
Hingga Siska akhirnya melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik sekali , semuanya sangat bahagia sekali , namun kabar buruknya adalah Siska sama sekali tidak bisa memiliki keturunan lagi karena rahimnya diangkat , karena ada kista yang berbahaya didalam rahimnya jika tidak segera diangkat maka akan membahayakan nyawa Siska
Wajah Arjuna langsung berubah saat ia mengetahui jika Siska tak bisa memiliki anak lagi , sedangkan ia sudah terlanjur menandatangani isi surat wasiat turun-temurun dalam keluarganya jika ia harus memiliki keturunan seorang anak laki-laki
" Mas ada apa ? kenapa wajah mas Seperti itu ,apa mas sakit ?"
Mengusap kepala Siska
"Jangan khawatir sayang aku hanya sedih saja mama tak bisa melihat cucu pertamanya lahir "
Hingga mereka pulang kerumah Arjuna
semua sambutan langsung ditunjukkan untuk menyambut Siska dan putrinya ,namun benar sekali wajah Kirana juga menunjukkan kesedihan saat melihat Siska yang tak bisa hamil lagi,apa lagi Siska sama sekali tidak tau soal perjanjian turun temurun dalam keluarga Arjuna jika seorang bangsawan harus menurunkan silsilahnya kepada anak laki-laki agar tidak hilang keturunan bangsawannya
Semenjak menetap dan tinggal dirumah itu Siska selalu diperlakukan seperti ratu termasuk oleh Silvi dan ibunya , mereka berubah sangat baik sekali ,bahkan tak pernah sekalipun mereka menunjukkan wajah yang masam atau tidak suka pada Siska , bahkan dengan Arika Silvi begitu dekat sekali , kemana-mana mereka pergi selalu saja berduaan ,hingga umur Arika memasuki sepuluh tahun ,
Keluarga besar pun mendesak Arjuna untuk melakukan wasiat yang sudah diperintahkan sesuai keinginan kakek buyut mereka
dihadapan rapat resmi semuanya duduk membahas keturunan selanjutnya yang akan meneruskan Arjuna nanti
Siska terdiam ia tak menyangka jika ada wasiat yang seperti itu sedangkan selama ini Arjuna Sama sekali tidak pernah membahas ataupun, bercerita
Wajah Siska berubah merah namun semenjak sepuluh tahun ia tinggal disana Siska lambat laun berubah menjadi lembut dan tak pernah berkata kasar lagi
apa lagi hari-harinya banyak dihabiskan bersama dengan Silvi ,apa lagi semenjak Kirana menikah dan tinggal bersama suaminya
"Jadi bagaimana Mas Arjuna apa bisa segera untuk menikah lagi mengingat istri mas sudah tidak bisa lagi memberikan keturunan "
Siska langsung menahan emosinya , Arjuna Melihat bagaimana keadaan Siska
"Permisi "
Arjuna tak bisa meninggalkan rapat begitu saja ia tau bagaimana sakitnya perasaan Siska
saat ini
"Maafkan aku Siska "
Selesai rapat Arjuna langsung masuk kedalam kamar untuk menemui Siska , Terdengar sayup-sayup tangisan istrinya itu
"Mas Sudah kembali "
Tutur Siska dengan lembut ,ia buru-buru menghapus air matanya dan segera mendekati Arjuna untuk membuka pakaiannya ,hal yang selalu menjadi rutinitasnya melayani Arjuna dengan sepenuh jiwa raganya sebagai seorang istri ,tak ada satu titikpun yang ia lewati dalam menjalankan tugasnya sebagai istri
"Maafkan aku Siska "
Memeluk Siska
Siska pun langsung menahan air matanya agar tak tumpah
"Mas menikahlah "
"Tapi aku tak ..."
