
"Tentu saja aku sudah sangat yakin sekali dengan apa yang aku ucapkan, karena tak ada seorangpun yang bisa menahan diriku untuk membuktikan cinta ini pada Arya yang keras kepala ini, aku akan melakukan segala cara untuk mendapatkan putrinya, lihat saja nanti"
Bian langsung menepuk pundaknya
"Raja kau harus sabar karena ini tak semudah yang kau bayangkan, kau jangan berpikiran singkat dengan melakukan hal yang tidak-tidak, ingat kau harus mendapatkan Alea dengan cara yang baik, karena aku ini laki-laki dan tau bagaimana yang ada di otakmu itu"
Arika langsung terdiam mendengar ucapan Bian
"Hah, tau isi otaknya raja?, jadi maksudnya kau memiliki pemikiran yang sama dengan raja?" Arika langsung emosi sekali,apa lagi dia tau bagaimana raja dengan segala isi otaknya
"Kalian benar-benar ya laki-laki yang sama sekali tak pernah memikirkan perasaan seorang perempuan, aku sangat marah sekali" langsung pergi meninggalkan mereka berdua
"Astaga kenapa dia? ,apa ada yang salah dengan ucapanku, apa aku berbicara yang membuat ia tersinggung, atau aku malah membuat ia marah?, kenapa ia begitu sensitif sekali setelah pulang liburan?"
Raja langsung tersenyum
"Perempuan itu banyak sekali misterinya kau tidak akan bisa menebaknya, sudahlah sekarang kau kejar dia dan bujuk dia, jangan lupa katakan jika ia sangat cantik,dan kau sangat beruntung memilikinya, karena yang mereka butuhkan adalah pengakuan setelah itu mereka tak butuh pengakuan apapun lagi, Ayo cepat kejar dia, nanti lebih panjang lagi masalahnya kamu juga yang repot"
"Astaga!" Bian langsung mengejar Arika
"Ingat Bian, kau yang harus minta maaf, walaupun kau tidak tahu apa salahmu ,kau tetap yang harus minta maaf ingat apa yang aku katakan itu"
raja berteriak dengan sangat kencang sekali
"Iya aku tahu"
Arika langsung berjalan menuju kelasnya dan orang-orang tidak ada yang tahu dikampus jika mereka sudah menikah, hanya dosen dan staf di kampus saja yang tau jika mereka adalah pasangan suami isteri
"Arika tunggu dulu, aku mau minta maaf padamu, tolong aku tak tahu apa yang membuat kau marah, aku mohon!"
Bian berdiri dihadapannya Arika dan tentunya orang-orang yang berada disana langsung melihat mereka berdua dengan tatapan yang sangat aneh sekali
"Katakan padaku apa yang sebenarnya kau inginkan ha?"
berlutut karena itulah satu-satunya cara agar tak membuat Arika marah-marah,apa lagi ia adalah istrinya
"Bian apa yang sedang kau lakukan ha, lihatlah semua orang melihat kita berdua?" Arika sudah mulai cemas sekali, apa lagi ia tak suka sampai ada yang tahu jika mereka berdua adalah pasangan suami istri
"Aku tak peduli,dan juga akan lebih bagus kalau mereka tahu aku dan kau sudah menikah jadi tak ada lagi yang harus disembunyikan tentunya lagi"
"Ya Tuhan,apa yang sedang ia lakukan ha, ini sungguh sangat memalukan sekali" Arika wajahnya sudah benar-benar sangat merah sekali
"Sekarang katakan padaku, apa yang ingin kau katakan ha, aku tak bisa berlama-lama disini karena dosen sebentar lagi masuk!"
"Aku hanya mau kau berhenti marah-marah padaku, karena aku sama sekali tak suka jadi pusat perhatian seperti ini" ucap Bian
"Pikir saja sendiri karena aku tak mau berpikir sendiri aku tidak suka"
Arika langsung pergi
"Arika jika kau tak menjelaskan apa kesalahan ku, dan kau malah menyuruh ku untuk berpikir maka aku akan memelukmu lihat saja ya!"
