
Alea sudah menunggunya di luar dengan senyuman yang sangat mempesona sekali
"Arika ayo cepat" melambaikan tangannya keatas
"Hai apa yang kau lakukan, ayo"
Arika melupakan Bian yang berada didalam mobil
"Kau sudah menunggu lama ya"
"Iya aku diantar Papa, kau seperti tidak tahu papa saja, itu lihat dia sudah menunggu disana" Alea menunjuk mobil Arya
"kenapa papa jadi begitu?, memangnya kau melakukan kesalahan apa?"
"Hah, kesalahan ku jatuh cinta pada Raja, itu yang membuat papa murka, aku juga tak tahu apa alasannya, tapi aku kemarin ingat sekali bagaimana papa mengatakan padaku jika ia akan menjodohkan aku dengan laki-laki pilihannya, dan aku yakin ia akan menjodohkan aku dengan raja"
Alea tersenyum dengan sangat lebar sekali
"Kau yakin sekali papa akan menjodohkanmu dengan Raja?" Arika merasa tidak enak untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada Alea
"Tentu saja lalu dengan siapa lagi, tentu saja pilihannya adalah Raja"
"Jangan terlalu berekspektasi terlalu tinggi Alea, nanti sakit rasanya " Arika berucap perlahan-lahan.
untunglah Alea tidak mendengarkan apa yang ia ucapkan kalau mendengar bisa bertengkar jadinya,apa lagi ucapan orang yang sedang dimabuk cinta itu tidak boleh disalahkan sama sekali
"Oh ya Arika kau kesini tadi bersama siapa?, Bawa mobil sendiri atau diantar kak Bian"
Arika langsung terdiam dan baru menyadari jika ia meninggalkan suaminya seorang diri tanpa berpamitan di mobil, apa lagi Bian dalam kondisi yang tidak baik-baik saja
"Astaga, aku lupa!" Arika langsung berbalik kedalam mobil untuk mengejar Bian, ia lupa untuk berpamitan dan menciumi tangan suaminya itu
"Ya ampun suamiku aku bahkan sampai lupa dengan kewajibanku, maafkan aku"
langsung mencium tangan Bian
"Iya tak apa-apa masuklah lebih dulu, kan ada alea juga didalam yang menemani di sana,ayo pergi saja dulu kesana"
Bian berusaha untuk terlihat tegar sekali tapi ia masih mencoba untuk tetap tenang dan tak banyak bicara
"Katakan saja padaku, aku mohon jika aku sangat ingin menikah dengan anak om" Arika terkejut saat mendengar suara seseorang yang tak asing dibalik pohon tersebut
"Seperti suaranya Raja"
ucap Arika langsung buru-buru melihatnya dan ternyata benar raja sedang berdiri sendirian dengan menghadap ke arah pohon
"Raja, apa yang sedang kau lakukan ha?"
"Arika" raja langsung kaget sekali
"Kebetulan sekali kau datang,aku sedang mengumpulkan keberanian ku, untuk berhadapan dengan om Arya papanya Alea, dan aku harap kau bisa membantuku untuk meyakinkan diri ini, jika aku bisa melakukan ini dengan baik"
"Maksudnya kau akan berbicara menemui Papa Arya?"
"Ya tentu saja aku harus mencoba semuanya, aku akan berusaha untuk meyakinkan Om Arya jika aku memang pantas untuk anaknya, dan tak akan menyerah begitu saja sebelum janur kuning berkembang"
Arika sepertinya tak percaya dengan apa yang ia dengar,tapi ini adalah ungkapan perasaan yang sangat tulus sekali dari saudara sepupunya itu
Apalagi Ia memang sama sekali tak pernah melihat raja serius itu, melihat raja Apakah dalam-dalam dan berdiri menghadap ke pohon itu merupakan sesuatu yang sangat spesial sekali apalagi Raja sepertinya sudah sangat Siap dengan segala Resiko yang akan dihadapi nanti. Perilaku yang bertanggung jawab sesuai dengan namanya Raja, meskipun ia dibesarkan dengan lingkungan yang sangat bebas tapi ia masih berusaha untuk merubah dan bersiap dengan segalanya termasuk resiko penolakan yang ada, Ia juga sudah tahu bagaimana nantinya harus bersikap, jika nanti akan mendapatkan jawaban yang sangat menyakitkan.
tapi semuanya tak akan pernah menjadi penghalang untuk dia menjemput cintanya pada alea yang sangat dalam tersebut.
