
"Sepertinya minyak ini cukup ampuh"
Raja pulang dengan tersenyum-senyum berharap dengan begini semuanya berjalan dengan lancar
Sesampainya di rumah
Suara motor Raja yang menggelar seperti suara petir, langsung membuat semuanya kaget
"Anak itu sudah pulang" ucap Rima dan Dimas yang sedang duduk mengobrol membahasnya
Raja mempercepat langkahnya agar bisa kembali lagi bercerita tentang semuanya yang dia alami hari ini
"Mama, Papa" langsung memeluk keduanya,dengan menempelkan kedua kepala Dimas dan Rima di kedua pipinya
"Ada apa lagi ini Raja?"
keduanya sama-sama melotot
"Papa, mama akhirnya semua perjuangan ku tak sia-sia, Papanya Alea menyetujui aku dan Alea"
keduanya langsung kaget tak percaya dengan apa yang mereka dengar, karena tak mungkin semudah itu semuanya terjadi,
"Raja, berhenti membuat cerita bohong!" Dimas langsung berdiri
"Karena tak mungkin Arya, bisa dengan mudah melakukan hal itu"
Rika juga ikut kebingungan karena memang tahu persis sekali apa yang terjadi sebenarnya pada putranya itu, apa lagi tahu bagaimana Arya sangat menentang putranya untuk menjadi suami putri tunggalnya
"Sudahlah Raja, sebaiknya kau ganti pakaian mu Nak, jangan terlalu banyak berkhayal, cepat"
Raja langsung menatap kedua mata mereka dengan tatapan yang sangat meyakinkan
"Kalau tidak percaya, kalian berdua,akan aku ajak kesana, kita akan langsung melamar Alea untukku, nanti Mama dan papa akan tahu, apa yang aku katakan ini tidak main-main, percayalah"
ucapan Raja memang meyakinkan sekali, dan ini adalah ucapan nya yang terlihat begitu percaya diri sekali, padahal hanya karena minyak yang sama sekali tak ada khasiat apapun itu
__ADS_1
Raja langsung masuk kedalam kamar. Namun Rima tak percaya begitu saja, begitu juga dengan Dimas
"Aku rasa dia sudah tidak waras, aku harap ini adalah ucapan yang akan di kabulkan dan di dengar oleh Tuhan, karena ucapannya sangat meyakinkan sekali " Rima mengelus dadanya meskipun kenyataannya sangat sulit untuk diterima jika putranya sebenarnya sedang terluka.
"Aku tak mengerti lagi bagaimana akhirnya kisah ini nanti, tapi aku harap putraku tak melewati perjuangan yang sulit seperti kita"
Rima menundukkan kepalanya, seraya sambil menaruh tangannya di dada, berharap semuanya akan segera berakhir dengan baik-baik saja
Dimas juga mengikuti nya, sambil merenung apa yang terjadi pada Raja, karena ulahnya yang dahulu mempersulit Arya mendekati Siska, dia juga tak mau Raja mengalami hal yang sama. Namun tiba-tiba terdengar pintu kamarnya kembali terbuka lagi,
dan benar sekali Raja keluar dengan memakai baju yang sangat rapi sekali, tapi mengeluarkan bau yang sangat aneh
"Ayo Ma, Pa, kita langsung melamar Alea, Raja sudah siap dengan semuanya"
memegang satu buah kitab suci
"Raja, apa yang kau lakukan Nak, apa kau sudah gila?!" Rima menatap heran
"Kesempatan tidak datang dua kali, sebelum semuanya kembali normal, ayo cepat kalian ganti pakaian, lebih cepat lebih baik, karena setan sangat membenci melihat dua anak manusia yang ingin menikah" ucapan Raja benar-benar mendadak Sholeh
"Sebaiknya ikuti saja, dari pada kita menyesal nantinya, biar dia puas, dengan apa yang akan terjadi nantinya
"Tapi apa yang sebenarnya terjadi saat ini, sama sekali tak akan bisa kita pungkiri jika kita sudah tahu apa yang akan dijawab oleh Arya nanti" Rima tak tega melihat berkali-kali penolakan yang terjadi pada putra semata wayangnya
"Kita coba saja dulu, tak ada salahnya kita mencoba lagi, karena hati manusia sama sekali tak pernah tahu kapan bisa berubahnya" Dimas berusaha meyakinkan Rima, meskipun sebenarnya dia juga tak terlalu yakin dengan apa yang akan terjadi selanjutnya
"Hanya akan membuat kita kelihatan bodoh saja nanti" Rima masih tidak bisa tenang dengan apa yang akan terjadi saat ini
"Baiklah, aku hanya ingin mengatakan pada diri kita, tak semudah itu untuk membuat Arya percaya, kau tahu dia itu laki-laki yang lebih berpengalaman, jadi apapun yang akan terjadi nanti, setidaknya kita tahu bagaimana anak kita berjuang untuk meyakinkan seorang ayah, kau tak akan pernah mengerti Rima, karena kita tak memiliki anak perempuan"
Dimas langsung menunduk bersedih
"Maafkan aku kak Dimas, karena aku tak bisa memberikanmu keturunan"
seketika itu terjadi sesuatu yang kembali bergejolak di batin Rima,
__ADS_1
"Rima, maksud ku bukan begitu, kau harus mengerti" Dimas langsung buru-buru mengejar Rima, dia takut perempuan yang menjadi istrinya itu tersinggung dengan ucapannya
"Rima ..."
