Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 196


__ADS_3

Wajah Siska berubah menjadi pucat ,buburnya pun seolah terbungkam tak bisa mengeluarkan kata-kata lagi , telpon dari Panji barusan yang mengatakan Arjuna dalam kondisi tidak baik-baik saja , membuat Arika menjadi kepikiran , yah selama ini komunikasi antara ia dan papanya tak sehangat antara ia dan Panji , namun ntah kenapa mendengar keadaan Papanya dalam kondisi tidak baik membuat hatinya bergetar


Papa maafkan Arika, tapi jauh di lubuk hati Arika yang paling dalam Arika sangat menyayangi papa, dan papa pasti tau , laki-laki pertama yang Arika cintai itu hanya papa, meski takdir harus membuat jarak antara kita , Arika sayang papa


Maminya dan Siska saling berpandangan


tapi Siska tak mau terlalu banyak bicara mengenai kondisi Arjuna dan kenapa putrinya harus segera pulang secara mendadak begini


Kenapa Arika Sepertinya sangat sedih , ah sudahlah Siska jangan pernah memikirkan sesuatu yang membuatmu sakit kembali


Siska mengurut dadanya ia sama sekali tak mau tau lagi apa yang terjadi pada Arjuna , karena selama belasan tahun lamanya menahan rasa sakit sudah cukup rasanya,dengan mengambil keputusan untuk segera pergi dari kehidupan Arjuna itu artinya ia sudah tidak mau tau lagi dengan segala hal tentang Arjuna dan yang lainnya ia


Posisi mami siska sebagai orang yang lebih tua dan juga seorang ibu sangat mengerti sekali bagaimana perasaan Siska karena ia pernah berada didalam posisi Siska , menjadi seorang janda pada usia muda sangat mengerti apa yang dirasakan oleh Siska putrinya itu


memposisikan diri sebagai seseorang yang pernah merasa sakit nya kegagalan dalam berumah tangga adalah hal yang sudah pernah ia rasakan


"Siska , biarkanlah Arika pergi menemui Papanya nak "


"Iya Mi, tentu saja Siska mengizinkan Arika untuk menemui papanya , mana mungkin Siska melarangnya , karena tidak ada mantan anak , Arika dan Arjuna adalah ayah dan anak kandung , kalau mantan istri dan mantan suami ya ada jangan khawatirkan itu Siska tau agama"


Mendengar ucapan Siska mami Siska tak bisa mengatakan apa-apa lagi ,jika ia berbicara dengan panjang lebar lagi ia justru takut nanti ,Siska akan tersinggung padanya


tapi jika tidak diluruskan ia juga yang akan mendapatkan dosa ,karena memang sudah menjadi kewajiban seorang ibu untuk mengingatkan hal yang baik ,agar tidak terjadi kesalahpahaman kedepannya nanti .


Arika sama sekali tak bisa fokus ,ia masih diam saja, karena yang ada di otaknya saat ini adalah bagaimana caranya agar ia segera pulang menemui papanya , meski ia tak menyebutkan sama sekali kepada nenek dan maminya apa yang sebenarnya terjadi


Siska pun langsung memegang tangan Arika


"Jadi Arika akan pulang kapan Nak?"


tangan Arika terasa sangat dingin sekali sampai membuat Siska kaget


"Nak , kenapa tanganmu dingin sekali "


Arika langsung menarik tangannya


"Tidak ada apa-apa Ma , mungkin itu hanya perasaan mama saja , tapi Arika rasa secepatnya Arika harus segera berangkat kejogja untuk menemui papa ,dan melihat keadaannya"


Siska sangat lah bijaksana sekali ia tak menentang keinginan Arika ,karena ia tau agama dan juga adab , tak mungkin seorang ibu melarang seorang anak bertemu dengan ayahnya apa lagi kalau soal nafkah Arjuna selalu mengirimkan uang pada Arika ,apapun yang diinginkan oleh Arika pun selalu ia kabulkan oleh Arjuna ,itu semua semata-mata bentuk tanggung jawabnya pada Arika meski ia sama sekali tak pernah menelepon atau menanyakan kabar Arika secara langsung


