
Raja masih didalam kamar memandangi jendela yang terbuka dengan gitar ditangannya
tatapannya terlihat sangat berat sekali
Dimas dan Rima saling berpandangan,
"Aku mau keatas dulu" ucap Rima ia tak bisa melihat Raja yang sedih seperti itu,apa lagi ia adalah putra Rima satu-satunya.
hanya Dimas yang tau apa yang sedang dirasakan oleh raja saat ini yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menyesuaikan apapun yang terjadi ucap Dimas
ia sangat sedih saat ini karena merasa apa yang terjadi pada raja, karena akibat sikap nya dulu pada Arya.terlihat jelas dari tatapan mata Dimas jika raja sangat terluka,tapi ia tak bisa menyalahkan Arya karena setiap orang tua pastilah menginginkan yang terbaik untuk anak-anaknya
__ADS_1
"Raja..." masuk kedalam kamarnya dan terlihat jelas bahwa anak kesayangannya itu sedang sangat sedih
"Papa,.."
langsung menepuk pundak raja "Apa yang terjadi padamu Nak.." Raja langsung melepaskan gitar yang ia pegang
"Santai saja, terus saja perjuangkan apa yang ada didepan mata karena apa yang belum kita dapatkan memang harus diperjuangkan"
raja tersenyum saja padahal terlihat sangat jelas dari tatapannya ia sangat kecewa sekali dengan apa yang terjadi namun ada yang harus ia tahu jika kita siap jatuh cinta maka kita sudah siap juga untuk merasakan sakitnya patah hati
Raja sama sekali tak menjawab apapun lagi, yang jelas ia sangat tau dan sangat yakin sekali jika apapun yang terjadi pada raja ada hubungannya dengan ulahnya dulu,namun Dimas tak tahu lagi harus melakukan apa selain menyemangati Raja, karena memang ia tahu letak kesalahannya ada pada diri Raja, yang sudah tak berlaku sopan padanya
__ADS_1
"Katakan saja padanya, apa yang sebenarnya kau rasakan anakku" Dimas menepuk dadanya sambil berjalan menuju kamar
Rima yang melihat langsung memeluk nya dengan erat
"Kak Dimas, ini bukan salahmu" sambil menangis karena tau jika raja lah yang salah
"Aku tau ini bukan salahku,tapi kenapa takdir itu harus memberikan jalannya seperti ini,apa ini namanya karma turun temurun yang harus si rasakan oleh Raja, meksipun ia bukan anak kandung ku, tapi seharusnya ia tak mendapatkan imbas seperti ini"
Dimas langsung meneteskan air mata lagi
"Jujur saja aku sama sekali tak tertarik untuk mendapatkan apapun lagi didunia ini kecuali kebahagian Raja dan kamu saja Rima, tak ada lagi yang aku inginkan, apa lagi mami juga sudah pergi dengan tenang, Siska sudah menemukan kebahagiaannya, tapi sepertinya Tuhan belum berhenti menghukum ku, aku sungguh sangat menyesal atas semua perlakan ku dulu, aku hanya ingin semuanya berakhir bahagia,itu saja"
__ADS_1
Rima langsung tersenyum bahagia, karena ia tahu Dimas Sangat baik dan tulus
"Kak Dimas, hentikan ingatlah raja akan bahagia, dan ia pasti akan menemukan jalan mendapatkan restu Arya"