Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 174


__ADS_3

Tak lama mereka mengobrol terdengar suara mobil masuk kedalam rumah mereka


"Nah itu siapa lagi yang datang "


Ana menunjuk tangannya keluar


"Ya palingan Rima kan , siapa lagi , atau kau juga mengundang orang lain ?"


Ana langsung mengalihkan perhatian Siska


"Karin ayo jemput itu Siapa yang datang , coba lihat ,mama mau memanggilkan papa dulu supaya cepat ,turun kebawah "


Ana langsung buru-buru naik keatas


"Kak Arika ayo temani Karin kedepan "


Arika langsung menyetujuinya


Hanya Siska yang sendirian dibawah duduk bersama makanan yang banyak itu , Ana dan Aditya sengaja untuk merencanakan pertemuan Siska dan Arya


"Sayang bagaimana apa Arya sudah dijalan ?"


"Tunggu sebentar tadi aku menelponnya ia sudah bersiap-siap "


merapikan pakaiannya


"Memangnya Kenapa sayang ? kau terlihat terburu-buru sekal , bagaimana Bian dan Arika apa mereka sudah bertemu ?"


"Semuanya sudah datang ada Dimas dan Rima juga baru tiba , untuk Bian dan Arika semuany berjalan dengan lancar , sekarang ayo turun kebawah "


"Tunggu dulu aku harus memberi tahu Dimas dulu agar rencana kita berhasil , nanti momennya adalah anak-anak kita suruh mereka untuk mengobrol di taman belakang ,nah kita berpasangan mengobrol didepan , agar Siska dan Arya bisa segera bersatu kembali "


Ana langsung mengecup pipi Aditya


"Inilah yang membuat aku sangat mencintaimu suamiku kau adalah lelaki dengan seribu ide yang sangat luar biasa , semoga saja rencana kita semua berhasil , aku sudah tak sabar melihat kita bertiga menjadi triple , bayangkan saja, menghabiskan masa tua dengan hidup yang bahagia dan bermain dengan cucu saja "


"Sayang aku juga tak bisa hidup tanpamu ,kau adalah jantung hatiku ,aku sangat bahagia memilikimu disisiku "


Aditya dan Ana pun langsung berpelukan mesra , kebetulan Bian hendak keluar dari dalam kamarnya dan tak sengaja melihat pintu kamar mama dan papanya yang masih terbuka


"Papa ,mama kebiasaan kalau sedang ngobrol pintunya tidak dikunci "


Bian menutupi wajahnya dengan merenggangkan jari jemarinya


"Bian..dasar anak nakal"


"Ayo cepat turun kebawah sana "


"Sebentar Ma , Bian sakit perut mau membersihkan semua kotoran dulu kan tidak lucu nanti kesan pertama bertemu dengan calon menantu mama dan papa Bian buang angin , bisa kaget nanti Tante Siska juga "


Aditya dan Ana saling berpandangan "Ya ampun Pa, mama serasa melihat papa waktu muda dulu ,papa persis seperti Bian "


Aditya langsung tertawa " Tentu saja Siapa dulu papanya "


Ana dan Aditya pun langsung turun kebawah


Sementara itu , Aryaa dan Alea terlihat begitu terburu-buru sekali , karena Arya tidur jam satu dini hari


"Alea cepat ambilkan sepatu papa Nak "


"Iya Pa , sebentar "


Alea berlari untuk mengambilkan sepatu papanya "Ini Pa "


"Baik Nak taruh saja disana "


Baru saja Alea berlari masuk kedalam kamarnya , lagi-lagi Arya berteriak


"Alea tolong ambilkan jam tangan papa diatas meja "


"Iya Pa"


Jawab Alea dengan terburu-buru sekali


belum sampai Alea kembali masuk kedalam kamarnya Arya langsung Berteriak


"Alea tolong ambilkan henpon papa ketinggalan "


Alea langsung menghela nafas panjang


namun ia tetap mengambilkan apa yang disuruh oleh papanya


"Papa ada lagi ? Alea capek mondar-mandir mengambilkan apa yang papa suruh "


ungkap Alea


Neneknya langsung menyeletuk


"Ya makanya Arya pikirkan dirimu lagi ,Alea itu sudah gadis remaja apa kau nanti tak butuh teman hidup jika Alea ikut dengan suaminya pergi "


