Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Mandi basah


__ADS_3

"Uhh segerrr juga ternyata "


Siska langsung melilitkan handuk di kepalanya , kemudian Melihat jam sudah menunjukkan pukul enam pagi


"Ini pertama kali nya aku mandi pagi dan ternyata dapat menghilangkan semua rasa kantukku ya "


Siska tersenyum kearah kaca


kriuk...


perutnya berbunyi "Hah untunglah aku sudah masak , bisa sarapan "


membuka pintu kamar


Nampak Arjuna sudah duduk di depan meja makan dengan sangat rapi


"Heh kenapa dia hanya duduk saja , bukankah makanan sudah aku siapkan "


Siska berjalan melewatinya


Tapi.... kemudian ,


"Aku lapar "


Siska diam saja


"Aku lapar !"


Siska berhenti lalu , berbicara dengan ketus


"Terus kalau lapar Kenapa ? ya Tingggal makan saja ,itu kan ada makanan di depan mu "


"Berbicara dengan ketus membuat hilang selera makanku, sebaiknya aku mencari pembantu saja yang bisa melayani ku setiap hari , dari pada aku menggaji mu hanya membuang-buang waktu ku saja "


Arjuna berdiri ,


Mendengar apa yang di ucapkan oleh Arjuna sontak Siska langsung sadar kembali.ia buru-buru membalikkan tubuhnya dan segera meminta maaf pada Arjuna


Oke baiklah Siska ,aku lupa jika aku bekerja dengan nya , jika tak begitu maka aku akan tak akan mendapatkan uang


"Maaf.. sorry , aku tak tau jika yang mulia ingin makanannya di siapkan "


Menahan kemarahannya dengan menggigit giginya


"Jika tak tulus tak usah aku bisa makan di luar lagi pula aku memiliki uang "


Menghela nafas panjang dengan terpaksa ia pun langsung menarik lengan Arjuna


"Maafkan aku ayo duduk biar aku ambilkan sarapan ini kedalam piring mu "


Seketika Arjuna langsung duduk dan tak membantah apapun lagi ,Siska tak menyadari jika wajah Arjuna berubah menjadi merah muda


tapi ia berusaha untuk bersikap dengan tenang


agar Siska tak menjadi besar kepala


"Bagaimana rasanya apa enak "


Menjadi manis sama sekali bukan diriku , heh


" Enek yang ada .."


Arjuna menyisakan makanan di piring nya lalu berdiri ,dan mengeluarkan uang seratus ribu

__ADS_1


"Ini ambil ,aku harap besok kau harus lebih disiplin lagi "


"Baik "


ucap Siska dengan tenang dan ramah


benar-benar penuh kepalsuan


"Aku akan segera pergi karena hari ini ada rapat , kau pakai lah mobil ku , karena Silvi yang menjemput ku "


"Baik , terimakasih banyak atas kemurahan hati nya "


Uwekkkssss aku bahkan sangat membenci diri ku , sendiri. baru kali ini aku bekerja hanya untuk selembar uang yang bisa aku habiskan dalam beberapa detik saja


Arjuna berjalan kedepan , di ikuti oleh Siska


benar saja Silvi sudah menunggu nya


"Mas ,ayo "


Tak lupa Silvi mencium tangan Arjuna ,lalu di balas dengan Arjuna dengan menciumi dahi Silvi


"Uwekkkssss aku ingin muntah melihat nya , menjijikkan , ya kalian sebaiknya menikah saja ,Ups tapi jangan sekarang tapi nanti setelah aku bisa menghasilkan uang sendiri ,kau lihat saja nanti "


Silvi menegur Siska dengan ramah ,"mbak pamit dulu ya "


Silvi hendak mencium tangan Siska tapi Siska menolak nya


"Tidak usah aku merasa tak pantas kita seumuran tak usah ya .."


Namun Silvi langsung menarik tangan Siska lalu berbicara dengan manis dan lembut


"Tak apa mbak itung - itung latihan sungkem sama istri tua "


"Jangan lupa bunga ini di siram kasihan jika layu , dan mati "


"Baik "


ucap Siska dengan geram


Mobil pun langsung pergi meninggalkan rumah itu "Bisa -bisa nya ia memanggil ku istri tua , jangan mimpi ,ambil saja Arjuna itu untuk mu aku sama sekali tak tertarik dengan nya ,ambil sana!"


