
Mereka semua pun langsung berpoto bersama -sama dengan sangat bahagia sekali
"Aku sangat suka jika ada orang yang bahagia seperti saat ini "
Dimas menyenggol Arya
"Jangan begitu Dim seharusnya kita paham ,jika sekarang teman baik kita sudah sould out "
"Udah seperti barang aja ya "
Arya melirik Aditya
"Jangan marah-marah kawan ,tak baik , seharusnya kau bahagia karena telah memiliki kami sebagai teman baikku , kami selalu menemanimu dalam keadaan apapun "
Arya langsung menarik nafasnya dalam-dalam
"Hadeh ya..ya.. baiklah jika itu yang kau mau aku sangat setuju dengan apa yang kalian katakan ,kau akan selalu ada saat aku dalam keadaan seperti apapun itu "
Arya pun tertawa
rupanya tak hanya Arya saja yang digoda oleh Aditya dan Dimas , Rima dan Ana pun juga melakukan hal yang sama pada Siska apa lagi acara pernikahan ini tak banyak mengundang banyak orang hanya orang-orang dekat saja , saat semua orang sudah pulang dan sepi , ana kembali menggoda
"Aku rasa tidak akan ada malam pertama tapi siang pertama "
Ana tertawa geli
"Sembarangan ya Ana kalau bercanda suka keterlaluan sekali ,ya kan Siska ?"
"Iya kau benar , sembarangan sekali lihatlah padahal Siska bukannya mau siang pengantin tapi kalau bisa saat ini juga "
Ana dan Rima tertawa dengan keras
Siska pun langsung menggelengkan kepalanya
"Haduh ... apa ini yang namanya ospek pasca menikah "
Mereka semua tertawa terbahak-bahak
namun disaat semuanya sedang berbahagia , Arika langsung teringat sesuatu yaitu Panji dan Arjuna ia teringat akan kota kelahirannya
ia mundur beberapa langkah menghindar dari keramaian
"Aku harus menelpon Mama Silvi , untuk mengabarinya jika aku akan pulang ke Jogja besok "
Pada saat ia hendak menelpon Silvi , panggilan masuk dari raja langsung masuk kedalam handphonenya
"Mas Raja ? aduh bagaimana ini ,apa dia akan marah padaku atau bagaimana ya ?"
Arika langsung membiarkannya saja
"Hah syukurlah ia sudah tak menelpon lagi "
Tapi baru saja ia mau menelpon Silvi lagi-lagi Raja menelpon
"Ya ampun Mas Raja "
Arika terlihat malas sekali mengangkatnya namun lagi-lagi ia teringat akan kondisi papanya
"Jangan-jangan sesuatu yang buruk terjadi dengan papa lagi "
Buru-buru mengangkat telponnya "Halo Mas Raja ada apa ?"
Saat Arika menyebutkan nama Raja , dengan cepat signal cinta Alea langsung menangkapnya
"Hah ada yang menyebutkan nama Raja"
Alea langsung melihat sekeliling dan ia kaget saat mendapatkan Arika berada jauh sekali disudut rumah sedang menyendiri
"Arika apa yang sedang ia lakukan disudut ruangan itu ?"
Arika yang sedang menelpon Raja langsung cemas ia takut jika sesuatu yang buruk terjadi pada Arjuna "Mas ada apa ?"
"Ada apa, ada apa ? lama sekali sih angkat telpon pasti lagi bersenang-senang ya di pernikahan om Arya dan Tante Siska , hah pokoknya mas akan pulang sore ini , terserah kau mau marah atau bagaimana ,titik"
Arika tak sempat bertanya lagi yang macam-macam karena Raja sudah terlanjur marah-marah "Iya ..iya Mas , terserah pokoknya bagaimana maunya mas Raja saja , Arika ikut saja , terimakasih ya Mas sudah mau tinggal di Jogja sebentar "
"Hah iya tapi ingat nanti kamu bantuin mas dekat sama Alea jangan sampai ia dekat sama orang lain "
Alea langsung datang mendekati Arika
"Ya ampun panjang umur dia "
"Kenapa Arika ?"
