
Alea mendekatkan wajahnya kearah neneknya dengan sangat dekat , lalu tiba-tiba Arya langsung keluar dari kamar mandi dan ia kaget melihat ibunya sedang menempel didinding
"Ibu ,Alea? apa yang sedang kalian lakukan ha ?"
Alea langsung buru-buru mencium neneknya
"Hehe tidak ada Papa alea hanya ingin mencium nenek saja , iya kan Nek "
Langsung merangkul Neneknya dengan menaruh tangannya di lengan neneknya
Alea berbisik ", Nenek ayo kita masuk kamar saja ,aku ingin tidur dengan nenek malam ini ayo Nek"
Neneknya langsung mengikuti keinginan Alea sedangkan Arya tampak senyum-senyum sendiri melihat Alea dan ibunya
"Hmm dasar anak remaja jaman sekarang ada -ada saja tingkahnya "
Arya langsung masuk kedalam kamar ,didalam kamar ia langsung mengganti pakaiannya dan berbaring diatas kasur
"Lelah sekali "
Namun pikirannya kembali melayang-layang keudara ,ia mengingat Siska kembali
Siska aku sungguh tak menyangka tak ada sedikitpun yang berubah darinya ,ia masih sama cantiknya seperti dahulu
Arya tersenyum-senyum sendiri,namun ia segera tersadar jika Alea pernah mengatakan mama temannya yang cantik dan single
"Apa dia Siska ?"
Arya langsung duduk dan hendak menelpon Aditya "Aku jadi penasaran apa benar Siska single saat ini ? tapi bagaimana mungkin ? sedangkan Siska ,nanti dulu aku telpon Aditya ,ana kan sahabat dekatnya Siska "
Arya Langsung memencet nomor telepon Aditya
baru saja panggilan masuk ,Tut..Tut...
Arya langsung mematikan ponselnya
"Aduh jangan dulu lah ,ini bukan waktu yang tepat untuk menelpon mereka apa lagi mereka masih dalam keadaan berduka "
Arya langsung mematikan panggilannya pada Aditya tersebut
Tapi rupanya Aditya langsung menelpon kembali "Panggilan masuk ? sial Aditya menelpon balik ,haduh ...ya sudah aky katakan saja kalau kepencet "
Arya yang jago ngeles pun langsung menjawab telepon dari Aditya
"Halo Dit ,aduh maaf menganggu mimpi indahmu kawan aku tidak sengaja memencet nomor telepon mu "
Tapi rupanya Arya harus ketiban sial malam ini , malah Aditya menelponnya hingga berjam-jam karena ia sangat galau kehilangan Omanya
"Ya ampun aku sungguh tak mengerti lagi bagaimana sedihnya kehilangan Oma "
Satu jam pertama Arya masih menjawab
dua jam berikutnya ia hanya menjawab sepatah kata saja
dan terakhir yang Terdengar hanya suara dengkuran Arya saja dan Aditya di dalam ponsel nya
karena Arya sengaja mendloudspeaker handponenya jadi terdengar sampai kepenjuru ruangan rumah mereka
Seperti biasa Alea dan ibu Arya selalu bangun subuh hari untuk melaksanakan sholat subuh
__ADS_1
Dan mereka kaget saat mendengar suara dengkuran yang sangat besar sekali
"Nenek apa nenek dengar suara itu ?"
Alea langsung memeluk neneknya
"Suara iya ,nenek dengar , seperti dari kamar papamu , suaranya ,itu Jangan-jangan dengkuran papa mu Alea "
Alea yang masih bersembunyi dibelakang neneknya pun langsung berbisik
"Nenek aku sangat tau bagaimana dengkuran suara papa , dengkuran suara papa itu bernada ab-ab bukan a-a-a-a"ucap Alea bersungguh-sungguh
"Benarkah?"
Neneknya menoleh
"Kenapa nenek merasa seperti sedang belajar bahasa Indonesia saat mendengar nada ketukan yang keluar dari mulut papamu itu "
Mereka langsung menempelkan telinganya di pintu kamar Arya
lagi-lagi mereka kaget saat mendengarkan suara ******* didalam ponsel tersebut
"Sayang aku ingin.... ayo cepat bangun argghhhhhhhh...."