Cletak...


bunyi pintu terbuka , rupanya Arya sudah bangun juga


"Ah sungguh segar sekali , pagi yang indah , benar-benar indah "


Sebuah mobil mewah berhenti di depan rumah Arya , Siska tau jika itu mobil milik Aditya ,dan benar saja Aditya turun dari mobil dan tak lama seorang perempuan turun


"Ana ?"


"Aditya dan Ana ,wah surprise sekali kalian datang kerumah ku pagi - pagi begini "


Arya langsung menggendong Bian ,tak lama Siska langsung menghampiri mereka juga


"Ana "


Wajah Arya yang tadinya bahagia langsung bermuram durja saat melihat Siska yang berada di depannya tepat dengan lilitan handuk di kepalanya


Aditya langsung buru-buru mengambil Bian dari tangan Arya lalu memberikan nya pada Ana


"Ini sayang pegang lah Bian dulu "

__ADS_1


Tatapan mata Arya sudah memerah ,Aditya langsung mengerti


"Arya kau tak menyuruhku masuk dulu "


Aditya mencolok Ana dan berbisik "Bisakah kau membawa Siska masuk kedalam rumahnya "


"kenapa memangnya"


"Kau tak lihat wajah nya "


Ana semakin tak mengerti ,lalu Aditya menarik nya "Kau lihat handuk di kepala Siska "


Ana langsung paham ,"Siska aku haus bolehkah aku meminta minum di dalam rumah mu "


"Oke baiklah ayo masuk "


Aditya langsung menarik Arya


"Sudah Brow sabar ..ayo kita duduk dulu "


"Dit ,aku telah kehilangan semua nya ,dan hari ini aku melihat ia bangun pagi-pagi sekali dengan lilitan handuk di kepalanya "


"Sudah , tenangkan diri mu ,Arya masih banyak perempuan cantik di luaran sana nanti aku akan bantu mencari kan untuk mu ,kau jangan khawatir tinggal pilih mau yang putih, hitam, gendut ,kerempeng atau berlemak semuanya ada "


"Huhu kau tak mengerti ini bukan hanya soal fisik tapi ini masalah hati , lagi pula aku sudah mati rasa sejak ia menikah dan hari ini aku kembali hancur lebur Dit"


Arya menyandarkan kepalanya di dinding sambil memejamkan mata nya , sungguh kesedihan yang amat dalam ,tapi Aditya malah tertawa geli


"Sudah kau tenang kan saja ,apa kau lupa jika Siska itu kan kata Ana jarang mandi dan keramas ,bisa saja ia baru keramas setelah satu Minggu lama nya "


"Halah..jangan coba-coba menipu ku , bukankah aku setiap hari selalu melihat kau dan Ana keramas , Jujur padaku kenapa kau mandi basah setiap pagi ha !"


Aditya langsung tertawa geli


"Dit..ini bukan lelucon lihat lah aku ini sedang serius ,sakit sekali Dit , mana setiap hari aku akan berjumpa dengan nya "


Arya masih bersedih ternyata tangisan sedih nya Terdengar oleh ibunya ,hingga membuat ia keluar


"Ada yang menangis tadi ?"


Arya buru-buru menghapus kan air matanya


"Tante apa kabar"


Aditya langsung mencium tangan ibu Arya


"Wah ada tamu istimewa rupanya ,Adit apa kabar papa ,mama dan Oma apa mereka semua baik-baik saja "


Arya langsung menyelinap masuk untuk mencuci muka ,ia tak mau ibunya terlalu banyak bicara nanti , tentang nya


"Alhamdulillah Tante semuanya baik-baik saja "


"Ayo nak masuk lah duduk dulu Tante buat kan minum"


"Tidak usah Tante, Adit hanya sebentar saja mampir kemari sudah kangen dengan Arya "


"Yah sering-sering lah kemari "


Terdengar suara Bian menangis dari dalam rumah Siska


"Ada suara tangisan bayi ?"


Arya keluar ia lupa memberi tahu kan ibunya jika Aditya telah menikah dan mempunyai anak pada ibunya

__ADS_1


__ADS_2