"Ini Nona Alea ada dihadapanku "
Langsung raja mematikan telponnya
"Ya sudah kalau begitu mas matikan saja"
"Mas..mas..halo..halo...ya ampun dimatikannya"
__ADS_1
"Arika siapa Mas Raja ya ?"
"Iya mas Raja "
Alea nampak begitu bersemangat sekali
"Kenapa Mas Raja,apa dia menanyakan aku ? iya kan mengaku sajalah ?"
Alea terlihat begitu genit sekali
"Hmm. ya...ya.. kau benar sekali dan pasti kau sangat bahagia sekali mendengarnya kan?"
Alea langsung melompat-lompat kegirangan
"Ya ampun aku tak menyangka jika perjalanan cinta aku dan mas Raja akan semulus ini , semulus jalan tol tanpa hambatan sama sekali"
"Haduh... Alea , berhentilah berpikir tentang pernikahan , Nikmati saja hidup ini dulu ,kita masih muda waktu nya menikmati masa muda kita kau paham !"
"Tapi aku ingin seperti om Aditya dan Tante Ana lihatkan mereka menikah muda dan akhirnya bahagia "
Arika langsung memegang tangannya Alea
"Alea percayalah nikah muda itu tak seindah yang kau bayangkan , tak seindah yang kita bayangkan , lihatlah bagaimana orang-orang yang banyak bercerai , modal cinta saja tidak cukup untuk membangun kebahagiaan ,atau juga hanya sekedar aman karena memiliki harta yang banyak , aku rasa tak perlu aku jelaskan satu persatu ,atau aku jabarkan , pernikahan itu soal mental dan kesiapan penuh ,tak boleh coba-coba untuk sebuah pernikahan tak usah jauh-jauh kau lihat nenek mami, mama Siska ? bagaimana akhirnya , apa cinta ,dan kekayaan itu cukup ? aku rasa tidak , jangan mengambil keputusan singkat untuk menikah dengan laki-laki yang baru kau kenal,
Mas Raja memang sepupuku ,tapi kau sekarang adalah saudara perempuanku sama halnya seperti papamu aku ingin yang terbaik untukmu , tapi bukan berarti mas Raja tak baik untukmu ya Arika, mas Raja ku sangat baik ,tapi kau juga harus mempersiapkan mental untuk menjadi seorang istri karena apa ? pernikahan itu bukan hanya dijalani sehari atau dua hari tapi seumur hidup , ibarat sebuah pakaian ,maka suami dan istri harus bisa menutupi kekurangan masing-masing tak bisa lagi bebas seperti kita seperti biasanya "
Alea melipat kedua tangannya
"Terimakasih wejangannya Bu Arika aku sangat bangga sekali menjadi saudari mu terimakasih untuk semua yang telah kau lakukan untukku aku sangat bahagia dan bersyukur sekali "
Arika langsung menarik nafasnya dalam-dalam
"Hah berhentilah meledekku "
"Tak lama setelah Arika menasehatiku dia yang duluan menikah dan aku adalah manusia pertama yang akan tertawa dengan keras "
Alea tertawa geli
"Hentikan Alea karena tak semudah itu ,tidak akan semudah itu "
mengangkat tangannya
"Jangan begitu lihat itu masa depanmu sudah menunggu disana"
Alea langsung berlari meninggalkan Arika yang terus -menerus berteriak memanggilnya
"Alea awas kau ya ,aku akan menangkapmu "
Membuat Aditya,Ana dan Bian serta yang lainnya melihat kelakuan Alea dan arika yang seperti itupun langsung tertawa tersipu-sipu "Calon istri Bian Pa"
"Iya calon menantu kita "
Rima pun tak mau kalah dengan Ana "Menantu kita kak "
"Iya calon istri Raja "
Mereka pun tersenyum-senyum sendiri melihat kelakuannya
lanjut dengan perjalanan Panji yang akan kembali kekota kelahirannya
Panji yang baru tiba di Jogja langsung buru-buru ingin segera pulang kerumahnya ,ia mendapatkan kabar jika Arjuna sudah duduk dan tersenyum alat-alat ditubuhnya sudah terlepas
"Benarkah ? apa ini tak bohong ? papa sudah bisa duduk ?"
