
Bian tersenyum menyeringai melihat Arika yang sudah terkunci dengan ketakutan
"Aku ini suamimu,jika kau tak menuruti keinginanku itu tandanya kau telah berdosa besar, kau mau tak aku izinkan untuk mencium bau surga?"
ancaman Bian membuat Arika langsung kaget sekali
Ini yang aku takutkan ia memaksa dengan menggunakan dalil agama, tentu saja aku akan berdosa karena tidak melayaninya
Wajah Arika benar-benar pucat sekali
"Kenapa kau diam, apa kau takut"
Bian langsung membuka pakaiannya sepertinya ia sudah siap untuk menyerang Arika . "Baiklah aku akan melayanimu tapi tolong jangan sekarang aku tidak bisa"
Arika akhirnya menangis
Bian langsung mendekati wajahnya pada Arika
"Kenapa kau harus menangis seperti itu Arika, bagaimana mungkin kau bisa mengatur ku, bukankah ini adalah kewajibanmu,atau kau ingin aku melakukan hal ini pada perempuan lain, ingat kau akan menjadi penyebabnya jika di akhirat nanti aku di adili oleh sang pencinta. maka aku akan mengatakan aku melakukan itu karena istriku tidak mau melaksanakan tugasnya"
Tangisan Arika semakin kencang karena ia adalah perempuan yang sangat paham betul dengan agama
__ADS_1
"T-tapi aku belum siap, aku juga tak mungkin bisa melakukan hubungan tanpa rasa cinta, kau pikir aku ini boneka?"
huhuhu tangisan Arika memenuhi segala ruangan
"Terus bagaimana dengan ini"
menunjuk kearah bawah sesuatu yang sedang berdiri tegak dengan gagahnya
Arika ikut melihat dan kembali menangis
"Oaaaaaaa aku takut apa itu"
Bian langsung tertawa saat melihat Arika yang sedang menangis ia berdiri dan mengambil handuk "Aku mau mau mandi, aku tak sekeji yang kau kira, aku juga tak suka memaksa. aku akan melakukannya jika kau sudah bersedia, lagi pula pernikahan ini mendadak juga"
"Hah, hampir saja aku kehilangan nyawaku"
Bian mandi cukup lama karena hasrat yang tak tersalurkan,"Sungguh aku tak tau lagi bagaimana caranya agar bisa menjadi baik-baik saja, karena saat melihatnya saja aku sudah menjadi tak fokus"
Arika langsung duduk dan memegang bibirnya
"Bibirku masih terasa sangat tebal sekali"
__ADS_1
memegang bibirnya dan berlari melihat kearah cermin, ia benar-benar kaget saat melihat bibirnya menjadi memble sekali
"Ya ampun kenapa jadi begini, kok bentuk bibirku tebal sekali jadinya"
Arika langsung kaget saat melihat bibirnya
"Kenapa jadi begini ya ampun"
Tak lama Bian keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk dan rambutnya yang basah, sungguh sangat tampan dan menggoda sekali apa lagi tubuh Bian benar uwuu banget
"Pergi mandi sana, sebentar lagi malam.kita akan makan malam diluar"
"B-baiklah"
Arika terlihat terpesona melihat Bian yang baru saja mandi, apa lagi aroma tubuh laki-laki itu sungguh benar-benar sangat wangi sekali
Aku akui memang sungguh sangat tampan sekali, tapi sayangnya dia menyebalkan dan juga memiliki perempuan lain, enak saja aku mau memberikan haknya, memang dia sudah menjalankan kewajibannya sebagai seorang suami ha? sungguh aku benar-benar tak bisa berkata apapun lagi karena melihat dirinya.
Bian sadar jika Arika berdiri dibelakangnya sambil memandang kearahnya terlihat jelas dari pantulan dicermin
"Hei Nona, kenapa kau menatapku dengan penuh nafsu begitu ha? apa kau sudah siap?"
__ADS_1
Arika langsung buru-buru kabur
"A-aku mau mandi!"