Siska melepaskan pelukannya dan mengangkat wajah Arjuna
"Menikahlah , ini sudah wasiat keluarga besarmu dan ini diluar kuasamu dan aku Mas kita tak pernah tau jika rahimku akan diangkat ,
menikahlah sampai aku tak sanggup lagi bertahan maka Mas harus rela melepaskan aku "
Arjuna mengangguk pasrah ,hingga akhirnya pernikahan itu terjadi, keluarga besar sepakat untuk memilih Silvi sebagai istri keduanya selain karena keturunannya jelas Silvi juga sudah termasuk perawan tua ,hal yang tak disadari Siska selama ini jika sebenarnya ia tak merasakan jika kebaikan Silvi selama ini padanya adalah untuk menjadi madunya ,
Siska hadir di pernikahan mereka termasuk dengan Arika yang belum cukup mengerti tapi ia sudah mulai paham bagaimana perasaan mamanya
Tak berapa lama menikah akhirnya Silvi hamil
dan ia melahirkan bayi laki-laki sesuai yang diharapkan ,
Sikap Arjuna padanya tak berubah sama sekali malah semakin hari Semakin perhatian namun namanya seorang wanita tak semuanya sanggup cintanya dibagi ,apa lagi Siska yang belum dikatakan imannya tebal sekali
Siska menunggu hingga Arika tamat sekolah dan ia langsung mengatakan keinginannya untuk pisah dari Arjuna
Siska sudah sangat yakin sekali dengan keinginannya
"Mas sudah saatnya aku mengatakan ini "
"Apa yang ingin kau katakan "
"Aku sudah lelah dan ingin kembali kekota asalku untuk menetap disana bersama Arika "
Wajah Arjuna langsung pucat
"Tapi..."
"Bukankah aku pernah mengatakan dulu padamu Mas ,aku akan bertahan sampai aku sanggup , setelah itu terserah padaku bagaimana selanjutnya "
Arjuna tak berani bersuara tak lama ia keluar dari dalam kamar ,dan Silvi masuk sambil memegang kakinya
"Mbak aku mohon jangan bercerai dari Mas Arjuna , mbak jangan khawatir aku akan menyuruh mas Arjuna untuk menceraikan aku "
Siska menarik tubuh Silvi "Jangan Seperti itu ,tak ada satupun yang bersalah padaku , termasuk kau juga Silvi ,kau adalah perempuan yang baik , ibu yang baik juga untuk Arika ,hanya saja aku yang ingin melepaskan diri , kalian tidak ada yang salah , dengar lah baik-baik aku ingin kembali berkumpul kekotaku apa lagi semenjak mamiku ditinggalkan pergi oleh suaminya yang telah mendahuluinya , jika bukan aku siapa lagi yang akan merawatnya , karena kakakku juga berada diluar negeri bersama ibunya "
Tangisan terus terjadi , Arjuna kembali masuk
"Talak aku mas..."
Arjuna menggelengkan kepalanya namun Siska sudah menyerahkan berkas yang siap untuk ditandatangani
"Jika kau benar-benar mencintaiku tolong lepaskan aku , bukankah cinta yang sesungguhnya adalah melepaskan demi kebaikan dari pada bertahan dalam kepalsuan "
Lama Arjuna tak membalas ucapannya
"Aku akan menyusul Arika besok pagi Mas ,aku mohon malam ini pikirkan baik-baik
jika kau benar-benar tulus mencintai aku maka kau tak akan membiarkan aku hidup dengan tertekan ,aku bukan malaikat mas ,aku ini manusia biasa yang juga punya perasaan "
tampak seluruh pakaian Siska sudah siap
Arjuna langsung berbicara "Jika bukan karena wasiat ini kau pasti tau bagaimana aku ..."
Siska memotong ucapannya
"Sudahlah Mas tak ada yang perlu disesali ,hanya saja saat ini aku ingin sebuah pembuktian bukan hanya sekedar janji "
Siska kemudian tersadar dari lamunannya
ia sudah bisa tersenyum dan sadar jika ia sekarang sudah kembali lagi bersama dengan Maminya dan bisa bernafas lega , akhirnya Arjuna melepaskannya , dan ia sempat mendengar dari Arika papanya jatuh sakit ,namun Siska sudah tak mau tau lagi karena ia memiliki istri yang bisa mengurusnya
tugasnya juga sudah selesai sebagai istri Arjuna
Saat ini pun ia fokus dengan bisnis properti milik maminya yang kebetulan tidak ada yang mengelola ,
Semenjak tinggal di kota ini lagi ia sudah lama hilang kontak dengan teman-temannya sebenarnya Siska lah yang sengaja menghilangkan diri ,karena ia mau fokus berbakti pada Suami, namun balik lagi ujian hidup setiap orang itu berbeda-beda
Siska ikhlas jika dirinya sekarang menyandang status janda
....