"Terserah kau saja, Aku tidak peduli"
Arika yakin Bian tak akan melakukan hal bodoh seperti itu jadi ia memilih untuk bersikap dengan santai sekali
"Aku sama sekali tidak perduli, karena memang aku sangat yakin itu bukanlah hal yang sangat penting bagiku"
__ADS_1
Tiba-tiba dari belakang ada yang memeluk tubuhnya dengan sangat erat sekali
"aku mencintaimu istriku tolong maafkan aku"
semua orang yang melihat langsung syok dan kali ini semuanya langsung berkumpul mengelilingi mereka seakan tak percaya dengan apa yang sudah mereka lihat karena memang mereka berdua terkenal dengan pertengkarannya masing-masing selama di kampus
"Aku hanya ingin kamu tau jika aku sangat mencintaimu, dan tak ingin jauh-jauh dari dirimu, walaupun sedetikpun "
Arika sungguh sangat malu sekali tapi ia tak tahu harus bagaimana lagi, padahal ia sendiri yang mengatakan pada Bian agar di kampus untuk bersikap seperti biasa saja,agar tak ada yang tau jika mereka adalah pasangan suami istri,tapi justru Bian malah membuatnya jadi seperti ini
"Bian cepat lepaskan aku, atau kita akan mendapatkan malu, lihatlah kita sedang di kelilingi orang-orang ini"
"Tidak mau, biarkanlah mereka melihat kita lagi pula kau dan aku adalah pasangan yang halal juga,aku sungguh bahagia sekali "
"Ini kampus, tolonglah jaga sikapmu, kita tak bisa melakukan hal ini, ayo cepat lepaskan aku kalau tidak ini akan menjadi masalah besar nanti tolong lah" arika berusaha untuk melepaskan rangkulan Bian, tapi tak kuasa karena Bian bukanlah tandingannya.
rupanya dari kejauhan ada mahasiswa baru yang baru saja pindah di kampus itu, ia yang melihat arika yang sedang nampak tertekan itupun langsung menghampirinya
dengan cepat langsung melayangkan satu pukulan tepat di matanya Bian
Bug ..
"beraninya dengan wanita,apa kau tau ini kampus,tak seharusnya kau bersikap senonoh pada seorang perempuan sungguh tak tahu malu"
"Awww!, siapa kau Dan apa urusanmu dengan hubungan ku!" Bian kaget tak sempat memberikan perlawanan karena matanya sangat sakit sekali
"Kak Bian" arika langsung panik sekali ia langsung memeluk suaminya itu
"Ya Tuhan, Apa yang terjadi, kenapa kau memukulnya ha, lihatlah dia ini adalah suamiku, kau keterlaluan sekali!"
laki-laki tersebut nampak kaget mendengarkan pemangkuan Arika, tapi sayangnya ia tak mudah percaya dengan ucapan Arika begitu saja karena masih mengira Arika sedang di ancam
Bian yang sedang terduduk lemah langsung naik pitam melihat tangan istrinya di sentuh oleh pria lain
"Hei apa yang kau lakukan ha, jangan kau sentuh tangan istriku dia itu adalah istriku,Awas kau ya"
Bian langsung berdiri dan memberikan satu pukulan tepat Dimata kiri laki-laki itu,
Bug...
...
Raja yang sedang berada diparkiran terlihat sedang merenung, "*Kenapa orang-orang itu pada berlarian kedalam, sepertinya sangat heboh sekali"
ia tak menyadari jika didalam Bian,Arika dan anak baru itu sedang berkelahi dan sekarang menjadi tontonan orang-orang
"Mereka pasti sedang menonton hal-hal yang tidak penting,Berbeda sekali dengan pikiranku saat ini yang tak menentu, dan tak memikirkan apa-apa lagi, karena aku hanya memikirkan Bagaimana cara mendapatkan restu dari om Arya, aku sudah tak peduli lagi dengan segala yang ada di dunia ini sama dia aku bertemu dengan putrinya yang manis itu. semuanya berubah menjadi sangat indah sekali kau ,yang membuat aku tak bisa tidur dan a aku tak bisa makan dan segalanya sudah berbunga-bunga saja di dalam hati dan jiwaku,
Andai saja waktu bisa kuulang kembali, aku bisa bersikap dan mengontrol emosiku, maka hal ini tidak akan pernah terjadi titik pasti jalanku berbeda sekali dengan pikiranku saat ini yang tak menentu, dan tak memikirkan apa-apa lagi karena aku hanya memikirkan Bagaimana cara mendapatkan restu dari om Arya, aku sudah tak peduli lagi dengan segala yang ada di dunia ini sama aja aku bertemu dengan putrinya yang manis itu. semuanya berubah menjadi sangat indah sekali kau Ma aku tak bisa tidur, aku tak bisa makan dan segalanya sudah berbunga-bunga saja di dalam hati dan jiwaku, Andai saja waktu bisa kuulang kembali, aku bisa bersikap dan mengontrol emosiku, maka hal ini tidak akan pernah terjadi,pasti jalanku tak harus seburuk ini, Ya Tuhan tolonglah aku sungguh aku benar-benar sangat mencintai gadis itu. Bisa melupakannya walau sedetik saja, aku benar-benar merasakan jika cintaku ini sungguh sangat gila sekali, aku akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya "
Lalu Raja berjalan menyusuri kampus tersebut, hingga akhirnya ia bertemu dengan seorang pengemis yang sedang meminta-minta dengan tongkat tuanya. ia langsung memanggil raja
"hei, anak muda ayo duduk lah kemari" Raja sebenarnya merasa jijik sekali melihat pengemis tersebut memanggilnya, apalagi Ia memakai pakaian yang compang-camping. tapi ia teringat akan sesuatu jika dulu ia pernah menyepelekan Arya, dan akhirnya ternyata hari Allah yang menjadi orangtua gadis yang ia cintai titik dengan menarik nafas dalam-dalam menahan bau dari pengemis itu
"maaf, apa bapak memanggil saya?" Melihat kearah belakangnya,dan berharap jika pengemis itu bukan memanggilnya
"saya memanggil kamu anak muda, ayo duduklah"
__ADS_1
Raja pun langsung duduk disampingnya dengan menahan nafas sesekali
" duduklah di sini dulu, aku melihat aura mau begitu suram sekali anak muda, karena itu aku berniat ingin membantumu, tetapi jika kau bersedia akan membantumu. Aku ingin kau memberikan mahar yang setimpal nantinya, karena ini bisa membuat hidupmu bahagia, karena di dunia ini banyak hal-hal yang tak bisa dijelaskan dengan kasat mata, sama seperti hal yang akan aku lakukan padamu ini kau harus mengerti, ini adalah salah satu cara untuk membuat nasibmu menjadi lebih baik lagi, karena aku sangat yakin kalau sedang memiliki masalah iya kan? " .