Terdengar suara Ana yang sedang merayu Aditya , Aditya yang sedang ketiduran tidak menyadari jika ponselnya masih menyala mendengar suara perempuan didalam kamar papanya Alea langsung syok dan melihat wajah neneknya
"Nenek...!"
mereka berdua saling mengangguk
"Ayo Nek , dalam hitungan ketiga , tigaaaaaaaa!!..."
" Papa !!!
Arya langsung kaget saat mendengar teriakkan Alea , spontan ia langsung berteriak menyebutkan nama Siska
"Siska..... Siska ...."
Alea yang hendak marah langsung berubah menutup mulutnya untuk menahan tawanya, sementara itu terdengar suara teriakan dari ponsel Arya "Papa..suara apa itu?"
Arya juga kaget dan langsung buru-buru mematikan ponselnya " oh ini papa lupa mematikan telpon papa , om Aditya menelpon papa semalaman , biasalah papa ketiduran lupa mematikan ponsel "
Alea langsung mengerti . cuma yang jadi Masalah saat ini adalah Arya yang berteriak-teriak memanggil nama Siska barusan saat kaget
Alea langsung berdehem , sedangkan neneknya langsung keluar dari dalam kamar Arya .
apa lagi malam tadi sebelum tidur Alea sudah menyandera neneknya dan menghujani dengan banyak sekali pertanyaan
"Maaf papa , nama siapa yang papa sebutkan Barusan ?"
Alea menyingkirkan rambutnya diarea telinganya dan menyodorkan kearah Arya
"Nama siapa? perasaan papa tidak menyebutkan nama siapapun "
Menggaruk kepalanya
"Baiklah kalau begitu ,Alea akan mandi dan bersiap-siap untuk berangkat kekampus "
Dengan cepat Arya langsung menjawab "Ya baiklah papa akan mengantarkanmu
__ADS_1
kekampus "
Alea langsung mengangguk "Okay papa , Alea akan menunggu dengan senang hati"
Seusai Alea mandi , giliran Arya mandi pula "
Alea pun langsung bersiap-siap dan sarapan pagi, namun Arya tak kunjung keluar dari kamarnya
"Ya ampun papa ngapain aja sih didalam kamar !"
Alea mulai emosi
"Coba gedor dulu pintu kamarnya Alea , mungkin papamu ketiduran !"
"Baiklah Nek..."
gadis berambut panjang dengan memakai baju coklat itu pun langsung berdiri , meski wajahnya terlihat bertekuk karena hampir satu jam lamanya papanya tak kunjung keluar dari dalam kamarnya
Tok..
Tok..
"Papa...papa...."
"Iya Alea ada apa ?"
"Papa sudah jam berapa ini ? nanti Alea bisa terlambat kekampus ,atau Alea bawa mobil sendiri aja ya !"
"Haduh tunggu sebentar papa lagi memilih baju ,ini sudah selesai "
Rupanya Arya dari tadi mencari pakaian yang pernah ia pakai saat mereka pertama kali bertemu di restoran dulu ,saat itu ia sedang bersama Aditya dan Siska sedang bersama Ana
Alea berkali-kali melihat jamnya dan baru kali ini Arya lama sekali untuk mengganti pakaiannya
"Ya Tuhan papaaa lama sekali , Alea pergi sendiri saja ya Pa ,bye!"
"Hei tunggu papa sudah selesai ini "
Arya membuka pintu kamarnya dan keluar dengan penampilan yang sangat berbeda plus aroma parfum yang benar-benar menggoda sekali dan sangat menyengat
"Wuihhhhh papa ?!"
Alea menutup hidungnya
"Papa kenapa papa horor sekali pagi ini ,haduh... dan itu penampilan papa kenapa ?"
Ibu Arya sama saja dengan Alea saat mencium aroma parfum Arya
"Astagaaaa bau apa ini ,haduh kenapa aku merasakan seketika ajalku sudah sangat dekat sekali saat mencium aroma ini "
Ia memegang kepalanya
"Nenek ! ini bau papa , lihatlah papa "
Mereka. berdua syok saat melihat wajah Arya yang terlihat begitu cerah sekali dengan memakai pakaian yang berwarna hitam elegan
"Alea kenapa dengan papamu ? kenapa penampakan papamu hari ini sungguh aneh "
Alea langsung mengerti dan menahanan tawanya
__ADS_1
Hmm papa.. papa..aku tau kenapa papa seperti ini , bilang saja mau bertemu dengan Tante Siska kan ...hahaha