"Iya cepatlah kau pulang "
ucap Silvi dengan tertawa
"Mama jangan bercanda !"
Panji masih tak percaya
"Nah kenapa mama harus bercanda apa Tuhan juga suka bercanda dengan umatnya ?"
"Mama ya Tuhan Panji ingin segera bertemu dengan papa saat ini juga!"
"Memangnya kamu sudah dimana Nak?"
"Panji sudah dijalan Ma mau pulang kerumah"
Sepanjang perjalanan ia tersenyum bahagia
"Ya ampun aku seperti mimpi saja , tak aku sangka jika mukjizat itu benar-benar nyata adanya , papa ya Tuhan ,aku tak percaya "
Panji tak bisa menyembunyikan perasaan bahagianya dari tadi ia hanya tertawa bahagia saja
Sopir keluarganya pun tampak tertawa bahagia juga "Selamat ya Mas Panji akhirnya Tuan Arjuna bisa sehat kembali "
"Ya Pak ini benar-benar anugerah , bisa cepat tidak Pak bawa mobilnya aku ingin cepat-cepat. bertemu dengan papa aku ingin tau bagaimana keadaan papa "
Tak berapa lama Panji langsung masuk kedalam perkarangan rumah dan terlihat banyak sekali orang-orang datang mengirimkan karangan bunga mengucapkan selamat atas kesehatan Arjuna
__ADS_1
"Ya ampun banyak sekali papan ucapan selamatnya untuk menyambut papa"
Panji langsung berlari masuk dan membuka pintu kamar papanya dan ternyata benar apa yang ia lihat adalah nyata
"Paapaaaa"
Panji langsung memeluk Arjuna dengan Silvi yang duduk disampingnya
Arjuna langsung tertawa melihat Panji yang sedang berdiri dihadapannya itu
"Putraku Panji ..."
Arjuna tersenyum dengan lebar dan mengangkat kedua tangannya
Panji langsung mencium papanya berkali-kali
"Panji hentikan Nak , kenapa kau seperti anak kucing saja "
Arjuna tak biasanya bercanda padanya
Panji melepaskan pelukannya dan langsung mengusap kedua wajahnya ia tertawa bahagia tak percaya dengan apa yang ada dihadapannya ini
"Ya Tuhan papa, papa ini benar-benar paapaaa sudah sehat ya Pa ?"
Silvi tersenyum manis "Panji tenangkan dirimu Nak ya kau benar sekali Nak seperti yang kau lihat ini adalah sebuah mukjizat papamu sudah sehat Kembali "
Silvi ikut tertawa mendengar semuanya
Panji pun langsung bersujud syukur kepada sang pencipta karena ia akhirnya bisa melihat papanya kembali tersenyum manis padanya
"ini sungguh diluar perkiraan ya Tuhan ,mama kita harus memberikan sedekah kepada seluruh warga kota ini untuk merayakan bentuk syukur kepada Tuhan karena telah memberikan kesembuhan pada Papa, mama lihat Ma papa"
Panji menggelengkan kepalanya berkali-kali tak bisa berkata apapun lagi
Silvi dan Arjuna kembali tertawa
"Ya kau sangat bahagia bukan melihat papa sudah sembuh Nak ? papa selalu mendengar ucapan suaramu selama ini memanggil papa "
"Iya Pa ,. Panji akan segera menyuruh para pelayan kita untuk membagikan makanan kepada seluruh penduduk di kota ini , papa tak akan melupakan bagaimana semuanya bisa terjadi secepat jni "
Terdengar suara tawa Arjuna langsung seperti biasa"Terserah kau saja Nak karena kau yang memiliki kuasa atas segala yang menjadi Milik keluarga kita ,mau Panji bagi-bagikan keseluruh penduduk juga tak akan mengurangi apa yang kita miliki kan , bukankah dengan mengeluarkan sebagian harta milik kita justru akan membuat harta kita semakin bersih dan berkah ,ingat selalu tanamkan dihari kita sedekahkan sebagian harta mu karena Tuhan akan menambah nikmat mu "
Panji bahkan tak bisa berkata apapun lagi ia bahkan sampai mencium kaki Arjuna berkali-kali
"Tuhan mengabulkan semua doa Panji yang Panji kira mustahil sekali untuk papa bisa sembuh dan kembali bisa menjadi seperti ini , seperti sedia kala , Seperti saat papa bermain dengan Panji mengajak Panji jalan-jalan keliling kota , Panji sangat bahagia Pa , jangan sakit.lagi Pa, tetaplah seperti ini Pa , selamanya"
"Mustahil bagi manusia tapi tak ada yang mustahil bagi Tuhan anakku ,ingat lah Panji dalam setiap hal yang menimpa hidupmu jangan pernah tinggalkan Tuhan karena setan akan selalu mengambil kesempatan saat iman seseorang mulai goyah dalam menghadapi segala bentuk ujian hidup "
Panji terdiam karena wejangan yang diberikan oleh Arjuna adalah wejangan yang sudah lama sekali tak ia dengar
"Papa memang benar Pa ,ya Tuhan mama, lihatkan papa Ma... pa..."
