Antara Cinta Dan Takdir

Antara Cinta Dan Takdir
Part 128


__ADS_3

Dan benar saja belum sampai lima menit sudah terdengar suara dengkuran yang sangat keras sekali di bawah tempat tidur mereka , Alena menutup mulutnya agar Arya tak mengetahui jika ia sedang tertawa geli karena merasakan hal itu


Terdengar Arya bergerutu "Astaga kuda Nil ini bersuara besar sekali , bagaimana mungkin aku bisa beristirahat dengan tenang jika suaranya saja menimbulkan kegaduhan didalam kamar ini"


Ia menoleh kearah Alena dan melihat punggungku Alena bergerak-gerak


Oh ternyata kau sedang tertawa juga rupanya diam -diam ya Alena mmm baiklah jika itu yang kau mau maka kita akan sama-sama saling tertawa malam ini aku juga sama akan mengerjai mu


Arya langsung memejamkan matanya dan berhenti berbicara lalu ia mulai membunyikan suara yang sama seperti Suster tersebut


Krokkkk....


Grogggg....


Krokkkk....


Sekarang bagaimana Nona Alena apa kau merasa nyaman dengan suara Yang aku buat ,hmmm baiklah kita lihat bagaimana kau bisa tertawa kembali


Benar saja dalam beberapa detik Alena langsung menoleh kearah Arya


"Bukankah baru saja aku mendengar ia bergerutu ,lalu kenapa pula sekarang aku mendengar ia mendengkur begitu keras sekali apa ia benar-benar sudah tertidur pulas ?"


Alena langsung menoleh kearah Arya dan ternyata Arya sedang melototkan matanya sambil membunyikan suara mulutnya dengan keras


"Astaga kak Arya kau ?!"


Ternyata Arya tak tahan untuk tertawa saat melihat reaksi Alena yang syok sekali melihat wajah nya , ia langsung spontan tertawa geli melihat wajah Alena yang kaget


Ia menahan tawanya namun akhirnya pecah juga "Hauahahahahhaahha"


Alena yang diam akhirnya juga ikutan tertawa


"Keterlaluan bisa-bisanya mengerjai aku di saat seperti ini , kak Arya kau sungguh terlalu sekali " Alena tertawa sambil menepuk dahinya


Mereka berdua larut dalam tawa malam ini sedangkan Suster Tersebut masih mendengkur semakin keras sekali


"Bahagia sekali sepertinya malam ini karena Suara suster tersebut "


Tanpa disadari Arya langsung bisa duduk menggerak-gerakkan tubuhnya


"Bukan lagi kuda Nil ini memang bisa mencairkan suasana "


Alena ikut duduk dan mereka berpandangan satu sama lainnya ,


Grogg....

__ADS_1


Krokk....


Kembali tertawa lagi ,kali ini suara dengkuran Suster tersebut lebih keras lagi bunyinya


" Kau dengar ia sungguh kuda Nil yang terlelap ,Aditya sungguh keterlaluan sekali menyuruhnya untuk menjagaku "


Alena langsung menutup wajahnya sambil menggelengkan kepalanya , ia tak sadar jika Arya sudah duduk dengan sendirinya padahal itu belum di anjurkan oleh Dokter


"Kak Arya kau ?!"


Alena langsung panik saat mendapati Arya yang sedang duduk ia langsung berdiri dengan cemas dan Mata terbelalak


"Suster...suster... cepat bangun "


Dengan cepat Suster tersebut langsung bangun


dan berdiri


"Ada apa Nona ?"


Alena menunjuk Arya yang sedang duduk


"Suami saya ini tolonglah Suster"


Saat itu Arya kaget , Suster tersebut lebih kaget lagi melihat Arya yang sedang duduk


Tuan Arya apa yang sedang anda lakukan ,anda itu baru saja sudah operasi dan sama sekali belum boleh duduk "


Mendadak Arya langsung menjadi kaku tubuhnya ia terdiam dan tak bisa menggerakkan tubuhnya


"Astaga aku lupa kenapa aku bisa langsung duduk barusan , sekarang bagaimana ?"


