Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Hari bahagia


__ADS_3

Arya langsung tersenyum dengan menggaruk kepalanya ia masih sama seperti dulu selalu salah tingkah saat bertemu dengan Siska


"Aku hanya sedang mencari kodok tadi "


Siska tersenyum "Kodok yang kau cari baru saja pergi Kak, aku tau kita saling mencintai ,namun aku merasa kau sudah mulai nyaman dengan kehadiran Alena di sisimu kak Arya , aku tau ini tak mudah bagi kita , namun dari sikapmu kau sebenarnya perlahan sudah mulai memiliki perasaan pada Alena , marilah PP kita berdua berusaha untuk saling mencintai pasangan kita masing-masing meski itu sangat sulit sekali ,sama halnya seperti aku pada Arjuna aku harap kau pun sama juga pada Alena kak , biarlah kita hidup dalam takdir kita sendiri mungkin benar ini rencananya kak Dimas namun kau percaya kan kak jika Tuhan tak mengizinkan maka semuanya ini tak akan terjadi "


Siska berjalan meninggalkan Arya ,namun Arya langsung berbicara "Tapi aku mohon Sebelum kau pergi tolong jawablah satu hal ?"


Siska berhenti dan membalikkan tubuhnya ia ingat bagaimana ia malam itu kabur menemui Arya kehotel dan hendak menyerahkan tubuh nya namun Arya menolak nya dengan alasan jika ia tak mau melakukan hal buruk itu pada perempuan yang dengan tulus ia cintai .


"Kau ingin aku menjawab nya , baiklah kak ,tapi setelah ini aku mohon jangan pernah bertanya lagi apapun itu "


Arya mengangguk Mengerti


"Perasaan ku masih sama dengan perasaanmu"


Siska tersenyum


"Ya terimakasih jawaban mu, aku jadi tau bagaimana perasaan mu padaku ,sama seperti mu perasaan ku sama seperti saat kita pertama kali bertemu dulu "


Arya balas tersenyum juga


"lalu sekarang aku mohon dengan mu kak ,demi rasa cintamu padaku , tolong kau kejar Alena dan pertahankan rumah tanggamu agar tak ada penyesalan nanti , kejar lah ia jangan pernah permainkan pernikahan "


Siska langsung pergi


Arya tersenyum "Heh Siska ..Siska kau masih saja selalu memperdulikan orang lain , padahal kau juga kesakitankan saat tau aku membuntuti Alena , dunia ini lucu memang terkadang apa yang kita lihat tak sama dengan apa yang ada di hati, terimkasih kau telah mencoba memperbaiki semuanya ,dengan menemui Alena tapi aku tak sama sepertimu bertahan dalam keadaan , jika Alena ingin pergi meninggalkan aku maka aku akan melepaskannya tak ada yang perlu aku takutkan ya Siska benar pernikahan itu bukanlah sebuah permainan namun mempermainkan hati juga tidak sehat sekali untuk jiwa . ya, benar aku memang takut sekali kehilangan Alena namun jika saat bersamaku saja ia masih bisa memikirkan lelaki lain maka sebaiknya aku melepaskannya karena jika cinta tak perlu alasan untuk memilih yang lain "


Arya menatap punggung Siska yang pergi meninggalkan tempat itu


Di dalam mobil Siska menatap kedepan sambil memegang perutnya hari ini ia akan tidur di rumah maminya karena besok pagi maminya akan segera menikah dengan Pak Kumis


sambil mengelus perutnya yang belum membesar tersebut


"Nak jangan nakal di perut mama ya ,kau harus lahir kedunia ini dengan sangat bahagia "


Siska menghapus air matanya yang hendak keluar


Di dalam mobil taksi yang ia tumpangi tersebut terdengar lirik lagu T2 (Titu)