Alea yang juga masih berada didalam rumah tersebut ikut-ikutan bingung juga , dengan keadaan tersebut ia seolah terjebak dalam percakapan batin


meski pembicaraan mereka terdengar begitu lembut antara satu dengan yang lainnya


Karena memang sih tutur bahasanya mereka sangat halus sekali


Alea menjadi ikut bingung tapi ia tetap harus bertanya ,tidak mungkin ia berdiri sendiri seperti patung terus kan seperti itu diantara mereka


"Arika kau akan berangkat sekarang ?"


Arika mengangguk tapi kemudian apa yang akan ia katakan membuat Alea kaget "Ya aku akan berangkat sekarang tapi Kau akan menemaniku , ayo Ma kita kerumahnya Alea "


Alea langsung kaget "Arika, apa kau sudah gila,mana mungkin aku bisa pergi begitu saja jika tanpa izin papa ,itu mustahil "


Alea nampak syok padahal sebenarnya ia akan sangat senang sekali jika ia diperbolehkan untuk ikut pergi bersama Arika


hah Arika aku sangat ingin sekali ikut bersamamu tapi , sayang sekali aku yakin itu hal yang sangat mustahil sekali tapi jika yang meminta izin Tante Siska mungkin saja aku dibolehkan pergi,aaa semoga saja ya Alea aku ingin sekali bisa bepergian dan jalan-jalan soalnya


Alea Tersenyum-senyum geli sendiri


rupanya tak hanya ia saja yang sedang senyum-senyum sendiri ,


Wajah Siska langsung tersipu malu saat Arika mengajaknya untuk meminta izin kepada ibunya Arya


"Mama yang akan meminta izin dengan Papa nya Alea sekarang ?"


"Ya Mama, kalau bukan mama siapa lagi apa nenek mami yang ikut juga ,kan nggak lucu mamikan temannya om Arya "


Siaka terdiam


Hah Arika ini sama sekali tak mengerti , bukan masalah taman atau tidak ,mama sangat canggung sekali untuk bertemu dengan ibunya Arya , bagaimana reaksinya nanti jika tau mama datang kerumahnya , kau tak akan mengerti Nak ,jika tak menjadi Mama Arika


Siska tak mungkin menolak permintaan Arika nanti justru anak itu akan kembali banyak bertanya padanya , tapi jika datang ia juga merasakan sangat canggung karena akan bertemu kembali dengan ibunya Arya dalam konteks yang lebih dekat sekali , namun jika tidak ,ia sangat khawatir sekali jika membiarkan Arika pergi seorang diri , walaupun tidak akan terjadi apapun karena Arika tidak pernah bepergian seorang diri ,


Namun sebenarnya ia malu karena harus bertemu dengan ibu nya arya yang akan menjadi calon ibu mertuanya itu ,


"Aduh bagaimana ini kenapa aku harus dilema pada saat -saat genting seperti ini ,ya ampun Siska ayolah ini keharusan karena jika aku dan Arya akan menikah aku juga harus sudah mulai terbiasa dengan ibunya Arya"


Arika langsung menarik tangan Siska yang nampak terdiam saja dari tadi


"Maamaa ayo, jangan bengong saja "


Siska langsung sadar dari lamunannya


maminya pun langsung mengatakan sesuatu padanya


"Baiklah Siska cepat lah pergilah temui dulu ibu Arya , Arika tak mungkin sendirian terbang ke Jogja ia tak pernah melakukan perjalanan seorang diri kan Nak, ayo cepat lah "


"Tapi Nek , Tante , Arika ,aku tak menjamin ya aku diperbolehkan papa untuk pergi nanti "


"Iya Alea sudah tenang saja yang penting mamaku ,kesana dulu nanti ayo..."