"Aku akan tetap berjuang, apapun yang akan terjadi, karena semuanya harus di perjuangkan"
Arika langsung memberikan semangat
"aku sangat mendukungmu sepupu, tapi apa kau benar-benar sudah yakin akan diterima, karena yang aku tau kau Sangat kurang ajar sekali bersikap padanya, aku takutkan nanti kau akan mendapatkan pukulan yang keras dari papaku itu"
Raja terdiam mendengar ucapan dari arya lalu ia mulai agak ragu-ragu lagi. membayangkan Bagaimana nantinya wajahnya babak belur ditampar oleh Arya, belum lagi penolakan yang sangat memalukan akan ia dapatkan nanti Raja berusaha untuk meyakinkan dirinya Jika ia sudah siap dengan segala Resiko yang akan dihadapi nanti.
Karena memang semuanya adalah salah Dari Dirinya, jika bukan karena dia yang bersikap kurang ajar Arya tak akan mungkin sampai sebenci dan Cemara itu padanya, tetapi Mau dikatakan apalagi semuanya sudah terjadi, sekarang tujuannya hanya satu Bagaimana caranya agar bisa mendapatkan restu dari Arya untuk bisa menikah dengan putrinya Alea.
"Arika juga berusaha untuk menenangkan dirinya sendiri karena ia sudah melihat dari bentuk wajahnya Arya itu menandakan kalau dia tidak suka raja."Arika berhentilah kau menakuti aku, karena ini akan membuat mentalku semakin down saja, aku hanya butuh bagaimana dikuatkan itu saja Arika"
Kembali berjalan mundur kearah Arika
Sebenarnya tidak sesuai sekali rasa takut Raja dengan bentuk tubuhnya yang besar tinggi, apalagi Jujur saja Arya kan berumur juga tentu saja lebih kuat tenaganya daripada tenaga saya masih muda dan juga memiliki tubuh yang sangat atletis itu
__ADS_1
"ya tapi aku kan hanya mengingatkan mu saja,agar kau bisa berhati-hati jangan sampai kau lupa dengan kewajibanmu itu, ingat papa Arya butuh keyakinan bukan bualan semata"
"iya aku tau Arika, dan aku sudah siap jika nanti ia memukul iku dengan sangat kuat dan barang-barang, yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya agar aku bisa mendapatkan Restu darinya. Karena aku sangat mencintai putrinya itu, padahal banyak sekali perempuan cantik di mana-mana Tetapi hanya putrinya saja yang mampu mencuri hatiku sehingga tak bisa tidur tenang dan makan pun aku merasa semuanya terasa begitu hambar sekali Aku tak mau jadi seperti mamamu yang menjadi korban keegoisan Papaku, Aku akan mencoba meluluhkan hati Maria dengan segala macam cara agar takkan pernah terulang untuk kedua kalinya, cukup om Arya dan Tante Siska menjadi korbannya tapi jangan sampai ada lagi Siska Siska berikutnya aku akan berjuang sampai tetes darah penghabisan " Arika langsung bertepuk tangan mendengar ucapan yang keluar dari mulut Raja, karena baru kali ini ia melihat aja begitu serius sekali berbicara mengungkapkan perasaannya,apa lagi raja terkenal dengan sikapnya yang slengean.bagaimana mungkin ia bisa begitu serius sekali seperti ini dan ini merupakan suatu keajaiban yang sangat langka sekali.
"Baiklah kalau begitu aku akan segera mencobanya"
raja langsung berjalan menuju Arya yang sedang berdiri.
Arika sudah deg-degan mendapatkan apa yang akan dihadapi Raja
"Ya ampun semoga dia baik-baik saja nanti"
Arika memerhatikan dari balik pohon tersebut
"Semoga saja dia berhasil dan baik-baik saja" ucap Arika dalam hatinya
"Baiklah ini saatnya"
Raja langsung bersujud di kaki Arya yang sedang berdiri
"Maafkan saya Om, tapi jujur saya sangat menyukai anak om,jika om mau om bisa mem ukul wajah saya dengan puas tapi saya mohon restui saya jadi menantu om" ucap Raja
ternyata Alea yang dari tadi menunggu arika dibelakang tapi karena Arika tak kunjung kembali ia pun langsung menyusulnya
"Nah itu Arika, katanya tadi mau menemui kak Bian tapi kenapa malah berada dibalik pohon apa yang sedang ia lakukan ya?"
karena penasaran Alea pun langsung memukuli pundak Arika
"Arika apa yang sedang kau lakukan dibelakang pohon ha?"
