Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 211


__ADS_3

"Pesan apa memangnya ?"


Arika juga sudah capek bertegangan urat dari tadi dengan Bian


Mendadak semua rasa sedih yang dialami oleh Arika langsung hilang karena mendengar suara Bian yang dari tadi memancing adrenalinnya


"Baukla pasang telinga mu baik-baik aku hanya akan berbicara sekali saja tak akan mau mengulanginya berkali-kali dengarkan !"


"Iya , cepatlah jangan sampai kau membuat emosiku kembali tak stabil"


"Mamaku menyuruh besok aku dan kau untuk duduk berdua ,pada saat acara pernikahan jadi aku meminta agar kau bersikap profesional dengar itu , jangan sampai tingkah kita berdua memancing perhatian orang-orang disekitar kita apa lagi jika sampai mereka semua tau jika kita sebenarnya memiliki hubungan yang sedang tidak baik-baik saja ,kau paham !"


Arika langsung mengangguk mengerti meski


ia menjadi sangat jijik sekali mendengar ucapan dari Bian tersebut yang menurutnya sangat sok pencitraan sekali " Ya,ya...kau tenang saja jangan khawatir aku akan berpura-pura baik nanti , dan aku juga akan meminta padamu jangan macam-macam denganku atau kau akan merasakan jurus andalanku ,kau akan menyesal nantinya "


" Heh cerewet sekali kau ya ,jangan khawatir aku tak akan mungkin tertarik sama sekali padamu , jangan khawatirkan itu , kau pikir aku ini tak punya otak melakukan hal-hal yang tidak penting ditengah keramaian !"


Arika langsung menekan tombol untuk mematikan ponselnya karena sama sekali tidak penting baginya untuk melanjutkan obrolan dengan Bian lagi ,yang jelas inti dari pembicaraan didalam telpon tersebut sudah didapatkan yaitu sikap mereka besok ditengah kerumunan banyak orang


Bian langsung syok "Kurang ajar Sekali dia beraninya ia memutuskan telponnya sepihak , Benar-benar ia merasa sok cantik sekali rupanya ,aku akan mengirim pesan untuk nya "


Tulilit...tit..tit...tititittt.....


bunyi pesan masuk


Hei Nona apa kau tidak memiliki sopan santun begitukah caramu untuk mematikan telepon dari orang lain kau sungguh benar-benar sama sekali tidak memiliki rasa hormat pada orang lain ya ...


Arika malah menanggapinya dengan santai sekali


"Heh dia benar-benar sama sekali tidak penting malah membuat aku naik darah saja jika terus-menerus meladeninya "Arika langsung berdiri dan menaruh handponenya dideket meja rias miliknya


"Begini lebih baik " tapi rupanya lagi-lagi handponenya malah kembali berbunyi dengan keras


Tut...Tut...siapa hendak ikut kebandung Surabaya


wkwkwkwkw


"Siaalan dia lagi ,mau apa sih dia !"


Karena terlalu emosional ia pun kembali mengangkat telpon tersebut tanpa melihat siapa yang meneleponnya , Arika langsung menjawab telpon tersebut


"Ada apa lagi kau menelponku ha ?! ,apa kurang puas penjelasanku barusan ini padamu ha ! biasanya menganggu saja !"


Namun jawaban lembut malah ia terima diujung telpon tersebut dengan sangat lembut sekali


"Kak Arika , ini Panji Kenapa kakak marah-marahnya "


ucap Panji sangat kaget karena ia sama sekali tak pernah mendengar Arika berteriak kesal ataupun marah seperti itu apa lagi selama ini Arika sangatlah lembut sekali


benar-benar ya Bian sudah membuat Arika yang lemah lembut menjadi sangat bringas sekali


Hah Panji ya ampun bagaimana ini , pasti ia sangat kaget saat mendengar suara kakaknya yang berubah sangat mengerikan sekali ini kan ,hadeh...


