
Rima langsung meng-Iyakan ucapan Mami Dimas
"Baik Mi "Ucap Rima
"Nak lakukanlah tugas mu dengan baik dan Jangan lupa untuk meletakkan otakmu di dada .berpikir dengan otak jangan dengan hati "
Rima bersiap-siap menunggu di depan rumah mamanya .
"Apa dia menelpon mu "
Rima menggelengkan kepalanya
"Tidak Ma , dia selalu begitu jika aku tak menghubungi nya,maka ia tak akan menghubungi ku "
Perempuan paruh baya yang terlihat awet muda itu pun kembali menghembuskan nafasnya
"Kau lihatlah Nak perlakuan ia terhadapmu , seharusnya kau tau sejak dulu jika ia sama sekali tak memperdulikan mu , seseorang yang memiliki perasaan pada kita tak akan berdiam diri saja jika belahan jiwa nya tak memberikan kabar padanya"
Air mata Rima hendak jatuh ia sangat mencintai Dimas .
"Jangan menangis .Mama sudah bilang bukan ..jangan pernah menaruh hati mu di dalam otak , otak yang kau taruh di hati
biar logika saja yang berjalan"
Terdengar auman suara motor Dimas di depan
meraung-raung berteriak seolah memanggil namanya, biasanya Rima selalu berlari menyambut kedatangan nya di depan
namun tidak kali ini
"Kemana Dia ,tadi Mami menyuruh ku untuk menjemput nya ."
Dimas yang menunggu di depan tak mendapatkan jawaban, langsung melengos pergi . tanpa menelpon Rima
"Ma, sepertinya Dimas sudah sampai ,aku akan keluar untuk menemui nya "
Belum sempat Rima keluar , suara motor Dimas sudah tidak ada lagi
Emosi mama Rima kembali naik
"Lihatlah benar-benar tidak sopan, bisa-bisanya ia langsung pergi tanpa menelpon mu terlebih dahulu , itu yang mau kau jadikan suami ? heh mama rasa pernikahan mu tak akan sampai Tua "
Rima kembali menahan air matanya
"Lihatlah Nak , perlakuannya "
Tak butuh waktu lama akhirnya Dimas menelpon Rima
"Jangan kau angkat nak, biarkan ia beberapa kali menelpon mu , jangan terlihat jika kau butuh dengan nya, dunia ini luas dan kau sangat istimewa . lelaki seperti apapun pasti bisa kau dapatkan jangan khawatir "
Rima berusaha mengontrol hatinya
"Angkat !"
Rima mengangguk kan kepalanya
"Halo "
"Kau dimana sayang aku tadi kerumahmu dan kau tidak ada ?"
"Aku di rumah "
Ucap Rima singkat
__ADS_1
"Astaga kenapa kau tak keluar , tunggu aku akan menjemputmu "
Rima langsung mematikan ponsel nya
"Apa yang ia katakan ? "
"Dia akan kembali menjemput ku Ma"
"Nak begitulah lelaki jika ia tau perempuan yang berada di dekatnya sangat mencintai nya , maka ia akan melakukan tindakan semena-mena toh ia merasa kau tidak akan pernah bisa berpaling dari nya "
Rima terdiam
"Mama ini sudah tua , sudah berkenalan dengan berbagai jenis laki-laki dan Mama sangat tau sekali apa yang di lakukan laki-laki jika ia tau kita sangat mencintai nya , bersikap masa bodoh sesekali bisa membantumu untuk menghindari rasa sakit hati "
Rima memeluk mamanya
"Cepat bergegas lah keluar ia sudah menunggu mu di depan "
Dimas turun dari motor dan memencet Bel
"Selamat Siang Tante "
Dimas mencium tangan mama nya Rima
ia bersikap seperti biasanya seolah tak terjadi apa-apa
"Rima cepatlah keluar ini ada Nak Dimas . tunggu sebentar ya "
Lima belas menit Dimas berada di luar akhir nya Rima menemui nya
Sikapnya ini benar-benar tidak biasa sekali
"Ayo kita pergi "
"Ada apa lagi ?"
