Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 208


__ADS_3

Arya mendengarkan secara seksama suaranya Raja yang terdengar begitu serius sekali tersebut


"Aku ingin sekali mencincang tubuhnya , Berani sekali ia mengatakan hal yang membuatku menjadi lebih emosional sekali , dia pikir dengan mengungkapkan perasaannya melalui puisi jelek tersebut membuat putriku akan luluh, hah justru ia malah membuat selera sastra ku menjadi hilang"


Ibu Arya masih tertawa dengan sangat keras sekali


"Aku sungguh penasaran sekali seperti apa wajahnya bola basket itu "


"Ya jelas seperti namanya pasti lah wajahnya berbentuk bola Bu"


dengan kesal sekali


"Bu jangan keras-keras ! kecilkan suara ibu justru suara ibu bisa membuat semuanya kacau nanti ,Bu "


berbisik dengan emosi sekali pada ibunya yang sudah terguling-guling karena geli mendengar semua ucapan hati Raja tersebut


Wajah Arya sudah berbentuk seperti monster karena ia tak terima ada yang dengan berani sekali merayu putrinya , padahal ia sudah berusaha untuk menjaga putrinya selama ini tapi bisa-bisanya ada lelaki yang. berani menelpon putrinya


"Siapa basket ini benar-benar kurang ajar sekali beraninya ia menelpon Alea dengan membacakan puisi kampungan seperti ini "


Arya membayangkan wajah seseorang laki-laki yang amburadul sekali


Tapi Raja semakin bersemangat , semakin tak mendengar suara Alea ia malah semakin bersemangat ia pikir Alea saat ini sedang terhanyut dengan puisi yang ia bacakan


Aah**h pasti saat ini Alea sedang terkagum-kagum mendengarkan suaraku ,


aku tau karena aku memang sangat berbakat soal itu ya kan ,


aku yakin setelah mendengar puisi dariku ini ia tak akan bisa tidur dengan nyenyak karena terngiang-ngiang romantis nya caraku mengungkapkan perasaan padanya , ehemmm


baiklah aku akan melanjutkannya lagi


Dengan semangat empat lima ia kembali berapi-api mengungkapkan semuanya


" Ehemmm... apa kau pernah melihat langit Alea ?"


"Benar-benar pertanyaan yang bodoh"


"Bahaahahah ibu rasa nilai bahasa Indonesianya dibawah enam "


ibunda Arya sampai menggelengkan kepalanya


"Haduh anak muda jaman Now jatuh cinta dengan puisi yang sudah di modifikasi "


"Memalukan sekali , tidak ada pertanyaan lain lagi"


Tak ada jawaban dari Alea


Sepertinya ia tak bisa menjawab pertanyaan dariku mungkin ia benar-benar sudah gugup dan kaku karena terpesona mendengar puisi yang aku buat dalam beberapa menit ini saja


Dengan percaya diri sekali ia langsung tersenyum bahagia


"Aku rasa ia gugup untuk menjawabnya , pasti saat ini wajahnya sudah merah dengan senyuman manis yang selalu mengukir pipinya Cinderella bersepatu boot kuh"


Ehemmmm..


Dengan berdehem sekali lalu berdehem berkali-kali membentuk suatu nada


"Ehemmm...ehemmm...ehemmmm ehemmmm"


sampai tujuh kali ntah apa maksudnya mungkin Do,re,mi,fa,sol,la,si,do


"Alea beribu-ribu bintang dilangit ,hanya satu yang paling terang beribu-ribu perempuan yang datang hanya Dek Alea yang Abang sayang "


Eaaa ..eaaa .......


Seketika Arya ingin segera muntah mendengarkan pantun rayuan tersebut


"Benar-benar gombal sekali basketball ini !"