Arika benar-benar menjadi tidak enak apa lagi di keluarga besarnya tak ada yang sama sekali


pernah berbicara dengan teriakan seperti itu


memang secara tidak langsung Bian telah mengubahnya menjadi seekor harimau yang mengerikan sekali


"Astagaaaaa Panji, ya ampun kakak tidak tau Dek , soalnya kakak langsung mengangkat handphonenya tanpa melihat namanya , soalnya barusan ada yang menelpon kakak dan ia membuat kakak sangat marah sekali dek , maafkan kakak ya , kakak pikir siapa tadi yang menelpon , maafkan kakak ya Dek , Panji tau lah kakak nggak pernah seperti ini kan "


Arika menepuk keningnya


"Ya ampun segitunya kakak marah ,Panji sama sekali tak pernah mendengar kakak marah dan baru kali ini Panji benar-benar sangat kaget sekali rupanya kak Arika kalau marah seram juga ya "


Panji tersenyum tidak enak , wajar saja sih kakaknya yang lemah lembut berubah menjadi sangat mengerikan seperti itu dan ini baru pertama kali ia mendengarkannya


Arika yang sama-sama tidak enak pun langsung mengalihkan pembicaraannya


"Ehem... jadi bagaimana Dek, ada apa kenapa Panji menelpon kakak malam-malam begini ?"


"Apa kakak terganggu jika Panji menelpon kakak ya ?"


"Oh tidak Dek bukan begitu , kakak hanya ingin tau saja Dek, kenapa adik kakak yang tampan menelpon kakak malam -malam begini ,apa papa baik-baik saja ?"


mulai khawatir dan cemas , jantungnya terasa berdegup dengan kencang sekali


"Tidak Kak Alhamdulillah papa masih sama seperti kemarin , tidak menunjukkan perubahan atau reaksi apapun sama seperti kondisi saat kak Arika tinggalkan kemarin , Panji hanya ingin tau apa kakak sudah sampai apa belum , tadi Panji telpon mama Siska sepertinya sedang sibuk , ia tak mengangkat telpon Panji "


Arika langsung kembali sedih , "maafkan mamaku Panji tapi mungkin ia tak mau merusak hari bahagianya dengan Mengangkat telpon darimu , walaupun kau tak bersalah tapi kau harus tau hati perempuan itu sangatlah sensitif sekali , ia tak akan mungkin mau mengangkat telpon darimu , meski mama tak tau bagaimana proses terjadinya kau didunia ini "


"Oh mungkin mama tadi handphonenya di cas jadi nggak diangkat biasalah mama bukan seperti kita yang selalu memegang handphone , terkadang juga mama handphonenya di silent , mama kan memang begitu Dek "


mencoba menenangkan Panji , tanpa diberitahu oleh Arika pun Panji sudah mengerti sendiri bagaimana posisinya dihati Siska


"Kak besok acara mama jam berapa?"


tanya Panji

__ADS_1


Arika langsung kaget bagaimana bisa Panji tau


Astaga bagaimana mungkin ia tau acara Mama aku tak memberi tahu siapapun disana, kenapa ia sangat tau sekali ,soal ini aku jadi semakin deg-deggan saja ini


"Acara ? acara apa Dek ? mama !"


Berpura-pura tidak tau


"Kak jangan berbohong ,Panji tau jika mama akan menikah kan kak ,Panji sudah tau kak !"


"Panji tau dari mana jika mama..."


"Panji sudah berada dikota ini juga kak, tadi waktu kakak berangkat mama menyuruh Panji untuk menemani kakak diam-diam ,mama tak boleh membiarkan kak Arika pulang seorang


diri"


"Astaga kenapa Panji seperti itu Dek , mengenai mama akan menikah dari mana Panji tau cepat jawab jujur, kak Arika ingin mendengarkannya sekarang juga , ayo Jawab dulu ,kakak tak ada memberi tau siapapun !"