__ADS_1
Malam pun berlalu ,maminya yang sudah renta banyak menghabiskan diri untuk ikut majelis taklim , ia juga sudah sering sakit-sakitan
Siska yang sudah terbiasa melayani Arjuna saat ini selalu melayani maminya dengan sangat baik
"Oma Arika pamit dulu ya , Mama "
"Iya Nak hati-hati dijalan ya "
Arika sudah sangat fasih membawa mobil lagipula ia juga sudah memiliki SIM
Sesampainya di kampus ,Arika kembali lagi berpapasan dengan mobil yang ber plat B 1 AN
ia merasa kesal
"Aku tidak suka sekali dengan mobil disamping ini kelihatannya mau berkuasa sekali di kampus ini "
Arika yang kesal pun langsung keluar dan menuju kedalam kampus
Tapi langkahnya terhenti saat melihat Alea yang baru saja diantarkan papanya
"Arika ......"
"Hai Alea"
melambaikan tangannya pada Alea
Alea pun berlari "Hah akhirnya aku terbebas juga dari gangguan amarah yang terjadi akibat letusan gunung Merapi "
Alea mengata-ngatai papanya
"Alea kau tak boleh begitu kepada papamu ,dia itu memarahimu untuk kebahagiaan kau juga nanti , apa lagi Papamu membesarkanmu seorang diri "
"Tidak aku tidak hanya dibesarkan oleh papaku tapi juga nenekku "
"Wah aku juga tapi semenjak pindah kesini aku juga tinggal dengan Oma ku ,cuma Oma ku seperti sangat introvert sekali ntahlah..."
"Ya ampun Arika kau sebaiknya main ke rumahku nanti aku akan mengenalimu dengan nenekku ,kau pasti akan sangat bahagia bertemu dengan nenekku "
Cara penyampaian Alea yang asik membuat Arika benar-benar bersemangat untuk bermain kerumahnya
Tapi pada saat mereka sedang berjalan seorang laki-laki tak sengaja melemparkan permen karet dan terkena rambut Arika
"Apa ini ?"
Memegang sesuatu diatas kepalanya
"Bian permen yang kau lempar mengenai kepala maru itu "
Menunjuk kearah kepala Arika
"Sudah biarkan saja ,kan cuma permen karet juga. bukan boom yang aku lemparkan kepalanya "
"Astaga ini permen karet ,siapa yang beraninya melemparkan permen ini Keatas kepalaku "
Alea langsung berusaha membantu b melepaskan permen karet dikepala Arika
"Sini aku ambilkan,ya ampun Arika ini harus di gunting ,ayo kita meminjam gunting di kantin "
Dengan memakai gunting akhirnya permen karet tersebut terlepas
"Syukurlah akhirnya terlepas "
Alea dan Arika merasa senang meski sekarang rambut Arika terganting
"Tidak apa-apa tidak mengurangi kecantikan diwajahmu kok "
"Siapa yang beraninya melemparkan permen karet dikepalaku tadi ya Lea"
"Aku juga ingin tau ,biar kita balas dengan melemparinya dengan permen karet juga "
ucap Alea
"Hmm bukan begitu maksudku ,aku hanya ingin yang melemparkan permen karet itu memiliki rasa tanggung jawab atas apa yang sudah ia lakukan ,jangan seperti itu seharusnya kelakuan nya , tidak mencerminkan sikap asli orang Indonesia "
"Ya ampun Arika masih saja bisa lemah lembut begitu kau ini jika aku sudah aku umumkan saat ini juga di speaker kampus dan aku tanyakan "
"Siapa yang tadi melemparkannya padaku , jika tidak aku akan melihat rekamannya di Cctv"
"Sudah ayo kita masuk kelas "
Didalam kelas banyak orang yang melirik iri kepada Alea dan Arika khususnya beberapa perempuan yang merasa memiliki wajah yang cantik dan sempurna , tapi Arika dan Alea tak memperhitungkannya mereka semuanya
mereka fokus dengan urusan mereka masing-masing karena tujuan mereka adalah belajar bukan untuk main-main selama tangan-tangan orang yang tidak senang dengan mereka tidak menyentuh kulit mereka maka mereka berdua akan bersikap biasa saja namun jika sudah menyentuh fisik mereka berdua ,Maja jangan salahkan jika keduanya akan melawan , Arika memang kalem tapi ia menguasai ilmu beladiri dari mamanya Siska , sedangkan Alea ia mewarisi keberanian dari Alena mamanya, dan sikap tulus papanya
"Apa mereka selalu memiliki mata yang seperti itu "
"Sudah biarkan saja Lea , mereka kan punya mata jadi bebas menatap kearah mana saja "
Diantara para mahasiswa baru terkenal sekali dengan sebutan dua 'A'
Alea dan Arika , selain cantik mereka juga berpenampilan sangat sederhana sekali
Jam kuliah pun selesai ,Arika menelpon Mama nya karena ia akan telat sampai dirumahnya Karena ia ingin mampir kerumah Alea
"Halo mama "
"Iya Nak ada apa ?"