Raja langsung merapikan rambutnya karena merasakan pantun yang ia ciptakan adalah jurus andalan untuk ia mengungkapkan segala perasaannya


"Yesss..yes ..."


bersiul-siul dengan suara yang menggoda sekali


Arya semakin langsung naik pitam , ternyata yang menelponnya adalah laki-laki yang menyukai Alea dengan cara kampungan , tapi ia melupakan sesuatu pada saat ia jatuh cinta pada Siska dahulu ia juga sama noraknya dengan Raja , tapi begitulah seseorang terkadang karena terlalu emosional sampai melupakan apa yang terjadi sebenarnya ditambah lagi Arya yang paham betul bagaimana laki-laki yang baik dan buruk , nada suara siulan yang di lakukan Raja persis sekali dengan kelakuannya waktu muda dahulu


bersiul-siul menggoda perempuan yang menarik dan cantik saat melewati nya dahulu


"Keterlaluan "


matanya melotot sedang kan ibunda Arya malah sama sekali menunjukkan sikap yang berbeda sekali dengannya ia malah langsung tertawa terbahak-bahak


"Astagaaaaa rayuan anak muda jaman sekarang sama saja seperti jaman ku masih muda dulu , kenapa dia sangat lucu sekali "


menepuk-nepuk lantai karena terlalu lucu sekali menurutnya


Belum sempat Arya berbicara Raja kembali berbicara dengan perlahan dan sangat hati-hati sekali


"Alea maafkan aku mungkin terlalu cepat aku mengungkapkan perasaan ini tapi perasaan jika dipendam terlalu lama juga tidak baik ibarat sebuah pisang yang sudah lama di pendam justru tidak enak karena masak di batang , ,makanya aku sengaja mengungkapkan secara langsung, ini puisi yang pertama aku buat sengaja khusus untuk mu , apa kau suka ?"


Raja sangat yakin dan percaya diri sekali jika ia akan diterima oleh Alea , padahal ia saat ini sedang melakukan sebuah kesalahan besar , sang penjaga Alea lah yang mengangkat telponnya


Arya yang sudah geram sekali langsung menjawab dengan tegas


"Tidak suka sama sekali !"


Mendengar ucapan dari Arya , Raja langsung terdiam heran

__ADS_1


"Hei kau siapa ? Kenapa ponselnya Alea bisa berada di tanganmu ,mana Alea ?cepat berikan!


mengganggu saja bisanya !"


Ibunda Arya malah semakin tertawa terkekeh-kekeh sambil menepuk pundak Arya


"Arya sudah hentikanlah kau ini seperti tidak pernah muda saja , seharusnya kau bersyukur ada juga pemuda yang berani menyatakan cintanya pada putrimu itu , berarti dia adalah laki-laki pilihan yang dikirimkan Tuhan untuk menaklukkan hati putrimu "


Mata Arya langsung melotot marah pada Ibunya


"Bu untuk kali ini pendapat ibu sama sekali tak aku butuhkan tolonglah ibu diam dulu !


ini menyangkut tanggung jawab tak hanya didunia saja tapi nanti juga dihadapan Tuhan juga "


"Hah ,ya baiklah terserah kau saja ,tapi ingat jangan terlalu keras dengan anak perempuan nanti dia kabur atau melakukan hal-hal yang nekad kau juga yang repot ,ingat itu anak zaman sekarang berbeda dengan zaman kau dulu , mereka lebih kritis dan berpikir logis ingat ,beda zaman beda juga didikan jangan kau samakan dengan masa muda kau dulu !"


Arya hanya diam saja meski ia tak suka dengan nasehat ibunya tapi perkataan ibunya juga masuk kedalam otaknya


Meski aku sangat kesal tapi perkataan ibu itu memang benar adanya


namun untuk lelaki yang bernama basket ini menurutku dia sama sekali tidak cocok untuk Alea


Namun Raja juga masih sangat kesal sekali karena mendapatkan handponenya Alea berada di tangan laki-laki lain menurutnya itu


"Hei kau siapa sebenarnya ! cepat berikan handpone ini kepada pemiliknya , beraninya kau ya , cepat berikan !"


Kesempatan untuk Arya membalasnya


"Memang aku berani ,lalu kenapa kau bertanya terlalu detail sekali tentangku , aku adalah laki-laki yang tau luar dalam Alea ,apa kau paham dan mengerti !"


Mendengar ucapan dari Arya , Raja pun langsung naik darah " Berani sekali kau berbicara begitu , Jadi kau ini adalah kekasihnya Alea?"