"Diam jangan banyak bicara, kau tau lihat itu" menunjuk Raja yang sedang bersimpuh di kakinya Arya
"Astaga, apa yang dilakukan Raja ha?"
Alea Sangat marah sekali hingga membuatnya hendak maju kedepan tapi arika langsung buru-buru menarik tangannya
"Alea biarkanlah saja dulu, ini akan lebih baik kau lihat saja dia sedang berusaha untuk meluluhkan hati papa Arya"
Alea terdiam
"Kau ini sebaiknya diam saja,jangan terlalu banyak bicara, kau tau tidak jika seseorang yang memiliki perasaan tulus akan selalu membuktikan apapun itu, karena tak semudah itu bagi seorang ayah yang membesarkan anaknya seorang diri, bisa memberikan restu pada laki-laki yang dianggapnya tidak baik, apa lagi Raja diawal sudah memberikan kesan yang sangat tidak baik sekali,Kelak kita akan menjadi orang tua Alea, dan kita akan tahu apa yang kita inginkan nantinya. Tak ada orang tua yang menginginkan masa depan buruk untuk anak-anaknya terutama anak yang sangat ia sayangi tentunya Kau Begitu juga dengan bapak Arya ia sudah melakukan segala cara untuk membesarkan mu dengan kasih sayang yang berlimpah tanpa seorang ibu tentunya ia ingin laki-laki yang terbaik yang akan menjagamu nanti. Walaupun raja tapi Adalah sepupuku, tapi aku sangat setuju dengan segala Sikap apa pada raja, Aku juga ingin melihat bagaimana nantinya Raja bisa meluluhkan hati papa karya, karena pernikahan itu bukan hanya sekedar Iya aku cinta kamu, tetapi kita akan menghabiskan hidup dengan laki-laki yang kita cintai itu sepanjang waktu, tak mungkin kita memilih pasangan hidup dengan orang sembarangan karena akan berakibat fatal sekali titik salah memilih baju masih bisa kita cari yang baru tetapi jika salah memilih Ayah untuk anak-anak kita maka akan berakibat fatal sampai penyesalan seumur hidup.
Biarkan saja Papa Arya bekerja dan menentukan Apa benar aja sungguh tulus padamu, karena ia adalah laki-laki memiliki pengalaman yang banyak tentunya, Papa Alya pasti tahu mana laki-laki yang baik dan tidak untukmu, seharusnya kau lebih berpikir jernih karena tidak ada orang tua yang menginginkan anak-anak yang menderita, dia tak ingin kau tidak bahagia "
"tapi jangan seperti itu seharusnya ia harus belajar dari kisah hidupnya sendiri, bagaimana sulitnya mendapatkan restu dari orang tua, kenapa ia sekarang berbuat seperti itu padaku"
Alea benar-benar tampak sedih sekali, tetapi Arika mengerti jika area Belum Cukup dewasa untuk memahami sebuah percintaan, meskipun umur mereka sama tetapi pikiran Arika jauh lebih dewasa sekali, karena masalah hidup mereka jauh lebih berat daripada Alya yang hanya kehilangan Ibu saja di masa kecilnya. tetapi ia berlimpah kasih sayang dari ayah dan neneknya yang takkan mungkin bisa digantikan dengan apapun itu.
"Tapi ..."
tiba-tiba terdengar suara Arya yang sangat marah sekali
"Apa yang kau lakukan dibawah kakiku ha, apa kau tidak mengerti jika sampai kapanpun aku tak akan pernah merestuimu sebagai calon menantu ku, kau ingat itu, kau itu bukanlah laki-laki yang baik untuk putriku, kau dengar baik-baik ya, selamanya apapun yang aku ucapkan ini tak akan merubah ucapanku!"
Arya langsung melepaskan kerah baju Raja
"Terserah padamu, aku sama sekali tak perduli dengan apa yang terjadi saat ini yang jelas saat ini aku akan segera menikahkan Alea dengan laki-laki pilihanku dan pastinya dia bukan kamu"
Alea langsung syok sekali bahkan ia sama sekali tak bisa berkutik lagi mendengarkannya
"Aku katakan saja padamu ya, satu hal yang tak akan pernah kamu bayangkan.jika putriku tak akan aku serahkan dengan laki-laki seperti mu, walaupun didunia ini hanya kau saja laki-laki paham!"