Arya langsung berdiri "Aduh ibu nanti sajalah ucapan ibu itu sama sekali tidak penting , jangan memikirkan sesuatu yang jauh-jauh pokoknya pikirkan saja apa yang ada didepan mata ,hadapi ,jalani dan syukuri semuanya"


Alea pun keluar dari dalam kamar


"Nenek berhentilah untuk berbicara begitu pada papa, karena Papa itu belum ada niatan untuk mencari pengganti ibu , tapi bisa saja nanti berubah ya kan Pa , tergantung Seperti apa perempuan yang akan menjadi pilihan papa nanti nya "


Alea mengedipkan matanya pada ibu Arya , Sepertinya mereka berdua sudah sekongkol untuk menyuport kembali cinta yang telah lama hilang tersebut


Nenek nya memberikan kedua jempol nya sambil berbisik "Lakukanlah yang terbaik untukmu , nenek mendukungmu "


"Terimakasih nenek ku "Alea mengecup kening neneknya saat hendak meninggalkan rumahnya


"Ayo Alea kita bisa terlambat ini "


"Iya Pa , sebentar lagi pula papa yang bangunnya kesiangan jadi kan kita berangkat jam segini Pa "


"Ya sudahlah jangan banyak bicara lagi ayo !"


Saat hendak membuka pintu mobil


,Alea langsung Berteriak dengan histeris melihat Arya


"Papaaaaaaaa!!!"


"Adaa apa ?"


Arya langsung melompat kesamping Alea dan memperhatikan sekelilingnya

__ADS_1


termasuk ibunda Arya yang juga keluar dan kaget "Alea ada apa ?!


Alea langsung menunjuk kearah papanya


"Papa apa papa yakin akan pergi Seperti itu ?"


Arya. pun langsung menoleh kebawah "Astagaaaaa " ia langsung berlari masuk


Alea dan neneknya langsung tertawa melihat kelakuan papanya "Bahahaha bisa-bisanya dia lupa memakai celana , langsung memakai sepatu "


"Nenek papa kenapa jadi aneh seperti ini Nek "


Alea tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Arya


"Untung saja papamu pergi denganmu Alea , Nenek tak bisa bayangkan jika ia menjadi pusat perhatian saat bertemu dengan teman-temannya "


"Ntahlah Nek , tapi akhir-akhir ini papa memang sedikit aneh "


Alea dan neneknya pun langsung berpandangan mengerti "Yah semoga saja rencana kalian berhasil , nenek kasihan melihat papamu itu , Sepertinya ia memang butuh pendamping "


Tak lama dengan wajah yang tegas Arya langsung keluar "Ayo Alea kita langsung berangkat , tunggu apa lagi ,nanti kita


terlambat "


"Alea pergi dulu ya Nek "


menciumi tangan neneknya


"Bu pergi dulu "


Sambil tersenyum-senyum Alea dan neneknya menahan tawa


"Ya hati-hati dijalan, Lea lihat papamu itu kalau ada lagi yang ketinggalan nanti ".


"Alea cepat Jangan banyak cerita ,kau mau ikut papa atau tidak "


"Iya Pa sebentar "


Mereka langsung pergi menuju rumah Ana, didalam mobil Alea dan Arya tak ada yang bersuara hanya Alea dari tadi menutup mulutnya menahan tawa ,sudah hampir separuh jalan Alea masih juga menutup mulutnya


Arya pun menyadari apa.yang dilakukan putrinya itu


"Sudah kalau kau pengen tertawa , ya tertawa saja , jangan kau tahan papa tau kau sedang menertawakan papa "


Arya langsung tersenyum sambil menyetir


Alea yang sudah tidak tahan lagi langsung tertawa "Maafkan alea papa, tapi papa benar-benar lucu sekali "


"Oh ya , apa papa sudah kelihatan seperti badut hari ini Nak ?"


tanya Arya dengan sinis


"Hahahaha tidak papa ,papa ku sangat tampan sekali hanya saja sedikit agak konyol , tapi.jangan khawatir ini tidak akan merubah apapun penilaian teman-teman papa nantinya "


Arya yang langsung tertawa geli "Sok tau sekali memangnya teman-teman papa ,banyak sekali apa "


Alea masih saja tertawa geli


....


