Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 246


__ADS_3

"Dia benar-benar membuat aku semakin emosi saja"


Menggigit giginya menahan amarah


"Kenapa kau diam saja ha?, atau jangan-jangan kau memang yang ingin sekali menikah denganku, ayo mengaku sajalah"


"Diam! dan jangan banyak bicara lagi.kau ini sudah gila ya, tunggu aku pulang"


Tit...


ponsel terputus "Halo... halo ...."


Bian beberapa kali berteriak-teriak tapi Arika sama sekali tak menjawab telponnya


"Kebiasaan sekali dia, saat orang sedang menelpon ia langsung matikan. lihatlah ia jangan berharap aku akan menelponnya!"


Baru saja Bian ingin menaruh handponenya, ponselnya langsung kembali berdering


"Nah, lihatlah ia Sendiri yang akhirnya menghubungiku, sudah aku katakan, jika ia yang sebenarnya diam-diam menyukai ketampananku" ucap Bian dengan sangat percaya diri sekali, tapi baru saja ia akan mengangkat telponnya, Bian dikagetkan dengan nama yang tertera dilayar tersebut


"Karin? kenapa lagi ia menelpon malam-malam begini, menganggu saja"


Bian langsung mengangkat telponnya


"Halo, ada apa adikku"


"Kak Bian, tolong ya... tolonglah jangan berisik, Karin nggak bisa tidur nih,kalau lagi berantem sama kak Arika jangan besar -besar suaranya!"


Karin langsung mematikan ponselnya

__ADS_1


"Astaga, masa iya"


menutup mulutnya dan perlahan membuka pintu kamarnya untuk memastikan jika tak ada orang lain selain Karin yang mendengar ucapannya tadi, karena bisa kacau jika sampai ada yang tau ia berbicara sekeras itu terutama mama dan papanya


"Aduh, untunglah tak ada siapapun huh ..."


menghela nafas panjang dengan bersandar didinding


"Sebaiknya aku istirahat saja dulu, biar besok pikiran lebih segar lagi"


Bian langsung menutup pintu kamarnya


Sedangkan Arika langsung berpikir dengan keras


"Dia sudah gila, mengatakan akan ada pernikahan setelah aku pulang, apa dia pikir aku ini bukan manusia yang tidak punya perasaan,Halah... dia selalu saja sok tau, bilang saja ia mau mendengarkan suaraku"


"Bagaimana jika apa yang ia katakan itu benar! ya Tuhan ini sangat gawat, aku harus segera menghubungi Alea untuk bertanya, pasti ia tau jika ada sesuatu yang dibicarakan Mama, oke baiklah"


Arika langsung menelpon Alea, kebetulan malam ini Alea dan Raja sedang mengobrol berdua diteras rumah Siska


"Lihatlah Bintang itu indah ya kan Alea"


"Perasaan semua bintang sama saja deh ..."


ucap Alea yang tak mengerti jika sebenarnya Raja sedang merayunya


"Bukan, coba lihat baik-baik diatas sana, ada satu bintang yang hilang, coba lihatlah disana"


"Yang mana sih ..."

__ADS_1


Melihat keatas langit untuk mencari bintang yang dimaksud oleh Raja"


Tangan Raja langsung menunjuk keatas


"Itu dia ...."


"Yang mana?"


"Ini lihat kemana arah tanganku"


Alea mengikuti tangan Raja, lalu sesuatu yang manis terjadi,


"Ini bintang yang paling bersinar yang aku maksud"


sambil membentuk simbol sarangheo,


khas Korea. kalau di negara kita Indonesia simbol 'Minta fulus' lebih tepatnya


Wajah Alea langsung merah, Karena ini adalah hal pertama kali yang terjadi padanya


"Ya ampun Raja,bisa saja"


ucap Alea sambil mengeruk isi kantongnya dan mengeluarkan sesuatu


"Ini uangnya, terimakasih untuk pujiannya"


memberikan uang pada Raja, ia pikir Raja tak tau jika simbol itu adalah simbol ungkapan cinta bagi orang Korea


Raja langsung menutup wajahnya sambil tertawa "Astaga gadis ini benar-benar unik sekali, ia lugu atau polos sih, hadeh....."

__ADS_1


__ADS_2