Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Mulai nyaman


__ADS_3

Alena sama sekali tak marah dengan perlakuan Arya padanya justru ia memarahi ibu mertuanya "Bu sudahlah biarkan saja Bu,sudah sewajarnya jika seorang istri bersalah maka suami mengingatkannya agar tak melakukan maksiat dan hal-hal yang dapat menghancurkan pernikahan "


Ibu Arya kembali terkagum-kagum dengan menantunya itu


lalu tiba-tiba Alena mendadak mual


"Uwekkkssss "


"Alena ! ayo ketoilet dulu Nak, jangan terlalu kecapekan ingat kandunganmu masih sangat muda ,ibu tak mau kau sampai kelelahan"


Mendengar ibunya yang berbicara dengan Alena dan membawa perempuan itu langsung ketoilet ia langsung terdiam ,lalu dengan diam-diam memperhatikan Alena dari sudut matanya


"Ia sedang mengandung anakku "


Ucap Arya didalam hatinya


"Jika aku menyakiti Ibunya maka aku juga menyakiti anakku, walaupun aku sama sekali tak menyukai ibunya namun tentu saja aku sangat menyayangi darah dagingku"


ucap Arya


Tak lama terdengar Alena yang mual-mual dari dalam toilet tersebut ,Tak lama Alena pun keluar ,dengan wajah yang begitu lemas sambil memegang kepalanya , nampak jika Alena sangat kelelahan namun tetap ia paksakan Agar tetap berada disamping Arya


Alena masih berdiri dan tak mau makan sama sekali , melihat keadaannya yang seperti itu Arya Langsung bereaksi


"Ayo cepat duduk jangan berdiri saja , makanlah yang banyak jangan biarkan perutmu kosong kau itu jangan egois didalam perutmu sekarang ada nyawa lain ,jika kau tak mau makan maka ia akan lemah. Ibu tolong telpon Aditya suruh dia membawa susu untuk ibu hamil sekarang juga ,aku tidak mau anakku yang berada didalam tubuhnya kenapa-kenapa"


Ucap Arya


Alena kaget termasuk ibunya ,ia langsung tersenyum pada Alena dengan lembut sekali


meski Arya berbicara sambil membuang wajahnya namun ibunya memberikan isyarat yang luar biasa sekali pada Alena


"Kau dengar Nak , bagaimana ia begitu perhatian sekali pada anakmu "


Alena mengangguk setuju , mungkin benar Arya sama sekali tidak perduli padanya namun perhatian Arya pada bayi yang berada pada rahimnya semoga saja membuat awal yang baik bagi mereka berdua


"Kak aku akan akan makan yang banyak dan minum susu terus-menerus agar anakmu yang. berada didalam rahimku ini akan tumbuh sehat dan besar sampai ia dilahirkan di dunia ini "


Ucap Alena dengan mata yang berkaca-kaca


"Ya terserah kau saja aku tak perduli asalkan anakku yang berada didalam tubuhmu baik-baik saja maka aku sudah sangat bersyukur sekali "


ibunya langsung menepuk pundak Alena dengan sangat bahagia sekali

__ADS_1


ia merasakan bagaimana bahagianya Alena mendapatkan perhatian dari Arya meski dalam bentuk perhatian yang berbeda


Malam ini pun mereka tertidur dengan lelap sekali ,namun batin Arya kembali terusik saat melihat dua orang perempuan yang ia cintai harus meringkuk tidur dibawah ranjangnya


sedangkan ranjang yang berada disebelahnya kosong ,dengan lembut ia membangunkan ibunya


"Bu ..Bu..."


Mata ibunya terbuka "Ada apa Nak"


"Ajak Alena untuk tidur di ranjang sebelah Bu, bangunkan ia ,ibu dan Alena jangan tidur dilantai kasian nanti kalian berdua bisa sakit "


ucap Arya penuh khawatir


"Baiklah Nak"


Ibunya nampak bahagia sekali mendengar permintaan putranya itu ,dengan lembut ia pun langsung membangunkan Alena yang sedang meringkuk dibawah ranjang tersebut


"Alena...Nak... Alena bangunlah Nak"


Sambil mengucek matanya Alena langsung Bangun ia yang selalu peduli dengan ibu mertuanya itu langsung memegang tangan ibunya itu "Iya Bu ,ada apa Bu"