Kering air mataku


Mengingat tentangmu


Tentang kita yang tak jodoh


Dulu pernah bermimpi

__ADS_1


Saling memiliki


Nyatanya pun tak kesampaian


Rela relakanlah masa itu


Kenang diriku


Selalu di hatimu


Selalu di jiwamu


Simpan di memorimu


Ku nanti dirimu


Bila malam pun tiba


Cukup kita yang tahu


Mimpi jadi saksinya


Kering air mataku


Mengingat tentangmu


Tentang kita yang tak jodoh


Rela relakanlah masa itu


Kenang diriku


Selalu di hatimu


Selalu di jiwamu


Simpan di memorimu


Ku nanti dirimu…


Pas sekali dengan kisah nya dengan Arya meski ia merasa sangat sakit sekali saat mendapati Arya yang membuntuti Alena , namun yang namanya pilihan hidup harus tetap di jalani


Tenda telah berdiri di halaman rumahnya seharusnya hari ini adalah pernikahan Dimas dan Rima namun Tuhan berkata lain, Rima akan menikah di hotel mewah sesuai dengan kapasitas calon suaminya dan juga siapa orang tua nya


Wajah mami nampak bahagia sekali .Siska tak pernah melihat wajah maminya sebahagia hari ini ,maminya memakai kebaya putih dengan riasan yang sangat natural sekali


"Mami selamat ya "

__ADS_1


Bisik Siska , rupanya maminya juga sedang gugup


"Terimakasih anakku ,doakan mami dan calon papa baru mu ini bahagia ya "


"Mami cantik sekali , Seperti kembali muda dulu "


Tak lama kerabat dan keluarga sudah mulai datang untuk memberikan doa dan selamat , Pak kumis pun juga datang namun Siska dan Dimas kaget saat melihat Pak kumis yang tiba tanpa kumisnya lagi ,


"kumisnya tidak ada kemana ?"


ucap Siska


"Ternyata pantas saja mami mencintainya di balik kumisnya wajah pak kumis memang sangat tampan ya .."


Dimas tertawa geli


Arjuna dan Siska juga memakai kebaya hari ini , Meski tak semeriah acara pernikahan pada umumnya namun acara itu pun berlangsung dengan khidmat sekali


"Sah..."


"Sah"


"Alhamdulillah "


Pak kumis langsung mencium dahi maminya mereka berdua tak percaya jika akhirnya akan menikah dan berjodoh setelah sekian lama berpisah hidup dengan keluarganya masing-masing


Dimas ,Siska dan Arjuna turut mencium tangan mereka berdua sambil mengucapkan selamat


sedang asik mengobrol Dimas tak tampak lagi batang hidungnya


"Kak Dimas kemana ?"


"Paling juga keluar"


Terdengar suara Maminya dan pak Kumis berbicara


"Aku pernah mengatakan pada mu jika takdir akan selalu menemukan jalannya ntah bagaimana caranya "


"Kau benar dan akhirnya takdir yang memisahkan kita ia pula yang menyatukan kembali ". Sepanjang hari itu ia tak pernah sekalipun melihat kebahagiaan wajah mami yang seperti itu ia selalu tersenyum bahagia ,akhir yang indah hari tua nya akan ia nikmati dengan laki-laki yang menjadi cinta sejatinya itu


Hilangnya Dimas dari pesta membuat Siska penasaran kemana kakaknya itu pergi , rupanya di luar dugaan ia mendatangi gedung tempat Rima menikah, deretan papan ucapan selamat pernikahan berjejer hingga masuk kedalam halaman gedung tersebut


Dimas menarik nafasnya dalam-dalam


ia tersenyum dan membawa satu buah kotak kecil di tangannya . tak di sangka ternyata ia berani muncul di hadapan Rima dan keluarganya


Saat memasuki gedung tersebut Rima langsung berdiri saat melihat Dimas memasuki gedung tersebut ,

__ADS_1


"Kak Dimas "


Berstatus sebagai istri dari seorang pengusaha kaya yang tak kalah darinya membuat Rima membuktikan bahwa dia juga bisa mendapatkan lelaki yang lebih dari dia ,Dimas berjalan mendekati Rima dan suaminya ,mama Rima syok saat melihat Dimas berada di tmpat itu ,ia cemas jika Rima akan melakukan hal yang memalukan, untuk itu mamanya menyuruh orang untuk menahan Dimas dan membawanya keluar dari gedung


__ADS_2