"Arika mau meminta izin Ma , untuk main sebentar kerumahnya Alea Ma , rumahannya juga tak jauh dari kampus ,dekat sini Ma "
"Bagus. bagus ..."
Alea mengacungkan jempolnya dengan bersemangat sekali
Siska pun menjawab "Iya nanti sampai dirumah teman, Arika kabarin mama lagi ya,jangan kemana-mana nak ya ,kalau kerumahnya Alea sudah disana saja jangan kemana-mana ya nak "
"Iya Ma , terimakasih ya Ma ,Miss u"
Alea memandang iri kepada Arika ia sama sekali tak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu
"Mamamu baik sekali ya Rika , ada sudah cantik lembut lagi "
Arika menarik nafasnya "Kau benar Lea ,ia adalah perempuan paling sabar yang pernah aku temui , bagaimana tidak ,bayangkan saja ia rela memiliki madu , karena papaku diwajibkan untuk memberikan keturunan anak laki-laki , sedangkan mamaku tidak bisa memberikan keturunan lagi karena rahimnya sudah di angkat "
"Yang Sabar ya Arika , ternyata semua manusia memiliki masalah masing-masing "
"Maaf ya Lea aku jadi curhat "
"Tidak apa-apa Arika santai saja bukankah kita teman "
Mengulurkan jari kelingkingnya
"Iya kita teman dan selamanya "
Mereka tersenyum bahagia
Sesampainya dirumah Alea ,Arika langsung disambut oleh neneknya Alea yang membuat Arika kaget adalah warna rambut neneknya yang berwarna biru
__ADS_1
"Alea Kenapa rambut nenekmu "
"Nanti aku ceritakan, santai saja "
Alea menahan tawanya
Turun dari mobil dan Alea langsung memeluk neneknya
"Nenek aku merindukan nenek "
"Kau ini berlebihan sekali Alea ,cucu nenek yang nakal "
Tatapan Neneknya terhenti saat melihat Arika yang sedang berdiri ia langsung menyapa Nenek Aleaa dan bersalaman mencium tangannya
"Hai Nenek perkenalkan aku Arika temannya Lea di kampus"
Neneknya kaget saat melihat wajah Arika ia sampai harus mendekatinya
"Kenapa wajah temannu ini tak asing bagi nenek ya Alea "
Sambil berkacak pinggang Alea meledek neneknya
"Begitulah nenek ya akan selalu begitu , lihatlah kan bagaimana dia mengatakan pernah Melihat semua orang yang baru ia temui "
Menarik tangan Arika "Ayo masuk kau akan melihat bagaimana kamarku yang nyaman "
Masuk kedalam kamar Alea dan Arika pun kaget saat melihat kamar Alea yang sangat manis sekali tak disangka dari bentuk kamar yang berwarna pink membuatnya menjadi sangat bagus sekali "Wah kamarmu pink Semua Lea "
"Ini bukan keinginanku ini kerjaan papaku ,kata nenek dulu papa sangat bersemangat sekali menyambut kelahiranku sampai-sampai papa memborong semua perlengkapan bayi di toko untukku "
Arika duduk "Papamu pasti sangat istimewa sekali ya Alea , sampai-sampai selama ini ia tak menikah lagi "
"Hah padahal aku sudah sering sekali menyuruhnya untuk menikah lagi, hmm bukan apa-apa Arika ,papa itu enaknya karena nenek masih ada dan aku belum menikah, nah lalu bagaimana jika aku sudah menikah dan harus ikut dengan suamiku ,tak mungkin aku harus membantah keinginan suamiku kan ? sedangkan syurga sudah pindah dikaji suamiku "