Dirumah Aditya ,Dimas ,Rima , Ana dan Aditya sudah bekerja sama untuk menyatukan Arya dan Siska ,tanpa sepengetahuan Siska


ucap Siska


"Tunggu dulu , sebentar lagi "


"Apa kalian sedang menunggu seseorang ?"


"Bukan , lebih baik jika anak-anak semuanya sudah kumpul "


Tanpa rasa curiga Siska pun mengiyakan


"Hmm baiklah kalau begitu "


Ana langsung berbisik pada Rima


"Untunglah aku bisa mencari alasan yang tepat , lagi pula Arya kemana memangnya , lama sekali "


"Sebaiknya kau suruh kak Aditya menelponnya terlebih dahulu agar kita bisa tau ia dimana"


"Baiklah aku setuju aku rasa itu ide yang bagus sekali "


Baru saja Ana ingin menanyakan Arya pada Aditya , terdengar bunyi klakson mobil diluar begitu besar sekali


"Astaga kau dengar itu Dimas ,ia sama sekali tak pernah berubah "


"Ya aku setuju dengan mu , bahkan Ia masih terlihat jelas tak akan merubah apapun dari dirinya "


Dimas dan Aditya tertawa


Karin dan Arika langsung bergabung bersama orang tuanya saat mendengar suara klakson yang begitu besar tersebut


"Hei siapa yang membunyikan klakson besar sekali itu ? menganggu telinga ku saja "


"Ayo cepat turun kita sudah sampai "


"Papa rumahnya besar sekali , mana orang-orangnya Pa "


"Iya ini rumah om Aditya dan Tante Ana bos papa, ramai apanya ya cuma papa ,om Aditya dan om.Dimas saja "


"Om Dimas ?"


Alea langsung teringat dengan Raja


"Ya Om Dimas? apakah kau mengenal nya ?"


Wajah Alea berubah merah "Tidak papa , kan papa tidak pernah menceritakan tentang om Dimas ,hanya om.Aditya saja "


Wajah Arya berubah "Hmm.ya karena ia jauh tinggal nya "


Alea tau bagaimana ceritanya namun ia memilih menahan tawa , saat papanya berusaha untuk membohonginya


"Halo Arya "


Aditya langsung menyambutnya bersama Dimas


"Kalian "

__ADS_1


Arya langsung memeluk mereka berdua


"Kau semakin tampan saja ya "


"Hah Dimas kau bisa saja, tapi benar saja namanya juga Duren "


Aditya langsung tersenyum saat melihat Alea


"Anak gadis cantik ayo masuk kedalam "


Dimas kaget saat melihat Alea


",Arya apa ini putri mu "


"Ya ,dia permata hatiku "


Dimas terpukau saat pertama kali melihat Alea


"Ya ampun aku tak menyangka jika putrimu secantik ini"


memandang Alea dari ujung kaki sampai ujung rambut


Hmm aku yakin Raja pasti langsung suka jika melihat putri Arya ini , gadis ini adalah tipenya ,aku ingin berbesan dengan Arya


"Dimas kalau kau memuji putri ku , seharusnya kau lihat siapa papanya ini, apa kau tidak melihat papanya saja tampan "


Alea langsung mencium tangan Aditya dan Dimas


"Ayo sekarang kita masuk "


Saat yang di tunggu-tunggu tiba , akhirnya Arya dan Siska bertemu juga ,


Arika dan Alea langsung Berteriak saat mereka. bertemu


"Alea ?"


"Arika kau disini juga ?"


Lalu mereka baru menyadari saat melihat wajah Ana , Dimas ,Rima dan Aditya yang kaget saat melihat mereka saling mengenal


"Jadi anaknya Siska dan anaknya Arya sudah saling mengenal ?"