"Tidak.." jawab raja dengan menggelengkan kepalanya dan menjawab dengan sangat lemah sekali
"Kau memang tak pantas untuk mendapatkan apapun itu,yang aku tau kau itu tidak tahu adab dan malu"
Emosi Arya memang benar-benar sudah tidak bisa dikendalikan lagi terlebih melihat cara Raja menjawab dengan sangat tidak berdosa seperti itu, ia ingin sekali *******-***** wajah lelaki ia ingin melamar putrinya itu. sungguh sesuatu yang sangat menggoda menguji imannya, dia tak menyangka Jika ia akan berhadapan dengan laki-laki yang benar-benar mencintai putrinya tetapi justru ia sangat tidak menyukai laki-laki tersebut. laki-laki yang tak pernah IA bayangkan akan ia temui dengan cara seperti itu, apalagi ia berharap saya bisa mendapatkan laki-laki yang sangat baik dengan segala kelebihannya, karena memang tak ada seorang ayah yang ingin menjerumuskan anak-anaknya Hidup berumah tangga dengan laki-laki yang tidak baik tentunya, apalagi raja terkenal dengan pemuda yang suka mabuk-mabukan, gaya hidup yang sangat, belum lagi ia tidak mempunyai tata krama dan sopan santun terhadap orang yang lebih tua dialah contohnya.
"Aku ingin sekali memberikan yang terbaik untuk Putri ku dan kau bukan orangnya sungguh tidak tahu malu"
Arya sudah siap ingin memukul wajah raja,tapi kemudian Alea langsung berteriak dengan sangat kencang sekali dari belakang
"Papa hentikan!" air matanya langsung tumpah melihat raja yang sedang berjuang untuk cinta mereka malah mendapatkan perlakuan seperti itu
"Alea!" Arika langsung berlari kearah mobil Bian karena ia takut jika nantinya kena marah Arya karena menjadi pendukung Raja
"Papa jangan lakukan itu padanya dia kan sudah minta maaf pa, aku tak mau nanti papa masuk penjara karena memukul orang lain, jangan ya Pa,aku sangat sayang papa, jangan khawatir aku akan melupakan Raja tapi jangan sakiti diri papa ya"
__ADS_1
ucapan dari Alea membuat raja terdiam ia tak menyangka jika gadis yang sedang ia perjuangkan itu akan mengucapkan hal itu
"Alea, tapi aku masih ingin berjuang untuk kita aku akan melakukan segalanya untuk bisa mendapatkan restu papamu"
Alea masih menangis tersedu-sedu
"Maafkan aku Raja, tapi tak semudah itu untuk aku membantah ucapan papa, aku tak mau papa ku tersiksa, karena yang aku cari adalah bagaimana hidup didunia ini bisa membahagiakan papa, cukup sudah jika ini akan menjadi penghambat restu kita, aku tak mau kehilangan papa, itu saja, karena papa adalah segalanya untukku"
Arya terdiam mendengar ucapan putrinya ia tak menyangka jika Alea akan mengatakan itu padanya
tapi justru karena ucapan Alea ia semakin yakin jika Alea adalah gadis yang sangat istimewa hingga membuat ia menyadari Alea memang pantas untuk diperjuangkan
"Ayo pa, kita pulang saja dulu, Alea rasa hari ini Alea libur saja dulu, karena ingin pergi berdua papa"
langsung menarik tangan papanya dan masuk kedalam mobil
Arya nampak sangat aneh dengan yang terjadi pada putrinya itu Bagaimana tidak ia tak menyangka jika Alya Justru malah memilih dirinya, ia teringat Bagaimana Siska dahulu yang malah menemui dirinya untuk mengajaknya untuk kawin lari tetapi tidak dengan putrinya sungguh ia sangat takjub sekali dan merasa begitu beruntung telah memiliki seorang putri yang sangat menuruti apapun yang diinginkan oleh orang tuanya, sehingga Arya tak bisa berkata apapun lagi selain bersyukur kepada Tuhan karena sudah dikaruniai anak seperti Alea, perjalanan di dalam mobil mereka berdua tidak ada yang berucap sepatah kata, tetapi keduanya hanya diam saja tanpa kata berkeliling kota dengan masih bertempur di otaknya.