Arika sungguh heran


"Apa mungkin dari mas Raja ya , baiklah aku akan menelponnya dulu "


Arika langsung mengakhiri telpon dari Panji


"Dek kakak mau ketoilet sebentar , nanti kakak hubungi lagi , kakak matikan dulu ya telponnya"


"Baiklah kak "


Panji langsung mengikuti keinginan Arika , meski sebenarnya ia tau pasti kakaknya sedang melakukan sesuatu , karena gadis itu bukanlah gadis bodoh yang bisa menerima segala sesuatu dengan nalarnya saja


Raja yang sedang berjalan-jalan menikmati malam tersebut ,asik mengobrol dengan pak sopir yang menemaninya


langsung melihat nama yang tertera di handphonenya


"Arika ? ah biarkanlah aku malas mengangkatnya ,pesan dariku saja tadi tidak dibalasnya , rasakan memangnya dia saja yang bisa marah aku juga bisa kesal"


Arika langsung bergerutu "Hah mas Raja ayo angkat telponnya , kenapa susah sekali mengangkat telpon hadeh...,kalau marah aku rasa tak mungkin "


Satu kali panggilan tak terjawab


Raja tersenyum melihatnya "Rasakan saja , makanya kan sudah aku katakan aku masih kesal "


Raja memasukkan lagi handphonenya kedalam saku celananya , namun ia salah Arika malah terus -menerus menelpon sampai Raja mengangkatnya


"astaga dia ini sungguh keterlaluan sekali lihatlah baterai handphone ku sampai merah"


Raja salah besar berurusan dengan gadis itu karena jika ia menginginkan sesuatu maka ia harus segera mendapatkannya apapun caranya


Raja yang menyerah akhirnya mengangkat telpon tersebut "Halo Arika ada apa ?"


"Hah mas kemana saja sih lama sekali mengangkat telponnya "


Dengan datar ia menjawab "Bukannya kau menyuruh Mas untuk bersenang-senang , ya mas lagi tidak mau di ganggu lah makanya pergi bersenang-senang "


ucap Raja dengan agak ketus


"Mas kenapa jadi ketus begitu sih ,mas Raja bisa marah juga ya ?"


"Hadeh dia benar-benar membuat mu menjadi sangat emosional sekali "


menarik nafas dalam-dalam


"Arikaaaa mas sampai lupa jika mas ini robot yang tak punya perasaan "


Arika sama sekali tak memperdulikan kemarahan Raja ia lebih fokus dengan apa yang ia cari


"Mas katakan apa tadi Tante Rima menelpon ?"


"Ya tentu saja dia kan mamaku "


Arika langsung cemas


Astaga sudah kuduga pasti mas Dimas yang mengatakan ini pada Panji ,


"Lalu apa yang dikatakan oleh Tante Rima Mas ,apa dia mengatakan mamaku akan menikah besok pagi ?"


Raja langsung syok ia yang awalnya tidak tau menahu langsung semakin marah pada Arika


"Apaaaa jadi kau pulang karena Tante Siska akan menikah dan membiarkan mas seorang diri disini kejam sekali kalian semuanya tak mengajakku hadir di acara itu !"


Arika kembali salah bicara dan sekarang Raja benar-benar sedang marah besar sekali


Ya ampun jadi mas Raja tidak tau , menambah masalah saja lagi , haduh...


bagaimana lagi menjelaskan padanya , huh...


"Belum mas ini baru acara kecil-kecilan saja acara besarnya nanti bulan depan ya ... selamat malam"


Arika buru-buru menutup telponnya

__ADS_1


"Haduh .. masalah baru , tapi mas Raja biar nanti saja mengurus nya , sekarang yang jadi masalah bagaimana Panji bisa tau ya !


saat ia sedang galau dan bingung suara handponenya sampai membuat ia kaget sekali


kring ..


krogng...


"Aduh mengagetkan saja "


melihat layar handphonenya


"Nah Panji menelpon kembali , sebaiknya aku tanyakan saja langsung padanya kan Panji sama sekali tak pernah bisa berbohong "


"Halo iya dek "


"Kak arika sudah ke toilet nya ?"