menarik tangannya
"Aku tahu kau tak bermaksud menyinggung ku" Rima tersenyum manis pada Dimas, ternyata kekhawatiran hanya sebentar saja
"Kita sudah melewati banyak hal, kak Dimas, tak akan mungkin hanya karena hujan sehari hancur semuanya, aku tahu bagaimana kau b baiknya kau dengan segala takdir kita" Dimas bernafas lega, langsung memeluk Rima dan mencium dahinya
Raja yang lama menunggu di bawah langsung menyusul mereka, kebetulan pintu kamar Rima dan Dimas terbuka sedikit
"Astaga, pantas dari tadi aku tunggu tidak turun-turun, ternyata ini penyebabnya, ya ampun"
suara Raja yang mendadak masuk langsung membuat keduanya kaget, dan buru-buru melepaskan pelukannya
"Ya ampun Papa, Mama, seperti tidak ada waktu saja untuk bermesraan, kalian tahu kan ini waktu yang sangat genting" ucap Raja langsung turun kebawah, dengan aroma aneh yang ada pada tubuhnya
Mereka pun langsung mengikuti Raja yang sudah berada di dalam mobil,
"Ayo Ma" mereka memakai pakaian yang sama warna hijau muda, dengan elegan
tidak lupa juga raja turun dari mobil singgah sebentar untuk membeli sesuatu
"Apa ini Raja?" tanya Rima heran
"Sudah mama, anggap saja ini tanda lamaran kita" Rima langsung syok untuk kesekian kali, tapi tidak dengan Dimas, dia melihat Raja seperti sosok yang sangat luar biasa mirip dengan Arya, jadi dia sedikit memegang dadanya, khawatir jika ini yang dinamakan hukum tabur tuai, padahal raja bukanlah anak kandungnya, tapi justru dia yang mengalami semuanya, walaupun perbedaan Arya dan Raja sangat berbeda, Arya karena kelakuan nya, sedangkan raja karena paket komplek dengan segala budaya luar yang membuat dia terbentuk tidak sopan
"Kuatkan hati mu dulu, karena setelah ini kita akan mendapatkan segala bentuk ocehan dari Arya"
"Tapi kan Papa, kakak iparnya"
raja menjawab enteng
"Kau tidak tahu Nak, bagaimana mengerikannya seekor singa, saat anaknya di ganggu oleh musuh, begitu juga cinta seorang ayah, dia akan melakukan segalanya untuk memberikan yang terbaik untuk anaknya, apa lagi Alea anaknya yang terlahir dengan berbagai kisah nya yang memilukan"
__ADS_1
Dimas menundukkan kepalanya, seakan paham jika dia pun akan melakukan hal yang sama jika Raja yang akan menjadi menantunya, bukan hanya sekedar mengejar harta dunia,tapi seorang ayah menginginkan anak perempuannya,berada pada orang yang tepat, karena kelak jika dia sudah tidak ada di dunia ini, putrinya akan tetap aman dan bahagia, sama seperti saat berada didalam penjagaannya.