Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 168


__ADS_3

Perkenalkan namaku Cahaya orang-orangnya memanggil ku Caya , tapi taman-taman satu gank ku lebih mengenal panggilan ku dengan tiga huruf saja ,


jangan coba -coba anda makan jengkol atau Pete saat menyebut kan panggilan ku itu ,bisa pingsan satu kampung heheh canda doang Ding ...


Panggil aku Aha .. ya mereka memanggil nama tengah ku 'Cahaya ' Aha ..


aku anak pertama dari tiga bersaudara ,


menjadi anak perempuan pertama itu bukanlah hal yang mudah , harus menjadi contoh dan tauladan untuk adik-adik di bawah nya


memiliki adik -adik yang umurnya terpaut cukup jauh ,seorang adik laki-laki dan seorang adik perempuan

__ADS_1


aku bukan lah anak konglomerat kaya orang tua ku hanya pegawai negeri biasa , ya meski memiliki jabatan yang cukup di segani di tengah masyarakat


ibuku yang seorang guru juga menambah pandangan orang-orang terhadap keluarga ku apa lagi menjadi pegawai negeri sipil di negara ku , adalah sebuah pekerjaan yang amat sangat menguntungkan ,kenapa ? soalnya sampai meninggal pun masih di tanggung oleh negara


Tapi pikiran mereka bertentangan dengan ku ,aku sama sekali tak berminat menjadi abdi negara apa lagi ibuku selalu saja memaksa mu untuk menjadi tenaga pendidik seperti nya , ya meski aku tau apa yang dia katakan nya itu benar adanya , cuma kan aku ini punya cita-cita sendiri ,aku ingin mengekspresikan apa yang ada di dalam diriku , salah satu nya aku ingin menjadi seorang pengusaha ,


"Cahaya ....cahaya.."


Hmm beginilah hidup ku selalu disiplin dan tepat waktu , tapi sayang kedua orang tua ku tak tau jika cahaya yang terkenal manis di dalam rumah dan keluarga , diam-diam memiliki kelakuan yang sangat ekstrim ,ia anak perempuan yang hobi sekali berkelahi ,dan juga memberikan pelajaran pada laki-laki playboy di sekeliling mereka


Ketua Gank ? mm bisa jadi karena kedua temannya adalah asisten nya meski sama-sama memiliki wajah cantik dan menarik tapi mereka semuanya adalah anak mami yang harus sampai di rumah saat jam enam sore

__ADS_1


"Iya Bu.. Cahaya sebentar lagi bangun"


Seperti biasa bak rentetan bunyi peluru suara ibunya merongrong nya di depan pintu , tapi sekali lagi itu bukanlah masalah besar bagi cahaya , berbeda dengan sang ayah yang tak pernah berbicara ,namun sekali marah ayahnya akan selalu mengeluarkan senjata pamungkas nya ,yaitu ikat pinggang yang akan di hantam kan kepada anak-anak nya ,


Sudah jelas Cahaya adalah contoh yang baik bagi kedua adiknya ia sama sekali tak pernah terkena amarah ayahnya


Aku sebenarnya cukup bahagia tinggal bersama keluarga ku ,meski kami satu Genk sering berandai-andai di berikan izin untuk bisa berlibur bersama-sama , sesuatu yang sungguh mustahil bagi kami karena orang tua kami tak akan percaya melepaskan kami apa lagi aku dan teman-teman ku ini adalah anak perempuan ,yang pantangannya tak boleh keluar berlama-lama di luar rumah


Pulang dalam keadaan manis ,tapi di luar terkadang kami kerap kali berkelahi dengan anak-anak seusia kami yang memiliki sifat yang tak baik ,


ini lah ceritaku

__ADS_1


__ADS_2