalah brondong nenek tersebut
Nenek tua tersebut terus saja mengoceh sampai membuat Arya kelelahan menanggapinya
Saat pesawat mengalami Turbulensi suara nenek tersebut begitu kencang dan ia dengan sangat kuat sekali memeluk Arya dengan sangat erat sekali
Nenek sialan ingin sekali aku melemparkannya dari atas pesawat ini ,apa perjalanan di dalam pesawat ini sama dengan perjalanan naik sepeda menurutku sungguh lama sekali !"
Tak berapa lama akhirnya mereka sampai juga di bandara Ngurah Rai ,
Dengan cepat Arya Langsung buru-buru turun meninggalkan nenek tua tersebut yang tertidur
"Akhirnya, bebas"
Saat ia turun dan berjalan keluar ia kembali berpapasan dengan pasangan romantis Arjuna Siska yang saling bergandengan saat berjalan , Arjuna begitu kelihatan sekali sangat menyayangi Siska ia memperlihatkan bagaimana ia memperbaiki rambut Siska yang menutupi matanya , ia juga nengcup kening Siska dan mengelus perutnya
"Kau benar-benar bahagia sekali Siska , aku merasa kemanapun aku melangkah setiap melihat Bayangan mu justru aku semakin tersiksa ,tau begini aku besok saja berangkatnya kalau begini aku merasa Sangatlah menyesal berada disini "
Tentu saja pertemuan antara petinggi perusahaan penting itu di sponsori hotel berbintang di Bali setiap tamu mendapatkan jatah satu buah kamar mewah, begitu juga dengan kamar yang di pesan oleh Arjuna kamar yang jauh lebih besar dan lengkap karena ia membawa Siska istrinya ,Arya hanya bisa gigit jari saja melihat Siska ia kembali teringat dengan Alena
"Apa aku menelepon nya saja ya "
__ADS_1
Arya iseng-iseng menekan nomor Alena
Padahal Alena sedang menyusun pakaian kedalam tasnya ia sangat sedih sekali sambil menangis terisak-isak ia memasukkan satu persatu pakaian miliknya kedalam tas nya yang telah usang itu
"Baiklah aku akan segera meninggalkan tempat ini dan semuanya "
Alena menghapus air matanya yang terus tumpah ruah
Namun tiba-tiba ponselnya berdering
"Siapa yang menelepon ku jam segini ?"
Melihat nomor tak dikenal menelponnya
"Nomor siapa ini ?"
Alena tak mengangkatnya dan malah membiarkannya saja
"Sial tak diangkat apa dia sedang bersama Tua Bangka tersebut ha ?pantas saja sombong sekali dia "
Arya duduk dan memanggilnya melalui video call karena kesal Alena tidak akan mengangkat telpon nya
"Siapa sih dari tadi menganggu saja "
ia langsung menghapus air matanya dan mengangkat panggilan video tersebut
"Kenapa lama sekali mengangkat telpon ku ha ? kau dari mana saja !"
"Kenapa kaget ya ,kau tak suka aku tau nomor telepon mu,atau kau sedang bersiap-siap untuk pergi dengan Tuan Romeo tersayang mu itu ha ?!"
Arya memarahi Alena
Mendengar Arya yang memarahinya tangis Alena kembali pecah ia sangat bahagia melihat Arya yang menelponnya
"Aduh kenapa kau menangis ,apa karena aku memarahimu ? atau karena apa "
Alena terus menerus meneteskan air matanya ia seakan tak percaya dengan apa yang di lihat nya Arya menelponnya untuk pertama kali nya
"Alena, hei kenapa kau menangis hei..ayo lihatlah telpon ini hei Alena lihat aku "
Ponsel milik Alena tersebut tak sengaja merekam tas yang berada di samping nya
"Wah ada tas besar , ternyata aku tau jawabannya mmm ya ..kau akan segera pergi meninggalkan aku dan ibu menyusul lelaki tua Bangka kaya raya tersebut, selamat ya...!"
Arya Langsung mematikan telponnya
Ia melemparkan gelas Kedinding hingga pecah berserakan di lantai
"Semua perempuan suka uang ,tak ada yang tulus didunia ini"
Pergi keluar kamar dan menelpon pihak manajemen hotel untuk segera membersihkan pecahan gelas yang berserakan di lantai tersebut , lagi-lagi ia disuguhkan pemandangan yang membuatnya sakit mata ,
Arjuna dan Siska terlihat sangat serasi sekali Dengan menggunakan pakaian berwarna hitam senada dengan warna malam
__ADS_1
"Makanlah yang banyak sayangkuh ,agar anak kita tumbuh sehat bergizi didalam "
"Tapi aku tidak selera makan "
Rengek Siska yang terlihat begitu manja di hadapan Arjuna .
"Ya sudahlah biar aku yang menyuapimu ,ayo cepat buka mulutnya ".
Siska menggelengkan kepalanya
"Tapi aku memang tidak lapar sayang "
"Apa perlu aku memasukkan makanan kedalam mulutmu menggunakan mulutku"
Arjuna menggoda secara nakal
"Tidak perlu dan sama sekali tidak lucu "
Siska tertawa sambil melotot
Arya berdiri dari kejauhan memandang mereka padahal banyak sekali gadis cantik ,bule dari berbagai mancanegara yang berada di sana ,namun produk lokal Memang selalu terdepan , cintailah produk-produk Indonesia
"Sabar Arya sabar...,"
Mengelus dadanya
"Sebaiknya aku kembali kekamar saja dan berendam dengan air hangat saja , agar otakku segar dan pikiranku kembali tenang, aku sangat ingin sekali beristirahat menenangkan seluruh otakku"
Melangkahkan kaki meninggalkan tempat itu ,saat bersamaan Siska menoleh kearah nya namun yang kelihatan hanya punggungnya saja
Kenapa laki-laki itu mirip sekali dengan kak Arya ya, Lihatlah cara. ia berjalan dan tangannya yang selalu di masukkan kedalam kantong
Siska melihat secara seksama
"Sayang kau melihat apa ?"
Arjuna ikut menengok
"Oh tidak aku hanya melihat seperti seekor kodok yang menyebrangi jalan "
"Kodok yang menyebrangi jalan? seperti apa bentuknya ?"
Arjuna semakin penasaran
"Sama seperti kodok pada umumnya melompat-lompat "
Duarrr....
kembang api menyala di langit malam ini yang membuat malam ini semakin cantik dan romantis saja suasananya ,Siska dan Arjuna nampak begitu romantis berbeda dengan Arya yang hanya menatap bintang dan kembang api malam ini dengan penuh kesendirian dan perasaan yang sepi
"Alena Siska , Takdir atau cinta huh... aku ingin mencintaimu dalam takdir atau takdir yang mencintaiku,pusing "
Arya menempelkan wajahnya dikaca kamar nya
__ADS_1