Alea dan Arika langsung tersenyum sambil berpelukan "Ya om ,Tante kita adalah sahabat baik "


Mendapatkan ucapan tersebut mereka semua yang berada disana langsung lega


"Wah ini benar-benar dipermudah sepertinya "


"Ya sudahlah kalau begitu Karin ajak kakak berdua ini untuk ketaman di belakang dulu , para orang tua mau reunian dulu ya "


"Oke siap " ucap Karin


Rima juga langsung terpana melihat Alea "Coba saja tadi Raja mau ikut jadi mereka bisa saling mengenal satu sama lainnya "


"Hei Putri Siska milikku ,dia akan aku jodohkan untuk Bian "


"iya kau jangan khawatir aku sedang mengincar putrinya kak Arya ia juga tak kalah cantik dengan putri Siska "


"Yes aku setuju, jadi kita akan berputar-putar dilingkungan kita saja "


"Maksudnya kan juga baik, agar hubungan pertemanan kita tak terputus masih bisa tetap berlanjut sampai kapanpun "


"Oke baiklah karena kita sudah berkumpul , ayo cepat pegang erat pasangan kalian masing-masing "


Aditya langsung memegang tangan Ana


Dimas pun langsung memegang tangan Rima


dan sekarang Arya dan Siska yang saling berpandangan


"Hei kalian sungguh curang ,kalian semua memiliki pasangan hanya aku saja yang tidak memiliki pasangan , keterlaluan "ucap Arya berusaha menghibur dirinya , padahal ia juga sangat gugup bertemu Siska untuk sekian kalinya , apa lagi dihadapan teman-temannya


Namun Siska lebih tenang dari Arya , mungkin karena ia sudah lama sekali tinggal ditempat Arjuna , semuanya ditata dengan sangat baik sekali ,Siska pun lebih terlihat lembut sekali dan lebih terlihat keibuan


"Kak Arya , jangan kakak pikir kakak saya yang tidak punya pasangan , aku juga sama kak , tak memiliki pasangan "


ucap Siska polos ia tak menyadari jika teman-teman mereka sengaja memancing obrolan mereka berdua


"Ehemmm"


ucap Aditya terbatuk , disusul oleh Dimas


"Aku rasa aku butuh air , ya sama aku juga butuh air seperti nya "


Arya dan Siska pun masih berdiri mematung bersebelahan


"Apa kak Arya tidak mau minum ?"


Siska lebih terlihat welcome , sedangkan Arya lebih seperti menjaga jarak , seolah-olah posisinya terbalik ,jika dulu Arya begitu agresif mendekati Siska , namun saat ini Siska lah yang lebih banyak mengajak untuk mengobrol duluan


"Bawa minum Arya , agar tak haus , ayo cepat minum "


Goda Dimas


Ana dan Rima langsung TOS "Semoga saja rencana kita berhasil "


"Berdoa saja Rima, aku sudah lama menunggu momen ini , aku harap mereka memang sengaja dipisahkan dan akhirnya bersatu kembali seperti kisah cinta kalian"


"Aaaamiinnnn semoga saja , aku ingin melihat mereka berdua bahagia ,aku tau sekali bagaimana perasaan Siska selama ini ,ia menyimpan semua rasa sakitnya tanpa menceritakan apapun pada kami , ia sosok istri yang sangat sempurna menjaga segalanya saat berumah tangga dengan Arjuna, kami juga. baru tau jika Arjuna menikah lagi saat ia sudah bercerai , bayangkan saja Ana ,Siska kita bisa melewati semuanya, mungkin jika aku berada diposisi nya sudah lama aku ingin pisah dan kabur dari sana "


"Ya aku setuju , Siska juga tak pernah menceritakan apapun padaku , hingga kemarin aku tau jika ia memang sudah menyandang status single parent "


Mereka sengaja mundur beberapa langkah menjauhi Arya dan Siska yang tampak tersipu malu mengobrol


"Kalian duduk disini saja"


Aditya menarik tangan Ana


Dimas pun juga menarik tangan Rima


"Kita duduk disini saja , memperhatikan mereka "


Mereka duduk di sofa berteret , Ana dan Rima duduk di tengah-tengah


"Kalian lihat cinta mereka masih sangat kuat sekali "


"Jelas lihat wajah Arya langsung ceria sekali "

__ADS_1


"Bukan mereka sama sekali tak memperdulikan sekelilingnya , kau lihat mereka tak menyadari


jika kita sudah duduk menjauh dari mereka "


__ADS_2