Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 176


__ADS_3

Wajah Arika dan Bian sangat dekat sekali


"Cepat lepaskan aku sekarang !"


Ucap Arika dengan berbisik


"Tidak akan , sebelum kau berjanji padaku untuk tidak mengatakan apapun pada mamaku ,aku mohon "


Arika berusaha untuk melepaskan dekapan Bian


"Lepaskan atau aku akan Berteriak ?!"


ancam Arika


"Baiklah "Dengan cepat Bian melepaskan Arika


Arika langsung mengibas-ngibaskan tangannya


seolah-olah sedang membersihkan tubuhnya


"Harus segera mandi dengan tanah tujuh kali ini , tidak mempan dengan sabun "ucap Arika


kesal

__ADS_1


Bian langsung menarik nafasnya dan teringat sangat emosional sekali "Apa yang kau katakan barusan ha ?! kau pikir aku ini najis "


Arika langsung melipat kedua tangannya dan mengangkat jari telunjuknya


"E...e... jangan ngegas dong kak Bian santai saja , kau sedang mengancam ku atau marah ha?"


Bian langsung melipat kedua tangannya


"Aku mohon jangan berbicara keras-keras maafkan aku ,aku salah please jangan lakukan apapun lagi aku mohon padamu , aku akan melakukan apapun untukmu "


Bian tampak begitu khawatir sekali apa lagi posisinya sekarang terjepit


Giliran Arika yang membalas dendam Sepertinya


Aku tak menyangka jika Bian yang dimaksud mama dan Tante Ana adalah makhluk yang sama , bayangkan saja betapa aku menyesal telah memuji nya tadi , cuihhh ya Tuhannnn tolong tarik semua pujian ku tadi ,aku salah alamat , ternyata nama Bian hanya satu-satunya makhluk ini , ya Tuhan mamaaaaaaa dia adalah laki-laki yang sangat aku tak suka ... benci.. benci...benci...


Astaga kenapa perempuan ini yang menjadi anaknya Tante Siska , habislah aku,apa dia bisa dipercaya ? bagaimana jika ia mengadukan pada semua nya bagaimana perlakuan ku di kampus , semua fasilitas ku akan ditarik oleh mama dan papa , dan aku tak bisa kemana-mana sebebas dulu lagi,aku harap ia bisa dipercaya ,jika ia tak bisa dipercaya maka habislah aku


Bian benar-benar sangat cemas sekali


"Baiklah aku akan meminta maaf pada Tante Ana saat ini juga agar aku terbebas dari hukuman ini "


Arika hendak berjalan melewatinya

__ADS_1


Bian langsung duduk dan memohon


"Please aku mohon tak ada hukuman apapun aku anggap semuanya selesai


"Benarkah ? mm bukankah aku harus bertanggung jawab sebagai manusia , karena telah melakukan pelecehan padamu ,aku tak mau menjadi manusia yang penuh dengan dosa , bersalah Dimata hukum dan bersalah dihadapan Tuhan "


Arika tersenyum sinis


Ntah kenapa aku merasa sangat bahagia sekali berada diposisi saat ini , apa lagi melihat ia dengan wajahnya yang sangat ketakutan seperti itu, aku tak bisa membayangkan bagaimana ia telah mempermalukan Mas Raja ,dan membuat kami berdua kehilangan muka , oh Bian kau pikir semudah itu aku akan melupakan semuanya , mmm sayang sekali , permainan ini baru saja dimulai


Arika tersenyum puas ia sedang merencanakan sesuatu untuk membalas Bian


"Arika aku mohon "


ucap Bian menyebutkan namanya


"Uwawww ,kau sudah mengingat namaku ternyata, mm terimakasih banyak kalau begitu ,aku sungguh sangat bahagia sekali mendengarnya "


Arika bertepuk tangan


"Tapi tunggu dulu aku tak suka , melihat mu berjongkok Seperti itu ,biasa saja santai seperti dipantai"


"Baiklah ,aku tidak akan berdiri sebelum kau berdamai denganku "

__ADS_1


Arika langsung tertawa


"Hmmm"


__ADS_2