terkejut karena laki-laki tersebut bisa mengetahui jika ia memiliki masalah yang sangat besar sekali saat ini yaitu tentang perasaannya yang sedang diaduk-aduk begitu dalam
"bagaimana bapak tau aku sedang memiliki banyak masalah Pak?"
Raja-raja langsung melepaskan nafasnya dari tadi ia tahan karena tak tahan dengan bau pengemis tersebut yang ia yakini sudah berhari-hari tidak mandi dan gosok gigi. karena terlihat jelas dari gigi-giginya Ya sudah berwarna kuning kehitam-hitaman, belum lagi rambutnya terlihat begitu sangat lengket sekali Bahkan ia terlihat bukan seperti orang normal Ia seperti orang gila
"hahaha ,itu kau tak perlu tahu anak muda, karena aku memiliki mata batin yang tak bisa orang lain tahu, aku akan membantumu untuk segera mewujudkan Apa yang kau inginkan titik apa memiliki masalah soal hati dan cinta? "
lagi-lagi Raja langsung kaget dan tak percaya jika laki-laki yang berada di hadapannya itu tahu semua apa yang sedang dirasakan saat ini
"" Astaga siapa dia sebenarnya, apa dia adalah malaikat yang diutus untuk menyelamatkan aku, agar aku bisa menjalankan hidup ini dengan sangat baik dan tenang, atau dia adalah sosok makhluk jelmaan yang dikirimkan untuk membantuku meluluhkan hati om arya, ini kan negara yang penuh dengan hal mistis, dan aku sangat yakin jika ia adalah salah satu dari makhluk-makhluk yang berkeliaran di muka bumi ini"
Padahal Raja Baru beberapa bulan saja berada di negara ini tetapi ia sudah terkontaminasi dengan hal-hal mistis yang dipercaya oleh orang-orang disekitar kotanya, sebenarnya orang yang percaya hal-hal tersebut seharusnya adalah keluarganya Siska dan juga Arika, tetapi justru raja yang berasal dari luar negeri yang akhirnya percaya dengan hal itu. Lah saja laki-laki itu tahu jika raja sedang memiliki masalah cinta, karena tadi ia berada di belakang mobil saat Arya raja dan juga yang lainnya sedang marah-marah. ia mengambil kesempatan itu agar bisa mendapatkan uang dari Raja, apalagi tadi dia mendengar sendiri saat Raja berbicara dengan Bian, ia akan melakukan segala cara agar bisa meluluhkan hati Arya.
"ini ada minyak,dan aku mendapatkannya jauh di atas gunung yang sangat tinggi sekali, minyak ini konon hasiatnya sangat luar biasa sekali, ia bisa membuat orang yang tidak suka dengan kita menjadi suka, dan siapapun akan luluh dan tunduk atas perintahnya, Aku tidak akan pernah menjual minyak ini tetapi saat aku melihat dirimu Tadi berjalan aku sangat yakin minyak ini berjodoh denganmu, karena ia hanya akan cocok dengan orang-orang yang sedang dilanda masalah besar , anak muda Kau boleh percaya atau tidak kau Ma tetapi ada baiknya kau membeli minyak ini karena segala sesuatu di dunia ini bukankah kita harus mencobanya kan kita tidak tahu melalui apa Tuhan mengirimkan perantaranya "sambil tersenyum-senyum dengan mengangguk-ngangguk memegang jenggotnya.