"Lebih dari itu bahkan saat matanya terbuka dan tertutup aku lah yang selalu ia lihat , aku sudah sangat tau sekali luar dalamnya dia , kenapa memangnya apa kau tidak suka ?!"


"Brengse******"


Raja menendang lemari yang berada di rumah Arjuna tersebut


ia mengepalkan tangannya


Kurang ajar sekali siapa laki-laki Tolo* ini


bisa-bisanya dia mengatakan hal yang sangat menjijikkan sekali ,awas saja dia


"Jadi kau mau apa ha ! tidak suka ?"


"Aku tidak percaya dengan ucapanmu karena aku tau bagaimana Alea ia bukan perempuan seperti itu , apa lagi papanya terkenal sangat galak Seperti monster "


Ibunda Arya kembali tertawa sampai guling-guling mendengarkan pembicaraan mereka


"Apa Monster bahahaha anak muda itu sungguh berani sekali jujur seperti itu "


melihat wajah ibunya yang sudah merah sekali karena tertawa geli


"Hahahaaha dia jujur sekali , aku menyukai laki-laki yang menyukai Alea ini "


Arya mengepalkan tangannya


"Kurang aja* sekali dia beraninya mengatakan aku hal yang tidak benar seperti itu, wajahku yang tampan saja dikatakan monster "


"Hentikan lelucon ini"


ibunda Arya sampai menghapus air matanya


karena terlalu geli hatinya


"Ehemm.. bagaimana bisa kau mengatakan papanya Alea Seperti monster apa kau pernah bertemu dengannya ?"


ucap Arya dengan kesal


"Tidak tapi aku tau dari orang-orang yang disekitarnya , dia saja sama sekali tak boleh Alea berdekatan dengan laki-laki , hmm atau kau ini pencuri yang mengambil ponsel Alea ya ! mengakulah aku akan me*ecahkan kepalamu jika kau macam-macam, kau tidak mengenal aku seperti apa !"


Raja marah kepada Arya


Tapi kemudian dengan teriakan suara Raja tersebut malah membuat Arya merasa tak asing dengan suaranya tersebut


"Tapi aku tak asing sekali dengan suara laki-laki ini , tapi dimana ya ?"


Arya mulia berpikir keras untuk mengingat nya


Karena tak mendapatkan jawaban dari Arya Raja kembali marah


"Hei kau ! kenapa kau diam saja , kau berani sekali memfitnah Alea dia itu akan menjadi calon istriku nanti , cepat kembalikan handponenya kalau tidak aku akan menghajarmu nanti !"


Arya langsung naik darah mendengarkannya , karena dari tadi Raja terus -menerus memakinya


"Berani sekali ia mau menghajarku , seperti apa rupanya ,berani sekali dia ingin menjadi suami anakku , benar-benar perlu aku hajar wajahnya "


Raja yang emosional langsung Berteriak dengan keras "Hei kau Tolo* kau dengar baik-baik ya aku akan kembali dan mencarimu nanti , lihatlah apa yang akan aku lakukan untuk menghajarmu !"


Arya langsung menjawab dengan lembut "Baiklah aku akan menunggumu untuk menghajarmu ,awas saja jika kau tak datang kemari !"


Arya menutup telponnya dengan cepat


"Hah buang-buang waktu saja aku meladeni orang gila bernama basket ini , aku akan menunggunya jika ia ingin menghajarku , coba saja nanti"


Tak lama Alea kembali masuk kedalam rumahnya , ia nampak kebingungan karena melihat wajah papanya yang terlihat begitu emosi sekali , tapi wajah neneknya tertawa sampai berlinangan air mata


"Nenek kenapa ? dan papa?"

__ADS_1


Alea seperti orang linglung melihat kedua orang tersebut


Arya langsung memberikan ponselnya pada Alea "Ini ambil ponselmu , katakan pada si bola basket dapat salam dari papa jangan lupa ya "


Arya langsung masuk kedalam kamarnya


Alea semakin tak mengerti ia pun bertanya pada Neneknya


"Nek Papa kenapa ?"