Wajahnya benar-benar berbunga-bunga ,apa lagi Silvi ,namun ada yang berbeda nampaknya Panji melihat sentuhan tangan Arjuna pada Silvi sangatlah tulus sekali, namun Panji tak mau berbicara lebih banyak lagi , bukan apa-apa jika itu hanya pura-pura saja ia tak mau membuat mamanya Silvi menjadi sedih , karena ia tau betapa besarnya cinta Arjuna untuk Siska setidaknya hanya dengan cara itu mamanya Silvi bisa merasakan sentuhan kasih sayang dari Arjuna yang mungkin hanya sekedar pemanis saja Dimata orang-orang yang melihatnya termasuk dirinya
"Permisi "
"Selamat sore "
ucap Dokter jaga yang masuk kedalam ruangan itu , iya melihat dengan wajah yang sangat ramah sekali
"Wah . wah...sudah berkumpul ya , sepertinya sangat bahagia sekali Tuan Panji dan Nyonya Silvi , bagaimana apa kalian semua sudah merasa lega ?"
"Dokter "
sapa Panji dengan mulutnya yang terbuka dengan lebar
Dengan penuh senyuman Dokter tersebut langsung mengucapkan selamat pada Arjuna, Silvi dan Panji
"Sebelumnya saya ingin mengucapkan selamat untuk semuanya terutama Tuan Arjuna , karena bisa bertahan sekuat ini, dan sampai saat ini ,huh...." membuang nafasnya dalam-dalam
" sungguh luar biasa sekali dan diluar dugaan kita sebagai manusia , perjuangan Tuan Arjuna yang hampir satu tahun lamanya akhirnya membuahkan hasil maksimal , sebuah mukjizat diluar ilmu kedokteran yang kami pelajari , seluruh penyakit Tuan Arjuna dinyatakan sembuh total, ini benar-benar luar biasa sekali "
Panji kembali mengusap wajahnya
"Akan sungguh bersyukur sekali dokter , aku tak percaya jika mukjizat itu ada ya Rabb "
Arjuna kembali terkekeh dengan keras
"Panji apa kau mengira jika papa akan segera pergi dari dunia ini dan meninggalkan kalian ,atau jangan-jangan kau tak terima jika papa kembali sehat ya Nak ?"
Dokter dan suster pun kembali memeriksa Arjuna sebelum ia akan dipindahkan keruangan tempat ia biasa tidur yaitu kamar ia dan Siska
"Permisi ya Tuan Arjuna sebelumnya saya minta maaf kita harus memeriksa anda untuk terakhir kalinya ,agar setelah ini anda bisa kembali hidup normal seperti biasanya, melakukan aktivitas bersama anak dan istri tercinta, yang semangat ya Tuan , anda sungguh sangat luar biasa sekali bisa bertahan sejauh ini "
Arjuna dan Silvi hanya tersenyum terus dari tadi
namun tiba-tiba Arjuna menanyakan sesuatu yang membuat Panji langsung pucat
"Nak kata mama kau dari luar kota ya , dari mana naK ? bisa-bisanya kau meninggalkan papa hanya berdua mamamu saja ya ?"
Seketika ia langsung teringat Siska yang baru saja melangsungkan acara pernikahannya
__ADS_1