Arika bertepuk tangan untuk Alea "Hmm aku tak menyangka jika pikiranmu sedewasa itu ,waaaww"
Alea tersipu dan langsung kembali mengeluarkan sisi gokilnya
"Terimakasih... terimakasih "
melambaikan tangannya kearah Arika
Sedang mengobrol asik.Tak Terasa mereka berdua sudah menghabiskan waktu berjam-jam untuk bercerita
terdengar suara laki-laki memanggil Alea
",Alea dimana nak ,papa pulang membawa makanan kesukaanmu "
"Itu papaku ,aku akan keluar"
Arika langsung melihat jam ditangannya
"Sudah jam empat , sebaiknya aku pulang dulu ya Lea,besok giliran kau lagi yang mampir kerumahku "
"Siap-siap aman"
Arika pun keluar dari dalam kamar Alea untuk berpamitan dengan Arya
"Om pamit dulu "
Arika mencium tangan Arya untuk berpamitan
"Ya nak hati-hati "
Sama seperti Alea yang melihat Siska untuk pertama kalinya , maka Arika pun kaget saat melihat Arya
Benar yang dikatakan teman-teman Alea ternyata memiliki papa yang tampan sekali b,dan ia sangat setia , dia sangat pantas menikah dengan mamaku yang penyabar v
"Nenek aku pamit , assalammualaikum"
"Waalaikum salam"
jawab nenek dengan ramah sekali
"Dagh Arika "
"Sampai bertemu dikampus besok ya ..."
Setelah Arika menghilang dari pandangan neneknya langsung berucap
"Temanmu cantik sekali "
"Tentu saja Nek,hmm apa lagi jika nenek bertemu mamanya ,hmm nenek pasti kaget "
"Kenapa memang neneknya ?"
penuh heran
"Wajah mamanya Nek lebih cantik dari Arika ,apa lagi mamanya ramah sekali tidak seperti mamanya Arika "
"Masa iya ,siapa. nama mamanya ?"
"Memangnya kalau nenek tau nama mamanya ,apa nenek kenal?"
Arya langsung menyambung ucapan Ibunya
"Bukan begitu Alea , nenekmu itu ingin belajar bagaimana caranya bisa cantik sampai tua "
Arya tertawa keras, disusul oleh Alea
"Ya..ya..papa benar nenekkan tidak mau tersaingi kecantikannya"
Ibu Arya menarik nafas dalam-dalam
"Terserah kalian saja ,hah tidak ada kerjaan selain terus meledekku "
Dengan cepat Lea langsung memeluk Neneknya
"Mmuaaach aku sayang nenek , nenek adalah manusia paling cantik di dunia ini ,pasti mama Lea dulu sangat kagum pada nenek"
Mata neneknya berkaca-kaca
"Ibu mu adalah menantu terbaik yang dikirimkan Tuhan untukku ,dan nenek bisa hidup sampai hari ini ,itu semua karena salah satu ginjal yang didonorkan ibumu untuk nenek Lea, Nenek sangat menyayangi ibumu"
"Sayang mana sama aku Nek "
Alea sengaja bertanya seusil itu pada neneknya karena ia tak mau membuat neneknya bersedih apa lagi setiap neneknya bercerita tentang ibunya , Neneknya selalu saja berlinang air mata ,dan Alea tak mau membuat neneknya sedih , karena ia sama sekali tak merasakan kesedihan saat ditinggalkan oleh ibunya karena ia masih sangat bayi
"Pertanyaan mu ini sangat bodoh ,atau aku akan memukul bokongmu dengan kemoceng saja "
Alea langsung berlari masuk kedalam kamarnya
"Ayo nek Kejar aku....."
.....
Kasih vote sebanyak-banyaknya dong biar crazy up lagi reader.....
__ADS_1