"Ayo bangunlah Nak , suamimu meminta ibu untuk mengajakmu tidur diatas ranjang yang kosong itu "


lalu dengan cepat Arya kembali membentaknya


"Iya jangan banyak cerita , sekarang kau dan ibu tidurlah disana jangan sampai kalian sakit malah menyusahkan aku saja nanti "


Alena langsung berdiri dan tersenyum bahagia meski ia tau perhatian Arya bukanlah untuk dirinya tapi lebih kepada anak yang ada didalam rahimnya


"Terimakasih Kak "


Ucap Alena perlahan


.Malam itu mereka semua tidur dengan nyenyak karena besok pagi-pagi mereka akan kembali berangkat kekota mereka untuk melanjutkan tugas dan kehidupan masing-masing mereka


Sama halnya dengan Arya ,Siska juga merasa iba saat melihat wajah Arjuna yang tertidur lelap disamping nya dengan terduduk ,ia mengusap wajah suaminya itu yang sedang tertidur pulas


"Terimakasih sudah menjagaku sejauh ini"


mengelus kepala Arjuna dan memegang tangannya


Sama halnya seperti Arya mereka sama -sama telah dikarunia hadiah terindah dari Tuhan yaitu seorang bayi yang berada di rahim masing-masing dalam ikatan perkawinan yang sah dan suci Dimata agama dan hukum yang berlaku

__ADS_1


meski pikiran Siska sesekali masih teringat pada Arya yang dengan penuh kesatria sekali menyelamatkannya tadi ,namun balik lagi ia tak bisa melakukan apa-apa karena seberapa besarnya pengorbanan Arya ia tetaplah bukan siapa-siapa dibandingkan Arjuna yang menjadi suaminya ,Arya hanya orang lain yang menjelma sebagai penolongnya namun Arjuna adalah laki-laki yang akan mempertanggung jawabkan semua perbuatannya nanti dihadapan Tuhan sebagai seorang suami yang bertanggung jawab


"Terimakasih untuk semua kesabaranmu "


Siska menarik tangan Arjuna dan menaruhnya didada lalu ia tertidur lelap sepanjang malam ,meski diluar terdengar suara petir menyambar dan air hujan yang turun begitu lebat sekali malam ini


Susana yang semakin dingin membuat tubuh Arjuna menjadi menggigil


Siska pun tak tinggal diam ia langsung membangunkannya


"Arjuna .. Arjuna "


"Iya ada apa "


Tatapan matanya terlihat begitu lelah sekali


"Berbaringlah disampingku ,aku kedinginan"


Siska berbohong karena iba melihat Arjuna


"Ini kan ada selimut "


"Tapi aku mau ayah dari bayi didaalam perutku ini yang berbaring disampingku "


ucap Siska berbohong


"Baiklah ". Arjuna langsung tersenyum tak mungkin ia menolak permintaan Istrinya itu


dengan perlahan ia langsung berbaring disamping Siska ,kasur itu memang berbeda dengan kasur pasien pada umumnya apa lagi Arjuna memesan kamar kelas eksekutif yang semalamnya bisa mencapai puluhan juta rupiah


kasur ukuran nomor satu dengan kualitas dunia , berbeda bukan seperti kasur rumah sakit pada umumnya , Selimutnya pun terbuat dari bulu angsa yang asli


Bantalnya pun sangat empuk dan nyaman belum lagi ruangan tersebut besar sudah seperti fasilitas hotel saja


"Bagaimana sekarang apa sudah nyaman ?"


Siska menarik tangan Arjuna dan menaruhnya diperutnya "Nah ini baru lebih nyaman sekali ,aman dan nyaman "


Arjuna tersenyum bahagia melihat sikap manja Istrinya tersebut padanya tak pernah- pernahnya Siska bersikap seperti itu


namun Sepertinya Siska sadar jika melaksanakan tugasnya sebagai istri yang baik akan mempermudah segala urusan yang ada


tetesan air hujan nampay turun membasahi kaca jendela kamarnya ,kerlap-kerlip lampu pun terlihat sangat cantik saat bersentuhan dengan air hujan yang membasahi bumi

__ADS_1


__ADS_2