Mereka melewati tempat-tempat yang sering mereka lalui berdua saja, Arya menunjukkan tempat masa kecilnya berdua dengan putrinya itu titik begitu juga Alea dia memeluk erat lengan ayahnya, laki-laki yang membesarkannya sejak kecil hingga ia sampai seperti ini seorang kaki yang telah menitipkan benih pada perempuan yang sama sekali tidak ia cintai. Tetapi setelah ia lahir Justru Arya lah yang melakukan segala cara agar ia bisa bahagia
"Papa terimakasih telah menjagaku,aku tidak mau menikah muda aku akan melanjutkan studyku lebih tinggi dari papa,dan aku akan membuat papa bahagia"
Arya tahu 3 putrinya tersebut sedang membohongi perasaannya sendiri tetapi ia tak mau mengatakan tersebut kepada Alea, Karena bagaimanapun yang dimiliki Ayah terlalu tumbuh sekali Arya curiga jika itu bukanlah cinta namanya, apalagi ia tahu putrinya tersebut sama sekali belum pernah mengenal laki-laki titik tetapi sekali jatuh cinta ia malah jatuh cinta dengan orang yang salah karena itu tentulah Arya berpikir ribuan kali untuk menjodohkan Iya dengan laki-laki seperti itu. apalagi Raja sudah membuat Iya kehilangan rasa simpati karena telah melakukan hal yang membuat ia sungguh sangat terluka sekali karena senakal-nakalnya dirinya ia sama sekali tidak pernah berbuat tidak sopan kepada orang tua terlebih dengan orang yang baru kenal.
"jadi kau tak jadi menikah muda Nak?"
Alea mengangguk
"Tentunya papa apa alasannya aku ingin menikah muda, sedangkan aku memiliki papa yang sangat luar biasa sekali"
ucapan Alea langsung diiringi tangis nya
"Kau masih terlalu cepat mengenal cinta,kau harus belajar banyak nak, karena laki-laki baik hanya untuk perempuan baik-baik saja"
ucapan Arya kembali membuat tangisan nya pecah
" Papa aku tahu kau tahu yang terbaik untuk Hidupku Rhoma tetapi aku juga tahu jika cinta yang aku rasakan ini salah pada tempatnya, Aku tidak tahu jika kau telah mengenal raja dan bertemunya lebih awal dengan cara yang tidak bagus, tetapi papa aku mohon aku tidak ingin jadi anak durhaka dan membuat kau menderita karena sifatku ini kau Ma Aku adalah Putri mu satu-satunya yang lahir bukan karena cinta tapi karena kau tak sengaja melakukannya pada Bunda, tetapi aku tak pernah bersedih karena kelakuanmu itu papa kok Aku juga tak pernah menyalahkan siapapun karena ini mungkin lah takdir hidupku, tetapi aku berjanji satu hal pada diriku sendiri, jika nggak papa akan bahagia dan sangat bahagia karena telah memiliki aku sebagai putrimu, Hari ini aku harus berpura-pura berbohong dihadapanmu, untuk cinta dan rasa sakit yang sama sekali tak bisa aku miliki, aku tahu papa bermaksud baik padaku, Dan aku tahu mungkin aku yang salah karena terlalu cepat jatuh cinta kepada orang yang baru aku kenal, tetapi Percayalah papa aku selalu berusaha agar kau selalu tersenyum bahagia saat melihat wajahku itu saja. Hatimu karena terus-menerus mengejar mu, maka aku akan jadi penyembuh rasa luka itu papa, aku tak ingin Papa kecewa. Aku tak ingin ada air mata yang keluar karena Papa terlalu memikirkan diriku, sudah Seharusnya aku menuruti semua permintaan Papa lagipula aku selalu percaya jika nanti Tuhan akan memberikan jodoh yang terbaik untukku, entah siapapun laki-laki itu nantinya. aku akan melupakan raja sebagai Cinta Pertamaku dan akan menuruti segala perintah papa " ucapan Alea di dalam hatinya
Sambil mengelus kepalanya Alea
