Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 297


__ADS_3

Bian mengendap-endap masuk kedalam kamarnya,lalu melihat Arika yang sedang berdiri dijendela mencarinya


"Apa yang sedang kau cari Nona?" ucap Bian yang berdiri dibelakangnya


"Maksudnya apa?, aku sedang mencari apa? maksudmu ha?" Arika kaget,dan langsung menatap Bian dengan kesal,ntah Kenapa saat ia melihat Bian ia langsung mendadak menjadi sangat emosional sekali.


"Apa lagi yang kau inginkan ha" mendadak kesal, lalu menerobos keluar kamar


"aku lapar" membuat Bian hampir saja terjatuh karena Arika menyenggol lengannya dengan sangat kuat sekali


"Hei, apa salahku?, kenapa dia jadi aneh begitu?" Bian langsung menyusul Arika yang langsung turun kebawah tanpa sungkan, karena memang ia tau jika rumah Bian adalah rumahnya juga saat ini, apa lagi jelas-jelas jika seorang perempuan sudah menikah ia harus berbakti pada suaminya, dan juga karena anak lelaki itu adalah milik ibunya sampai kapanpun.tentulah Arika harus berbakti pada Ana dan Aditya juga


"Menyebalkan sekali dia, kenapa aku kalau melihat wajahnya sangat murka sekali" Arika langsung duduk, dikursi.


seorang pelayan langsung menghampirinya


"Nona Arika mau makan apa?, makanan khas Indonesia atau makanan luar negeri?"


"Terimakasih Bibi. oh ya tapi aku boleh minta gudeg?"

__ADS_1


"Hah, gudeg?" pelayan di rumah mereka adalah chef terkenal yang ahli memasak masakan dari berbagai negara,tapi tidak dengan makanan yang tak pernah ia coba,tapi ia akan berusaha untuk membuatkannya untuk Arika


"Iya gudeg,khas Jogja aku ingin sekali memakannya"


"Saat ini Nona?" agak ragu karena ia tidak pernah mencobanya sebelumnya


"Ia lah saat ini, tak mungkin besok kan di coba?" ucapnya sambil tertawa


"Baiklah kalau begitu tunggu sebentar"


Bian tak heran jika Arika menyukai makanan tersebut, karena ia memang berasal dari daerah itu ayahnya juga


namun rupanya candaan Bian malah membuat Arika menjadi sangat marah sekali


"Apa yang kau katakan,aku jadi gendut? lalu siapa yang menurutmu cantik?, apa ada yang lebih cantik dari aku ha?"


"Tentu saja ada?" ucap Bian santai karena ia tak berpikir jika Arika sedang sensitif begini


"Dasar buaya!" Arika langsung berlari masuk kedalam kamarnya

__ADS_1


"Arika, hei kenapa dia?, salahku dimana?,kan memang ada yang lebih cantik dari dia, Mama Ana, Mama Siska, dan nenek" Bian menggaruk kepalanya


Kebetulan adiknya yang perempuan baru saja pulang dari sekolah lengkap dengan perlengkapan pink yang ia miliki


"Oh kak Bian ternyata kau sudah pulang rupanya, aku pikir kalian tak pulang-pulang" menurunkan kaca mata pink nya, setengah sampai kehidungnya saja


"Itu kak Arika, kenapa jalannya seperti bebek, apa kalian bertengkar?"


"Hah, itu yang sekarang membuat aku bingung, aku tak tahu salahku apa, dia langsung naik keatas"


"Tak mungkin kak, aku tau bagaimana kau, perempuan itu sangat sensitif sekali, apa lagi jika ia sudah positif" adiknya langsung tertawa


"Sensitif, positif apaan"


"Haduh, aku tak mungkin menjelaskan apapun padamu, karena aku belum menikah, dan aku juga tak mungkin bercerita ini pada orang yang sudah menikah, tidak enak didengar, sebaiknya kalau mau cerita dan berbagi keluh kesah, ke Mama papa saja, mereka lebih ahlinya"


"Gila, itu sama saja aku butuh diri" ucap Bian kesal sekali


.....

__ADS_1


NB: ada yang masih ingat nggak siapa nama adiknya Bian?, hayoo....siapa yang masih ingat


__ADS_2