"Ntahlah nenek juga tidak tau "


Ibunda Arjuna masuk kedalam kamar masih dalam keadaan tertawa geli , melihat hal itu Alea semakin tak mengerti


ia pun langsung masuk kedalam kamarnya karena besok adalah hari pernikahan papanya dan Siska


Raja yang merasa emosional kembali langsung tak terima dengan laki-laki yang mengangkat telpon tersebut ia terlihat benar-benar marah sekali


"Lihat saja nanti aku akan menemui laki-laki tersebut dan menghajarnya ,berani sekali ia mengatakan hal yang buruk pada calon istriku"


Lalu Raja terdiam "Bagaimana kalau seandainya Alea menang bersama lelaki itu ,lalu bagaimana dengan ku ? apa cintaku masih bisa setulus ini?"


berpikir dengan keras sekali ,sekeras kehidupan


Raja langsung termenung dan memeluk bantal


ia menarik nafasnya dalam-dalam


"Tapi aku benar-benar terlanjur jatuh cinta padanya , jika ia memang memiliki masa lalu yang..."


Membayangkan hal-hal yang tidak-tidak


"Haduh...Raja pikiranmu sungguh jelek sekali ah sudahlah , aku tulus mencintainya tak perlu membicarakan masa lalu seseorang aku mencintainya dengan segala kelebihan dan kekurangan yang ia miliki , bukankah cinta itu tak butuh alasan jika masih memiliki alasan aku pastikan itu bukan cinta tapi sebuah obsesi saja "


ucap Raja dengan menatap layar handphonenya


"Aku juga bukan manusia sempurna , saat aku memutuskan untuk jatuh cinta dengan seorang perempuan ,ntah itu bagaimana ia dan masa lalunya aku akan siap dengan segalanya ,aku sudah jatuh cinta dengannya ia berbeda dan sangat sempurna sekali "


ucap Raja dengan percaya diri sekali


"Sebaiknya aku mandi saja dulu , badanku gerah "


Ia pun langsung mandi karena bosan berada dikamar ,


Tapi baru beberapa langkah ia meninggalkan kasur , Terdengar suara ketukan didepan pintu kamarnya , ya itu Panji yang langsung mengetuk pintu kamarnya


Tok..


tok .


"Mas Raja "


"Sepertinya ada yang memanggil ku ?"


mendengarkan suara dengan seksama


"Mas ..mas..."


Raja pun langsung membuka pintu


"Ya sebentar "


melilitkan handuk di pinggangnya


Raja langsung keluar dan melihat ada Panji didepan pintu kamarnya


Cekrek...


"Selamat sore Mas "


wajah tampan dan kalem mirip sekali dengan Arika sudah berada dihadapannya


"Eh Panji ada apa ?"


"Sebelumnya Panji mau minta maaf karena telah menganggu Mas, tapi tadi kak Arika menyampaikan pesan sebelum ia berangkat untuk mengajak Mas berjalan-jalan keliling kota ini , melihat banyak tempat wisata yang bagus dan menarik "


Raja langsung bersemangat "Wah aku sangat suka sekali tempat ini apa lagi kota Jogjakarta dikenal dengan budayanya yang luar biasa sekali "


Panji Tersenyum "Tapi sekali lagi Panji minta maaf karena tidak bisa mengantarkan mas Raja secara langsung karena ada acara keluarga dirumah yang tak mungkin bisa ditinggali ,jadi nanti mas Raja bisa ditemani oleh salah satu sopir keluarga "


"Oke baiklah terimakasih Raja"


Raja tersenyum manis ,namun kemudian ia baru menyadari kepergian Arika


"Oh ya memangnya Arika pergi kemana ?"


"Kak Arika pergi pulang kekota Mas"


"Oh iya "


menganggguk


Kemudian langsung sadar "Apa ? kekota ? jadi maksudnya ia pulang kerumahnya dan meninggalkan aku disini sendirian ?"


Panji langsung tersenyum "Ya benar Mas , tapi kak Arika besok akan kembali lagi katanya , jangan khawatir ,mas jangan sungkan disini anggap saja ini sebagai rumah mas juga "


Raja langsung panik , meski ia seorang laki-laki tapi ia juga kaget karena ditinggalkan Arika seorang diri


"Aku akan menelpon Arika "

__ADS_1


__ADS_2