
Sama halnya dengan Siska , Arya juga tampak tak fokus menyetir dari tatapan matanya sudah jelas terlihat jika ia sedang memikirkan sesuatu
Alea tersenyum-senyum melihat papanya yang tak fokus
Dia melihat wajah neneknya yang sedang tertidur lelap dibelakang
"Astagaaaa nenek bisa-bisanya ia tidur , padahal ia cuma makan tidur aja , uh dasar nenek-nenek "
Alea melihat papanya senyum-senyum sendiri l
Wah...wah papa baru saja bertemu Tante Siska sudah senyum-senyum sendiri dari tadi , bagus sekali Alea kau berhasil membuat papamu bahagia
Arya terus memikirkan jika ia sepanjang malam ternyata berdua dengan Siska
"Bahkan aku sungguh tak menyangka jika ia adalah Siska "
Keceplosan berbicara dan tertawa lalu melihat kearah Alea yang sedang duduk disampingnya
"Hai Papa...."
Arya langsung terkejut , buru-buru ia menatap kembali kedepan
"Ehemmmm..."
Ucap Alea sambil tersenyum-senyum bahagia
"Papa...tak menyangka soal apa Pa ?"
Alea pura -pura tidak tau
__ADS_1
Dengan gelagapan Arya menjawab pertanyaan Alea "Tidak ada , papa hanya tidak menyangka saja jika putri papa ini akhirnya bisa juga jauh dari papa "
Alea langsung tersenyum geli
*Hmm dasar Arya tukang bohong ya , oh papaku aku sungguh tak menyangka jika papaku ini seorang playboy yang jago sekali ngeles , hmmm
Papa lihat saja aku ingin melihat seberapa hebat papa menyembunyikan ini dari aku *
Sesampainya dirumah Arya langsung turun dan menggendong ibunya yang sedang tertidur
"Ayo sang Ratu kita tidur dikamar dulu "
Ibunya langsung terjaga saat menyadari Arya menggendongnya
"Astaga Arya , cepat turunkan ibu ,ibu masih kuat untuk berjalan jangan begitu hadeh..."
"Shang Ratu berambut biru yang sudah tak memiliki gigi lagi "
Didalam keluarga itu selalu bercanda terus sampai-sampai tak pernah terlihat bagaimana mereka bersedih
"Tuan Arya apa kau mau langsung mandi dan tidur nyenyak malam ini?"
Goda Alea
"Tentu saja Tuan putri apa kau tidak menyadari jika aku sudah lelah sekali menempuh perjalanan jauh malam tadi dan bolak-balik hanya karena tak bisa jauh dari putri papa ini "
Alea tersenyum
Hmm papa kenapa aku merasa jika aura papa Begitu berbeda malam ini ,aku melihat papa Begitu ceria sekali, apa rasa cinta papa begitu besar sekali pada Tante Siska ?mmm papa sungguh terlalu sekali
__ADS_1
"Papa mandi dulu ya "
Bahkan Alea sampai kaget saat menyadari Arya yang mengatakan jika ia ingin mandi , padahal papanya sama sekali tak pernah melakukan hal itu sebelumnya
"Papa Tumben ?!"
Alea sampai ternganga seakan tak percaya ,
tiba-tiba Neneknya keluar dari dalam kamar dan melihat Alea yang bersikap sangat aneh sekali
"Alea kenapa cucuku ?"
Alea langsung menoleh kearah neneknya dan membalikkan tubuhnya
"Nah ini tepat sekali ,aku sangat membutuhkan nenek saat ini , ayo nenek kemarilah dulu ,aku ingin berbicara dengan nenek !"
Neneknya pun mendadak syok melihat Alea yang seakan ingin menyakitinya
Ia berjalan mundur sedangkan Alea berjalan terus mendekatinya "Alea kau sedang apa ? dan apa yang ingin kau lakukan pada nenek , kenapa kau seperti ini Alea "
Alea menatap mata neneknya dengan sangat dekat sekali ,hingga membuat neneknya menempel didinding
"Nenek jawab dengan jujur ,apa nenek mengenai perempuan bernama Siska ?!"
Wajah neneknya langsung berubah kaget
"Cepat katakan pada ku Nenek !"
Alea Seperti seorang polisi yang sedang mengintrogasi seorang penjahat saja
__ADS_1