"Aku tahu apa yang kau rasa putriku Oma aku tahu kau juga sedang berbohong dari tadi tentang semua perasaanmu itu aku tahu kau sedang hancur dan sangat sedih sekali tetapi aku lebih tahu laki-laki yang seperti apa yang harus menemani hidupmu Aku juga sedang mencoba mencari tahu bagaimana raja yang benar-benar akan mendapatkanmu, Aku ingin melihat setelah ucapanmu tadi Apakah dia tetap ingin masih memperjuangkanmu? Karena tak semudah itu bagiku untuk melepaskan kau kepada laki-laki yang Sembarangan sama kau aku beserta dengan rasa cinta dan kasih sayang bahkan nyawaku pun aku rela memberikannya untuk hidupmu nak aku tahu kau saat ini sedang hancur sehancur hancurnya. Tetapi kau juga harus tahu jika cinta itu tak selamanya membuatmu bahagia akan banyak rintangan di depannya yang tak mungkin bisa kau hadapi seorang diri apalagi jika nanti aku salah merestui hubungan mu dengan laki-laki itu kau Ma aku tidak mau kau hidup menderita trauma Cukup aku saja yang mengalami Bagaimana sakitnya jatuh dan orang yang salah aku mah ibumu adalah orang yang baik sekali dan juga sangat mencintaiku, tetapi seorang laki-laki tidak bisa hidup perasaan yang tidak ada, aku tidak ingin kamu mendapatkan laki-laki yang cintanya hanya sekedar saja seperti raja itu, apalagi dia sudah sering bertemu dengan perempuan perempuan di seluruh dunia sedangkan kau Putri ku engkau sangat lucu sekali dan tak mengerti Bagaimana jahat nya laki-laki di luaran sana"
Terjadi pergulatan batin antara ayah dan anak tersebut, mereka duduk berdua di tepi danau tempat mereka sering menghabiskan waktu berdua sejak kecil dulu. Alea begitu dimanja oleh Arya
Dan Arya akan melakukan segala cara untuk membuat putrinya tersebut bahagia Jadi benar-benar tidak salah jika ia melakukan hal seperti itu pada raja. untuk membuktikan jika raja benar-benar ingin putrinya maka ia harus berjuang lebih dulu meyakinkan hati aryacom karena feeling seorang laki-laki yang sudah berpengalaman tentang kelamnya dunia ini sangat penting sekali Arya adalah laki-laki ngetop pada zamannya, tentulah ia sangat paham dan tahu sekali apa yang ada di otak laki-laki seumuran itu apalagi saat Raja mengajak putrinya untuk menikah titik itu adalah hal yang sangat mengerikan sekali Jika ia langsung mengiyakan begitu saja tentunya nanti akan ada penyesalan Jika ternyata Raja bukanlah laki-laki yang sempurna dan baik meskipun ia tahu Dimas dan rima adalah orang yang baik.
"sekarang bagaimana apa kau sudah lebih tenang nak?, Atau kau ingin kita pulang saja dulu?"
"iya Pa, sepertinya akan lebih baik jika kita pulang saja dulu"
Keduanya bergandeng lagi dan masuk ke dalam mobil, Dia benar-benar sangat menyayangi putrinya.karena ia tak mau sampai alea menangis hanya karena masalah seperti itu .
sementara itu raja langsung tertunduk lemas, di parkiran
"Raja sabar,kau sudah melaksanakan yang aku perintahkan dengan baik, setidaknya kau sudah berjuang dengan sangat hebat sekali kawan"
Bian menepuk pundaknya
Tapi diluar dugaan yang dilakukan oleh Raja ia langsung memeluk Bian seperti anak kecil
"sungguh ini sangat sakit sekali, dan aku sama sekali tak pernah merasakan sakit yang begitu dalam seperti ini Bian, aku sangat sakit dan sungguh sakit sakit sekali, "Raja menangis tersedu-sedu, dan Afrika pun langsung mendekatinya untuk memberi semangat
"Sabar raja perempuan bukan Alea saja, kau pasti bisa menemukan perempuan yang lebih baik nantinya, hanya butuh waktu saja untuk kau melupakannya"
" kau bisa berbicara seenaknya itu karena kisah Cintamu Tak serumit kita cintaku, kenapa aku harus mendapatkan kisah cinta yang begitu rumit seperti ini Arika, Padahal aku sungguh-sungguh mencintai dirinya. Berdiam saja seperti ini, kalian pikir aku akan menyerah tanda tanya, Justru dengan seperti ini aku akan semakin menunjukkan kepada si Arya itu jika aku memang pantas untuk menjadi menantunya, Apapun akan aku lakukan untuk mendapatkan hati laki-laki tua itu!"
Arika dan Bian saling berpandangan
Heran "Maksudnya Raja bagaimana?"
"Maksudnya aku akan tetap berjuang Sampai dia bosan dan akhirnya menikahkan aku titik!"
Arika dan Bian hanya bengong saja tak tahu lagi harus mengatakan apa lagi, karena sekarang mereka sedang berhadapan dengan orang yang sedang di mabuk cinta dan orang seperti itu tidak akan bisa dinasehati secara sempurna, ibaratnya melihat t*i kucing sudah seperti coklat saja, jika cinta sudah melekat
"Raja apa kau yakin dengan ucapan mu itu?"
"Tentunya,tak ada yang bisa membuat aku mundur!"
__ADS_1