Raja memang tahu hal dengan dunia ini, tetapi ia sangat polos dengan hal-hal yang gaib. karena ia jauh dari agama dan juga jauh dari kehidupan orang-orang yang taat akan Tuhannya. apalagi dia seorang anak yatim yang hanya dibesarkan oleh Dimas, Dimas juga jauh dari agama titik berbeda dengan Arjuna yang selalu menjunjung tinggi nilai-nilai dan norma-norma agama yang ada.
"Minyak apa ini Pak?"
,"Jangan di pegang karena kau harus membayar maharnya dulu, ini harus ada penggantinya"
Raja mencium bau aroma yang sangat menyengat sekali,tapi ia tak pernah mencium aroma itu sebelumnya.
ya itu adalah minyak angin khusus nenek-nenek yang lagi mabuk perjalanan
"Apa ini bisa meluluhkan hati manusia pak?"
tertawa lagi "Jangankan hati manusia,hati ayam dan hati kambing juga bisa rontok"
"wah bagus sekali khasiatnya, kalau begitu berapa maharnya Pak?"
"Maharnya cukup lima ratus ribu saja"
"Baiklah ini Pak, " raja mengeluarkan uang dari dalam kantong nya
Karena Nominal uang Rp500.000 tersebut adalah nominal yang sangat kecil bagi Raja, apalagi dia memang sering memegang uang lebih dari itu, untuk orang kaya ukuran uang ratusan ribu itu sama saja dengan uang recehan yang tak ternilai harganya, Apalagi kekayaanya sudah nomor atlas dunia tentu lah uang tersebut tidak ada artinya juga baginya
" Terima kasih anak muda, dan semoga saja meluluhkan hati orang yang sangat keras itu nantinya "
"tapi tunggu dulu Pak, ini bagaimana cara penggunaannya aku tidak mengerti?"
Tertawa lagi "Gampang anak muda, nanti jika kau sudah berhadapan dengan orang yang ingin kau Luluhkan hatinya itu, kau langsung saja Gosokkan minyak tersebut di kedua bola matamu, setelah itu kau lihat saja reaksinya, aku sangat yakin orang yang berada di hadapanmu akan segera luluh dan langsung merangkulmu, Jangan khawatirkan itu. karena minyak ini sangat ampuh sekali khasiatnya sungguh luar biasa karena aku ambil langsung di tengah-tengah kawah Gunung" Raja tak menyadari jika ia telah tertipu Oleh laki-laki itu, secara logika saja siapa yang berani mengambil minyak di tengah-tengah kawah, kecuali Memang iya cari mati. tapi raja yang sudah kalut pikiran yang jernih Percaya saja dengan sugesti yang diberi lagi itu tanpa pikir panjang lagi tersebut minyak apa, saya dengan orang seperti itu saya dengan orang seperti itu
"Baiklah pak kalau begitu terimakasih banyak,saya akan segera mencobanya saat ini juga"
Raja langsung tersenyum senyum bahagia mendapati minyak itu berada di tangannya, dan tanpa pikir panjang ia langsung teringat akan rumah Arya dan Siska. Langsung saja ia menuju mobilnya untuk segera pulang, dan mencoba secara langsung khasiat dari minyak tersebut "Saya permisi dulu ya pak" langsung Melambaikan tangannya
Sedangkan bapak tua tersebut yang sebenarnya masih muda tapi kenapa malas langsung tertawa geli "Tak kusangka menipu orang yang sedang galau karena jatuh cinta Sungguh sangat mudah sekali membuatnya percaya akan khasiat minyak angin itu yang, bisa kamu gunakan di kedua matamu nanti tentu saja matamu akan pedih dan orang-orang akan merangkul, karena mengira kau buta" kalau tertawa terbahak-bahak melihat kebodohan raja yang tak berpikir panjang
" lagipula dia tampan, Tapi masih saja percaya hafal bodoh seperti ini kau Ma secara logika saja jika memang minyak tersebut bisa membuat orang tunduk, Tentu saja aku sudah menundukkan presiden agar memberikan aku tempat tinggal dan uang yang banyak dan juga kedudukan, kenyataannya suku banyak sekali anak muda yang berpendidikan tapi masih berpikir sangat bodoh seperti itu titik percaya itu kepada Tuhan bukan kepada hal-hal yang tidak tahu asal sumbernya, "menggeleng-gelengkan kepalanya sekarang aku semakin yakin jika berpendidikan saja belum tentu menjamin mereka semua memiliki hati yang jelas Lihatlah berpendidikan tampan Tapi sayangnya tidak bisa membedakan mana yang logis dan mana yang tidak masuk akal "
ia tersenyum lebar sambil memegang uang yang ia dapatkan
__ADS_1
"Lumayanlah untuk beli beras"