"Arika tapi kalau nanti aku tak bisa ikut denganmu bagaimana kau akan pergi "


Arika langsung menghela nafas panjang


"Alea berhentilah memikirkan sesuatu yang belum kita coba , bagaimana kau tau jika papamu tak akan boleh mengizinkanmu pergi jika kau sendiri belum tau bagaimana hasilnya "

__ADS_1


"Hah baiklah ,ayo kita pergi sekarang "


Alea dan Arika langsung pergi berjalan keluar


Sebelum pergi maminya Siska langsung memberikan wejangan pada Siska


"Nak sampaikan salam mama pada mamanya Arya ya "


Wajah Siska langsung memerah ia tak berani berkata apapun ia hanya mengangguk saja meski ia merasa sungguh memalukan sekali melakukan hal ini


Hah aku merasa sudah seperti anak baru gede aja , karena kelakuan ku ini hadeh...


"Mamaaaa ayo Ma .."


Terdengar suara Arika Berteriak dari luar


"Siska cepatlah lihatlah itu ,Arika sudah menunggu "


"Iya Ma"


Siska langsung buru-buru keluar dari dalam rumah namun saat mau masuk kedalam mobil


ia lupa membawa kunci mobil


"Mama ayo cepat buka pintu mobilnya ?"


"Astaga ,mama lupa membawa kunci mobil Nak"


Alea langsung tertawa geli dan berbisik kepada Arika "Sepertinya Tante Siska sangat gugup sekali ya karena mau bertemu dengan calon mertuanya "


Arika yang awalnya murung langsung ikut tersipu "Kau benar Alea aku baru menyadarinya , pantas saja Mama begitu lama sekali berpikir , rupanya karena ia akan bertemu dengan calon mertuanya hahaha"


Alea dan Arika tertawa melihat tingkah Siska yang gugup tersebut


Lima menit kemudian Siska kembali dan ia sangat heran melihat Arika dan Alea yang tertawa terbahak-bahak begitu


"Mereka kenapa ? arika juga tadi kelihatan begitu sedih sekarang sudah ceria kembali ?aneh sekali mereka "


Menyadari kehadiran Siska Alea Langsung menyenggol lengan Arika "Hentikan itu mamamu sudah kembali , lihatlah "


"Astaga ayo kita diam saja "


Arika langsung terdiam begitu juga Alea


Mereka pun langsung buru-buru masuk kedalam mobil


Namun keceriaan Arika kembali murung saat mereka melakukan perjalanan menuju rumah Arya , Alea pun menyadari hal itu


Kenapa mood Arika nampak murung sekali ya ,


Wajah Arika terlihat begitu murung tak seperti biasanya tapi ,Arika sama sekali tak mau menceritakan apa yang terjadi sebenarnya pada Siska .meski Alea mengetahui ada yang tidak beres dengan Arika ,namun ia sama sekali tak mau bertanya karena meski mereka sama-sama berteman ada private yang tak mungkin harus diceritakan pada orang lain kan


Aku tau ada yang tidak beres dengan Arika


Tapi aku tak mungkin bertanya padanya


dia kelihatannya sangat sedih sekali


meski aku baru beberapa bulan mengenalnya


tapi aku tau bagaimana Arika dan keceriaannya ia tak semudah itu bersedih hati jika masalah yang ia hadapi tak berat


Sepanjang perjalanan didalam mobil Arika tak berbicara sama sekali ia terlihat sangat sedih dengan tatapan matanya terlihat sangat kosong.


namun perbedaan begitu berbanding terbalik dengan Siska , wajahnya nampak bahagia meski ia sendiri sebenarnya cemas dan juga sedang deg-degan karena akan bertemu dengan ibunya Arya, ia sama sekali tak bisa konsentrasi lagi pada Arika yang sibuk dengan pikirannya juga


Bagaimana mungkin aku bisa bertemu lagi dengan ibunda Arya , dengan status aku dan Arya yang sama-sama baru saja saling mengungkapkan perasaan satu sama lainnya


ini bukan soal anak muda lagi tapi perasaan kami yang sudah terbuka satu sama lainnya