Dimas naik keatas motor nya . Rima sengaja menguji kesabaran Dimas
katanya melihat lelaki baik atau tidak Lihat lah saat ia marah
"Aku rasa kita naik mobil Mamaku saja Kak, lihatlah matahari sungguh terik "
Dimas tertawa
"Kau kenapa ? sakit "
Memegang kepalanya Rima dengan tangan nya
Rima berusaha keras untuk tidak luluh dengan sikap Dimas tersebut
"Baiklah . cepat berikan kunci nya kita akan segera pergi Mami sudah menunggu di salon "
Sepanjang perjalanan Rima tak mengeluarkan sepatah kata pun , ia tampak diam saja
Dimas awalnya tak perduli namun akhirnya ia tersadar jika Rima mulai bersikap tak seperti biasanya
"Sayang kau baik-baik saja ?"
Rima hanya tersenyum saja
Dimas sama sekali tak menanyakan perihal ia yang akan wisuda besok pagi , Benar-benar terkesan begitu egois sekali
"Kita akan menjenguk Siska aku mendapatkan kabar dari Arjuna jika Siska tengah hamil ,dan aku akan menjadi seorang paman "
__ADS_1
Rima langsung syok
Astaga Siska hamil ? bagaimana mungkin ia sama sekali tak mencintai Arjuna ? lalu bagaimana bisa ,apa itu benar anaknya Arjuna atau ....
"Rencana ku berhasil "
Rima semakin tak mengerti,tapi ia langsung ingat apa pesan mamanya , untuk meletakkan otak nya di hati
diam-diam ia mengeluarkan ponsel miliknya dan merekam apa yang di ucapkan oleh Dimas
"Maksudnya bagaimana kak ?"
Berpura-pura bersikap lugu
"Ya aku sengaja meminta.mami untuk membantu ku ,di samping itu aku juga sudah menyuruh Arjuna agar bisa Berperan dengan sangat baik , hahaa "
"Aku semakin tak mengerti Kak ?"
"Baiklah itu Mami "
Belum selesai Dimas melanjutkan ceritanya Maminya langsung masuk kedalam mobil
"Ya ampun kalian kemana saja hayoo.. mami sudah menunggu lama sekali"
Mami Dimas terlihat benar-benar menyayangi Rima , itu yang membuat Rima tak tega sebenarnya untuk menyakiti mereka namun apa yang di ucapkan oleh Mamanya Memang benar adanya
"Santai Oma kita akan segera meluncur"
Maminya nampak bahagia sekali
",Yah aku adalah seorang Oma- Oma sekarang"
"Rencana kita berhasil Mi , Siska dan Arjuna akhir nya bersatu . dan yang tak kalah menggembirakan Obat yang aku masukkan kedalam minuman mereka berdua ternyata sungguh manjur sekali"
Maminya tertawa "Jika tak begitu maka mereka tak akan memberikan aku cucu"
Rima terlihat bodoh sekali di antara mereka berdua
"Rima kau jangan heran begitu Nak.. kau tau lah bagaimana Dimas dan Mami berusaha untuk membuat Siska menerima Arjuna , dengan berpura-pura bangkrut dan juga menyuruh Kirana adik Arjuna yang di Jogja untuk menyamar menjadi sepupu nya yang hendak di jodohkan pada Arjuna itu "
Rima langsung memegang dadanya
Dan kalian hampir saja membuat ku kehilangan nyawa ,karena Dimas membatalkan pernikahan ku . Tega sungguh keterlaluan sekali kalian berdua kenapa selalu saja mengorbankan perasaan orang lain demi Nafsu kalian
Ini tidak benar. Mama benar kau memang harus di balas . tak menutup kemungkinan kau nanti bisa menyakiti ku Dengan menghalalkan segala cara .
Rima langsung menggenggam tangan nya
ia yang sama sekali tak pernah marah
namun kali ini benar-benar menyimpan amarah yang sangat besar
.
"Jadi itu semua rencana Kalian ?"
Mencoba tenang
"Ya tentu saja ,jika sudah hamil Siska pasti akan berpikir ribuan kali untuk meninggalkan Arjuna , pasti ia tak mau gagal Seperti mami , Dimas Memang jenius rencananya berhasil "
....
Mau crazy up??
__ADS_1
Tolong Vote sebanyak -bnyak nya reader ππ