Suster langsung mendekatinya dan membantunya berbaring


"Ya sudahlah sekarang jangan khawatir lagi , tuan lemaskan semua otot Tuan setelah itu tarik nafas "


Arya mengikuti semua perintah dokter gempal itu


lalu dengan cepat Suster tersebut langsung merebahkan tubuhnya


"Awwwwwwwwwww"


"Sudah selesai , sebaiknya anda harus bersabar Tuan jika anda tak bisa mengikuti instruksi dari Dokter jangan salahkan saya anda nanri akan menjalani prosedur operasi ulang apa anda mau ?!"


Nampak ia sangat cemas melakukan operasi ulang ? tentu saja ia tak mau

__ADS_1


"Aku tidak mau Suster , jangan lakukan lagi seperti ini saja sudah membuat aku menderita apa lagi harus melakukannya untuk kedua kalinya , aku tidak mau bermain-main dengan maut , anakku akan segera lahir kedunia aku tak mau mengambil resiko yang besar !"


Arya langsung memejamkan matanya


"Baiklah aku akan segera. beristirahat tapi aku mohon sebaiknya anda tidur diluar saja jangan di kamar ini aku tidak bisa tidur nanti"


"Apa yang anda katakan ? Anda menyuruh saya untuk tidur diluar ? tak segampang itu anda menyuruh saya melakukannya tugas saya adalah menjaga anda , jika tidak untuk apa saya dibayar berada disini apa anda mau saya mendapatkan gaji buta saja , lalu bagaimana pertanggungjawaban saya di akhirat kelak , bagaimana ha ?!"


Astaga kuda Nil ini ternyata sangat cerewet sekali aku bisa gila jika ia terus -menerus mengoceh Seperti ini lalu aku harus bagaimana


Arya menoleh kearah Alena , sepertinya Alena langsung mengerti apa yang terjadi pada suaminya itu


"Suster tapi bukannya tidak enak jika kita bertiga berada didalam satu kamar begini?"


"Ya ampun Nona apa kau cemburu dengan ku ? tenang saja Nona aku sama sekali tak tertarik dengan suamimu ,lagi pula aku tidak berminat sama sekali untuk menjadi pelakor ,ya meski banyak sekali para lelaki yang ingin menggoda ku untuk menjadi simpanannya"


Haduh...kacau , perempuan ini kembali berhalusinasi terlalu tinggi seolah-olah ah sialan ia sama saja seperti Alena , terlalu percaya diri sekali


"Oke baiklah kalau begitu bagaimana sebaiknya anda tidur dengan menggunakan helm saja Suster , ya bukan apa-apa aku merasa tersaingi jika anda berada juga didalam kamar ini ,aku harap sesama perempuan Suster mengerti bagaimana perasaan aku ya apa lagi aku sedang dalam kondisi hamil "


Suster tersebut langsung terdiam sepertinya apa yang dikatakan oleh Alena menggelitik jiwa dan sanubarinya ia pun langsung menarik nafas


"Ya ampun padahal aku sedang menjalani tugas, tapi karena kau sedang hamil dan juga seorang perempuan yang amat sangat mencintai suami mu dan takut jika ia tergoda oleh ku , padahal aku sedang bekerja mencari uang sesuai tanggung jawabku di dunia dan nantinya akan berada dihadapan Tuhan maka aku memutuskan untuk tidur diluar saja "


Arya langsung menghembuskan nafas lega


tapi ...


"Eitzzzzz tunggu dulu tapi pintu kamarnya jangan ditutup karena aku akan tidur didepan pintu ,aku tak mau jika sampai terjadi sesuatu pada pasien ku nanti"


Alena langsung tersenyum dan menyetujuinya


"Oke baiklah tidak apa-apa "


Arya langsung menoleh kearah Alena


sambil berbisik "Sama saja itu akan membuatku tidak akan bisa tidur malam ini..."


"Kak Arya tapi setidaknya ia tak berada dibawah kasur kita , setidaknya suaranya tak terlalu terdengar begitu keras ya kan "


Alena langsung menenangkannya , Arya sebenarnya masih marah namun ia langsung melihat kearah perut Alena dan membayangkan seorang anak kecil yang memanggilnya


Ayah..ayah....ayah...


"Oke baiklah ayo kita tidur...."

__ADS_1


"Baiklah kak , selamat malam"


__ADS_2