Siska tersenyum-senyum sendiri ,saat menyetir


sedangkan Alea nampak memegang tangan Arika sambil berbisik


"Apapun yang terjadi aku mohon kau harus bersabarlah Arika ,tak ada sesuatu yang terjadi didunia ini tanpa seizin Tuhan , apapun itu percayalah ,meski kau tak mau menceritakan apa yang terjadi padamu ,tolong kau simpan saja apa yang ada didalam hatimu itu ,yang terpenting kau berserah diri pada Tuhan itu sudah lebih dari cukup "


Arika mengangguk perlahan


"Terimakasih Alea ,aku yakin Tuhan tak salah pilih mengirimkannya kau untuk menjadi saudaraku ,aku sangat bersyukur memiliki mu sebagai sahabat sekaligus saudara untukku "


Alea memeluk Arika , Memang posisi mereka berdua pun duduk dibelakang kemudi mobil dengan Siska yang menyetir mobil sebagai sopirnya


.....


Berbeda dengan Arya sebelum pulang ia menyempatkan diri kembali mampir kekantornya karena masih ada waktu sekitar dua jam lagi para karyawan untuk pulang ,


"Sebaiknya aku kembali kekantor dulu untuk menceritakan apa yang terjadi hari ini pada Aditya " ia berjalan dengan tersenyum bahagia


lebih kurang lima belas menit akhirnya ia sampai juga dikantor , dengan wajahnya yang masih tersipu malu ,


"Absen dulu sebentar , itu merupakan contoh tauladan sikap atasan pada anak buahnya , ya jika seorang atasan juga harus disiplin dalam memberikan contoh pada bawahannya seperti aku ini "


merapikan kerah bajunya


Arya yang kembali kekantornya untuk absen sore nampak berjalan dengan sangat cepat sekali ia sudah tak sabar ingin menceritakan semuanya pada Aditya


"Pak Arya bukan ya ? kenapa ia terlihat terburu-buru sekali ya "

__ADS_1


Berjalan dengan terburu-buru sekali membuatnya semakin mempercepat langkahnya


sehingga security kantor langsung keluar untuk melihatnya


"Nah benar itu pak Arya ,tapi kenapa ia berjalan seperti jurus tanpa bayangan ya "


namun tak diduga Arya langsung menyapanya dengan sangat ramah sekali


"Halo Pak security selamat sore "


Security tersebut langsung syok melihat Arya yang benar-benar ramah sekali menyapanya, biasanya yang menyapa adalah bawahan, tapi ini terbalik justru atasan yang menyapa bawahan


"Iya pak selamat sore "


ucapnya kembali


Bahkan tak hanya dirinya saja yang mendapatkannya sapaan hangat tersebut , para karyawan pun yang berpapasan dengannya juga di tegur olehnya dengan sangat ramah sekali ,hingga security tersebut menjadi bertanya-tanya didalam hatinya ada apa sebenarnya dengan Arya


"Waduh gawat semua orang ternyata yang ia sapa ,tumben sekali pak Arya bersikap ramah seperti itu ,apa dia sedang menang undian atau kenapa ya ?"


ia memperhatikan seluruh gerak-gerik Arya pada saat berpapasan dengan semua orang yang berpapasan dengan nya


Banae saja senyuman selalu terukir dari bibir manisnya


"Kenapa pak bos itu ia seperti nya sangat ramah ,apa aku yang salah lihat ya ?"


mengucek matanya berkali-kali untuk memastikan jika ia tidak salah penglihatan


"Ah tidak , ternyata benar ia menyapa semua orang yang berpapasan dengannya , wah ini perlu di abadikan "


dengan iseng ia membuka ponselnya dan merekam tingkah Arya sore ini ,lalu memasukkannya kedalam grup khusus karyawan kantor sore ini dengan judul


'Pak Arya lagi bahagia '


para karyawan pun langsung heboh , melihat tingkah itu , ibaratnya aplikasi media sosial Arya sedang jadi trending topik yang sedang hangat-hangatnya di kantor


*Hei lihat ini pak Arya


Wah iya*


*kenapa ia begini ya


dari mana kalian dapatkan video itu


Lihat siapa pengirimnya ?


