
"Menyebalkan dan menjijikkan "
Siska membanting lemari lalu mengambil pakaian nya
membiarkan Arjuna yang sedang menelepon
"Baiklah kalau begitu "
Siska keluar dan langsung menyelimuti dirinya dengan selimut
Arjuna dengan cepat menelpon agar di antarkan makan malam ke kamar nya , melihat situasi yang tak memungkinkan untuk mereka makan di luar kamar
Arjuna sengaja memasang wajah sedih berpura-pura putus asa tanpa kehadiran Silvi di sisinya
Tok..
tok...
"Siapa lagi sih mengetuk pintu "
Dengan bergerutu Siska langsung berdiri membukakan pintu
"Tunggu sebentar "
"Selamat malam Nona ini pesanan makan malam nya "
Pegawai hotel tersebut mendorong sebuah meja lengkap dengan makanan lezat di atasnya
"oh terimakasih ya "
Jawab Siska dengan ramah memang ia kebetulan memang sangat lapar sekali
"Permisi Nona"
Langsung menutup pintu
Arjuna pun langsung duduk dengan hanya memakai celana pendek saja dengan bertelanjang dada , Arjuna sengaja seperti itu agar Siska bisa terbiasa untuk melihat nya seperti itu
__ADS_1
"Lapar "
Siska mengabaikan nya
"Kelihatan nya bagaimana !"
Jawab Siska ketus
"Kalau suka aku bisa menyuruh mereka untuk mengantarkan lebih banyak lagi kekamar ini ,apa kau mau ?"
Ucap Arjuna dengan sangat lembut
"Ya kau bungkus saja untuk di bawa pulang ,mana tau Silvi menyukai nya "
jawab Siska ketus ,tapi Arjuna memilih untuk pura-pura tidak tahu saja
"Baiklah kalau begitu aku akan membungkus ini untuk Silvi , untunglah kau mengingatkan ku ,kau memang baik sekali "
Siska langsung melotot
menghempaskan sendok dan garpu nya
"Aku sudah mengantuk , selamat malam "
Arjuna bersusah payah menahan tawanya karena geli melihat tingkah laku Siska namun ia tak mau terlalu percaya diri ,bisa saja karena Siska memang tidak menyukai Silvi
"Baik lah selamat tidur ,ini pembatas nya "
Arjuna memberikan bantal guling di tengah nya
Lalu mereka tertidur berdua.
....
Arya yang tak melihat Siska beberapa hari ini mendapat kan kabar jika Siska dan Arjuna sedang pergi ke sebuah tempat yang berada di luar kota tak jauh dari pantai
merasa sangat terpukul ia sangat sedih meski ia bahagia jika Siska akhir nya menerima pernikahan tersebut
__ADS_1
Dimas , Aditya dan Arya yang sedang berkumpul di sebuah kafe
"Jadi sudah berapa lama mereka pergi ?"
"Udah dua hari Dit ,lagi pula mami juga sudah tak sabar ingin menimang cucu, kau tau lah aku belum tau kapan akan meminang Rima "
Pikiran Arya sudah traveling kemana-mana memikirkan Siska dan Arjuna ,
Mereka berdua berbicara tanpa memikirkan perasaan nya
Apa kalian berdua menganggap ku seperti seekor lalat saja yang tak ada di antara kalian berdua sungguh kalian kejam sekali
Arya memegang dadanya , pada saat bersamaan seorang pelayan mengantarkan minuman lalu memberikan sebuah catatan pada Arya
"Maaf tuan ini untuk anda "
"Dari siapa?"
"Buka saja dulu "
Aditya langsung berdehem "Ehemm , memang kalau pesona seorang Don Juan memang tak bisa di elakkan ya Dim"
"Ayo di buka dari siapa , jangan-jangan ada yang minta pertanggung jawaban "
"Weits sembarangan , hati-hati lah Bos, gue udah tobat "
Langsung tertawa
"Lihat kekanan dong sayang kamu yang ganteng "
Arya langsung menoleh kekanan
"Astaga!"
"Ada apa ?"
"Gila ya.. sebenarnya dia itu apa maunya sih , apa kalian tau dia ini selalu saja mengikuti kemana pun .
__ADS_1