"He iya dek "


lagi-lagi Arika sudah menjadi pembohong yang ulung beberapa hari ini


Ya Tuhan lagi-lagi aku berbohong dengan banyak orang ampunkan aku ya Tuhan


"Kakak Panji mau ketemu Mama ya boleh ya Kak please kan besok hari yang istimewa bagi mama ,ya kak "


Panji benar-benar memohon padanya


Hadeh kenapa anak ini ,ini kan mamaku bukan mamanya kok dia sikapnya benar-benar berlebihan sekali sih , aku jadi semakin curiga


"Kak Arika jangan terlalu banyak berpikir tinggal jawab saja , boleh apa tidak kak ,tapi tetap harus boleh "


"Apa dek , oh iya ,iya , Tuhan aku tak percaya ini bakal terjadi ,dan sekarang ia akan datang untuk melihat mama, tapi bagaimana caranya ya ampun , baiklah dekarang Panji dimana?"


"Panji di apartemen kak , bolehkan ya Kak Panji kerumah kakak besok mau melihat Mama , soalnya ada satu rahasia lagi yang kak Arika tidak tau ,dan nanti akan Panji beritahukan saat mama sudah menikah "


Arika langsung syok


"Hah ada Rahasia ? rahasia apa lagi Dek , apa ?"


Arika terdiam dan berpikir jangan-jangan yang dimaksud Panji adalah Rahasia yang dikatakan Neneknya itu ,namun ia memilih untuk berpura-pura tidak tau saja


"Besok saja kak Panji kesana "


Belum selesai masalah Panji tau dari mana pernikahan mamanya timbul lagi rahasia yang akan diungkapkan lagi oleh panji semakin membuat arika menjadi pusing


"Panji tapi permintaan mu itu tak mungkin Dek kau akan datang dalam keadaan seperti itu ,mama bisa terluka jika melihat mu nanti , Panji tau kan bagaimana Mama ?"


Arika tak tega sebenarnya mengatakan hal ini tapi mau tidak mau ia harus mengatakannya dari pada nanti Panji datang dan suasana pernikahan Mamanya langsung berubah menjadi seperti rumah duka


"Panji tau kak , makanya Panji butuh kakak ,


boleh Panji meminta satu hal dengan kakak?"


"Apa dek katakan saja ,apa yang kau inginkan tak mungkin kakak tak memberikannya jika kakak sanggup melakukannya ?"


"Menurut kakak seberapa mirip wajah kita ?"


pertanyaan Panji membuat Arika semakin bingung


"Seberapa mirip ?"


"Cepatlah kakak berdiri didepan kaca sekarang"


Arika pun langsung melihat dirinya didepan kaca "Hampir 99 persen , hanya saja kau lebih tinggi dari kakak dek , memangnya kenapa ?"


"Baguslah ,kalau kakak berpikiran begitu , hmm mungkin ini akan sedikit memalukan , kak tapi demi melihat mama Panji akan melakukannya , ,apa kak Arika punya pakaian yang sama maksudnya ads dua pakaian yang warnanya sama "


"Panji apa maksudnya ?"


Arika mulai tau maksudnya Panji


"Jangan sampai kau melakukan apa yang ada didalam pikiran kakak ini ya ?"


Panji tertawa geli


"Besok akan menjadi hari yang bersejarah untuk mama Siska kak, Panji tak mau melewatinya begitu saja , bisa tidak besok Panji meminta kakak untuk bergantian dekat dengan mama, Panji akan menggunakan pakaian kakak sebentar saja , setelah itu Panji akan kembali kejogja "


Arika langsung syok "Astagaaaaa ini tidak mungkin "


"Please kak "


Panji Terdengar begitu memohon


Lalu pikirannya teringat sesuatu


"Tapi tak apa juga ,nanti kan Panji akan duduk bersama Bian ,wah ini akan sangat seru sekali, baiklah aku setuju jika Panji akan menjadi aku untuk beberapa saat baiklah ,oke "


.......

__ADS_1


Halo-halo author ingin menyampaikan hal yang sangat penting karena kisah Arya dan Siska , Arjuna akan segera berakhir , nantinya akan disambung dan lebih fokus membahas kisah Bian , Arika,Alea dan Raja ya ...dan juga Panji adek Arika juga akan kita bahas ....


bagaimana masih betah kan reader kuh...๐Ÿ˜


__ADS_2