Pak security dibawah*


bagaimana mungkin pak bos tampan kita bertingkah sangat aneh seperti ini


ya kau benar tingkahnya malah seperti orang yang sedang dimabuk cinta , aku juga heran


Mereka semua pun tertawa geli melihat tingkah Arya


namun Arya berjalan dengan santai saja


ia sama sekali tak menyadari jika dikantor saat ini ia sedang menjadi trending topik yang sangat luar biasa , apa lagi dengan status duda yang ia sandang ,duda tampan yang setia, padahal di kantor tersebut banyak sekali para karyawan yang berusaha untuk mencuri perhatiannya ,namun lagi-lagi selain Siska jangan pernah bermimpi untuk mendapatkan hatinya ,hanya sia-sia saja


begitulah sejatinya seseorang yang sudah puas berpetualang semasa muda akan tobat dan setia jika sudah menemukan tambatan hati yang tepat


"Siska aku merasakan kau ada disampingku saat ini, benarkah ini tandanya cinta kita semakin bersemi ,aku percaya jika cinta kita semakin erat dan kuat "


Arya pun berjalan sambil bersiul-siul melompat seperti aktor di film Bollywood ,bahkan mungkin jika ada musik ia sudah bernyanyi dan menari di tengah aula kantor tersebut


karena terlalu lama Tersenyum setiap berpapasan dengan orang malah membuat bibirnya seperti tak bisa tertutup karena selalu menyebarkan senyuman


hingga akhirnya giginya menjadi kering dan tersangkut diatas gusi bagian atas bibir .(Boleh kalian coba lap gigi kalian sampai kering lalu naikkan bibir kalian keatas dan begitu lah kira -kira yang terjadi pada Arya karena terlalu lama Tersenyum lebar ,sudah kalian coba nggak?"


kalau belum ayo coba segera hahaha


Oke baiklah lanjutkan...


Pas sekali saat Aditya berdiri didepan lift ia dikagetkan dengan pemandangan tak biasa Tersebut ,Arya dengan giginya yang kering itu


Aditya sampai kaget "Arya astaga ! apa hang terjadi dengan bibirmu !"


Ia langsung buru-buru menarik tangan Arya masuk kedalam ruangannya padahal ia berencana untuk turun kebawah


tapi karena Arya menarik tangannya mau tidak mau ia langsung mengikutinya saja


Arya tak sempat berbicara karena Aditya menariknya cepat sekali


terkadang harga dirinya sebagai atasan sama sekali telah tercoreng oleh sikap Arya


"Hah untunglah aku sangat menyayangimu sebagai seorang sahabat jika tidak sudah aku pastikan kau tak memiliki pekerjaan lagi "


Aditya tampak pasrah , sedangkan para karyawan Dikantor tak ada satupun yang berani menganggu mereka berdua


Aditya sebagai pemilik dan Arya sebagai tangan kanannya yang memiliki andil besar dalam segala hal untuk perusahaan ini


Bug...


pintu langsung ditutup ,mata Aditya langsung melotot


"Arya cepat katakan apa yang terjadi dengan bibirmu ,atau jangan-jangan kau ?!"


Pikiran Aditya sudah Kemana-mana saja ,apa lagi bentuk bibir Arya yang seperti segitiga Bermuda tersebut , padahal karena ia terlalu banyak tersenyum hingga membuat giginya menjadi kering , sungguh berbahaya sekali jika kita terlalu banyak bicara ,yang pertama gigi kita akan kering yang kedua kita bisa dikatakan gila , tapi tak baik juga jika kita tak pernah tertawa karena yang pertama muka kita akan sepi seperti kuburan dan yang kedua akan meningkatkan gejala penyakit stroke ,hmm pilihan yang sulit ,tapi dari sini dapat kita simpulkan jika jangan terlalu berlebihan dalam bertindak termasuk soal senyuman , karena yang terlalu berlebihan itu tidak pernah bagus .

__ADS_1


__ADS_2